WEBINAR NASIONAL LOMBA BLOG HARI KEMERDEKAAN RI KE-81

🇮🇩 WEBINAR NASIONAL LOMBA BLOG HARI KEMERDEKAAN RI KE-81 🇮🇩

Tema:
✍️ Menulis untuk Indonesia, Menginspirasi Negeri

Dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Omjay Guru Blogger Indonesia mengundang Bapak/Ibu, sahabat literasi, guru, dosen, mahasiswa, pelajar, blogger, dan masyarakat umum untuk mengikuti webinar sekaligus sosialisasi:

📌 LOMBA BLOG HARI KEMERDEKAAN RI KE-81

🗓 Hari/Tanggal: Sabtu, 15 Agustus 2026
🕖 Waktu: Pukul 19.00 WIB – selesai
💻 Media: Zoom Meeting

🔗 Join Zoom Meeting
https://us06web.zoom.us/j/85380891054?pwd=bcCwpVOs07dP4V7KFS5STsZ6vznWP8.1

🆔 Meeting ID: 853 8089 1054
🔑 Passcode: 12345

Pada webinar ini akan dibahas:
✅ Ketentuan Lomba Blog Nasional
✅ Teknik menulis artikel yang menarik
✅ Tips meningkatkan kualitas tulisan di blog
✅ Strategi membangun literasi digital
✅ Informasi hadiah dan sponsor lomba

🏆 Hadiah Menarik Menanti Para Pemenang:
💰 Uang tunai
🏆 Piala penghargaan
📚 Buku-buku karya Omjay
🎁 Hadiah sponsor
📜 Sertifikat penghargaan

Mari rayakan Kemerdekaan Indonesia dengan semangat literasi. Tunjukkan bahwa tulisan dapat menginspirasi, mengedukasi, dan membawa perubahan bagi negeri.

Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi!

📱 Informasi lebih lanjut:
Omjay Guru Blogger Indonesia
WA: 08159155515

#LombaBlogNasional #HariKemerdekaanRI81 #OmjayGuruBlogger #LiterasiDigital #MenulisUntukIndonesia #BloggerIndonesia

Kiriman yang Menghubungkan Mimpi: Kisah Omjay Bersama JNE

Kiriman yang Menghubungkan Mimpi: Kisah Omjay Bersama JNE

Di era digital seperti sekarang ini, jarak bukan lagi penghalang bagi manusia untuk saling terhubung. Sebuah paket kecil bisa membawa harapan besar. Itulah yang Omjay rasakan.

Sebuah kiriman sederhana bisa menyampaikan mimpi yang selama ini disimpan dalam hati. Hal itulah yang sering dirasakan oleh Omjay, nama yang akrab bagi Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd, seorang guru yang dikenal sebagai Guru Blogger Indonesia.

Read More

Peran 77 Organisasi Profesi Guru dalam Transformasi Pendidikan Indonesia

Peran 77 Organisasi Profesi Guru dalam Transformasi Pendidikan Indonesia

Hari Guru Nasional (HGN) 2025 dan hari lahirnya PGRI yang ke-80 menjadi momentum bersejarah bagi dunia pendidikan Indonesia. Omjay menjadi teringat ketika menjadi finalis Inobel 2018, dimana peran organisasi profesi telah mengantarkan Omjay menjadi salah satu pemenangnya dan mendapatkan hadiah belajar ke negara China tahun 2019.

Untuk pertama kalinya, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengundang 77 organisasi profesi guru dari berbagai latar belakang, disiplin ilmu, budaya, agama, hingga komunitas berbasis vokasi.

Kehadiran puluhan organisasi ini bukan hanya menunjukkan keragaman ekosistem pendidikan Indonesia, tetapi juga memperlihatkan bahwa suara guru tidak bisa lagi diwakili oleh satu atau dua organisasi saja.

Keragaman Organisasi: Bukti Hidup Dinamika Profesi Guru

Daftar 77 organisasi tersebut mencakup berbagai kelompok yang selama ini mungkin tidak dikenal luas oleh masyarakat maupun guru sendiri. Mulai dari PGRI dan IGI yang sudah populer, hingga organisasi berbasis keilmuan seperti KOGTIK, organisasi guru vokasi, MGMP lintas mata pelajaran, komunitas guru berbasis agama, dan forum-forum guru yang bergerak secara independen.

Keragaman ini menunjukkan bahwa profesi guru berkembang mengikuti kebutuhan zaman. Guru sudah tidak lagi berada dalam satu payung tunggal, tetapi tersebar dalam berbagai organisasi sesuai keahlian, kebutuhan, dan konteks masing-masing. Setiap organisasi membawa misi, pengalaman, tantangan, dan identitasnya sendiri.

Namun, keberagaman ini juga memunculkan satu pertanyaan penting: Apakah banyaknya organisasi profesi guru berdampak pada peningkatan standar kompetensi guru di Indonesia?

 Tantangan: Banyak Organisasi, tetapi Apa Dampaknya?

Meskipun keberadaan organisasi sangat banyak, tidak semua memiliki dampak nyata terhadap kualitas pendidikan nasional. Sebagian besar organisasi fokus pada kegiatan seremonial, penguatan jaringan, atau advokasi isu tertentu, tetapi belum semuanya mampu:

  • meningkatkan literasi siswa nasional,
  • memperkuat profesionalisme guru,
  • menyuarakan aspirasi akar rumput,
  • memperjuangkan kebijakan strategis seperti sertifikasi, inpassing, karier, dan kesejahteraan guru,
  • atau menghasilkan penelitian dan kajian akademis yang bisa menjadi rujukan negara.

Salah satu persoalan mendasar adalah kurangnya koordinasi antar organisasi. Banyak forum guru baru bergerak ketika ada kasus tertentu, bukan melalui advokasi berkelanjutan. Guru swasta, misalnya, masih menghadapi persoalan klasik terkait inpassing yang membuat mereka stagnan dalam golongan, misalnya tetap di golongan IIIA hingga pensiun.

Dalam konteks ini, organisasi yang terlegitimasi seperti KOGTIK (Komunitas guru TIK dan KKPI)—yang diakui Kemendikdasmen—menjadi contoh bahwa legalitas dan kredibilitas sangat penting untuk memperjuangkan aspirasi guru secara lebih sistematis.

Suara Guru: Antara Idealitas dan Realitas

Di lapangan, para guru masih berjuang menghadapi kenyataan:

  • Guru honorer dengan gaji minim dan ketidakpastian status,
  • Ketimpangan karier antara guru PNS dan guru swasta,
  • Pelatihan yang tidak merata,
  • Minimnya penelitian dan pengembangan profesional,
  • Regulasi yang sering berubah tanpa melibatkan suara akar rumput.

PGRI sebagai organisasi guru terbesar sebenarnya memiliki mandat kuat untuk memperjuangkan guru honorer, antara lain melalui:

  1. Advokasi kebijakan bagi peningkatan gaji dan status guru honorer.
  2. Pendidikan & pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru.
  3. Pendampingan hukum untuk guru yang mengalami permasalahan.
  4. Penguatan partisipasi anggota dalam menyampaikan aspirasi.
  5. Kolaborasi strategis dengan pemerintah untuk kebijakan kesejahteraan.

Namun, sebagian guru menilai masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan, khususnya dalam aspek transparansi dan representasi yang lebih luas.

Harapan Guru: Satu Komando, Satu Suara, tetapi Tetap Beragam

Beberapa guru melihat hadirnya 77 organisasi sebagai kekuatan. Semakin banyak suara, semakin luas representasi. Tetapi sebagian lain merasa bahwa terlalu banyak organisasi bisa membuat perjuangan tidak satu komando dan melemahkan daya tawar guru dalam kebijakan nasional.

Idealnya, keberagaman tidak perlu dihilangkan. Yang perlu dibangun adalah:

  • Koordinasi,
  • Kolaborasi,
  • Kesatuan platform advokasi,
  • Forum bersama,
  • dan etika berjuang yang sama,

agar guru tetap memiliki warna berbeda tetapi satu tujuan besar: memperbaiki kualitas pendidikan Indonesia.

Momentum HGN 2025: Titik Awal Kolaborasi Nasional

Undangan pemerintah kepada 77 organisasi guru merupakan sinyal positif. Pemerintah menunjukkan kesediaan untuk mendengar berbagai suara, tidak lagi terpaku pada satu organisasi induk saja.

Bagi guru PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, guru madrasah, guru pendidikan agama, guru vokasi, guru khusus, dan seluruh jenjang pendidikan, momentum ini bisa menjadi awal lahirnya:

  • kebijakan yang lebih adil,
  • program peningkatan kompetensi yang tepat sasaran,
  • dan peningkatan kesejahteraan yang benar-benar menyentuh akar rumput.

Sebagai Guru Penggerak, banyak di antara kita percaya bahwa transformasi pendidikan tidak hanya datang dari kebijakan, tetapi juga aksi nyata berupa penelitian, refleksi, dan inovasi di kelas. Pendidikan Indonesia perlu kembali berpijak pada realitas, bukan sekadar angka-angka atau indikator administratif.

Penutup: Suara Guru adalah Suara Bangsa

Guru adalah tiang utama peradaban. Dari tangan guru lahir generasi berilmu, berbudaya, dan mampu mengharumkan nama bangsa. Karena itu, para pengambil keputusan perlu memberikan perhatian khusus terhadap nasib guru, baik PNS maupun honorer, negeri maupun swasta.

Dengan hadirnya 77 organisasi profesi guru, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan model pendidikan yang lebih demokratis, berdaulat, dan sesuai dengan kebutuhan zaman. Keberagaman bukan ancaman, tetapi kekuatan jika dikelola dengan bijak.

Semoga organisasi-organisasi tersebut menjadi wadah dialog yang dekat dengan realitas kelas dan mampu memperjuangkan guru secara profesional dan bermartabat.

Selamat Hari Guru Nasional 2025. Selamat HUT PGRI ke-80 pada 25 November 2025. Jayalah Guru Indonesia, menuju bangsa yang hebat, berdaulat, dan penuh cinta pada ilmu.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay/Kakek Jay

Guru Blogger Indonesia

Blog https://wijayalabs.com

 

Paslon 01 Menang di TPS Tapi Kalah di Quick Count

Capres dan cawapres 01 menang di TPS 75 dan lainnya. Tapi kalah di perhitungkan quick count. Kenapa ya? Omjay coba jelaskan dari sudut pandang seorang anggota KPPS yang bertugas di TPS 75 RW 10 kompleks TNI AL Jatibening indah pondok gede Bekasi.

Salam dan bahagia sahabat kompasiana. Tahun ini Omjay bertugas menjadi ketua KPPS TPS 75 di RW 10 kompleks TNI AL Jatibening indah pondok gede Bekasi. Omjay sangat senang dapat membantu pelaksanaan pemilu dengan jujur dan adil.

sumber gambar dokpri 

Omjay didampingi 6 orang petugas KPPS lainnya dan 2 orang linmas atau petugas keamanan di TPS 75 RW 10 kompleks TNI AL Jatibening indah pondok gede Bekasi. Selain itu ada seorang petugas dari badan pengawas pemilu atau Bawaslu. Juga ada para saksi dari Paslon 01, dan 02, serta 03. Juga saksi dari para partai politik. Jadi sangat sulit terjadi kecurangan di setiap TPS. Sebab banyak mata yang ikut menyaksikannya .

sumber gambar dokpri 

Omjay sudah serahkan semua dokumennya ke koordinator KPPS di kelurahan Jatibening kota Bekasi Jawa Barat. Omjay juga sudah cek hasil perhitungan suara sampai hari ini di website KPU pusat.

Silahkan klik link di bawah ini!

https://pemilu2024.kpu.go.id/pilpres/hitung-suara/32/3275/327508/3275081002/3275081002075

Hasilnya masih dalam proses perhitungan suara KPU pusat secara manual. Omjay dan kawan-kawan masih harus sabar menunggu kotak suara diantar ke kecamatan. Semoga tepat pada waktunya.

sumber gambar dokpri

Jadi kawan-kawan sekarang monitor hasilnya di website KPU. Kalau tidak sama dengan hasil perhitungan di setiap TPS, kawan-kawan wajib melaporkan ke Bawaslu atau tim pemenangan nasional atau TPN dari masing-masing Paslon. Jangan sampai kawan-kawan termakan berita bohong atau hoaks yang tidak jelas sumbernya. Hal ini penting supaya kita paham tentang literasi digital.

Di TPS 75 tempat Omjay bertugas, pasangan 01 Anies Baswedan unggul dibandingkan capres lainnya. Semua saksi dan Bawaslu juga ikut menyaksikannya. Kawan-kawan harus mengawal suara sah dari para pemilih.

Selagi upload foto hasil perhitungan suara ke aplikasi sirekap, belum semua data hasil perhitungan suara diupload ke internet. Sebab sinyal tiba-tiba hilang dan ada gangguan internet. Setiap TPS ada 2 orang operator yang bertugas. Namun belum bisa dilakukan karena ada gangguan internet.

Jadi kita tunggu hasil perhitungan suara secara manual. Hati-hati dengan berita bohong atau hoaks. Setiap hasil perhitungan suara itu wajib disaksikan Bawaslu dan para saksi dari parpol dan Paslon presiden dan wakil presiden.

Kalau di dalam TPS tidak mungkin ada kecurangan. Sebab banyak saksi yang melihatnya secara terbuka. Setelah perhitungan suara, maka semua dokumen diserahkan ke kelurahan dan kemudian dibawa ke kecamatan. Para saksi diminta untuk memotret hasil suara dan membawa dokumen dalam bentuk salinan PDF.

Proses politik ini memang harus diawasi oleh kita semua. Kawal semua hasil perhitungan dari mulai kecamatan sampai ke kota dan kabupaten hingga provinsi. Kita cek hasil perhitungan suara pemilihan presiden. Juga perhitungan suara untuk DPD dan DPR serta DPRD provinsi dan kota. Kalau tidak salah ingat semuanya ada 5 lembar suara pemilih.

Aplikasi sirekap KPU belum bisa dijadikan bukti utama untuk perhitungan suara, sebab aplikasi tersebut tidak bisa bekerja secara maksimal di saat upload data karena pengaruh sinyal. Jadi Omjay lihat di media sosial belum bisa jadi dokumen resmi.

Omjay berharap semua orang yang ikut pemilihan umum untuk sabar menunggu dan terus mengawasi sampai perhitungan KPU pusat. Kalau ada kecurangan pasti akan ada orang baik yang akan melaporkan bila terjadi kesalahan pemasukan data.

Kita warga negara Indonesia harus bekerja keras, dan bekerja cerdas serta bergotong royong agar tidak terjadi kecurangan ketika data manual dimasukan ke dalam data digital. Ini yang rawan dan harus terus dikawal. Sebab operator data juga manusia biasa. Bisa jadi ada kesalahan pemasukan data. Misalnya data angka 086 bisa dimasukkan menjadi 886.

Hasil perhitungan suara di setiap TPS sudah disimpan oleh para saksi dan petugas Bawaslu di setiap TPS. Oleh karena itu kawan-kawan harus bantu mereka dalam proses perhitungan secara manual. Terus dikawal sampai proses input secara digital.

Server KPU sementara ini masih aman dan belum ada orang jahat yang mencoba membobolnya. Petugas KPU di bidang TIK pasti akan menjaga server dengan baik. Mereka bekerja secara profesional.

Perhitungan suara memang dilakukan secara manual. Kemudian dimasukkan ke komputer untuk dijadikan data digital. Namun prosesnya tetap menggunakan komputer untuk memudahkan pekerjaan manusia. Kita perlu operator yang bekerja dengan hati dan jujur sesuai dengan sumpah ketika dilantik.

Kalau bapak ibu saudara saudari menemukan kecurangan dari perhitungan suara di setiap TPS, maka segera laporkan ke petugas Bawaslu dan tim pemenangan nasional masing-masing calon presiden dan wakil presiden. Juga para saksi dari parpol masing-masing.

Omjay sendiri masih belum percaya dengan hasil quick count atau hitung cepat. Penduduk Indonesia juga sangat beragam. Sebab Indonesia ini sangat luas dan perlu waktu selama sebulan untuk mendapatkan hasil perhitungan suara secara resmi dari KPU pusat yang ada di Jakarta.

Sekarang ini eranya sangat terbuka. Perhitungan suara di mulai dari setiap TPS. Kalau banyak saksi yang mengawal suara sampai ke provinsi, maka akan ketahuan siapa yang jujur dan curang. Kita Tidak boleh menuduh tanpa ada bukti. Kalau ada bukti secara laporkan dan jangan menjadi pahlawan kesiangan.

Demikianlah kisah Omjay kali ini tentang pengalaman Omjay menjadi ketua KPPS di TPS 75 RW 10 kompleks TNI AL Jatibening indah, Pondok Gede, kota Bekasi Jawa Barat. Ayo kita kawal terus hasil perhitungan suara dari mulai TPS sampai ke website KPU. Semoga pemilihan umum tahun 2024 ini dapat dilaksanakan secara jujur dan adil. Pemilu damai benar-benar terjadi. Indonesia semakin menjadi negara yang rukun serta gemah lipah loh jinawi.

Salam blogger persahabatan

Omjay

Guru blogger Indonesia

Blog https://wijayalabs.com

Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Capres-cawapres 01 Menang di TPS 75 tapi Kalah di Quick Count Kenapa Ya?”, Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/wijayalabs/65cf049ade948f2376620c32/capres-cawapres-01-menang-di-tps-75-tapi-kalah-di-quick-count-kenapa-ya

Kreator: Wijaya Kusumah

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Mengapa Ada Petugas KPPS yang Meninggal? Padahal Sudah Ada Surat Keterangan Sehat Dari Dokter

Menurut Informasi yang Omjay dapatkan dari Internet, Ada 71 Petugas KPPS Meninggal Menurut Informasi KPU dan 84 orang Meninggal Menurut KeMenkes. Tentu Kabar ini Sangat Menyedihkan Kita. Mengapa?

Sumber gambar dokpri

Mengapa banyak petugas KPPS yang meninggal? Seorang kawan bertanya kepada Omjay. Lima tahun lalu memang banyak anggota KPPS yang meninggal. Hal ini disebabkan, karena anggota KPPS banyak yang kelelahan dan lupa menjaga kesehatan. Seorang kawan di PGRI memberikan komenternya.

“Makanya harusnya petugas KPPS usia maksimal 45 tahun, agar kalau kerja bisa dari subuh sampai dengan subuh, lhaa kalau gak biasa kerja melek an..dan usianya diatas 55 tahun ..masuk angin dan angin duduk menjadi ancaman. Belum lagi serangan jantung mendadak akibat makan yang tidak tertib,  minum air yang kurang juga bisa.”

Malam ini pun Omjay dan kawan-kawan anggota KPPS belum selesai juga menghitung suara dan semua dokumen harus dibawa ke kelurahan Jatibening Bekasi. Waktu sudah menunjukkan pukul 23.30 wib. Semoga bisa selesai semua pekerjaan. Aamiin

Sumber gambar om jhoni

Sumber gambar om jhoni

Apa yang harus dilakukan ketika badan terasa letih dan lelah di saat pemugutan dan penghitungan suara?

Berhentilah sebentar dan jangan terlalu dipaksakan. Tubuh anda perlu istirahat dan makan. Berbagilah tugas kepada anggota KPPS lainnya. Sebagai ketua KPPS di TPS 75 RW 010 Kompleks TNI AL Jatibening Indah, Omjay membagikan tugas kepada semua tim anggota KPPS. Ketika ada salah satu tim kami yang sakit perut, atau terkena diare kami sudah saling berbagi tugas. Sehingga semua tugas dalam dijalankan dengan baik. Proses pelaksanaan pemungutan suara dan sekaligus perhitungan suara dari pagi hari hingga malam dini hari berjalan dengan lancar. Pukul 02.00 WIB dini hari alhamdulillah Omjay sudah kembali ke rumah dengan kondisi yang sangat lelah dan letih sekali.

https://youtu.be/Pv0JwMLALv0 

Siapa yang harus beristirahat kalau sudah terasa letih dan lelah?

Anggota KPPS harus beristirahat sejenak. Jangan dipaksakan bila kondisi kesehatan tidak prima. Nanti akan berakibat kepada semakin buruknya kesehatan anggota KPPS. Kalau sudah buruk, maka bersiaplah ajal menjemput. Itulah mengapa banyak anggota KPPS yang meninggal 5 tahun lalu. Faktor kelelahan adalah pemicunya.

Cara Omjay supaya tidak terlalu letih dan lelah ketika menjadi anggota KPPS adalah:

  1. Omjay sarapan pagi terlebih dahulu, sehingga perut tidak dalam keadaan kosong. Omjay membiasakan sarapan pagi setelah belajar di negeri China. Selama belajar di China, kami semua mahasiswa diajak untuk sarapan pagi terlebih dahulu supaya pada saat kuliah bisa fokus dan konsentrasi.
  2. Saat waktu makan siang, Omjay langsung makan supaya energi yang terkuras tidak habis oleh pekerjaan yang dilakukan secara terus menerus dari pagi hingga siang hari.
    Saat pemungutan suara, tidak ada waktu istirahat khusus, jadi pintar-pintar kita sebagai anggota KPPS untuk menentukan sendiri kapan saatnya makan siang dan ishoma (istirahat, sholat, dan makan siang).
  3. Biasanya pemilih datang di saat siang hari, dan di saat itulah pemilih akan datang secara berbarengan, Kami semua anggota KPPS bersama panwaslu memutuskan untuk menyelesaikan pemungutan suara sekitar pukul 13.00 wib
  4. Kami memulai bekerja dari pukul 06.00 WIB dan mengambil kotak suara di tempat yang diamankan oleh KPU, setelah itu pukul 07.00 WIB kami sudah menempati posisi masing-masing. Pukul 07.30 WIB sudah banyak pemilih yang datang, dan kami harus melayani sekitar 265 orang pemilih dalam satu TPS.
  5. Setelah proses pemungutan suara selesai, barulah kami istirahat sejenak dan mulai membuka kotak suara juga menyelesaikan proses administrasi yang diminta KPU.

Kapan kegiatan pemungutan dan penghitungan suara dilaksanakan oleh petugas KPPS?

Kegiatan pemungutan dan penghitungan suara dilaksanakan di hari Rabu, 14 Februari 2024 dari pukul 06.00 wib untuk petugas KPPS hingga malam dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Bahkan ada yang sampai pukul 05.00 WIB dinihari. Jadi banyak yang bekerja di mulai dari subuh hingga ke subuh lagi.

Manusia Indonesia biasanya butuh waktu istirahat 6-8 jam sehari. Kalau kurang dari itu biasanya kondisinya menjadi kurang fit.

https://youtu.be/Ua21uPr1eRc 

Dengan waktu pekerjaan yang sangat maraton tersebut, butuh energi ekstra dan stamina yang prima. Petugas KPPS tidak boleh telat makan dan asupan gizinya harus cukup.

Untunglah mbak Wiwik sudah pesan paket catering makan siang beserta buah-buahan dan tak lupa kopi susu maupun kopi pahit untuk para petugas KPPS di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 075.

Kami sampai lupa berfoto terlebih dahulu dengan sesama tim anggota KPPS 075 saking padatnya kegiatan dari awal pemungutan suara hingga penghitungan suara. Semua itu tiada henti kami lakukan dan berjalan sesuai dengan harapan semua.

Sumber gambar Ardianyah

Sumber gambar Ardianyah

Dimana kegiatan pemungutan suara dan perhitungan suara dilakukan?

Kegiatan pemilihan umum di RW 010 Kompleks TNI AL Jatibening dilaksanakan di SDN 04 dan SDN 05 Jatibening. Kami mendapatkan ruangan kelas di bagian bawah. Tepatnya di lantai 1 dan posisinya ada di tengah. Kami bersebelahan dengan TPS 74 dan TPS 76. Omjay melihat banyak orang antri di TPS sebelah. Alhamdulillah di TPS 75 tidak sampai antri terlalu padat.

Input sumber gambar Brian

Input sumber gambar Brian

Omjay bersyukur mendapatkan kelas yang cukup luas sehingga bisa menampung sekitar 50 orang secara bergantian. Alhamdulillah pemilih tidak datang secara bersamaan, jadi ruangan cukup untuk sirkulasi udara yang hanya menggunakan kipas angin.

Mengapa petugas KPPS harus menjaga kesehatan dan stamina tubuh yang prima?

Sebab petugas KPPS itu harus melayani semua pemilih dengan pelayanan terbaik. Kalau petugas KPPS tidak dalam keadaan yang sehat, tentu saja tidak bisa melayani pemilih dengan baik dan ini menjadi hal yang buruk buat proses pemilihan umum.

Omjay mendengar kabar di radio elshinta Jakarta. Ada petugas KPPS yang meninggal karena kelelahan dan sudah punya penyakit bawaan. Jadi bukan diracun.

 Sumber gambar dokpri

Sumber gambar dokpri

Bagaimana agar anggota KPPS selalu terlihat sehat dan dapat melayani semua pemilih dengan pelayanan terbaik?

Anggota KPPS harus cukup istirahat dan menjaga tubuh dengan makanan 4 sehat 5 sempurna. Itulah yang kami lakukan sehingga tidak ada anggota KPPS yang sakit dan meninggal mendadak karena terlalu letih dan lelah.

Omjay sendiri ketika sampai rumah pukul 02.00 wib dinihari, Omjay langsung membersihkan tubuh dan istirahat tidur. Istri membangunkan Omjay pukul 05.00 wib untuk sholat subuh.

Setelah sholat subuh, omjay memutuskan untuk tidur lagi. Kebetulan hari Kamis omjay mengajar siang hari pukul 11.00 wib, dan berangkat ke sekolah pukul 09.30 WIB.

Alhamdulillah Omjay cukup istirahat dan dan dapat menyelesaikan semua tugas dengan baik dan lancar. Terus terang ini pengalaman pertama Omjay menjadi petugas KPPS di usia 52 tahun. Jadi Omjay harus benar-benar menjaga kondisi tubuh agar selalu tetap sehat dan bugar. Tidak loyo, dan mata mengantuk ketika sedang bertugas dalam pemungutan dan perhitungan suara.

Demikianlah kisah Omjay kali ini ni tentang kegiatan Omjay menjadi petugas KPPS di TPS 75. Sebagai petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) kita harus menjaga kesehatan dengan baik. Banyaknya anggota KPPS yang meninggal 5 tahun lalu akibat terlalu letih dan lelah. Juga punya penyakit bawaan seperti diabetes dan darah tinggi. Omjay sekarang mengalaminya. Semoga pemilu kali ini tak banyak petugas KPPS yang meninggal dan pemilu berjalan aman dan lancar.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

Guru Blogger Indonesia

Blog https://wijayalabs.com