Perkembangan TIK di Beberapa Negara

Perkembangan TIK di Malaysia bisa dikatakan cukup pesat. Di Asia tenggara Malaysia menempati peringkat ke-2 setelah Singapura. TIK di Malaysia mulai berkembang pesat ketika mereka mulai memiliki satellite sendiri setelah bertahun-tahun menyewa satelite Palapa milik Indonesia. Mereka mempunyai satellite pada tahun 90an di era Mahathir Mohamad. Mahathir dikenal dengan visi Malaysia 2020-nya. Beliau sangat perhatian terhadap perkembangan Teknologi Informasi dan infrastruktur serta segala sesuatu yang berkenaan dengan ruang angkasa.

bersambung

 

 

Terpuruknya ICT dan Kompetensi Edukasi Indonesia

belajar tik di smp labschool jakarta

belajar tik di smp labschool jakarta

*Terpuruknya ICT dan Kompetensi Edukasi Indonesia*

Olwh: Lucky

Tahun 2016 ini susunan sepuluh orang terkaya didunia tidak banyak berubah, lima diantaranya masih dikuasai oleh para milyuner IT, yaitu : Bill Gates (Microsoft), Carlos Slim (Telecom), Jeff Bezos (Amazon), Mark Suckerberg (Facebook), dan Larry Ellison (Oracle). Bisa diartikan setengah orang terkaya didunia adalah dari orang yang mendulang uang didunia IT.

Dua puluh tahun terakhir ini dunia berubah oleh IT, mengakhiri era Modernisasi menjadi era Informasi. IT menjadi sumber kekayaan yang baru, sumber minyak yang baru, sumber emas yang baru dan sumber kekuasaan yang baru. Sumber daya kekayaan dan kekuasaan yang baru ini sudah tidak lagi menggunakan Sumber Daya Alam, seperti yang bangsa ini bangga-banggakan dengan kekayaan alamanya. Sumber daya yang satu ini hanya mengandalkan satu hal, otak kita sendiri… Brainware.

Bangsa yang menguasai IT akan mengambil porsi Power didunia, siapa yang mengabaikannya akan terlibas dan tertinggal.

Lalu siapa yang bertanggung jawab untuk mengangkat IT dalam sebuah bangsa?
Fasilitas? Infrastruktur tercanggih? Sistem termutakhir?

Jawabannya seperti telah disebutkan diatas, sumber daya IT hanya mengandalkan satu hal, yaitu Brainware… otak kita. Dan yang bertanggung jawab terhadap otak kita adalah Sistem Pendidikan kita. Dalam hal ini adalah Kementrian Pendidikan kita, bukan Kemenkominfo.

Read More

TIK Disayang, TIK Dibuang

TIK sebagai mata pelajaran harus didukung oleh semua

TIK sebagai mata pelajaran harus didukung oleh semua

TIK disayang, TIK dibuang itulah judul yang cocok dari diskusi kami para guru TIK di negeri ini. Di satu sisi tak ada orang yang bisa menolak TIK itu penting dalam mendukung pembelajaran. Namun, di sisi lain, TIK dibuang sebagai mata pelajaran. Hal ini dikarenakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) hanya dipahami sebagai alat bantu, bukan sebagai ilmu. Akibatnya mereka beranggapan TIK bisa dipelajari sendiri secara otodidak. Tak perlu lagi belajar TIK karena dianggap bisa belajar secara mandiri. Kalau pikiran anda seperti itu, bagaimana kalau dibalik? Tak perlu belajar mata pelajaran lain, karena semuanya bisa dipelajari secara mandiri. Tak perlu guru, dan tak perlu sekolah. Belajar aja TIK pasti anda bisa mempelajarinya sendiri. Anda bisa mencari informasi di internet dan menciptakannya. Cukup belajar literasi TIK saja! Anda bisa belajar lewat elearning. Tak perlu tatap muka. Anda bisa belajar kepada siapa saja.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/wijayalabs/tik-disayang-tik-dibuang_578ed586d793737213826a26