Hari ini, Senen, 6 Desember 2021, saya mendapatkan foto jadul. Foto ketika saya dan kawan-kawan masih menjadi mahasiswa IKIP Jakarta. Pak Agus Suryadi, mengirimkannya di WA Group Alumni KOKA IKIP Jakarta. Saya sempat lupa tahunnya, dan Agus mengingatkan saya kalau foto itu diambil pada tahun 1992. Waktu itu kami Praktik Kerja Lapangan (PKL) di PLN Gambir Jakarta Pusat.
Para guru honorer yang telah dinyatakan lolos seleksi PPPK Tahap 1, seharusnya fokus meminta pertanggungjawaban Nadiem Makarim, Mendikbudristek yang menjanjikan pengangkatan 1 juta guru ASN.
Jangan mau lagi dibentur-benturkan dengan pemerintah daerah ataupun kementerian lainnya. Siapa yang berjanji, dialah yang harus diminta memenuhi janjinya. Balada guru honorer harus segera dihentikan.
Tahun 2020 yang lalu, Mendikbudristek dalam pernyataan resmi bersama dengan Wakil Presiden RI dan beberapa menteri lain, meluncurkan program perekrutan 1 juta guru dengan status ASN yang gajinya dibiayai oleh APBN.
Saat ini sudah berada di bulan Desember 2021, sudah berapa banyak guru yang direkrut melalui program ini? Dan bagaimana nasib guru-guru yang sudah mengikuti tes? Kita ikuti diskusinya bersama para narasumber:
Ferdiansyah (Anggota Komisi X DPR RI)
Satriwan Salim (Koordinator Nasional P2G)
Dudung Abdul Qodir, S.Pd, M.Pd. (Wasekjen PB PGRI)
Defi Meliyana (Dewan Penasehat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Honorer Indonesia)
Pujiyono (Guru SDN Sribudaya, Oku Timur, Sumsel)
Uas Romansah (Guru SMPN Satu Atap 9 Cibeber, Lebak, Banten)
Pejabat Kemendikbudristek
Moderator:
• Indra Charismiadji (Vox Populi Institute Indonesia)
• Ki Bambang Pharmasetiawan (NU Circle)
Yuk kita ikuti diskusi menarik ini! Balada Guru Indonesia. Sayang tak ada satupun pejabat kemdikbd yang hadir. Kalau hadir pasti akan lebih seru diskusinya, hehehe
At the three foundations of strength in the school of life in life, namely life, love and learning from one’s own book and the universe
Ada tiga landasan kekuatan dalam sekolah kehidupan yang ada dalam kehidupan, yaitu kehidupan manusia, cinta dan belajar dari buku sendiri dan alam semesta.
Di Sekolah Universitas kehidupan yang ada dalam kehidupan.
Guru Besar Nya Hayatullah, Allah SWT.
Mahasiswa-mahasiswinya seluruh umat manusia dan makhluk ciptaan-Nya di alam semesta yang luas ini.
“Mata pelajarannya adalah materi dan non materi, kitabnya diri sendiri, dan alam semesta, kemudian kitab sucinya Al Quran dan hadist Rosulullah.
Jadi, kampusnya di MAHA RUANG dzat HIDUP Absolut yang meliputi alam semesta, jadwal belajarnya setiap detik, guru dan murid esa… Didalam duka maupun bahagia… Didalam gelap atau terang…. Iman ilmu dan amal…
Gaya belajarnya disini senang di sana senang dimana mana senang hati”
Semua makhluk manusia menyadari hanya diperankan oleh qudrat iradatnya Allah SWT. (@aguss)
Filosofi SatuGuru:
SatuGuru Mengajar itu Menyenangkan
Ada yang mengatakan bahwa hanya ada dua profesi di dunia, yaitu GURU dan BUKAN GURU. Maknanya adalah bahwa semua guru itu terhimpun dalam satu keluarga besar yang berprofesi sebagai guru
Di alam semesta ini, hanya ada satu guru yaitu Tuhan Yang Esa.
Dengan demikian, Satuguru diharapkan menjadi rumah besar semua guru yang secara bersama-sama akan menimba ilmu dari Sang Maha Guru
Maka untuk sesuai dengan nama wadah SatuGuru di dalamnya memahami menyimak dan menyadari bahwa:
Sang pendidik dan yang di didik sesungguhnya hanya satu diri yaitu SANG HIDUP ITU SENDIRI to do to be ketika yang mendidik dan yang di didik sudah merdeka dari kuasanya si aku sang ego,untuk itu di SatuGuru adalah Media SatuGuru Indonesia yang se frekwensi yang mendidik dan mau di didik non titel hanya satu hati satu rasa satu tujuan di atas jalan yang lurus di dalam kuasa dan kehendakNya Sang Maha Guru saja
#a living heart guides the intelligence of the brain