Setelah bermalam di desa Taraju, Tasikmalaya, anak-anak minta diajak pergi ke pantai Pangandaran. Katanya pantai Pangandaran ramai sekali di saat lebaran. Saya pun berdiskusi dengan istri dan kaka ipar. Kita menyetujui untuk bersama-sama pergi ke Ciamis Pangandaran, setelah membooking kamar terlebih dahulu di sebelah Hawaii Beach Hotel, Jl. Bulak Laut Pamugaran. Kami takut tak kebagian penginapan, karena biasanya suasana lebaran saat ini, Pangandaran penuh didatangi orang dari berbagai daerah. Untunglah ada saudara dari isti yang memiliki penginapan di daerah wisata pangandaran.
Selamat Datang di Desa Taraju Idaman


Alhamdulillah, sampai juga kami di desa Taraju Tasikmalaya kembali. Setiap liburan kami pergi ke desa ini. Sekitar pukul 22.00 wib kami sampai di desa yang terkenal dengan cabai dan tehnya ini. Dingin menyengat kulit terasa. Taraju benar-benar dingin saat ini. Saya terlupa tak membawa jaket. Akhirnya, sayapun memakai baju kaos rangkap 3 saking dinginnya. Tubuh saya yang gendut seperti seperti actor di iklan seluler axis tak sanggup menghadapi udara dingin di pegunungan. Saya pun langsung menyelimuti diri sambil nonton tivi. Opera Van Java (OVJ) lagi-lagi menghibur diri. Dengan gaya yang kocak, Sule dkk membawa diri ini tertawa terbahak-bahak di malam dingin yang sepi.
Sholat Idul Fitri di Jl Jamika Bandung
Minggu, 19 Agustus 2012 saya melaksanakan sholat idul fitri di jl.Jamika Bandung. Sekitar pukul 06.00 pagi sholat idul fitri dimulai. Sudah banyak orang datang ke jl. Jamika Bandung. Bapak-bapak, ibu-ibu, kakak-kakak, dan adik-adik memenuhi jalanan. Saya hitung seribu orang lebih hadir melaksanakan sholat Idul Fitri 1433H. Adapun yang menjadi imam dan khotib adalah bapak Ustadz Dada Rosyada. Beliau diundang oleh pengurus Jami Masjid Al Islam yang menjadi panitia pelaksana sholat idul fitri.
Tebarkan Hikmah Ramadhan, Walaupun Bukan di Bulan Suci
Tebarkan hikmah Ramadhan, walaupun kita sudah tak berada di bulan suci. Itulah yang menjadi fokus tulisan saya saat ini. Di malam yang dingin di kota bandung, saya paksakan diri untuk menulis dari hati. Sebab sebentar lagi kita akan meninggalkan bulan suci Ramadhan tahun ini. Tentu ada kesedihan ditinggalkan oeh bulan suci Ramadhan. Namun, dinatara kesedihan juga ada kebahagian bila kita mencapai kemenangan. Artinya kita akan bergembira di bulan syawal, dan kembali fitri di hari raya idul fitri.
Mari Memerdekakan Diri Dengan Menulis
MEMERDEKAKAN DIRI DENGAN MENULIS
Hari ini kita merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Tak terasa sudah 67 tahun kita merdeka. Dulu bung Karno dan bung Hatta yang didukung penuh oleh para pemuda memproklamirkan negeri ini pada tanggal 17 Agustus 1945. Naskah proklamasi yang dibacakan oleh bung Karno pun sampai saat ini masih tersimpan rapih di museum arsip nasional. Sebagai bentuk otentik bahwa kita sudah berani memerdekan diri dari penjajah dengan menuliskannya di secarik kertas yang memiliki nilai sejarah tinggi bagi bangsa ini. Rekaman suara bung Karno pun masih bisa kita dengar, ketika beliau membacakan naskah proklamasi itu di museum nasional atau Monas yang ada di Jakarta Pusat.



