miina minamoto gets a huge cock to smash her hairy twat. xvideos india

Posts tagged with “guru”

Mengapa Banyak Guru Mau Digaji Murah?

64768_810087229044680_9144167819929067356_n

Sebuah pertanyaan omjay lontarkan di facebook group Komunitas guru TIK dan KKPI (KOGTIK), dan Ikatan Profesi Guru Indonesia (IPGI). Mengapa banyak guru mau digaji murah?

Tak berapa lama kemudian komentarpun berdatangan, berikut ini jawaban mereka para guru tangguh berhati cahaya.

Mengapa banyak guru yang mau digaji murah?

» Continue reading “Mengapa Banyak Guru Mau Digaji Murah?”

Comments (1)

Lomba Blog Guru Blogger Indonesia

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog (KSGN) memberikan tantangan kepada guru blogger Indonesia untuk menulis di blog pribadi setiap hari mulai tanggal 22 sampai 29 Maret 2015. Blogger yang siap menghadapi tantangan ini, dimohon menuliskan alamat url blog di bagian komentar. Akan ada hadiah kejutan dari KSGN untuk 3 orang guru blogger yang mampu menulis setiap hari di blog tanpa absen selama periode 22 sampai 29 Maret 2015. Anda siap? Segera tuliskan alamat blog anda di bagian komentar. Kami akan pantau terus blog anda selama seminggu.

Blogger guru Indonesia

Blogger guru Indonesia

Comments (46)

Rakernas IPGI di Wisma UNJ Rawamangun Sabtu, 28 Februari 2015

rakernas ipgi

Alhamdulilah Rapat kerja nasional Ikatan Profesi Guru Indonesia (IPGI) berjalan dengan baik dan lancar, salam hormat. Saya ucapkan terima kasih banyak kepada rekan-rekan guru dan pengurus kota dan kabupaten yang bisa hadir dalam acara Rakernas pada tanggal 28 Pebruari 2015.

» Continue reading “Rakernas IPGI di Wisma UNJ Rawamangun Sabtu, 28 Februari 2015”

Comments (5)

Kembalikan Matpel TIK dan KKPI

Aksi Damai

Teman teman yang omjay sayangi dan banggakan. Mohon doanya Senin, 12 Januari 2015 pukul 15.30 WIB, omjay dan kawan kawan komunitas guru TIK, dan KKPI bisa menyampaikan langsung keluhan kawan kawan guru semua kepada pak mentri pendidikan dan kebudayaan, Anies Baswedan. Mata pelajaran teknologi informasi komunikasi (TIK), dan keterampilan komputer pengelolaan informasi (KKPI) harus kembali eksis. Teman teman guru TIK/KKPI yang tidak linier S1-nya, harus tetap jadi guru TIK, dan KKPI, tanpa harus dibatasi 31 Desember 2016.

» Continue reading “Kembalikan Matpel TIK dan KKPI”

Comments (1)

Guru dan Sekolah Dipaksa Tetap Gunakan Kurikulum 2013

POLEMIK penerapan Kurikulum 2013  semakin memanas. Sejumlah kepala dinas pendidikan di beberapa daerah menolak surat keputusan Mendikbud Anies Baswedan agar sekolah yang baru satu semester menerapkan Kurikulum 2013 kembali menggunakan Kurikulum 2006.

anies-fsgi

”Pembangkangan” sejumlah kepala dinas dan kepala sekolah tak akan terjadi jika Anies berani memutuskan penghentian total Kurikulum 2013 (K-13), termasuk 6.221 sekolah yang sudah lebih dahulu menggunakannya. Pemberlakuan dua kurikulum ini menjadi celah bagi sejumlah kepala dinas pendidikan untuk memaksa sekolah menerapkan K-13 meski tak termasuk 6.221 sekolah tersebut.

”Ketentuan yang saya keluarkan adalah sekolah yang sudah menjalankan K-13 selama tiga semester tetap melanjutkannya. Adapun sekolah yang baru melaksanakan K-13 selama satu semester stop dulu. Kembali ke Kurikulum 2006. Lalu, jika ada sekolah yang sudah menjalankan K-13 selama tiga semester, tetapi tidak masuk dalam 6.221 sekolah tadi, silakan mengusulkan kepada Kemdikbud. Nanti kami cek apakah benar-benar layak untuk ikut menjadi sekolah pilot project,”  kata Mendikbud Anies Baswedan. Keputusan itu tertuang dalam Permendikbud Nomor 160 Tahun 2014, Pasal 1 dan 4.

Terjadi ”Pembangkangan”

Seorang kawan di  Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengirim pesan pendek (SMS) kepada saya, yang kurang lebih isinya menyatakan: telah terjadi pertemuan antara seluruh kepala sekolah dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) NTB di Kota Mataram. Isi pertemuan adalah memerintahkan semua kepala sekolah agar tetap mempergunakan K-13 meskipun sarana dan prasarana sekolah di NTB belum memadai dan para guru masih belum paham K-13.

Kalau pertemuan itu benar adanya, maka amat disayangkan. LPMP yang seharusnya mendukung penuh kebijakan Mendikbud—karena bagian struktural dari Kemdikbud sendiri—ternyata justru melakukan tindakan sebaliknya. Kalau pada jajarannya saja keputusan Mendikbud ”dilawan”, apalagi oleh para kepala daerah dan kepala dinas pendidikan. Perlu diingat, kepala dinas dan kepala daerah pasti berani menentang Mendikbud atas nama otonomi daerah.

Sehari sebelum SMS dari kawan di NTB saya terima, juga ada SMS masuk dari Batam, Kepulauan Riau, yang menginformasikan bahwa Dinas Pendidikan Batam mengumpulkan semua kepala sekolah se-Batam. Dalam pertemuan tersebut para kepala sekolah diinstruksikan agar tetap menggunakan K-13. Mereka tidak diperkenankan untuk kembali ke Kurikulum 2006 yang lebih dikenal sebagai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Meski banyak yang tidak sepakat, tak ada kepala sekolah yang berani membantah jajaran dinas pendidikannya.

Ketidakberanian para kepala sekolah membantah dinas pendidikan tentu sangat dimaklumi mengingat para kepala sekolah ini diangkat dan diberhentikan oleh dinas pendidikan setempat. Kalau membangkang perintah dinas pendidikannya, maka kemungkinan dicopot dari jabatan akan terjadi. Psikologis para kepala sekolah ini tampaknya belum dipahami Anies Baswedan. Pada era otonomi daerah sekarang ini, kepala sekolah pasti lebih mematuhi kepala dinasnya daripada menterinya.

Ada juga masuk ke inbox Facebook saya keluhan dari seorang kepala sekolah dari Kecamatan Kanor, Bojonegoro, Jawa Timur. Kepala sekolah ini bersaksi bahwa mayoritas kepala sekolah dan guru ingin kembali dulu ke KTSP karena mereka merasakan dalam implementasi K-13 mengalami kebingungan. Apalagi sekolahnya juga belum memiliki sarana penunjang yang memadai untuk mengimplementasikan K-13 secara mulus. Selain itu, ada ketidaksesuaian antara silabus dan kompetensi dasar dengan buku guru dan buku siswanya sehingga berpotensi  pada ketidakberhasilan dalam proses pembelajaran.

Namun, seperti halnya di daerah lain, para kepala sekolah ini lebih memilih mematuhi dinas pendidikannya ketimbang mematuhi menterinya, meskipun surat keputusan Mendikbud ditujukan kepada kepala sekolah.

Saat menjadi narasumber ”Kontroversi K-13” di salah satu televisi swasta, saya juga mendengar langsung pernyataan seorang bupati yang daerahnya tetap akan melaksanakan K-13. Alasan sang bupati, sekolah di wilayahnya sudah siap dan tidak masalah dalam mengimplementasikan K-13 untuk semua sekolah. Padahal, di media sosial, banyak guru di wilayah ini mengeluhkan implementasi K-13 di sekolah mereka.

Saya sendiri sebagai salah seorang kepala sekolah di Jakarta belum menerima surat Mendikbud tersebut meski sekolah saya dengan Kantor Mendikbud relatif lebih dekat dibandingkan dengan kawan-kawan dari Batam, Mataram, dan Bojonegoro. Namun, Dinas Pendidikan DKI Jakarta sama sekali tidak reaktif dengan mengumpulkan para kepala sekolah untuk memerintahkan tetap melaksanakan K-13 atau kembali ke KTSP, di luar 6.221 sekolah yang ditunjuk.

Menyimak pernyataan-pernyataan Kepala Dinas Provinsi DKI Jakarta Larso Marbun serta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di media, besar kemungkinan Jakarta akan mematuhi keputusan Mendikbud. Bahkan, di beberapa media, Larso Marbun mengkritisi dengan cukup tajam K-13. Menurut Larso Marbun, penerapan K-13 adalah kebijakan yang belum siap, berakibat akan mengorbankan guru dan peserta didik. ”Kebijakan yang belum siap sejatinya jangan diterapkan dulu karena pasti akan berpotensi gagal di lapangan. Berpikirlah pada kepentingan peserta didik,” katanya.

Uniknya di Jakarta, meski kepala dinas pendidikannya belum mengumpulkan para kepala sekolah, di media sosial sudah ramai para guru dan siswa menginformasikan sikap  para kepala sekolah di Jakarta. Mayoritas ngotot ingin tetap melaksanakan K-13 sekalipun banyak keluhan dari guru dan peserta didik di sekolahnya.

Alasan mereka umumnya sama. Kalau kembali ke KTSP, maka banyak guru tak mampu memenuhi beban kerja 24 jam, karena K-13 menambah jam belajar siswa. Alasan lain adalah lebih pada unsur ”prestise”.

Faktor penyebab

Pembangkangan yang dilakukan LPMP, kepala daerah, dan kepala dinas pendidikan di beberapa daerah terjadi karena
kebijakan Mendikbud yang ”ambigu”. Pemberlakuan dua kurikulum dalam suatu sistem pendidikan dalam keputusan
tersebut telah memberikan celah untuk memilih salah satunya.

Mungkin awalnya para ”pembisik” Anies memperkirakan kalau keputusan ini dibuat, maka banyak sekolah yang termasuk di antara 6.221 sekolah uji coba awal itu akan memilih mundur. Ternyata perkiraan itu meleset tajam: sekolah yang masuk kelompok 6.221 tetap akan melaksanakan K-13, sementara sekolah di luar itu malah cenderung tetap akan melaksanakan K-13, meski hal tersebut jelas bertentangan dengan Pasal 1 dan 4 Permendikbud No 160/2014.

Anies sangat memahami bahwa terjadi masalah besar di lapangan terkait implementasi K-13. Namun, sayangnya, ia tak berani memilih opsi pertama (menghentikan secara total) saat tim evaluasi K-13 bentukannya bekerja, tetapi lebih memilih opsi kedua. Kenyataan di lapangan justru opsi ketiga yang dipilih para kepala dinas dan kepala sekolah. Alasannya beragam, tetapi sebagian besar karena ”masalah anggaran” dan prestise.

Saya mengapresiasi Menteri Anies yang segera memahami bahwa K-13 dalam implementasinya bermasalah besar. Namun, dengan menerapkan dua kurikulum, ia juga telah ”mengorbankan” siswa di 6.221 sekolah. Meminjam istilah seorang guru besar matematika dan kawan yang sangat saya kagumi, ”Sebagai ayah, kalau anak kita minta makan roti, masak kita tega memberi makan batu.” Saya pikir kejadian ini dapat menjadi bahan pembelajaran berharga bagi Mendikbud yang baru….

Retno Listyarti
Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia dan Kepala SMA Negeri 76 Jakarta

» Continue reading “Guru dan Sekolah Dipaksa Tetap Gunakan Kurikulum 2013”

Comments (12)

Ikutilah Acara TWC4 di Wisma Kampus UNJ Rawamangun, 26-28 Desember 2014

jadwal-1 poster-twc-4-okey

jadwal-2jadwal-3

http://edukasi.kompasiana.com/2014/12/23/yuk-ikutan-teacher-writing-camp-4-di-kampus-unj-rawamangun-693273.html

Comments (1)

Formulir Anggota Ikatan Profesi Guru Indonesia

Selamat menjadi anggota Ikatan Profesi Guru Indonesia (IPGI)

Comments (21)

Ikatan Profesi Guru Indonesia

Omjay bersama mendikbud Anis Baswedan

Omjay bersama mendikbud Anis Baswedan dan ibu Puji di kantor kemendikbud Senayan Jakarta

Terkadang saya suka tersenyum-senyum sendiri. Ada banyak organisasi guru, tetapi pengurusnya bukan guru. Lucunya, banyak guru yang belum menyadari akan hal itu, sehingga organisasi profesi guru masih dikendalikan oleh mereka yang bukan guru.

Saya mempunyai mimpi. Ada organisasi profesi guru yang diurusi sendiri oleh guru. Mereka saling melengkapi dan berbagi dengan motto respect, excelent dan friendship. Saya yakin mimpi atau impian saya ini akan berwujud nyata bila mendapatkan dukungan penuh dari guru indonesia.

Tetapi perlu dicermati juga bahwa sebagian besar guru Indonesia tak berani muncul untuk memperjuangkan nasibnya sendiri. Sementara itu mereka cuma bisa berkeluh kesah saja. Kebanyakan mereka menunggu segelintir guru yang berani berkoar-koar mengangkat permasalahan guru di media, dan di depan aparat pemerintah.

Dulu saya pikir organisasi guru yang terkenal itu adalah organisasi milik guru. Ternyata tidak, pengurusnya banyak yang bukan guru. Terutama pengurus di tingkat pusat yang tidak punya kartu PTK. Oleh karena itu, kami ingin membentuk organisasi guru yang benar benar dari guru dan tidak ada muatan politis atau kepentingan di dalamnya. Organisasi gurru yang independent dan berdiri di atas kakinya sendiri. Ikatan Profesi Guru Indonesia (IPGI) akan kita bentuk dengan kebersamaan dan keyakinan bahwa organisasi profesi guru harus diurusi sendiri oleh guru.

Seringkali guru menjadi obyek dari mereka yang bukan guru. Kini saatnya guru menjadi subyek dan memiliki organisasinya sendiri. Organisasi Profesi guru harus dipegang dan dipimpin oleh guru itu sendiri. Mari bergabung di Ikatan Profesi Guru Indonesia (IPGI).

Sebenarnya undang-undang guru dan dosen sudah mengatur bahwa guru boleh saja membentuk organisasi profesi selain PGRI, hanya saja kawan-kawan guru di beberapa daerah tidak memahami undang-undang tersebut, karena selama ini organisasi guru cenderung ditunggangi kepentingan tertentu.

Seorang kawan menuliskan komentar yang panjang di facebook. Kita harus belajar dari teman-teman profesi dokter. Hanya ada satu organisasinya sehingga punya bargaining yang kuat terhadap pemerintah. Sampai organisasinya Ikatan Dokter Indonesia (IDI) oleh pemerintah dibuat Undang-Undangnya khusus. Organisasi mereka hidup penuh dari iuran anggota, begitu juga organisasi guru di luar negeri.  Sangat berbeda dengan guru di Indonesia kesadaran membayar iuran organisasi tidak gampang. Lalu bagaiman mesin organisasi bisa berjalan tanpa dukungan dana dari anggotanya? Kalau organisasi guru hanya ada di atas kertas, pengurusnya hanya tampil di koran-koran, dan televisi hanya bisa mengeritik pemerintah, lalu apa bedanya dengan LSM?”.

Perlu diketahui, organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pengurus pusatnya bukan guru. Seharusnya organisasi profesi guru harus dipimpin guru dan organisasi profesi dosen harus diurusi oleh dosen. Begitu juga organisasi profesi dokter yang harus diurusi sendiri oleh dokter. Saat ini PGRI belum sepenuhnya memperjuangkan nasib guru karena pengurusnya terutama di tingkat pusat hingga daerah kebanyakan bukan berprofesi sebagai guru aktif yang mengajar di sekolah.

Saya memberikan masukan untuk mendikbud baru, Pak Anies Baswedan, agar setiap Pengurus Organisasi Profesi guru harus memiliki kartu NUPTK. Hal ini untuk membedakan antara guru dan bukan guru. Organisasi Profesi guru harus dipimpin oleh guru, dan biarkan guru mengurusi rumah tangganya sendiri.

Kami akan membentuk sebuah organisasi Ikatan Profesi Guru Indonesia (IPGI) yang semua pengurusnya adalah guru dan memiliki NUPTK. Kepengurusan akan dibentuk pada 29 Nopember 2014 pukul 10.00 – 12.00 WIB di Kampus UNJ Rawamangun Jaktim. Apakah anda bersedia menjadi pengurus Ikatan Profesi Guru Indonesia?

» Continue reading “Ikatan Profesi Guru Indonesia”

Comments (6)

Guru Menjadi Kunci Utama Pendidikan

Murid TK Labschool di acara Labschool

Murid TK Labschool di acara Labschool

Are you a teacher? Begitulah seorang pria bule bertanya kepada saya. Yes I am a teacher. Begitulah kata saya mantap! Saya guru dan selalu siap menjadi guru yang melayani peserta didiknya, guru menjadi kunci utama pendidikan.

Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar, dan Menengah Anies Baswedan mengatakan, kualitas guru merupakan kunci utama pendidikan. ”Sehebat apa pun kurikulum dan gedung pendidikan, tetapi yang menjadi kunci utamanya guru,” ujar Anies, seperti dikutip Antara.

Apapun kurikulumnya, kunci utamanya berada di tangan guru yang profesional. Oleh karena itu pelatihan guru harus terus menerus ditingkatkan agar guru tidak tertinggal dan mampu membina peserta didiknya dengan baik.

Comments (2)

Pedoman Guru TIK dan KKPI

agtikknas-asmi

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 68 Tahun 2014 tentang Peran Guru Teknologi Informasi (TIK) dan Komunikasi dan Guru Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI) dalam Implementasi Kurikulum 2013 menegaskan arti pentingnya peran guru TIK dan guru KKPI. Agar tugas guru TIK dan guru KKPI dapat direalisasikan dengan baik, diperlukan pemahaman yang sama antara berbagai pihak yang berkepentingan tentang pemenuhan beban kerja bagi guru TIK dan guru KKPI. Oleh karena itu, diperlukan sebuah pedoman yang dapat menjadi acuan bagi guru, pengawas, kepala sekolah, dinaspendidikan kabupaten/kota, dinas pendidikan provinsi, dan unsur lain yang terkait dengan pelaksanaan tugas guru TIK dan guru KKPI.

Pedoman ini disusun sebagai acuan dalam pelaksanaan pemenuhan beban kerja dan kewajiban guru TIK dan guru KKPI yang memuat beban kerja, kewajiban dan uraian tugas guru TIK dan guru KKPI. Mudah-mudahan dengan adanya kejelasan peran guru TIK dan guru KKPI, mutu pembelajaran di sekolah menjadi lebih baik.

Pedoman_Beban Kerja Guru TIK 2014-2

Comments (6)

  • Komentar blog

  • komentar blog

  • Tulisan Wijaya Kusumah di blog Lainnya

  • Yuk Menulis Setiap Hari! Lalu Perhatikan Apa Yang Terjadi

  • xxx film riley reid used his monstrous penis to fuck herself doggy style.