Setelah mahkamah agung memutuskan bahwa UN ditolak kasasinya, seharusnya membuat pemerintah dalam hal ini depdiknas tidak perlu mengajukan peninjauan kembali (PK). Sebaiknya, langkah konkrit yang dilakukan oleh depdiknas adalah melakukan dialog dengan para pakar pendidikan mencari solusi dari permasalahan UN yang ada sekarang ini.
Menjadi Cerdas Dengan Jalan kenabian
Kalau anda belajar tentang sejarah nabi, maka anda akan dapati bahwa para nabi Allah itu adalah orang-orang yang cerdas dan memang dipilih oleh Allah untuk menyebarkan ajaran agama-Nya. Tidak terkecuali seorang guru. Guru juga harus cerdas dan bisa secerdas nabi Allah itu bila sang guru mengikuti jalan kenabian. Itulah yang saya tangkap dari buku mas Dwi Budiyanto, Prophetic Learning, Menjadi cerdas dengan jalan kenabian. Sebuah jalan yang menjadikan cara belajar anda lebih cerdas, inovatif, dan mulia.
Membaca buku ini, serasa anda dituntun untuk mengikuti jejak para nabi dan para sahabatnya yang telah berhasil meningkatkan kecerdasannya. Tak salah bila buku ini menjadi buku best seller untuk para guru, santri, pelajar, mahasiswa, dan umum yang ingin menjadi cerdas. Cerdas dalam menata pikiran, cerdas dalam menata mental, cerdas dalam menata sarana belajar, dan cerdas dalam melakukan kerjasama serta menjadi guru inspiratif. Read More
Menangis dalam Kebahagiaan
Mungkin anda pernah merasakan apa yang saya rasakan. Menangis dalam kebahagiaan. Menangis karena anda merasakan sebuah kebahagiaan yang amat sangat anda rasakan, dan tiba-tiba air mata ini mengalir begitu deras di pipi. Membat saya merasakan bahwa Allah selalu online mendengarkan doa-doa hamba-Nya yang selalu berserah diri. Read More
SBY, Keajaiban Blog, dan Tangisan Istri
Membaca Kompas cetak hari ini, Selasa 17 November 2009, tentang disfungsi presiden, presiden harus konsekuen, dan Pak SBY bicaralah yang dituliskan oleh para penulis hebat membuat saya tersulut untuk menuliskan pendapat bahwa saatnya pak SBY untuk bicara setelah mendapatkan rekomendasi dari tim delapan. Read More
Diskusi Ilmiah Guru
Sebenarnya sedih juga melihat teman-teman guru yang belum naik pangkat. Tapi, saya tak bisa berbuat apa-apa. Sebab urusan meneliti sekarang ini belum menjadi budaya atau tradisi para guru. Mereka belum terbiasa meneliti di kelasnya sendiri sehingga wajar saja bila mereka belum bisa naik pangkat. Apalagi jumlah mereka yang belum naik pangkat itu jumlahnya hampir ribuan orang. Padahal setiap tahun pemerintah/depdiknas telah melombakan keberhasilan guru dalam pembelajaran yang mengumpulkan penelitian para guru di tingkat nasional. Di forum inilah teman-teman guru dikumpulkan dari berbagai propinsi di Indonesia untuk mempresentasikan hasil karya tulis ilmiahnya. Read More

