Pembelajaran Mendalam Di Era Digital Dalam Menguatkan Pendidikan Berpusat Pada Murid di SMPN 152 Jakarta

Pembelajaran Mendalam di Era Digital: Menguatkan Pendidikan Berpusat pada Murid di SMPN 152 Jakarta

Di tengah derasnya arus teknologi digital, sekolah tidak lagi cukup hanya mengajar murid untuk “tahu”, tetapi harus membimbing mereka agar “paham” dan mampu memaknai pembelajaran dalam kehidupan nyata.

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Sekolah tidak lagi cukup menjadi tempat mentransfer pengetahuan, tetapi harus mampu menjadi ruang belajar yang bermakna, relevan, dan memanusiakan murid.

Gawai ada di genggaman murid, informasi tersedia tanpa batas, namun pembelajaran bermakna justru menjadi tantangan terbesar sekolah di era digital saat ini.

Sekolah sejatinya bukan tempat murid menghafal pelajaran, melainkan ruang tumbuh untuk berpikir, bertanya, dan menemukan makna dari setiap proses belajar.

Ketika perubahan zaman tak bisa dihindari, sekolah dituntut untuk berani berubah—bukan sekadar mengikuti teknologi, tetapi menghadirkan pembelajaran yang memanusiakan murid.

Pembelajaran yang baik bukan tentang seberapa banyak materi disampaikan guru, melainkan seberapa dalam murid memahami, merasakan, dan menghidupi apa yang dipelajarinya

Di tengah arus perubahan tersebut, SMPN 152 Jakarta di bawah kepemimpinan Bapak Eko Nuryanto terus berupaya menghadirkan praktik pembelajaran yang adaptif dan berorientasi pada masa depan melalui penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) yang berpusat pada murid.

Pembelajaran mendalam bukan sekadar penggunaan teknologi di kelas, melainkan perubahan paradigma belajar. Murid ditempatkan sebagai subjek utama pembelajaran, sementara guru berperan sebagai fasilitator yang merancang pengalaman belajar bermakna.

Pendekatan ini menjadi semakin relevan di era digital, ketika informasi tersedia melimpah, tetapi pemahaman dan kebijaksanaan dalam mengolah informasi justru menjadi tantangan utama.

Makna Pembelajaran Mendalam bagi Murid SMP

Pembelajaran mendalam menekankan pada proses memahami, bukan menghafal. Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd, Pakar Pembelajaran Mendalam dan Ketua KOGTIK PGRI, menegaskan:

“Pembelajaran mendalam adalah pembelajaran yang membuat murid tidak hanya tahu, tetapi paham; tidak hanya mendengar, tetapi mengalami; dan tidak hanya menjawab soal, tetapi mampu memaknai apa yang dipelajarinya dalam kehidupan nyata.”

Di jenjang SMP, termasuk di SMPN 152 Jakarta, pembelajaran mendalam sangat penting karena murid berada pada fase pembentukan karakter, nalar kritis, dan identitas diri.

Murid perlu diberi ruang untuk bertanya, bereksplorasi, berdiskusi, dan merefleksikan pengalaman belajarnya.

Dengan demikian, sekolah tidak hanya mencetak murid berprestasi secara akademik, tetapi juga pembelajar sepanjang hayat.

Kepemimpinan Sekolah yang Mendukung Pembelajaran Bermakna

Peran kepala sekolah sangat menentukan keberhasilan implementasi pembelajaran mendalam. Bapak Eko Nuryanto, selaku Kepala SMPN 152 Jakarta, mendorong guru-guru untuk berani berinovasi dan tidak terjebak pada pola pembelajaran lama yang berpusat pada guru.

Lingkungan sekolah dibangun sebagai komunitas belajar, tempat guru dan murid sama-sama tumbuh dan belajar.

Menurut Dr. Wijaya Kusumah:

“Pembelajaran mendalam hanya akan tumbuh subur jika kepala sekolah memberi ruang aman bagi guru untuk mencoba, salah, belajar, dan terus memperbaiki praktik pembelajarannya.”

Dukungan kepemimpinan inilah yang membuat pembelajaran berpusat pada murid dapat berjalan secara berkelanjutan.

Murid SMP di Era Digital: Antara Tantangan dan Peluang

Murid SMPN 152 Jakarta hidup di era digital yang serba cepat. Gawai, media sosial, dan kecerdasan buatan sudah menjadi bagian dari keseharian mereka. Tantangan utama bukan pada akses teknologi, melainkan pada kemampuan murid untuk menggunakan teknologi secara kritis, etis, dan produktif.

Dr. Wijaya Kusumah kembali mengingatkan:

“Teknologi bukan musuh pendidikan, tetapi tanpa pembelajaran mendalam, teknologi justru bisa membuat murid dangkal berpikir dan miskin empati.”

Oleh karena itu, teknologi harus ditempatkan sebagai alat untuk memperkaya pengalaman belajar, bukan sekadar pemanis pembelajaran.

Guru sebagai Desainer Pengalaman Belajar

Dalam pembelajaran mendalam, guru berperan sebagai desainer pengalaman belajar. Guru merancang aktivitas yang menantang nalar murid, relevan dengan kehidupan nyata, dan mendorong kolaborasi. Guru tidak lagi menjadi pusat perhatian, melainkan pengarah dan pendamping proses belajar murid.

Sebagai contoh, dalam mata pelajaran Informatika, guru dapat mengajak murid menganalisis dampak penggunaan media sosial di kalangan remaja.

Murid mengumpulkan data sederhana, berdiskusi dalam kelompok, dan menyusun rekomendasi penggunaan media sosial yang sehat. Proses ini melatih berpikir kritis, komunikasi, empati, dan literasi digital.

Menurut Dr. Wijaya Kusumah:

“Guru pembelajar adalah kunci pembelajaran mendalam. Jika gurunya terus belajar, murid akan tumbuh menjadi pembelajar sejati.”

Penilaian Autentik dalam Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran mendalam menuntut perubahan cara menilai. Penilaian tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga proses belajar murid.

Refleksi diri, jurnal belajar, proyek kelompok, dan presentasi menjadi bagian penting dari penilaian autentik.

Pendekatan ini sejalan dengan pandangan Dr. Wijaya Kusumah yang menyatakan:

“Penilaian dalam pembelajaran mendalam harus memanusiakan murid, bukan menakut-nakuti mereka dengan angka.”

Dengan penilaian autentik, murid merasa dihargai atas usaha dan proses belajarnya.

Pembelajaran Mendalam dan Profil Pelajar Pancasila

Pembelajaran mendalam yang berpusat pada murid sangat selaras dengan penguatan Profil Pelajar Pancasila. Nilai gotong royong, bernalar kritis, kreatif, mandiri, dan berakhlak mulia tumbuh melalui pengalaman belajar yang bermakna dan reflektif.

Melalui proyek kolaboratif dan diskusi bermakna, murid SMPN 152 Jakarta tidak hanya belajar tentang pengetahuan, tetapi juga belajar tentang kehidupan.

Penutup: Menuju Sekolah Pembelajar di Era Digital

Pembelajaran mendalam di era digital bukan sekadar tuntutan kebijakan, melainkan kebutuhan nyata pendidikan masa kini. Dengan kepemimpinan Bapak Eko Nuryanto, komitmen guru-guru SMPN 152 Jakarta, serta inspirasi pemikiran Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd, sekolah dapat menjadi ruang belajar yang berpusat pada murid dan sarat makna.

Sebagaimana ditegaskan Dr. Wijaya Kusumah:

“Sekolah yang hebat bukan yang paling canggih teknologinya, tetapi yang paling dalam memanusiakan muridnya.”

Di sanalah pendidikan menemukan makna sejatinya: mendidik dengan hati, mengajar dengan makna, dan menyiapkan generasi yang berpikir dalam, berkarakter kuat, dan berdaya saing di era digital.

Pembelajaran mendalam di SMPN 152 Jakarta bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan, agar sekolah benar-benar menjadi ruang tumbuh murid untuk berpikir kritis, berkarakter kuat, dan siap menghadapi masa depan.

Sudah saatnya SMPN 152 Jakarta menghadirkan pembelajaran mendalam yang memanusiakan murid, memberi ruang bertanya, mencoba, dan belajar dari proses, bukan sekadar mengejar angka dan kelulusan.

Dengan kepemimpinan kepala sekolah, kolaborasi guru, dan semangat belajar bersama, pembelajaran mendalam di SMPN 152 Jakarta dapat tumbuh sebagai budaya sekolah yang berpusat pada murid.

Pembelajaran mendalam yang dijalankan secara konsisten di SMPN 152 Jakarta akan melahirkan murid-murid yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bijak, berempati, dan berakhlak.

Sebagaimana semangat pembelajaran mendalam, SMPN 152 Jakarta seharusnya menjadi sekolah yang tidak sekadar mengajarkan pengetahuan, tetapi menumbuhkan makna, karakter, dan kemanusiaan dalam setiap proses belajar.

 

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

Guru Blogger Indonesia

Blog https://wijayalabs.com

Pembelajaran Mendalam di Era Digital

by

Teacher, Trainer, Writer, Motivator, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, Simposium, Workshop PTK dan TIK, Edupreneurship, Pendidikan Karakter Bangsa, Konsultan manajemen pendidikan, serta Praktisi ICT. Sering diundang di berbagai Seminar, Simposium, dan Workshop sebagai Pembicara/Narasumber di tingkat Nasional. Dirinya telah berkeliling hampir penjuru nusantara, karena menulis. Semua perjalanan itu ia selalu tuliskan di http://kompasiana.com/wijayalabs. Omjay bersedia membantu para guru dalam Karya Tulis Ilmiah (KTI) online, dan beberapa Karya Tulis Ilmiah Omjay selalu masuk final di tingkat Nasional, dan berbagai prestasi telah diraihnya. Untuk melihat foto kegiatannya dapat dilihat dan dibaca di blog http://wijayalabs.wordpress.com Hubungi via SMS : 0815 915 5515/081285134145 atau kirimkan email ke wijayalabs@gmail.com atau klik hubungi omjay yg disediakan dalam blog ini, bila anda membutuhkan omjay sebagai pembicara atau Narasumber.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.