Selamat Jalan Pak S. Oleh, Kami Semua Sayang kepadamu

KABAR DUKA DARI OM JAY

Meneruskan BBM dari Om Jay, sbb:

Innalillahi wa innailaihi rojiun. Telah berpulang ke rahmatullah bapak soleh (mertua dari bpk wijaya kusumah) di bandung krn serangan jantung minggu, 1 juni 2014 pukul 9.30 pg di pasir koja bandung

abah…

• Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.. Turut berduka cita, Om Jay. Teriring doa untuk almarhum dan keluarganya..

Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu wa wassi’ madkhalahu waj’al al-jannata matswahu bi rahmatika ya Arhama ar-Rahimin, waj’al ahlahu min as-shabirin.

Lihat Selengkapnya

 

Read More

Tugas Photoshop Kelas 8

Rombongan Bus INVITA ke Yogyakarta

Rombongan Bus INVITA ke Yogyakarta di SMP Labschool Jakarta

Kepada siswa kelas 8 SMP Labschool Jakarta:

  1. Tambahkan teks dari foto bus di atas dengan tulisan: Rombongan Bus INVITA ke Yogyakarta di SMP Labschool Jakarta
  2. Selesaikan semua tugas photohop dan kirimkan ke wijayalabs@gmail.com
  3. Masukkan semua foto dari tugas ke dalam blog pribadimu
  4. Tuliskan alamat blog kamu di bagian komentar di bawah ini

Selamat mengerjakan tugasnya dengan baik, dan mohon tidak terlalu banyak bermain games.

Contoh Bentuk Jadinya:

Rombongan Bus Invita ke yogyakarta di smp labschool jakarta

Hiduplah Dengan Memberi Sebanyak-banyaknya

Kisah Nyata: 

 

Kemarin saya membelikan kue semprong dari seorang bapak tua yang menjualnya. Kemudian kue semprong itu saya bagikan ke pak satpam sekolah saat pagi hari datang ke sekolah. 

Sore hari saya mendapatkan telepon dari orang tua murid yang mengatakan bahwa ada titipan 2 kotak kue di pak satpam. 


Saya buka isinya, subhanallah kue yang lebih lezat dari yang saya berikan tadi pagi ke pak satpam. Kuenya saya bagi dua, satu untuk pak satpam dan satunya lagi saya bawa pulang ke rumah. Ternyata, banyak memberi akan semakin banyak menerima.

“Hiduplah dengan memberi sebanyak-banyaknya, bukan menerima sebanyak-banyaknya”.

Satu kebaikan akan berbalas tujuh tangkai dari tujuh tangkai akan berbuah 100 tiap tangkainya….betapa Allah tidak pernah menyia-nyiakan pahala hambanya yang ikhlas

Menjadi Guru di Zaman Edan

Menjadi guru di zaman edan harus menghaluskan perasaan, dan mengasah kepekaan. Setan dan iblis sudah menyatu di dalam kalbu. Setiap waktu, setiap saat selalu saja ada godaan yang datang menghadang. Namun godaan terbesar adalah berada dalam dirimu sendiri. Untuk mengatasinya segera pergi ke maha guru yang tahu bagaimana bercumbu dengan waktu. Engkaukah itu?

omjay-sekjen