Jum’at, 7 Desember 2012 saya tiba di kota Padang dengan menumpang Pesawat Lion Air. Saya melihat waktu di dinding Bandara Minangkabau menunjukkan pukul 20.o0 wib. Panitia dari Universitas Bung Hatta (UBH) Padang nampak telah siap menjemput saya dari satu jam lalu. Mereka adalah para mahasiswa yang tergabung dalam kegiatan kemahasiswaan yang bernama Komunitas Cinta Menulis (KCM).
Pengumuman Lomba Blog Pelatihan Guru Menulis Berhadiah Laptop Acer
Wuih, cukup dagdigdug juga tim juri menilai tulisan para peserta yang luar biasa. Namun, kami harus memutuskan hanya satu orang saja yang menang dan mendapatkan laptop Acer Ao 756.
Siapakah Wijaya Kusumah?
Wijaya Kusumah, S.Pd, M.Pd, Lahir di Jakarta, 28 Oktober 1970. Menyelesaikan pendidikan S1 di IKIP Jakarta pada Jurusan Teknik Elektro (1990-1994). Telah menyelesaikan pendidikan S2 pada Program Studi Teknologi Pendidikan (TP) Pascasarjana UNJ (2007-2010) dan akan melanjutkan pendidikan ke S3 Program Studi Teknologi Pendidikan Pascasarjana UNJ. Teacher, Trainer, Writer, Motivator, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, Simposium, Workshop PTK dan TIK, Eduprenership, Pendidikan Karakter Bangsa, serta Praktisi ICT. Sering diundang di berbagai Seminar, Simposium, dan Workshop sebagai Pembicara/Narasumber di tingkat Nasional. Dirinya telah
berkeliling hampir penjuru nusantara, karena menulis.
Teacher Writing Camp di Wisma Universitas Negeri Jakarta, Sabtu-Minggu, 8-9 Desember 2012
Alhamdulillah, saya ucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT, pelaksanaan kegiatan Teacher Writing Camp hari pertama berjalan dengan lancar. Semua itu hasil dari kerjasama dan kerja keras panitia yang saling bahu membahu mensukseskan acara ini. Terima kasih ya!
Sata uploadkan foto-fotonya di facebook, dan silahkan dilihat di sini.
Salam Blogger Persahabatan
Terima Kasih Istriku, Engkau Telah Banyak Berjasa Kepada Teman-teman Guru
Tidak banyak orang tahu, dibalik kesuksesan seorang suami, disitu ada seorang istri yang mendampingi. Begitupun sebaliknya. Bila istrinya sukses, pastilah ada suami yang setia mendampinginya.
Tidak terkecuali dengan saya. Dibalik kesuksesan karir saya sebagai seorang guru, ada istri setia yang mendampingi, dan banyak memberikan saran yang brilian dan cerdas. Terkadang banyak celotehanmu menjadi ide yang dapat diwujudkan.
Terima kasih istriku. Berkat jasamu, Aku terpilih menjadi guru yang dianggap menginspirasi orang banyak. Tanpa bantuan dan dukunganmu, aku tak bisa berdiri tegak seperti sekarang. Aku pun tak bisa keliling Indonesia tanpa dukunganmu menjaga anak-anak kita.




