Posted on: November 22, 2009 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 1

Menjadi Cerdas Dengan Jalan kenabian

Mas Dwi Budiyanto, penulis buku
Dwi Budiyanto, Penulis Buku, Dosen Universitas Negeri Yogyakarta

Kalau anda belajar tentang sejarah nabi, maka anda akan dapati bahwa para nabi Allah itu adalah orang-orang yang cerdas dan memang dipilih oleh Allah untuk menyebarkan ajaran agama-Nya. Tidak terkecuali seorang guru. Guru juga harus cerdas dan bisa secerdas nabi Allah itu bila sang guru mengikuti jalan kenabian. Itulah yang saya tangkap dari buku mas Dwi Budiyanto, Prophetic Learning, Menjadi cerdas dengan jalan kenabian. Sebuah jalan yang menjadikan cara belajar anda lebih cerdas, inovatif, dan mulia.

Membaca buku ini, serasa anda dituntun untuk mengikuti jejak para nabi dan para sahabatnya yang telah berhasil meningkatkan kecerdasannya. Tak salah bila buku ini menjadi buku best seller untuk para guru, santri, pelajar, mahasiswa, dan umum yang ingin menjadi cerdas. Cerdas dalam menata pikiran, cerdas dalam menata mental, cerdas dalam menata sarana belajar, dan cerdas dalam melakukan kerjasama serta menjadi guru inspiratif.

Penulis buku best seller ini menurut saya adalah orang yang cerdas dan mampu membaginya dalam beberapa tahap penulisan yang membuat pembaca menjadi semakin penasaran untuk membaca dari halaman pertama sampai halaman terakhir. Wajar saja bila penulis buku ini mendapatkan juara pertama dalam sayembara penulisan naskah buku pengayaan 2009 di bidang prosa tingkat SMA. Selain itu, beliau adalah salah satu dosen muda yang berprestasi di Universitas Negeri Yogyakarta.

Melalui metode prophetic learning inilah diharapkan terjadi perubahan kepribadian muslim pembelajar yang memiliki karakter. Menjadikan para muslim bukan hanya mengejar skor nilai di ijazah dan gelar tetapi juga bermanfaat untuk orang lain. Mampu berbagi dan hidup untuk memberi sebanyak-banyaknya dan bukan menerima sebanyak-banyaknya.

Metode Probhetic Learning atau menjadi cerdas dengan jalan kenabian adalah sebuah cara belajar yang menimba dari pengalaman generasi pemenang, dari khazanah sejarah emas Islam. Berhasil menjadikan para muslim pembelajar berprestasi sekaligus berandil di masyarakat. Sehingga kita tak lagi bertanya-tanya mengapa ilmu yang ada di sekolah atau di perguruan tinggi tidak memiliki efek dalam membentuk sikap hidup keseharian pembelajarannya?

Sungguh yang kita perlukan saat ini adalah mengembalikan tradisi belajar  yang telah menjadi pondasi peradaban Islam itu ke dalam kehidupan kita. Sebuah tradisi yang berangkat dari semangat kenabian. Rasanya anda akan menyesal bila tak membeli dan membaca buku best seller ini yang merupakan hasil karya dari seorang motivator pembelajaran dari profetika learning center. Suami dari dr. titis Nurmasitoh yang kini berdomisili di Yogyakarta. Anda tertarik? Kirimkan email anda ke penulisnya langsung di alamat email: akhboedhy@yahoo.com. Nikmati rangkaian kata yang mengisi hati nurani anda yang mungkin belum terisi dengan sentuhan Ilahi Robbi.

salam blogger persahabatan

Omjay

Categories:

1 people reacted on this

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.