Detik-detik Menuju Kemenangan
Hari ini adalah hari terakhir kita di bulan suci Ramadhan 1430 H. Ada perasaan sedih karena akan ditinggalkan bulan Ramadhan. Namun, ada secercah kebahagiaan karena sebentar lagi kita akan menuju detik-detik kemenangan. Kemenangan mengendalikan hawa nafsu. Kemenangan diri untuk mendapatkan ridho ilahi Robbi. Sebulan penuh lamanya kita berpuasa dan kini kita akan memasuki detik-detik pintu kemenangan. Kemenangan hakiki melawan diri kita sendiri.
Ibarat kita berlomba lari marathon, satu persatu peserta gagal di tengah jalan. Hanya beberapa pelari saja yang sanggup mencapai pintu finish. Begitupun dengan ramadhan ini. Hanya mereka yang beriman dan beramal sholeh yang akan memasuki gerbang ketakwaan. Mereka telah mendapatkan hadiah di malam yang indah. Malam Lailatul Qodr. Malam yang lebih indah dari seribu bulan. Malam yang hanya orang-orang tertentu saja yang merasakan datangnya malam lailatul Qodr. Mereka adalah manusia pilihan Allah. Mereka adalah manusia yang mampu mengalahkan dirinya sendiri. Mengendalikan hawa nafsunya dan tidak terjebak dengan kenikmatan dunia.
Mungkin kita salah satu dari mereka yang mendapatkan malam kemuliaan itu. Mungkin kita salah satu yang terpilih oleh Allah di bulan Ramadhan ini. Semua itu akan terjawab oleh diri kita masing-masing, apabila kita telah menemukan kemulian jiwa dalam diri kita. Mampu bertanya pada diri sendiri, apakah di bulan ramadhan ini kita telah mmpu mengendalikan diri? Menjadi orang yang takwa sesuai dengan tujuan berpuasa?.
Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang terdahulu, agar kamu bertakwa. (QS. Al Baqarah ayat 183).
Hari terus berganti hari. Ramadhan akan segera pergi meninggalkan kita beberapa saat lagi. Mungkin banyak dosa yang telah kita perbuat antar sesama kita. Tak terkecuali warga bloggerbekasi ini. Dari lubuk hati yang terdalam. Mohon maaf lahir dan batin bila ada tulisan omjay yang kurang berkenan di hati.
Menjelang hari kemenangan, Omjay mengucapkan Selamat Hari Raya idul Fitri 1430 H, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semua menjadi sang pemenang di dalam bulan Ramadhan tahun ini.
Salam Blogger persahabatan
Omjay
Mudik Bagi Seorang Blogger
Sudah menjadi tradisi di Indonesia, banyak orang berlebaran di kampung halamannya sendiri. Pulang mudik ke kampung halaman. Tak peduli jaraknya sangat jauh dan kemacetan terjadi di jalan , asalkan bisa mudik ke kampung halaman sudah sebuah kebahagiaan tersendiri.
Read More
Menulis Masih Jadi Masalah Guru
Menulis Masih Jadi Masalah Guru Selasa, 15 April 2008 | 19:10 WIB
BANDUNG, SELASA – Menumbuhkan budaya menulis atau riset di kalangan guru bukanlah perkara mudah. Ini justru menjadi momok bagi kebanyakan guru dan staf pengajar. Padahal, sertifikasi guru yang kini dilaksanakan membutuhkan kebiasaan positif ini.
Pengamat pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Chaedar Alwasilah, Selasa (15/4) mengatakan, menulis itu tidak selamanya bakat. Melainkan, juga ditentukan dari kerja keras. Padahal, jika diamati, banyak sekali materi di sekitar lingkungan guru yang dapat dijadikan bahan tulisan macam tindakan kelas, materi ajar, perilaku siswa, dan kegiatan ekstrakurikuler.
Untuk mengatasi hambatan dalam menulis, Wakil Rektor UPI ini menyarankan guru agar tidak alergi membaca resensi buku, jalan-jalan ke toko buku, hingga menghadiri seminar.
Menurut Penelitian Lembaga Penelitian UPI, banyak guru yang sulit naik pangkat dari golongan IV-A ke IV-B sebab mensyaratkan adanya penelitian.
Berita di atas saya dapatkan dari kompas.com. semoga menjadi renungan kita semua para guru.
salam
omjay
Belajar dan Berbagi Ilmu PTK di SMAN 1 Depok

Kepala SMAN-1 Depok Sedang memberikan sambutan pada Workshop PTK
Kamis 3 September 2009, saya diminta oleh MGMP MIPA SMA Kota Depok untuk memberikan materi Penelitian Tindakan kelas (PTK). Hari itu adalah pengalaman pertama saya berada di kota Depok, dan saya sangat senang mendapatkan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan belajar ilmu PTK yang dibutuhkan oleh para guru. PTK ini sangat penting dikuasai oleh para guru agar kualitas pembelajaran di kelas meningkat. Guru pun akan dengan sendirinya menemukan potensi unik yang ada dalam diri siswa.
Read More