Mata Pelajaran TIK itu Penting!

Coba ditanya secara langsung kepada anak-anak Indonesia. Pasti mereka akan mengatakan,  “mata pelajaran TIK itu penting”. Apa itu TIK? Teknologi Informasi dan Komunikasi. Sebuah mata pelajaran wajib di Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006, dan kemudian dihapuskan di kurikulum 2013. Di sekolah Menengah Kejuruan (SMK), mata pejajaran ini bernama Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI).

buku TIK SMP

Buku TIK SMP karya Wijaya, dkk

 

Read More

Ikatan Profesi Guru Indonesia

Omjay bersama mendikbud Anis Baswedan

Omjay bersama mendikbud Anis Baswedan dan ibu Puji di kantor kemendikbud Senayan Jakarta

Terkadang saya suka tersenyum-senyum sendiri. Ada banyak organisasi guru, tetapi pengurusnya bukan guru. Lucunya, banyak guru yang belum menyadari akan hal itu, sehingga organisasi profesi guru masih dikendalikan oleh mereka yang bukan guru.

Saya mempunyai mimpi. Ada organisasi profesi guru yang diurusi sendiri oleh guru. Mereka saling melengkapi dan berbagi dengan motto respect, excelent dan friendship. Saya yakin mimpi atau impian saya ini akan berwujud nyata bila mendapatkan dukungan penuh dari guru indonesia.

Tetapi perlu dicermati juga bahwa sebagian besar guru Indonesia tak berani muncul untuk memperjuangkan nasibnya sendiri. Sementara itu mereka cuma bisa berkeluh kesah saja. Kebanyakan mereka menunggu segelintir guru yang berani berkoar-koar mengangkat permasalahan guru di media, dan di depan aparat pemerintah.

Dulu saya pikir organisasi guru yang terkenal itu adalah organisasi milik guru. Ternyata tidak, pengurusnya banyak yang bukan guru. Terutama pengurus di tingkat pusat yang tidak punya kartu PTK. Oleh karena itu, kami ingin membentuk organisasi guru yang benar benar dari guru dan tidak ada muatan politis atau kepentingan di dalamnya. Organisasi gurru yang independent dan berdiri di atas kakinya sendiri. Ikatan Profesi Guru Indonesia (IPGI) akan kita bentuk dengan kebersamaan dan keyakinan bahwa organisasi profesi guru harus diurusi sendiri oleh guru.

Seringkali guru menjadi obyek dari mereka yang bukan guru. Kini saatnya guru menjadi subyek dan memiliki organisasinya sendiri. Organisasi Profesi guru harus dipegang dan dipimpin oleh guru itu sendiri. Mari bergabung di Ikatan Profesi Guru Indonesia (IPGI).

Sebenarnya undang-undang guru dan dosen sudah mengatur bahwa guru boleh saja membentuk organisasi profesi selain PGRI, hanya saja kawan-kawan guru di beberapa daerah tidak memahami undang-undang tersebut, karena selama ini organisasi guru cenderung ditunggangi kepentingan tertentu.

Seorang kawan menuliskan komentar yang panjang di facebook. Kita harus belajar dari teman-teman profesi dokter. Hanya ada satu organisasinya sehingga punya bargaining yang kuat terhadap pemerintah. Sampai organisasinya Ikatan Dokter Indonesia (IDI) oleh pemerintah dibuat Undang-Undangnya khusus. Organisasi mereka hidup penuh dari iuran anggota, begitu juga organisasi guru di luar negeri.  Sangat berbeda dengan guru di Indonesia kesadaran membayar iuran organisasi tidak gampang. Lalu bagaiman mesin organisasi bisa berjalan tanpa dukungan dana dari anggotanya? Kalau organisasi guru hanya ada di atas kertas, pengurusnya hanya tampil di koran-koran, dan televisi hanya bisa mengeritik pemerintah, lalu apa bedanya dengan LSM?”.

Perlu diketahui, organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pengurus pusatnya bukan guru. Seharusnya organisasi profesi guru harus dipimpin guru dan organisasi profesi dosen harus diurusi oleh dosen. Begitu juga organisasi profesi dokter yang harus diurusi sendiri oleh dokter. Saat ini PGRI belum sepenuhnya memperjuangkan nasib guru karena pengurusnya terutama di tingkat pusat hingga daerah kebanyakan bukan berprofesi sebagai guru aktif yang mengajar di sekolah.

Saya memberikan masukan untuk mendikbud baru, Pak Anies Baswedan, agar setiap Pengurus Organisasi Profesi guru harus memiliki kartu NUPTK. Hal ini untuk membedakan antara guru dan bukan guru. Organisasi Profesi guru harus dipimpin oleh guru, dan biarkan guru mengurusi rumah tangganya sendiri.

Kami akan membentuk sebuah organisasi Ikatan Profesi Guru Indonesia (IPGI) yang semua pengurusnya adalah guru dan memiliki NUPTK. Kepengurusan akan dibentuk pada 29 Nopember 2014 pukul 10.00 – 12.00 WIB di Kampus UNJ Rawamangun Jaktim. Apakah anda bersedia menjadi pengurus Ikatan Profesi Guru Indonesia?

Read More

Guru Menjadi Kunci Utama Pendidikan

Murid TK Labschool di acara Labschool

Murid TK Labschool di acara Labschool

Are you a teacher? Begitulah seorang pria bule bertanya kepada saya. Yes I am a teacher. Begitulah kata saya mantap! Saya guru dan selalu siap menjadi guru yang melayani peserta didiknya, guru menjadi kunci utama pendidikan.

Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar, dan Menengah Anies Baswedan mengatakan, kualitas guru merupakan kunci utama pendidikan. ”Sehebat apa pun kurikulum dan gedung pendidikan, tetapi yang menjadi kunci utamanya guru,” ujar Anies, seperti dikutip Antara.

Apapun kurikulumnya, kunci utamanya berada di tangan guru yang profesional. Oleh karena itu pelatihan guru harus terus menerus ditingkatkan agar guru tidak tertinggal dan mampu membina peserta didiknya dengan baik.

Susunan Kabinet Kerja Jokowi-JK

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumankan susunan kabinetnya di Istana Negara, Minggu (26/10/2014) pukul 16.00 WIB. Kabinet ini diberi nama KABINET KERJA.
Presiden RI : Joko Widodo
Wakil Presiden RI : M Jusuf Kalla
1. Menteri Sekretaris Negara : Praktino
2. Menteri Perencanaan Pembangunan Negara/Kepala Bappenas: Andrinof Chaniago
3. Menko Bidang Kemaritiman : Indroyono Soesilo
4. Menteri Perhubungan : Ignasius Jonan
5. Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti
6. Menteri Pariwisata : Arief Yahya
7. Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral: Sudirman Said
8. Menko Bidang Polhukam : Tedjo Edy Purdijatno
9. Menteri Dalam Negeri : Tjahjo Kumolo
10. Menteri Luar Negeri : Retno Lestari Priansari Marsudi
11. Menteri Pertahanan : Ryamizard Ryacudu
12. Menteri Hukum dan HAM : Yasonna H Laoly
13. Menteri Komunikasi dan Informatika: Rudiantara
14. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Yuddy Chrisnandi
15. Menko Bidang Perekonomian: Sofjan Djalil
16. Menteri Keuangan : Bambang Brodjonegoro
17. Menteri BUMN : Rini M Soemarno
18. Menteri Koperasi dan UMKM: Anak Agung Gde Ngurah Puspayoga
19. Menteri Perindustrian : M Saleh Husin
20. Menteri Perdagangan : Rachmat Gobel
21. Menteri Pertanian : Amran Sulaiman
22. Menteri Ketenagakerjaan : Hanif Dhakiri
23. Menteri PU dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadi Muljono
24. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya
25. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN: Ferry Mursyidan Baldan
26. Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Puan Maharani
27. Menteri Agama : Lukman Hakim Saefuddin
28. Menteri Kesehatan : Nila F Moeloek
29. Menteri Sosial : Khofifah Indar Parawansa
30. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Yohanan Yambise
31. Menteri Kebudayaan dan Pedidikan Dasar dan Menengah: Anies Baswedan
32. Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi : M Nasir
33. Menteri Pemuda dan Olahraga: Imam Nahrawi
34. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi: Marwan Ja’far

Omjay di Lampung dalam Seminar Nasional Kurtilas

Berkenaan dengan perihal di atas, INSTEP network sebagai organizer Seminar Nasional Kurtilas 2014, ingin mengajukan permohonan kepada Bapak untuk dapat berkontribusi dalam acara yang  bertema: “Strategi Pengayaan & Kreativitas Guru dalam Implementasi Kurikulum Nasional 2013”.

Seminar Nasional tersebut digagas oleh INSTEP, dan rencananya akan dibuka oleh Rektor Universitas Lampung dan Bapak Wali Kota Bandar Lampung*).

Beberapa nara sumber lain telah menyatakan kesediaanya untuk memberikan pencerahan kepada Guru-guru di Propinsi Lampung, diantaranya
adalah: Dr. Bujang Rahman (Dekan FKIP Unila), Dr. Ernawati (LPMP Lampung), dan Perwakilan  dari Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung.

Undangan Bpk Wijaya Kusumah