
Alhamdulillah, Selasa 10 Mei 2011 telah terbentuk dengan resmi komunitas blogger ASEAN-Indonesia (ASEAN Blogger Community Chapter Indonesia). Komunitas ini memiliki blog resmi di http://aseanblogger.com.
Wijaya Kusumah-Guru Blogger Indonesia
Menulislah Setiap Hari & Buktikan Apa yang Terjadi

Alhamdulillah, Selasa 10 Mei 2011 telah terbentuk dengan resmi komunitas blogger ASEAN-Indonesia (ASEAN Blogger Community Chapter Indonesia). Komunitas ini memiliki blog resmi di http://aseanblogger.com.
Ketika banyak guru melek internet ada perasaan bangga di dalam hati. Setidaknya sudah semakin banyak guru yang akan menjadi pemandu. Pemandu bagi para peserta didiknya. Setidaknya, guru dapat memperhatikan peserta didiknya yang sedang online, dan mengarahkannya ke arah yang positif.
Namun dibalik kebanggaan ada tersembul pula kecemasan. Sebab internet itu seperti pisau bermata dua. Kita pun akan masuk dalam hutan belantara dunia maya yang selalu dinamis dan tak pernah tidur.Online 24 jam melayani manusia di seluruh dunia. Masalahnya, tak semua informasi itu baik dibaca oleh guru dan peserta didik.

Membaca koran Kompas Selasa, 3 Mei 2011 di kolom opini halaman 7 tentang pendidikan watak yang dituliskan oleh Bapak Mochtar Buchori, membuat saya terinspirasi untuk membuat sebuah tulisan yang berjudul Pentingnya Pendidikan Keteladanan. Sebuah artikel yang lebih mengarahkan peserta didik untuk mampu memancing ikan, dan menemukan kreativitas dan imajinasinya dari keteladanan orang dewasa.

Bagi anda yang suka dengan humor, pasti anda akan senang masuk ke kolom humor. Di sana bertebaran kisah-kisah lucu dari para penulis humor. Bagi yang hebat dalam mengocok perut pembaca, pastilah dia si raja humor. saya menjuluki si penulis humor yang kreatif. Anda bisa cekikan di malam hari.

Senang sekali rasanya bisa mengikuti kegiatan diskusi buku Pesan Dari Murid Untuk Guru. Apalagi, diskusi ini dihadiri oleh penulisnya secara langsung. Tentu sebagai peserta diskusi saya salut dengan penulis buku ini. Di usianya yang masih muda kala itu (pelajar SMA) sudah mampu memberikan masukan kepada gurunya dalam bentuk tertulis.