Belajar dari Pengalaman Membuat Blog

Setelah melihat hasil karya anak Labschool dalam membuat blog saya sangat terharu dan bangga. Mengapa? Karena anak Labschool adalah anak yang kreatif dan mampu melakukan inovatif. Isi blognya sungguh luar biasa. Kalau saja para siswa terus mengembangkan isi blognya itu, pasti akan banyak pengunjung yang datang dan membacanya. Bukan mustahil blog siswa Labschool akan menempati rangking teratas dari statistik blog yang ada. Saya yakin, sebab sudah banyak siswa yang mulai mengisi blognya dengan tulisan-tulisan yang menarik hati. Kalau sudah demikian buruan bikin tulisan yang berkesan. Jangan diamkan blog kamu sepi pengunjung!.

Terus terang omjay banyak belajar dari pengalaman anak Labschool membuat Blog. Ternyata mereka mampu untuk mandiri membuat blog dengan motivasi yang tinggi. Saya ucapkan terima kasih atas semangatnya membuat blog. Omjay yakin kalian sanggup untuk mengisi blog kalian lebih baik lagi. Jadikan semangat membuat blog itu adalah semangat untuk berbagi dengan sesama.

Agar tulisan kamu bermutu menulislah dengan hati. Artinya dengan menulis dengan hati yang bersih, tulisan kamu akan mengena di hati para pembacanya. Cobalah menulis dengan bahasa yang santun dan mulailah menulis dari hal-hal yang kecil. Seperti misalnya tentang sekolahmu, tentang sahabatmu atau tentang hoby yang kamu gemari. Pokoknya kamu bebas menulis apa saja yang ada dalam otak kamu.

Kalau kamu sudah terbiasa menulis, selain kamu punya keterampilan menulis yang baik, kamu akan memiliki kreativitas yang tinggi dalam menulis berbagai hal. Karena itu mulailah belajar menulis dari blog yang kamu buat dan jangan takut salah. Ingatlah kesalahan itu adalah awal dari kesuksesan kamu dalam menulis. Selamat datang di dunia blog yang penuh dengan kreativitas. Read More

MENUNGGU HASIL UJIAN NASIONAL

MENUNGGU HASIL UJIAN NASIONAL

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) telah berlalu, dan kini saatnya kita menunggu hasilnya. Ada rasa optimis dan ada rasa pesimis. Rasa optimis membara buat mereka yang telah mempersiapkannya melalui program pendalaman materi, sehingga pada saat UN pemelajar sanggup mengerjakan soalnya dengan baik. Namun, rasa pesimis menghinggapi sebagian siswa, guru, dan orang tua yang merasa UN tahun ini sangat sulit soalnya. Mereka pun mulai mencari kambing hitam. Persiapan sekolah yang kurang dalam memperdalam materi yang diujikan, fasilitas pembelajaran yang tak ada atau rusak, guru yang kurang profesional, sekolah yang hampir roboh, musibah bencana alam, dan kondisi keluarga serta lingkungan yang kurang mendukung membuat mereka menjadi pesimis untuk lulus dalam menghadapi UN.

Di tengah meroketnya harga barang, karena naiknya BBM nampaknya masalah UN ini kurang menjadi sorotan masyarakat lagi. Masyarakat lebih tertuju kepada upaya menyelamatkan diri dari beratnya biaya hidup. Seolah-olah pro dan kontra UN telah hilang ditelan bumi. UN telah habis dimakan berita sepakbola piala eropa 2008, kasus Ahmadiyah, demo BBM, kasus monas, seleksi ujian masuk mahasiswa baru, dan berita-berita lainnya yang lebih seru.

Read More

BOCORAN SOAL TIK

Soal Photoshop untuk Siswa Kelas8

Mata Pelajaran : Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

1. Adob Photoshop CS2 merupakan aplikasi yang digunakan untuk…..

a. Memberikan efek video

b. Editing gambar maupun manipulasi gambar

c. Memperbaiki elemen gambar video

d. a, b dan c benar.

2. Adobe Photoshop CS2 merupakan program photoshop versi ……………

a. 7

b. 8

c. 9

d. 10

3. Untuk memulai program Photoshop CS2 adalah …..

a. Start, Program, Photoshop CS2

b. Start, Photoshop CS2

c. Start, Program, accessories, Photoshop CS2

d. Start, all Program, Photoshop CS2

Soal selanjutnya bisa dilihat di http:wijayalabs.multiply.com

Konstruktivisme dalam Pemikiran

Membaca tulisan-tulisan Ki Hadjar Dewantara tentang pendidikan, saya teringat pada pendekatan konstruktivisme dalam pendidikan. Keduanya sama-sama menekankan bahwa titik-berat proses belajar-mengajar terletak pada murid. Pengajar berperan sebagai fasilitator atau instruktur yang membantu murid mengkonstruksi koseptualisasi dan solusi dari masalah yang dihadapi. Mereka beperpendapat bahwa pembelajaran yang optimal adalah pembelajaran yang berpusat pada murid (student center learning).
Read More