Tugas Kelompok Kelas 7

Buatlah kelompok dari kelompok 1 sampai 8 kelas 7. Satu kelompok 4 orang dan ditunjuk oleh Omjay.

  1. Kelompok 1 absen 1-4
  2. Kelompok 2 absen 5-8
  3. Kelompok 3 absen 9-12
  4. Kelompok 4 absen 13-16
  5. Kelompok 5 absen 17-20
  6. Kelompok 6 absen 21-24
  7. Kelompok 7 absen 25-28
  8. Kelompok 8 absen 29-32

Silahkan untuk berdiskusi kelompok dan menyusun materi presentasi tanpa komputer dan internet.

Materi diskusi kelompok sesuai dengan undian adalah sebagai berikut:

  1. Berpikir Komputtasional (BK)
  2. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
  3. Sistem Komputer (SK)
  4. Analisis Data (AD)
  5. Algoritma dan Pemrograman (AP)
  6. Dampak Sosial Informatika (DSI)
  7. Jaringan Komputer dan Internet (JKI)
  8. Praktika Lintas Bidang (PLB)

Materi yang dibuat menggunakan kertas karton putih atau warna lainnya dan tuliskan informasi penting di dalam karton tersebut atau info grafis.

Tulisan boleh pakai komputer atau tulisan tangan sesuai dengan kesepakatan kelompok. Bikin materinya dalam display yang bagus dan hasil diskusi kelompok.

Silahkan dipresentasikan dan direkam presentasinya.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

Guru Blogger Indonesia

Blog https://wijayalabs.com

 

Motivasi Dari Madame Haddy buat Guru Honorer

Guru Honorer, Percayalah Allah Pemberi Rezeki.

Perkenalkan, Saya Madame-Heddy seorang guru honorer PAUD.
Saya menjadi guru di usia 48 tahun disaat guru lain akan bersiap pensiun.
Pendidikan saya nggak linier karena kuliah saya di IKIP Jakarta, Jurusan Bahasa Perancis, dan setelah itu mengambil short course di Benediction College.

Saya belajar musik dari SD di Sekolah musik YAMAHA dan menjadi guru musik di sekolah musik YAMAHA yang bertaraf Internasional. Saat itu bersamaan dengan saya diterima menjadi mahasiswa.

Sabtu dan Minggu kadang saya gunakan untuk ngamen di cafe atau acara pesta di rumah dan hotel.

Tahun 2016 setelah pulang dari tanah suci, saya memutuskan berhijrah untuk meninggalkan musik dan berhijab. Saya juga ingin menggapai cita cita saya yg tertunda menjadi guru.

PAUD adalah sasaran utama saya, tetapi terkadang keinginan tidak harus berjalan mulus, 2 bulan saya menjadi guru pengganti di SD Muhammadiyah di daerah Klender dan kemudian 1 tahun menjadi guru seni budaya di SMA Swasta yang ternama di Tambun Bekasi.

Cukup satu tahun, saya putuskan keluar, karena merasa bahwa saya tidak akan mendapatkan apa-apa selain uang hampir dua jutaan. Saya tidak punya NUPTK dan tidak pernah juga dilibatkan dalam kegiatan besar sekolah seperti kunjungan ke luar kota apalagi jatah pergi studi banding ke luar negeri.

Keluar dari sana, saya isi dengan mengikuti kegiatan menulis. Saya ikuti pelatihan Media Guru Indonesia di Bandung dan disitulah awal saya mengenal BLOG.

Setiap hari saya mencoba menulis dan menulis di blog. Sampai akhirnya tulisan saya yang berjudul Maestro Music Composer. Aplikasi Wajib Para Guru TK SD Dalam Mengajar Bernyanyi membuat saya dihubungi sebuah sekolah swasta di daerah Jakarta Pusat.

Saya datang dan menjadi narasumber disana sekitar 3 jam, Saya benar-benar diperlakukan selayak artis. Jamuan dan keramahan membuat saya begitu bikin bahagia. Ketika pulang, panitia memberi saya amplop dan mengatakan Terimakasih dan maaf hanya ini yang sekolah bisa beri.
Alhamdulillah.

Tahun 2018, Madame Heddy menjadi narasumber dengan bayaran Rp 1,2 juta. Uang itu setara sekali saya ngamen, bahkan lebih kecil, tapi kebahagian melebihi ketika saya ngamen di hotel, kenapa? Karena ketika ngamen saya memberikan hiburan, tetapi ketika saya menjadi narasumber saya memberikan hadirin ilmu, dan ilmu yang InshaAllah kalau digunakan akan mengalir terus ke alam kubur, InshaAllah.

Pengalaman itu membuat saya semakin rajin menulis dan menulis, Panggilan narasumber rasanya sudah tidak terhitung.

Bukan hanya di sekolah, bahkan saya beberapa kali dipanggil untuk kelompok pengajian ketika awal pandemi. Saya mengajarkan aplikasi ZOOM dan menambahkan dengan materi saya, Bahaya Gadget Masa Kini dan Nanti.

Ketika saya menang lomba menulis di Ikatan Guru Indonesia (IGI) dan ditanyakan keanggotaannya, Saat itulah saya bingung, karena posisi saya bukan seorang guru lagi. Alhamdulillah, Allah mudahkan dan saya diterima menjadi guru PAUD honorer bergaji Rp 400 ribu.

Bahagia, saya bisa klaim sebagai juara dan mendaftar IGI. Gaji sebagai guru piano yang mencapai 10 juta saya lepas, belum dari ngamen permalam di cafe dan hotel. Saya bahagia bisa menjadi seorang guru PAUD.

Saya percaya dengan kalimat yang mengatakan, “Kejarlah akhiratmu, maka dunia akan mengikuti”, Kalau Kamu menolong agama Allah maka Allah akan menolongmu, Jadi buat apa saya pusingkan masalah rezeki yang sudah jadi hak perogatif Allah.

Alhamdulillah satu persatu akhirnya 3 anak saya sudah bekerja, 2 kuliah sambil kerja, mereka terima orderan design grafis, anak pertama saya bekerja di sebuah perusahaan besar sebagai design grafis.

Buku Pulih Bersama Bangkit Perkasa jilid ke 4 ada tulisan saya berjudul Aplikasi Panggil Guru Solusi Tingkatkan Kesejahteraan Guru Honorer.

Saya menulis ini, Disaat saya diangkat menjadi Kordinator Nasional Influencer GURU AHLI, walau kerja online tetapi penghasilan beberapa kali lipat dari guru PAUD, Pekerjaan ini pun tidak menggangu aktifitas saya sebagai guru PAUD.

Dari GURU AHLI saya diajak bergabung ke WPO, mewakili GURU AHLI. Dan kemudian saya diangkat menjadi Direktur Media Sosial WPO Organisasi Perdamaian Dunia yang beranggotakan 202 negara. Jadi intinya sudahlah jangan marah-marah kepada pemerintah. Rezeki datangnya dari Allah, berdoa dan mintalah kepada Allah

Madame Heddy
Hanya seorang guru PAUD Honorer di usia Tua

Menulis adalah Sebuah Kreativitas dan Bukan Bakat

Selamat hari baru semuanya. Semoga hari ini lebih baik dari hari yang kemarin. Semoga pula kesehatan dan kebahagiaan mengiringi hari-hari anda bersama keluarga tercinta. Aamiin.

Seorang blogger ternama bertanya kepada Omjay. Apakah menulis itu karena bakat? Omjay merenung sejenak dan akhirnya, JADILAH TULISAN SANTAI INI.

Omjay selalu bertanya pada diri sendiri, apakah Omjay mempunyai bakat menulis? Rasanya tidak juga. Sebab menulis adalah sebuah kebutuhan. Sama ahalnya dengan makan dan minum.

Kata orang menulis itu harus punya bakat. Padahal tidak sama sekali. Kebiasaan menulis membuat anda menjadi bisa menulis. Oleh karena itu, menulis itu harus dilatih setiap hari. Membaca tulisan orang lain, akan menambah semangat anda dalam menulis.

Ada juga yang berpendapat bahwa menulis itu karena bakat. Mereka sudah berbakat dan terlihat ketika sudah dilahirkan. Bakat mereka terlihat menonjol seiring dengan semakin bertambah umur hidupnya di dunia.

Namun, ada juga yang mengatakan kalau menulis itu tak perlu bakat. Anda cuma memerlukan kemauan untuk menulis, dan kemauan untuk berlatih menulis. Sebab menulis itu adalah sebuah kreativitas dan bukan bakat.

Menulislah apa yang penting untuk ditulis. Bila anda memiliki minat yang kuat untuk menulis, maka itu adalah modal utama. Tak perlu harus mengikuti gaya orang lain dalam menulis. Menulislah dengan gayamu sendiri.

Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi. (Promosi buku niye.., hehehe). Hal itulah yang membuat Omjay dan kawan-kawan diundang makan siang ke istana negara dan berfoto mesra dengan presiden Jokowi.

Apa mungkin menjadi penulis itu memerlukan bakat? Sebab yang Omjay tahu menulis itu bukan bakat tapi kebiasaan yang terlatih. Kebiasaan yang harus diasah terus menerus. Bahkan bisa dilatih setiap hari. Seperti kita berlatih mengendarai mobil. Tapi jangan sambil mabok atau pakai narkoba loh! Hehehe. (Jadi ingat Supir Maut Apriyani Susanti).

Menulis adalah sebuah kreativitas. Menulis adalah sebuah proses berpikir. Dia bukan hanya sekedar keterampilan. Kreativitas menulis akan tumbuh kalau otak anda dirangsang untuk menciptakan sesuatu. Omjay berusaha keras menciptakan sebuah buku.

Menciptakan sesuatu yang berbeda dan belum pernah dituliskan oleh orang lain. Itulah yang membawa Omjay dan teman-teman guru lainnya menjadi salah satu juaranya dalam ajang guraru award tingkat nasional. Kami semua menjadi guru penggerak Indonesia.

Guru Era Baru Acer Award selalu memilih guru penggerak yang mampu menggarakkan orang lain lewat tulisannya. Guraru selalu mengadakan lomba menulis di blog yang sangat dirindukan oleh guru-guru di Indonesia setiap tahunnya. Oleh karena itu, Omjay bersama ibu Tuti menulis buku berjudul guru penggerak. Penerbitnya adalah penerbit Andi Yogyakarta. Alhamdulillah menjadi buku best seller di toko buku gramedia.

dokpri
Tidak gampang jadi penulis buku. Apalagi menjadi penulis buku yang sudah dikenal oleh banyak orang, karena karyanya enak dibaca dan memberikan pencerahan.

Karyanya ternyata lebih memberikan banyak manfaat untuk hajat hidup orang banyak. Pernah baca buku Novel karya almarhum Buya Hamka? Judulnya ”Dibawah Lindungan Ka’bah”. Buku Novel itu sangat menyentuh dan mempesona bila anda membacanya dengan hati.

Terlatih untuk jadi penulis memang butuh perjuangan. Bukan hanya perjuangan untuk melawan diri sendiri tapi juga perjuangan untuk dapat diterima oleh masyarakat pembaca.

Masyarakat pembaca yang di Indonesia belum begitu banyak jumlahnya, karena budaya baca belum menjadi budaya bangsa. Tapi Omjay selalu yakin, makin banyak membaca akan membuka jendela dunia. Pembaca pun akan terkenal di dunia, kalau pembaca bisa juga menulis yang bermanfaat untuk orang banyak. Butuh perjuangan untuk mencapainya.

dokpri
Namun, perjuangan yang lebih penting adalah perjuangan untuk dapat dipahami oleh orang lain. Sebab kita ini tidaklah hidup seorang diri. Kita hidup untuk orang lain. Kita hidup untuk bermanfaat buat orang lain. Kita hidup untuk menyemangati orang lain melalui tulisan-tulisan kita. Karena itu, kita sendiri harus dapat memotivasi diri. Punya komitmen dan tekad yang kuat untuk menulis.

Dengan menulis kita dapat menyampaikan apa yang ada dalam otak kita menjadi kata-kata yang bermakna. Dengan menulis kita berusaha memberikan informasi kepada orang lain. Informasi yang mungkin saja sangat dibutuhkan oleh pembaca. Bahkan mungkin informasi yang sedang ditunggu-tunggu dan dirindukan. Menulis akan jadi kebiasaan ketika kita telah menyadari bahwa menulis adalah sebuah kebutuhan. Menulis adalah sebuah kreativitas dan bukan bakat. Kreativitas anda akan terlihat dari apa yang anda tuliskan.

dokpri
Wahai para pembaca setia blog kompasiana sudahkah anda menulis hari ini???

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

https://wijayalabs.com

Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Menulis adalah Sebuah Kreativitas dan Bukan Bakat”, Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/wijayalabs/5685dd51927e61860f19e649/menulis-itu-karena-kebiasaan-dan-bukan-bakat

Kreator: Wijaya Kusumah

Kompasiana adalah platform blog, setiap konten menjadi tanggungjawab kreator.

Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com