Posted on: August 20, 2012 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 4

Selamat Datang di Desa Taraju Idaman

13454273741899199048

http://stat.kompasiana.com/files/2010/09/img_1861.jpg

Alhamdulillah, sampai juga kami di desa Taraju Tasikmalaya kembali. Setiap liburan kami pergi ke desa ini. Sekitar pukul 22.00 wib kami sampai di desa yang terkenal dengan cabai dan tehnya ini. Dingin menyengat kulit terasa. Taraju benar-benar dingin saat ini. Saya terlupa tak membawa jaket. Akhirnya, sayapun memakai baju kaos rangkap 3 saking dinginnya. Tubuh saya yang gendut seperti seperti actor di iklan seluler axis tak sanggup menghadapi udara dingin di pegunungan. Saya pun langsung menyelimuti diri sambil nonton tivi. Opera Van Java (OVJ) lagi-lagi menghibur diri. Dengan gaya yang kocak, Sule dkk membawa diri ini tertawa terbahak-bahak di malam dingin yang sepi.

Sayapun tertidur di depan tivi. Suara adzan subuh membangunkan diri. Air dingin terasa di tubuh ini ketika mengambil wudhu untuk sholat subuh. Gigi saya langsung gemelutuk saking dinginnya. Saya pun sholat subuh dengan gigi yang bergemelutuk saking dinginnya. Istri saya hanya bisa tersenyum menyaksikan saya yang kedinginan ketika bertemu Allah lewat Sholat.

Pemandangan di luar rumah begitu indah. Sebagai seorang fotografer gadungan, saya harus dapatkan gambar-gambar nan indah di pagi hari. Akhirnya, saya paksakan diri ini untuk berolahraga pagi sambil melihat-lihat pemandangan pegunungan yang masih diselimuti kabut. Lagi-lagi gigi saya bergemelutuk saking dinginnya udara pagi di desa Taraju, Tasikmalaya.

13454280001825036020

Saya berjalan kaki, menyusuri jalan perbukitan seorang diri. Sampailah saya ke pasar pagi yang masih sepi. Pasar Taraju sangat sepi bila hari Senin, dan baru ramai kalau hari Selasa. Pasar penjualan domba dan kambing pun sepi sunyi. Padahal biasanya ramai sekali orang di sini. Semoga besok hari bisa mengambil gambarnya kembali. Akan saya bandingkan suasana pasar ketika ramai dan sunyi.

1345428180246666172
Pasar Taraju yang Sepi di Pagi Hari
13454285501419675760
Pasar Domba dan Kambing yang Terlihat Sunyi di Pagi ini

Saya terus berjalan, sambil mengambil gambar indahnya suasana pegunungan di pagi hari. Sesuatu yang sangat sulit saya dapatkan ketika berada di Bekasi atau Jakarta. Pada pagi hari, Bekasi sudah ramai dengan hiruk pikuk kendaraan menuju Jakarta. Sedangkan di sini, masih sunyi sepi. Hanya satu dua orang saja saya temui. Saya mengucapkan salam sekedar basa-basi, untuk setiap orang yang saya temui di pagi yang cerah ini.

http://stat.kompasiana.com/files/2010/09/img_1866.jpg

Ada tukang bubur, dan gorengan sudah buka di pasar pagi. Saya melihat banyak orang datang mencicipinya. Sarapan bubur di pagi hari tentu nikmat sekali. Namun gorengan gehu dan bala-bala begitu menggoda hati. Ditambah lontong dan cabe rawit sangat sedap sekali. Tak terasa sudah 6 gorengan masuk ke dalam perut plus sebuah lontong dan 10 buah cabe rawit. Semoga mereka damai di dalam perut ini. Sebab bila mereka tak berdamai, maka akan terjadi “sesuatu” dalam perut yang endut ini, hehehe.

Ternyata benar juga. Mereka tak bisa diajak berdamai di dalam perut. Saya pun mohon pamit untuk mencari toilet terdekat. Untunglah ada WC umum dekat pasar. Saya pun merasakan kedamaian setelah keluar dari WC Umum yang penuh dengan “bau” yang menyengat hidung. Anda tentu pernah merasakannya. Sungguh sarapan pagi yang tak mengenakkan, hehehe.

Taraju memang desa Idaman. Selain akses jalan yang bagus dan mulus, listrik yang tersebar merata sampai jaringan seluler pun sudah masuk desa ini. Taraju pun menjadi desa yang indah aman dan nyaman. Apalagi ada kantor polsek berdiri megah di desa ini membuat semakin aman dan nyaman saja wisatawan mancanegera yang datang ke desa ini.

1345429741964795358
Inosat Penuh Senyum Ada di Sini, Akses Internet Mobile pun Serasa lancar
13454289541758154830
Kantor Kapolsek Taraju

Saya melihat banyak mobil berplat B atau D bahkan berplat AB dan AD datang ke desa ini hanya untuk menikmati keindahan desa Taraju yang seperti “Pretty woman dari bumi Parahiyangan”.Bila anda datang ke desa ini, dijamin anda akan senang dan mau berlama-lama tinggal di desa yang penduduknya sangat terkenal ramah.

Setiap kali berjalan kaki di desa ini, banyak penduduk yang menyapa saya dengan sangat ramah. Mereka menawarkan mampir ke rumahnya, dan menyiapkan teh taraju yang terkenal itu. Bila anda sudah mencobanya, maka anda akan kecanduan, dan akan meminumnya kembali setiap hari. Seperti saya yang sudah kecanduan teh taraju. Tak salah bila teh botol sossro mengambil bahan mentahnya di sini. Ada pabrik dan perkebunan teh di desa ini. Kita pun menjadi ingat akan iklan terkenal dari teh botol sosro. “Apapun makanannya, minumnya teh botol sosro”, hehehe.

Saya terus berjalan kaki mengitari desa Taraju di pagi hari. Sambil mencari tahu ada apa di desa Taraju Tasikmalaya yang terkenal ini. Namun sampai saat ini, saya belum menemukan apa-apa, kecuali tukang bubur dan gorengan yang sudah mangkal di pertigaan pasar taraju. Sebuah pasar yang dibangun atas bantuan departemen perdagangan.

13454299921098445022
Pasar Taraju yang diresmikan tahun 2010

Lalu ada apa di desa Taraju? Ada kedamaian di sini. Ada keindahan di sini. Ada kenyaman di desa yang aman ini. Tak salah bila desa ini banyak dikunjungi oleh wisatawan manca negara. Tak kalah indah dengan kelok 44 di Sumatera Barat, dan tak kalah indah dengan pulau Bali yang terkenal di seluruh dunia. Saya pun meiukmati suasana pagi sambil sarapan pagi.

Alhamdulillah, tuan rumah yang saya tumpangi sangat berbaik hati. Hidangan sarapan pagi sudah terhidang di meja makan. Saya pun langsung menyantapnya, dan semoga perut saya bisa berdamai dengan ikan mas goreng  2 ekor, dan 4 tempe gorengan yang sudah masuk ke perut saya. Sungguh sarapan pagi terindah yang saya rasakan hari ini.

Ada apa di desa Taraju? Ada suasana hati yang bahagia karena baru saja menikmati sarapan pagi yang membuat perut endut ini terisi. Saya pun menikmati apa yang disebut orang Sunda denganHARDOLIN, Dahar, modol, ulin, hehehe.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

https://wijayalabs.com

Categories:

4 People reacted on this

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.