Berbagi Ilmu PTK di SMKN 12 Kebon Bawang Jak-Ut

Berbagi Ilmu PTK di SMKN 12 Jakarta

Berbagi Ilmu PTK di SMKN 12 Jakarta

Hari ini, Sabtu 24 Juli 2010 saya diundang oleh panitia pelatihan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) guru di SMKN 12 Kebon Bawang Jakarta Utara untuk menyampaikan materi meningkatkan mutu pembelajaran melalui PTK.

Pelatihan ini terlaksana atas kerjasama dua sekolah yaitu SMKN 12 dan SMKN 36 Jakarta Utara. Kepala sekolah kedua sekolah itu (bapak Dedi dan pak harry) bersepakat untuk melaksanakan kegiatan pelatihan PTK untuk para guru SMK dan semoga bisa ditiru oleh sekolah lainnya yang ada di DKI Jakarta.

Saya memberikan mick kepada peserta untuk menjawab pertanyaan saya, apa beda skripsi dan PTK

Saya memberikan mick kepada peserta untuk menjawab pertanyaan saya, apa beda skripsi dan PTK

Read More

Berbagi Ilmu PTK di Sekolah Dian Didaktika Cinere

Bersama Pengurus yayasan Sekolah Dian Didaktika

Bersama Pengurus yayasan Sekolah Dian Didaktika

Menjadi guru itu pekerjaan mulia. Bahkan sangat mulia. Namun sayangnya, tak banyak guru yang benar-benar memahaminya dengan baik. Banyak guru yang tak menjadi pendidik. Mereka hanya menjadi pengajar saja.

Dari pagi sampai sore, pekerjaannya hanya mengajar saja. Melupakan hal penting yang disebut mendidik. Tak menemukan potensi unik yang dimiliki para peserta didiknya. Jadilah guru tersebut seorang pengajar yang tak mendidik. Senyumnya serasa mahal. Sangat mahal, apalagi bila tanggung bulan seperti sekarang ini.

Bila para peserta didik mendapatkan guru seperti itu, jelas sangat kasihan sekali. Suasana pembelajaran terasa jauh dari menyenangkan. Padahal, pembelajaran yang baik adalah ketika siswa merasakan sebuah kenyamanan. Kenyaman belajar di ruang kelasnya sendiri. Bagaimana mungkin para peserta didik itu merasa nyaman? Senyum sang guru pun sangat sulit untuk didapatkan.

Ketika Guruku Tersenyum Puas

Dalam pembelajaran itu hanya menganut dua pasal. Pasal satu, guru tidak pernah bersalah. Pasal dua, bila guru bersalah lihatlah pasal satu. Para peserta didik pun serasa terpenjara. Semua dilaksanakan atas dasar keterpaksaan bukan kesukarelaan. Demokrasi tak berjalan di kelas itu. Kalau sudah begitu, hasil yang didapatpun pastilah hanya sekelebatan. Masuk di otak siswa sesaat, kemudian menghilang kembali entah kemana.

Ketika para guru tersenyum puas. Dengan wajah ikhlas tanpa memelas. Tak pernah mau mengharap balas. Sebab Tuhan Yang Maha Pemberi pasti akan memberinya balas. Para peserta didikpun puas, karena didapatnya guruku tersenyum puas. Prestasi siswapun mengalir deras.

Pembelajaran itu harus menyenangkan. Guru dan siswa sama-sama belajar. Mereka saling berinteraksi. Berbagi dan saling memberi. Ketika itu dimulai dari senyuman, maka akan dibalas dengan senyuman. Ketika pembelajaran dilakukan tanpa senyuman, maka jangan harapkan ada senyum tulus dari peserta didikmu.

Ketika Guruku Tersenyum Puas

Ketika Guruku Tersenyum Puas

Ketika para guru tersenyum puas, akan terlihat suksesnya sebuah pembelajaran. Semua itu dimulainya dengan terus meneliti. Mampu meneliti di kelasnya sendiri dengan melakukan penelitian tindakan kelas (PTK). Melakukan refleksi diri dari pembelajarannya selama ini. Mau dikritik oleh para peserta didiknya. Guru mendapatkan masukan yang sangat berharga. Mengevalusi apa yang telah diberikan, dan terus meningkatkan kinerjanya sebagai guru.

Foto Bersama Guru Dian Didaktika

Foto Bersama Guru Dian Didaktika

Bila anda seorang guru, dan telah melakukan hal seperti itu, maka bergabunglah bersama kami. Guru yang selalu memberikan senyum untuk para peserta didiknya. tidak hanya mampu mengajar, tetapi mampu mendidik. Tidak hanya mampu menstranfer ilmu, tetapi juga mampu melucu.

Ketika para guru tersenyum puas, maka damailah semua kelas. Prestasi siswapun akan terus teratas, karena para guru memulainya dengan tersenyum puas. Sudahkah anda tersenyum hari ini?

salam Blogger Persahabatan

Omjay

https://wijayalabs.com

5 Alasan Guru Takut Lakukan PTK

Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
5 Alasan Guru Takut Lakukan PTK

M.LATIEF

Ilustrasi: Guru juga harus pandai mengatur rutinitas kerjanya agar tidak terjebak rutinitas yang justru tidak mengantarkan dia menjadi guru dan tidak diteladani anak-anak didiknya.

TERKAIT:

KOMPAS.com – Dewasa ini banyak dijumpai guru yang belum melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di dalam proses pembelajarannya. Mengapa?
Ada 5 alasan utama yang menyebabkan guru takut melakukan PTK:

Read More

Berbagi Ilmu PTK di Bangka Belitung

Menyebarkan Virus PTK di Kepulauan Bangka belitung
Menyebarkan Virus PTK di Kepulauan Bangka belitung

Bersama bapak Dedi Dwitagama (Kepala SMKN 36 Jak-Ut), saya pergi ke Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung untuk sharring pengalaman penelitian Tindakan kelas (PTK) pada kegiatan Workshop Nasional “BEDAH TUNTAS PTK”, yang dilangsungkan di Gedung Diklat Provinsi Bangka Belitung Minggu 30 Mei 2010, dengan jumlah pesertanya hampir seratus orang.

Read More

Ayo Meneliti di Kelas Kita!

Ayo Meneliti di Kelas Kita

Ayo Meneliti di Kelas Kita

Tulisan ini saya buat sebagai  bahan presentasi saya dalam diklat Penelitian Tintakan Kelas (PTK) di Bangka Belitung Pangkal Pinang, Ahad 30 Mei 2010. Saya hanya ingin mengajak para guru untuk meneliti di kelasnya sendiri melalui PTK dan menemukan potensi unik siswa sehingga dari PTK itulah guru  dapat meningkatkan mutu pembelajaran.

Melalui PTK, para guru dapat membuat laporan karya tulis ilmiahnya. Namun demikian ada langkah-langkah sukses agar guru mampu membuat karya tulis ilmiah.

Read More