Membangun Labschool sebagai Center of Excellence dalam menjawab Tantangan Global dalam Memasuki Era Disrupsi

Membangun Labschool sebagai Center of Excellence dalam menjawab Tantangan Global dalam Memasuki Era Disrupsi

Oleh: Wijaya Kusumah

  1. PENDAHULUAN

Labschool adalah sebuah sekolah yang didirikan pada tahun 1968. Saya membacanya di http://labschool-unj.sch.id/home/sejarahSingkat. Perjalanan sekolah Labschool sangat panjang dan alhamdulillah dapat diterima dengan baik di masyarakat akademik. Setiap pendaftaran siswa baru selalu banyak peminatnya dan terpilihlah siswa terbaik. Membaca sejarah Labschool yang cukup panjang membuat saya dan kawan kawan guru semakin tertarik untuk melakukan inovasi di dalamnya.

Inovasi dalam bidang pendidikan memang menjadi tantangan kita bersama untuk melakukannya. Kita harus bekerjasama melakukan perubahan ini. Membangun supertim yang solid harus dilakukan agar Labschool menjadi tempat berkumpulnya masyarakat berpengetahuan. Kerjasama dalam membangun tim harus terus meningkat.

Center of Excellence harus diterjemahkan menjadi sekolah ramah anak dan berprestasi. Juga mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan di Era Disrupsi. Labschool harus mampu menciptakan calon pemimpin masa depan yang berakhlaqul Karimah. Oleh karena itu semua guru harus dibekali dengan sifat kenabian yaitu sidiq, tabligh, amanah, dan fathonah (STAF).

Tantangan global yang dihadapi harus dijawab dengan membina siswa melalui pendidikan karakter yang baik sehingga terbentuk school culture sekolah yang unggul di masyarakat. Labschool harus mampu mentransformasikan sistem pendidikan yang menjawab tantangan kecakapan hidup di abad 21. Pembelajaran abad 21 harus digiring ke dalam 4 hal yaitu critical thinking and problem solving, creativity and innovation, communication, dan collaboration.

Pada communication peserta didik dituntut untuk memahami,  mengelola,  dan menciptakan komunikasi yang efektif dalam berbagai bentuk dan isi secara lisan, tulisan, dan multimedia. Siswa diberikan kesempatan menggunakan kemampuannya untuk mengutarakan ide-idenya. Pada collaboration, siswa menunjukkan kemampuannya dalam kerjasama kelompok dan kepemimpinan, beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggungjawab. Pada critical thinking and problem solving, siswa berusaha memberikan penalaran yang masuk akal dalam memahami dan membuat pilihan yang rumit dan mampu menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya dengan mandiri. Pada creativity and innovation,  siswa memiliki kemampuan untuk mengembangkan, melaksanakan, dan menyampaikan gagasan gagasan baru kepada yang lain,  bersikap terbuka dan responsif terhadap perspektif baru dan berbeda.

Peranan sekolah Labschool dalam penerapan keempat hal di atas adalah:

  1. Meningkatkan kebijakan dan rencana sekolah untuk mengembangkan keterampilan baru
  2. Mengembangkan arahan baru kurikulum
  3. Melaksanakan strategi pembelajaran yang baru dan relevan atau kebaruan
  4. Membentuk kemitraan sekolah di tingkat regional,  nasional, dan internasional.

Labschool juga harus mampu menyiapkan dan menterjemahkan sistem pendidikan di era digital. Internet sangat membantu manusia dalam berkomunikasi dan berinteraksi walaupun jarak yang melewati batas wilayah negara. Era digital mewajibkan kita untuk mampu menciptakan informasi baru sehingga dalam hitungan detik dapat terhubung dan tersebar ke seluruh dunia. Semua serba online dan nyaris tanpa kertas atau paperless. Sekolah online tak bisa dihindari di saat wabah covid19 belum hilang. Layanan pendidikan yang bersifat online harus menjadi fokus kita dalam melayani orangtua, siswa dan guru labschool lainnya.

Kepala sekolah memiliki peranan paling utama tidak hanya mengisi fungsi managerial di sekolah yang merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi berbagai program sekolah, tetapi juga secara moral dan etik adalah sebagai motor utama dalam arah pengembangan sekolah. Dalam konteks itu, kepala sekolah dituntut untuk memiliki tidak hanya etos kerja profesional, kompetensi sosial, kompetensi manajerial dan kompetensi kewirausahaan, tetapi juga mumpuni dalam pengembangan pendidikan.

Pemahaman terhadap arah dan trend pendidikan global dan adaptif terhadap tren serta kebijakan di tingkat nasional, salah satunya adalah contoh kesiapan dalam pengembangan sekolah-sekolah Labschool. Begitulah kalimat pertama yang saya baca dalam acuan penulisan artikel ini. Labschool sudah seharusnya menjadi komunitas penggerak di negeri yang mayoritas penduduknya tinggal di pedesaan.

Kepala sekolah yang mampu merancang dan melaksanakan program dengan baik serta mampu mengevaluasi program kerjanya bersama tim yang solid, tentu sangat diperlukan dalam membangun labschool menjadi sekolah unggul di masyarakat. Kepala sekolah mampu memimpin gerbong pasukannya agar sampai kepada tujuan yang diharapkan.

Oleh karena itu, semua stake holder yang ada di dalamnya harus mampu bekerjasama sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing. Kepemimpinan kepala sekolah akan teruji dengan berbagai masalah yang dihadapinya. Seperti motto pegadaian, mengatasi masalah, tanpa masalah. Kepala sekolah yang cerdas pasti akan selalu mencari slusi terbaik dari permasalahan yang ada.

B. TUGAS PEMIMPIN DALAM BIDANG PENDIDIKAN

Pada Abad ke-21 ini, labschool sebagai lembaga pendidikan harus berbenah diri. Perubahan dan adanya wabah corona telah mendisrupsi kita sebagai warga dunia yang saling terkoneksi satu dengan lainnya. Labschool sebagai lembaga pendidikan tentu terkena dampaknya. Kita sama-sama belajar dari pandemi Covid-19.

Begitu juga kegiatan di kelas nyata yang sekarang pindah ke kelas maya dengan menggunakan berbagai LMS dan aplikasi video conference. Itulah kecanggihan teknologi. Guru dipaksa mengenal berbagai aplikasi baru dan mampu menciptakan pola belajar efektif dari rumah. Kepala sekolah yang melek teknologi akan berusaha membuat sekolahnya mampu beradaptasi dengan teknologi yang ada.

Bagaimana pendidikan dan sekolah membuka peluang untuk menyiapkan generasi yang siap untuk bersaing dan berkolaborasi dalam lingkup global. Tantangan ini akan dapat dijawab oleh seorang kepala sekolah yang visioner. Labschool setiap tahun telah mengirimkan peserta didiknya untuk belajar dan mengenal budaya sekolah di setiap negara yang dikunjunginya.

Saya sendiri pernah menjadi pendamping anak-anak Labschool ke Jepang untuk belajar di sana. Sekitar 40 siswa kami dampingi untuk belajar di sekolah Jepang dan mengenal budayanya. Kepemimpinan kepala sekolah yang visioner saya lihat sendiri dari negara yang kami kunjungi. Kepemimpinan memiliki peranan sangat penting dalam rangka memastikan pemanfaatan teknologi menjadi bagian permanen dari pengalaman pendidikan dalam pembelajaran. Dengan menciptakan tim yang kuat, membangun dukungan masyarakat, mengelola perubahan secara mumpuni, dan merencanakan keberlanjutan jangka panjang, para pemimpin yang terampil dapat memberdayakan sistem sekolah tidak hanya untuk menggunakan perangkat seluler.

Saling bersinergi dengan pimpinan badan pengelola sekolah (BPS) labschool di bawah yayasan pembina Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Sebagai sekolah yang dikelola dan dikembangkan oleh UNJ, tentu kepala sekolah harus terus berkomunikasi dengan baik dan menjalin keharmonisan dalam menyiapkan dan menerjemahkan sistem pendidikan di Era Digital.

Sebagai pengingat, tujuan akhir dari sekolah tentu adalah kompetensi peserta didik. Adapun cakupan kompetensi yang dituntut Abad 21 mencakup: Pendidikan karakter (ciri dan atribut pribadi seperti tanggung jawab, ketekunan, dan empati);

  • Kewarganegaraan (pengetahuan tentang isu-isu global, rasa hormat terhadap budaya lain, keterlibatan dalam isu kemanusiaan dan lingkungan);
  • Komunikasi: kemampuan berkomunikasi secara efektif dan aktif mendengarkan pendidk;
  • Pemikiran kritis, pemecahan masalah dan membuat keputusan yang efektif;
  • Kolaborasi: bekerja dalam tim, belajar dari dan berkontribusi pada pembelajaran orang lain dan berkolaborasi dengan beragam individu; dan
  • Kreativitas dan imajinasi: mempertimbangkan dan mengejar ide-ide baru, dapat memimpin orang lain dan berwirausaha.

C. TANTANGAN LABSCHOOL DALAM MENYIAPKAN SISTEM  PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL.

Ada banyak tantangan yang akan dihadapi Labschool dalam membenahi sistem pendidikan di Indonesia. Walaupun sudah berpengalaman dari tahun 1968 dalam mengelola sekolah, Labschool diharapkan mampu melakukan inovasi baru di bidang pendidikan. Sekolah laboratorium yang dulu digagas oleh IKIP Jakarta dan bersama IKIP lainnya di seluruh Indonesia harus mulai berbenah diri dan mulai melakukan analisis SWOT. Apa yang dimaksud dengan analisis SWOT?

Pengertian Analisis SWOT adalah suatu metode perencanaan strategis untuk mengevaluasi faktor-faktor yang berpengaruh dalam usaha mencapai tujuan, yaitu kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats), baik itu tujuan jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan begitu Labschool akan mampu mengukur dirinya dalam menterjemahkan sistem pendidikan di era digital.

Model pembelajaran Blended Learning nampaknya akan banyak dipakai labschool untuk pembelajaran secara online dan offline. Kepemimpinan kepala sekolah tentu sangat diperlukan dalam meramu strategi pembelajaran agar Labschool berprestasi dan mampu beradaptasi di era digital sekarang ini.

Perkembangan teknologi di era digital saat ini bukanlah hambatan dalam mendidik generasi penerus bangsa. Kecanggihan teknologi justru menjadi media bagi lembaga pendidikan dalam menyiapkan generasi masa depan. Bagaimana pendidikan menjawab tantangan zaman sehingga bisa melahirkan anak-anak yang dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman (pengetahuan dan teknologi), sekaligus tetap menjaga nilai-nilai moral yang luhur di masyarakat. Budaya bangsa seharusnya dilestarikan dan bukan budaya dari luar negeri yang belum tentu cocok dengan negera kepulauan seperti Indonesia. Labschool harus menjadi pusat dalam mengembangkan budaya sekolah dan pendidikan karakter bangsa.

Pendidikan terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu seiring perkembangan zaman. Memasuki era digital seperti saat ini, perkembangan anak didik sangat berbeda dengan zaman dulu. Misalnya saja dari segi permainan. Jika anak-anak pada zaman dulu masih banyak yang memainkan permainan tradisional, anak-anak zaman sekarang sangat jarang yang pernah atau bisa memainkannya. Justru mereka lebih akrab dengan permainan dalam aplikasi sebuah gadget.

Tidak bisa dipungkiri bahwa internet sendiri bukan lagi barang langka bagi generasi masa kini. Bahkan internet menjadi makanan sehari-hari mereka. Perkembangan sekarang ke era digital, internet di gadget sudah gampang banget, jadi bukan suatu hal yang mewah lagi. Seiring berjalannya waktu, kemajuan teknologi dan kemudahan melakukan berbagai aktivitas berisiko menjauhkan anak dari nilai-nilai luhur di masyarakat.

Banyak kasus yang terjadi pada anak-anak yang akrab melakukan aksi bullying (kekerasan kepada orang lain yang sebaya), menjadi individualis, dan kurang bisa bersosialisasi di masyarakat. Belum lagi mudahnya mengakses informasi membuat anak-anak lebih dini mengenal tentang seksualitas. Anak-anak di pedesaan maupun di perkotaan sama-sama terkepung perkembangan zaman. Jika tidak dibentengi ini akan sangat berbahaya bagi perkembangan diri mereka. Kami meramunya dalam kegiatan latihan dasar kepemimpinan siswa yang disingkat LDKS.

Labschool sebagai lembaga pendidikan dituntut mampu menyelaraskan antara perubahan zaman yang ditandai dengan kecanggihan teknologi dengan nilai-nilai budi pekerti. Dengan begitu, maka sekolah bisa menjadi benteng moral bagi anak-anak sehingga mereka dapat tumbuh beriringan dengan teknologi dan memanfaatkannya untuk hal-hal yang positif.

Tak heran jika pemerintah mengeluarkan kebijakan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter yang harus dijalankan setiap institusi pendidikan. Hal ini dilakukan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa/karsa, olah pikir, dan olah raga dengan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Penguatan Pendidikan Karakter bertujuan untuk membangun dan membekali peserta didik sebagai generasi penerus guna menghadapi dinamika perubahan di masa depan.

Namun jauh sebelum Peraturan Presiden (perpres) dikeluarkan, banyak sekolah yang sudah menerapkan pembelajaran budi pekerti untuk menunjang pendidikan karakter pada siswanya. Banyak instansi pendidikan yang hadir dengan membawa visi dan misi yang mengarah pada penguatan karakter, baik di sekolah umum, sekolah berbasis agama, maupun lainnya. Masing-masing sekolah pun memiliki gaya tersendiri dalam mewujudkan visi dan misi yang mengarah pada pengembangan karakter. Sekolah tentu ingin melahirkan anak-anak berkualitas yang berkarakter baik.

Pendidikan memang harus mampu menghadapi tantangan Zaman, karena itu peran sekolah dalam membina karakter anak-anak menjadi sangat penting. Pengetahuan, keterampilan, dan moralitas yang tinggi menjadi pondasi yang kuat bagi setiap anak dalam menjalani kehidupannya. Dengan pendampingan dan pendidikan yang tepat maka mereka akan mampu beradaptasi dengan lingkungan dan zamannya.

Labschool harus memiliki kelas berbasis riset dimana guru terbiasa meneliti di kelasnya sendiri dengan fasilitas yang ada. Apalagi saat ini, guru harus mampu berinovasi dan kreatif di kelas maya saat virus corona semakin merajalela. Pembelajaran yang biasa dilakukan di kelas secara tatap muka, kini harus melalui kelas maya secara virtual dengan berbagai aplikasi.

Ketersediaan sarana dan prasarana di ruang kelas sangat dibutuhkan dalam pembelajaran di kelas nyata. Namun sekarang, kita juga harus menyiapkannya di kelas maya. Tentu saja pembelajaran di kelas modern akan sangat sedikit menggunakan kertas. Sebab semuanya serba digital. Guru harus mampu menyiapkan materi pelajarannya dalam bentuk digital. Sehingga mudah disebarluaskan kepada peserta didiknya. Mereka dengan mudah dapat menangkap materi pelajaran yang diberikan oleh guru di sekolah. Guru menjadi konten kreator, dan harus mampu membuat media pembelajarannya.

Kelas yang modern berbasis penelitian menjadi fokus utama dalam pembelajaran digital di era revolusi industri 4.0 dan di masa pandemi Covid-19. Guru harus mampu meneliti di kelasnya sendiri dengan fasilitas yang ada di sekolah. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menjadi salah satu metodenya. Guru mampu merencanakan, melaksanakan, mengamati dan melakukan refleksi diri dari apa yang sudah dilakukannya di kelas. Baik di kelas nyata secara lngsung maupun di kelas maya secara virtual.

Kepala sekolah yang visioner sangat dibutuhkan perannya dalam mewujudkan itu. Sebagai kepala sekolah tentu harus mampu melaksanakan program sekolah yang sesuai dengan 8 standar nasional pendidikan. Mulai dari Standar Kompetensi Lulusan (SKL), standar isi, standar proses, standar pendidikan dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan pendidikan sampai standar penilaian pendidikan. Juga standar kesehatan dan keamanan bagi guru-gurunya. Kepala sekolah yang baik akan mampu berbagi tugas dan melakukan kolaborasi antar matapelajaran sangat dibutuhkan dalam masa pandemi ini.

Sekarang ini guru harus berada selama 8 jam di sekolah. Saat covid-19 mewabah, guru di Labschool mengajar hanya sampai pukul 12.00 WIB. Semua guru harus merasakan kenyamanan dalam melakukan pembelajaran di kelasnya masing masing. Baik kelas nyata maupun kelas maya. Mulai dari bel pertama dibunyikan sampai bel jam terakhir selesai. Wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana harus mampu bekerjasama dengan wakil bidang akademik dan kesiswaan. Sebab semuanya saling terkait dan melengkapi. Mereka seperti tubuh yang satu, bila ada anggota tubuh yang sakit, maka yang lainnya ikut sakit.

D. TUGAS POKOK KEPALA SEKOLAH

Kegiatan akademik, non akademik, kesiswaan, dan sarana prasarana serba digital yang memadai harus dibuat dalam rancangan Anggaran Pengeluaran Belanja Sekolah (RAPBS) yang biasanya dibuat sebelum tahun ajaran baru berlangsung. Pimpinan sekolah sudah merencanakan apa saja yang harus dikerjakan. Sesuai dengan permendikbud no.6 tahun 2018.

Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Kepala Sekolah berdasar-kan Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018. Mengacu pada Pasal 15 Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah, dinyatakan bahwa Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Kepala Sekolah adalah sebagai berikut:

  1. Beban kerja Kepala Sekolah sepenuhnya untuk melaksanakan tugas pokok manajerial, pengembangan kewirausahaan, dan supervisi kepada Guru dan tenaga kependidikan.
  2. Beban kerja Kepala Sekolah bertujuan untuk mengembangkan sekolah dan meningkatkan mutu sekolah berdasarkan 8 (delapan) standar nasional pendidikan.
  3. Dalam hal terjadi kekurangan guru pada satuan pendidikan, Kepala Sekolah dapat melaksanakan tugas pembelajaran atau pembimbingan agar proses pembelajaran atau pembimbingan tetap berlangsung pada satuan pendidikan yang bersangkutan.
  4. Kepala Sekolah yang melaksanakan tugas pembelajaran atau pembimbingan, tugas pembelajaran atau pembimbingan tersebut merupakan tugas tambahan di luar tu gas pokoknya.
  5. Beban kerja bagi kepala sekolah yang ditempatkan di SILN selain melaksanakan beban kerja juga melaksanakan promosi kebudayaan Indonesia.

E. KELAS MODERN BERBASIS RISET.

Kelas yang modern itu tidak melulu harus berbasis ICT. Sebab belum tentu setiap sekolah dapat mewujudkannya. Kecuali, di SMP Labschool Jakarta yang penulis sudah berada di dalamnya dari tahun 1994 hingga sekarang ini. Sekolah berbasis ICT dan Riset sudah seharusnya dilakukan agar SMP Labschool Jakarta unggul di mata masyarakat berpengetahuan. Begitu juga dengan sekolah Labschool lainnya.

Sudah seharusnya di meja guru ada komputer yang sudah siap terhubung ke slide proyektor dan terkoneksi ke internet. Guru tak perlu lagi membawa laptop ke kelas. Guru tinggal menayangkan materi ajarnya dari internet atau dari server yang terhubung dengan jaringan intranet sekolah. Pembelajaran elearning bisa langsung dilakukan tanpa harus terkoneksi dengan internet. Sebab semua materi ajar guru sudah ada di server sekolah.

Pimpinan sekolah tinggal memonitor keadaan setiap kelas melalui CCTV yang terpasang di setiap kelas. Bila ada guru yang tidak masuk akan dapat dengan mudah diketahui dan diganti oleh guru piket yang bertugas di jam itu. Sehingga tak ada kelas yang kosong tanpa guru. Begitu juga di kelas maya, bila ada guru yang tidak hadir, dapat digantikan dengan guru lainnya, karena terpantau oleh pimpinan sekolah.

PAPERLESS atau kelas tanpa kertas sudah bisa diterapkan sejak lama karena sangat mudah untuk diterapkan. Didalam kelas menggunakan smartphone (tab) masing-masing siswa. Jaringan WIFI didalam kelas = Intranet dan Internet. Jika hanya Intranet saja tidak ada masalah otomatis smartphone (tab) yang digunakan tanpa Internet jadi lebih FOKUS ke Isi konten yang ada. Isi konten yang mengisi dari pihak sekolah misalnya guru/administasi TU. Semua itu harus disesuaikan dengan kebijakan sekolah. Sudah saatnya ponsel pinter diizinkan masuk ke ruang kelas kita. Guru dan orang tua siswa harus sama sama ikut terlibat dalam proses pengawasannya dan menjadi pemandunya.

Dalam pembelajaran digital, semua siswa akan terlayani dengan baik dan merasakan pembelajaran yang menyenangkan dengan suasana ruangan yang sejuk dan bersih. Kebersihan kelas terjaga dengan baik dan tidak ada pemadaman listrik dari PLN. Bila ini terjadi harus ada solusi agar siswa tetap belajar dengan nyaman, walaupun AC mati dan listrik tidak menyala. Salah satu solusinya adalah menyediakan ruangan terbuka dengan penghijauan tanaman di lingkungan sekolah. Peran Karyawan pramubakti sangat penting dalam menjaga kondisi kelas dan ruangan lainnya tetap bersih dan nyaman.

F. PENUTUP

Labschool akan benar-benar menjadi rumah kedua. Mereka betah berada di kelas karena sarana dan prasarananya sangat menunjang. Semua siswa merasakan kenyamanan sehingga sekolah menjadi rumah kedua sebagai tempat untuk belajar, berprestasi dan mengembangkan potensi unik siswa. Bakat dan minat siswa terasah dengan baik. Siswa tergali potensinya dengan kegiatan ekstrakurikuler yang terjadwal.

Salah satu yang tidak kalah penting adalah tentang pengelolaan kelas di sekolah. Kelas yang terjaga kebersihannya, dan fasilitas lengkap akan membuat mereka betah selama 8 jam berada di sekolah. Kebersihan sebagian daripada iman. Guru harus mampu menanamkan penguatan pendidikan karakter kepada para siswanya. Mereka harus diajari pentingnya menjaga kebersihan di kelas. Dari pagi hingga sore hari.

Terus terang harus diakui, siswa SMP Labschool Jakarta belum mampu menjaga kebersihan kelasnya masing-masing. Hal ini membuat sekolah kita belum pernah mendapatkan penghargaan sebagai sekolah terbersih tingkat nasional. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah terus menerus mengajak siswa agar membuang sampah pada tempatnya dan menjaga agar piket kebersihan kelas berjalan baik. Kemampuan mengelola kelas ini harus dipantau dari berjalannya kepengurusan kelas. Ketua kalas harus diberikan kesempatan untuk memimpin kelasnya dengan baik.

Sebagai salah satu sekolah rujukan dari kementrian pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia, SMP Labschool Jakarta sering dikunjungi sekolah-sekolah dari Negara lain. Sarana dan prasarana yang memadai dan lengkap tentu akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah kita. Semua itu terwujud kalau Labschool telah melengkapi standar sarana dan prasarana sesuai dengan 8 standar nasional pendidikan.

Visi dan misi sekolah SMP Labschool Jakarta harus dituliskan dengan jelas. Kita harus mampu menetapkan dulu visi dan misi bidang akademik, kesiswaan dan sarana prasarana sekolah yang tentu saja disetujui oleh kepala sekolah dan pimpinan sekolah lainnya. Jadi sekolah cerdas atau Smart School berbasis TIK dan Riset adalah salah satu contohnya. Dari hasil riset inilah kita bergerak bersama dosen UNJ yang akan memberikan masukan dan saran untuk pembelajaran di kelas modern.

Kelas modern berbasis riset dan pembelajaran digital di era revolusi industry 4.0 dan Covid-19 akan terjadi bila kepala sekolah memahami tupoksi, melakukan inovasi dan memahami misi dan visi sekolah dengan baik. 

Daftar Bacaan:

Bincang Daring Belajar Informatika

Bincang Daring

AYO BELAJAR INFORMATIKA DARI SD, SMP, DAN SMA SERTA SIMDIG DI SMK

Hari : Sabtu, 25 Juli 2020
Waktu : 09.00 – 12.00 WIB

Keynote Speaker :
Prof. Dr. Richardus Eko Indrajit
(Pembina IGTIK PGRI)

Narasumber :
Siska Ratna Dianti, S.Kom.
(Koordinator Penulis Informatika SD)

Putranto Kharisma Adhi, S.Kom.
(Koordinator Penulis Informatika SMP)

Hj. Deswati, M.Pd.
(Koordinator Penulis Informatika SMA)

Pebi Pebriadi, S.Kom., M.M., M.T.
(Koordinator Penulis Informatika SMK)

Moderator :
Wijaya Kusumah M.Pd.
(Sekjen Ikatan Guru TIK/KKPI PGRI)

Fasilitas :

  • eSertifikat

Pendaftaran :

  • 0811 2862 055
  • https://bit.ly/DAFTAR-INFORMATIKA
  • atau Scan QR Code

dirumahaja

stayathome

jagajarak

socialdistancing

physicaldistancing

BukuInformatika

penerbitandi

andipublishercom

Narasumber Guru Menulis dan Menerbitkan Buku 20-24 Juli 2020

narsum guru menulis

Assalamu’alaikum Pak Akbar, hari Senen, 20 Juli 2020, pukul 19.00 wib, bisa ya jadi narsum di wa group PGRI? Waalaikum salam. Bisa InsyaAllah. Materinya yang kemarin ya: “Langkah-langkah Menulis Buku”

https://www.youtube.com/watch?v=uM–femtfCg
channel youtube akbar zainudin
Profil Akbar

Assalamu’alaikum, hari Rabu, 22 Juli 2020, pukul 19.00 wib siap ya jadi narsum lagi di wa group PGRI? Inshaa Allah, siap, abah Jay. Materinya PTK jadi BUKU ya!

Profil Cak Lukman

Lukman Hakim
P3G Jawa Timur
Penerbit Delta Pustaka
Blogger: kelaskuonline.id
Vlogger: kelasku online

https://www.youtube.com/watch?v=Ec0WXYcx-5Q

Assalamu’alaikum, hari Jumat, 24 Juli 2020 pukul 19.00 wib siap ya jadi narsum di WA Group PGRI? Siap Omjay! Materinya apa om….? Menulis semudah berbicara dengan Wrting Plus.

Biodata
Nama : Sri Melni, S.Kom
Pddk : S1 manajemen Informatika komp
Guru SMPN 1 Gunung Talang
Kab Solok Sumbar

Ttl : Solok, 11 Mei 1976

 

Ini pakaian bundo kanduang om..

Ibu Sri Melni, blogger https://www.kompasiana.com/srimelni

Sri Melni Guru SMPN 1 Gunung Talang, Sumataera Barat.

https://rosianafebriyanti.blogspot.com/2020/01/menulis-semudah-tersenyum-bersama-bu.html

Ibu Sri Melni adalah guru SMP yang gemar menulis buku, pegiat literasi dari Solok, Sumatera Barat. Beliau mengajarkan cara menulis dengan suara menggunakan aplikasi write plus yang diunduh terlebih dahulu di playstore, kemudian para peserta workshop diminta mengunduh aplikasi write plus dan mencobanya sendiri.

https://www.youtube.com/watch?v=xBK6Jw2OvBw
sri melni chanel
https://www.youtube.com/watch?v=wmE8K-ZLU9w
bimtek Talang babongo

Selamat belajar menulis kepada 3 orang narasumber hebat dan berprestasi ini. Sampai jumpa di kuliah Online di WA Group bersama Omjay dan narasumber Indonesia lainnya. Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi.

 

Salam Blogger Persahabatan

Omjay, Guru Blogger Indonesia

Blog https://wijayalabs.com

https://www.youtube.com/watch?v=waZBZrDu3AU

Inilah 9 Orang Guru Blogger yang Beruntung Minggu ini!

Bapak dan Ibu guru yang omjay sayangi dan banggakan. Setelah membaca blog bapak dan ibu guru, berikut ini kami umumkan 9 orang guru blogger yang beruntung mendapatkan hadiah kejutan dari penerbit andi Yogyakarta.

Kesembilan alamat blog tersebut adalah:

  1. http://notewiwinwintarsih.blogspot.com/2020/07/mengubah-krisis-menjadi-peluang.html
  2. https://praptiprayitno.blogspot.com/2020/07/menulis-buku-populer-semudah-menulis.html
  3. https://abithea-kartini.blogspot.com/2020/07/resume-15-juli.html
  4. http://ninibelajar.blogspot.com/2020/07/menembus-penerbit-nasional.html,
  5. https://aniksudarwati22.blogspot.com/2020/07/m-anwar-djaelani-cakap-menulis-dari.html
  6. https://agathefisika.blogspot.com/2020/07/tips-menulis-artikel.html
  7. https://nyakbaye.blogspot.com/2020/07/cara-menembus-penerbit-nasional-bersama.html?m=1
  8. https://dhewis.blogspot.com/2020/07/resume-kuliah-menuis-online-ke-21.html
  9. https://palusweinulis.blogspot.com/2020/07/menjangkau-pikiran-pembaca.html

Omjay ucapkan selamat kepada bapak dan ibu guru yang alamat blognya ada dalam kesembilan blog di atas. Mohon segera menghubungi nomor WA Omjay di 08159155515. Kirimkan nama lengkap, alamat lengkap, dan nama penerima buku yang akan dikirimkan oleh penerbit Andi Yogyakarta.

Bagi bapak dan ibu guru yang membutuhkan buku Informatika SMP dan SMA, dapat menghubungi bapak Agus Subardana di WA 0811-2936-680

Bagaimanakah Cara Menciptakan Pola Pembelajaran yang Efektif dari Rumah?

Bagaimana menciptakan Pola Belajar yang Efektif dari Rumah?

Sejak wabah Corona melanda dunia, termasuk Indonesia yang telah lebih 4 bulan lamanya , salah satu dampak dari pandemi covid19 ini adalah kegiatan pembelajaran antara siswa dan guru terpisah oleh ruang dan waktu dengan pembelajaran jarak jauh yang biasa disingkat PJJ. Pembelajaran terpaksa dilaksanakan dari rumah masing-masing. Siswa dan guru sama-sama belajar dari rumah (BDR). Hal yang perlu diperhatikan dari pembelajaran jarak jauh ini agar tercipta pola belajar yang efektif adalah “disini senang, disana senang” guru dan siswa harus sama-sama senang.

https://youtu.be/GS7k6eR1QIs
Pesan Mendikbud

Ada beberapa unsur yang harus diperhatikan agar dapat menciptakan Pola Belajar yang Efektif dari Rumah yaitu :

Pola : menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 885) pola adalah suatu system kerja atau cara kerja sesuatu. Sedangkan menurut Kamus antropologi, pola adalah rangkaian unsur-unsur yang sudah mantap mengenai suatu gejala dan dapat dipakai sebagai contoh dalam menggambar atau mendeskrifsikan gejala itu sendiri (Suyoto, 1985: 327).

Belajar adalah suatu proses perubahan kepribadian seseorang dimana perubahan tersebut dalam bentuk peningkatan perilaku, seperti peningkatan pengetahuan, keterampilan, daya pikir, pemahaman, sikap, dan berbagai kemampuan lainnya. Menurut Skiner, pengertian belajar adalah suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlaku secara progresif. Sedangkan C.T Morgan mendefinisikan belajar adalah suatu perubahan yang relative dalam menetapkan tingkah laku sebagai akibat dari pengalaman yang telah lalu.

https://www.youtube.com/watch?v=rshK-8qacLA&list=UUa3LCo2Zjy_h_NaWz1V2jOw

Bisa dibaca di https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-belajar.html  

Efektif bisa diartikan sebagai suatu yang dapat mencapai tujuan maksimal yang diharapkan. Pengertian efektif merupakan suatu usaha yang dilakukan secara maksimal sesuai yang diharapkan, selain itu efektif juga bisa diartikan sebagai salah satu usaha yang tidak pernah lelah sebelum harapan yang di inginkan belum tercapai. (https://pengertiandefinisi.com/pengertian-efektif/). Sementara rumah adalah salah satu bangunan yang dijadikan tempat tinggal selama jangka waktu tertentu. Rumah yang nyaman dapat memberikan kenyamanan bagi yang menepati rumah tersebut.

Berdasarkan definisi-definisi diatas, pola Belajar efektif dari rumah dapat diartikan sebagai suatu susunan kegiatan yang dapat di gunakan untuk melakukan proses perubahan tingkah laku yang maksimal dari suatu tempat yang nyaman agar dihasilkan sesuai dengan yang diharapkan.

Sumber: https://www.kompasiana.com/isardasukitasim/5ead48f5d541df3a7323d8e5/menciptakan-belajar-efektif-dari-rumah?page=1

Dari pengertian diatas agar siswa dan guru sama–sama senang dan tercipta pola pembelajaran yang efektif dari rumah, maka yang perlu diperhatikan adalah :

  1. Siswa dan guru harus memiliki internet yang lancar, media utama dalam pembelajaran jarak jauh adalah internet, jika akses internet siswa atau guru mengalami masalah, maka pembelajaran bukan lagi menyenangkan akan tetapi menegangkan.
  2. Pola atau cara kerja yang diciptakan harus menarik, misal sebelum pembelajaran dalam jaringan atau daring menarik, guru harus sudah siap dengan materi yang akan disampaikan apa itu dalam bentuk powerpoint, atau web. Juga bisa berbentu video atau gambar.
  3. Efektif yaitu bagaimana usaha antara guru dan siswa semaksimal mungkin dalam menggunakan media khususnya internet dalam pembelajaran jarak jauh.
  4. Guru membuat Jadwal, sehingga setiap siswa harus membuat jadwal harian dari bangun tidur hingga tidur kembali, jika sudah membuat jadwal maka mereka akan lebih tertib belajarnya, jika pembelajaran melalui internet disini perlu peran orang tua untuk mendampingi putra-putrinya dan bekerjasama dengan  guru untuk menyampaikan laporan atau bimbingan melalui wa group. Peran orang tua sangat penting dalam belajar dari rumah.
  5. Gunakan teknologi yang ada untuk menciptakan pola pembelajaran yang efektif dari rumah. Bila adanya hanya WA Group, gunakan WA Group tersebut dengan memadukan antara teks, foto dan video.
sekolah merdeka menurut kemdikbud

Kesimpulan materi hari ini adalah untuk menciptakan pola pembelajaran efektif dari rumah:

  1. Guru dan siswa harus sama-sama senang
  2. Guru harus mempunyai peta kelas atau kondisi siswa di rumah dengan begitu guru bisa membuat pola mengajar yang sesuai dengan kondisi siswa.
  3. Setiap siswa harus membuat jadwal,  guru bekerja sama dengan orang tua untuk mendampingi putra-putrinya untuk melaksanakan pembelajaran yang sudah terjadwal dan lakukan diskusi atau komunikasi lewat wa group jika diperlukan.

Seorang guru bertanya tentang pembelajaran yang efektif dari rumah. Apakah jadwal belajarnya di tentukan oleh guru berdasarkan jadwal pelajaran seperti hari-hari biasa ataukah dirubah? Apakah pembelajarannya lebih menekankan kepada pembentukan karakter mandiri yang berefek pada keseharian siswa? Lalu untuk pencapaian ranah kognitifnya dapat kita ukur dalam satu hari satu mapel atau bagaiman untuk jenjang sekolah dasar?

Jawaban saya, jadwal di setiap kelas jelas harus berubah, tidak sama dengan tatap muka di sekolah, pembelajaran lebih kepada 3 hal yaitu literasi, numerasi, karakter dengan memadukan iptek dan imtak. Sedangkan untuk penilaian guru dapat melakukan penilaian berbasis proyek atau potofolio, dan disesuaikan dengan kondisi murid sekolah dasar.

https://www.youtube.com/watch?v=6qS_4utMSjE

Assalamualaikum Om Jay, saya Candra dari MTsN 1 Langkat Sumatera Utara, menurut Om, mungkin tidak bila sistem pembelajaran daring nantinya bila frasa siswa atau guru lebih nyaman..akan mmberi efek pada pembelajaran konvensional yang lazim kita laksanakan sebelum wabah Corona terjadi? Kalau mamang ada efek tidak baiknya, apa kira-kira langkah yang bisa kita lakukan Om? Terimakasih.

Jawaban: walaikum salam Candra, mungkin nanti akan terjadi pembelajaran blended learning, ada tatap muka di kelas dan ada tatap muka di dunia maya, oleh karena itu guru harus belajar sepanjang hayat supaya tidak tergantikan oleh teknologi modern. Untuk keberhasilan pembelajaran daring yang efektif kepada siswa yang terkendala tidak memiliki HP atau jaringan yang lemot  bgm solusinya? solusinya gunakan teknologi yg ada. kalau yang ada kertas atau buku, maka gunakan itu, sebab mau tidak mau, suka atau tidak suka, siswa dan guru akan dipaksa menggunakan teknologi baru untuk meningkatkan SDM unggul.

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi.wabarakatuh.

Om Jay, selama BDR ini, disekolah kami melaksanakan pembelajaran melalui group WA.Di akhir pertemuan, guru memberi tugas sebagai instrumen penilaian. Namun sayang, ternyata yang mengumpulkan tugas hanya maksimal 75% siswa saja. Bagaimanakah cara yang bisa kita tempuh agar siswa juga aktif mengumpulkan tugas tsb? Terima kasih.Wiji – malang.

Jawaban: walaikum salam, jangan dipaksa, biarkan mereka mengerjakan tugasnya dengan sukarela. Kita cukup mengingatkan saja bila ada murid atau siswa yang belum mengumpulkan tugasnya, orang tua harus diberitahu karena kerjasama guru dan ortu sangat penting dalam pembelajaran yang efektif dari rumah.

Setelah sholat tahajud saya membuka aplikasi wa. Ada pesan masuk dari dirjen GTK kemdikbud, bapak Iwan Syahril. Beliau mengirimkan file word kata sambutan untuk buku terbaru kami.  Judulnya menciptakan pola pembelajaran yang efektif dari rumah.

Sewaktu hari pendidikan nasional, kami mengadakan lomba blog.  Alhamdulillah diikuti oleh 47 orang peserta. Mereka berbagi cerita dan pengalamannya dalam berinteraksi dengan siswa melalui dunia maya selama wabah Corona. Tulisannya keren-keren dan membuat saya termotivasi untuk membukukannya. Sayang kalau hanya tersimpan di blog mereka saja. Dengan semangat 45 saya mencoba merajutnya.

https://www.youtube.com/watch?v=2dnhJoZmewc

Dengan bantuan ibu Capri dari Aisei dan ibu Hati dari Penerbit Tata Akbar Bandung akhirnya draft buku ini jadi. Lalu saya mintakan beberapa tokoh pendidikan untuk memberikan kata pengantar atau sambutan.

Tentu saja yang saya minta lebih dulu adalah sambutan ibu ketua umum PB PGRI, Bunda Prof. Unifah Rosyidi dan beliau sangat menyambut baik adanya buku ini. Setelah itu,  saya menghubungi beberapa pejabat kemdikbud yaitu pak Hamid Muhammad plt. Dirjen Paud dan Dikdasmen dan pak Iwan Syahril dirjen GTK Kemdikbud. Alhamdulillah keduanya telah mengirimkan file sambutannya.

Salah seorang tokoh pendidikan Indonesia yang saya kenal juga saya mintakan kata sambutan. Alhamdulillah Prof. Wardiman Djojonegoro mantan mendikbud siap memberikan kata sambutan.

omjay di Jawa Pos

Setelah dibaca ulang oleh kawan kawan penulis, ada beberapa perbaikan dalam proses editing. Semuanya sudah dikirimkan ke ibu Hati yang baik hati. Ternyata membuat buku yang bagus dan berkualitas tidak bisa tergesa gesa. Saya harus menyabarkan diri memeriksa halaman demi halaman agar lebih enak dibaca dan bermakna bagi pembaca.

Akhirnya buku menciptakan pola pembelajaran yang efektif dari rumah siap dipesan dan bu hati sedang menghitung berapa harganya.

draft cover buku yang akan diterbitkan

Pemesanan buku dapat di klik di https://penamrbams.id/pemesanan-buku-menciptakan-pola-pembelajaran-yang-efektif-di-rumah/.  Silahkan yang mau pesan sebelum kehabisan!

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

Guru Blogger Indonesia

Blog https://wijayalabs.com