Surat Untuk Anies Baswedan

Yth Bapak Mendikbud R I Bapak Anies Baswedan.

Semoga pak Anies Baswedan dalam keadaan sehat dan bisa terus blusukan melihat langsung pembelajaran di sekolah-sekolah kita. Dari sana bapak akan menentukan dan memutuskan kebijakan-kebijakan penting di dalam bidang pendidikan.

Salah satu keputusan penting itu adalah masalah mata pelajaran TIK dan KKPI yang dihapuskan dalam kurikulum 2013. Serta masalah linieritas guru-gurunya yang merupakan aset bangsa ini. Kami mengusulkan agar mata pelajaran TIKdan KKPI masuk kembali dalam struktur kurikulum. Oleh karena itu permendikbud tentang struktur kurikulum dari mulai SD, SMP, SMA, dan SMK harus diganti.

Kami berharap Bapak mendikbud segera mengembalikan mata pelajaran TIK, dan KKPI kembali berada di dalam struktur kurikulum tingkat satuan pendidikan atau KTSP2006. Kembalikan saja kurikulum ke KTSP lagi semuanya. Sebab kurikulum ini yang sangat cocok dengan kondisi indonesia yang luas. Kurikulum 2013 hanya cocok diterapkan di luar negeri dan bukan negeri sendiri.

KTSP 2006 itu sudah bagus dan perlu dikembangkan menjadi kurikulum yang memiliki kearifan lokal di era global. Tidak semua hal bagus di luar negeri sana dapat diterapkan di negeri ini, jadilah mulai dengan kepercayaan diri seperti Ki Hajar Dewantara membangun sekolahnya dengan budaya sekolah dan organisasi yang bisa diterapkan hingga kini.

Layanan TIK dalam permendikbud no 68 tahun 2014 harus dihapuskan, karena akan membunuh guru-guru yang tidak linier namun memiliki kompetensi baik. Hal itu terbukti dari sudah lulusnya mereka dalam program sertifikasi guru dan uji kemampuan guru.

Pak Kamal Yusuf menuliskan, “Siswa sayapun begitu khususnya kelas yang nantinya mengikuti ujian online tahun depan!!! Hal lain mengenai layanan tik bagi saya itu bullshit alias omong kosong buktinya disekolah saya belum diterapkan yang namanya layanan tik itu memberi arti bahwa layanan tik tidak jelas maksud dan tujuannya begitu pula penerapan dan pelaksanaannya!”

Kembalikan matpel TIK dan KKPI berada dalam tempatnya semula. Tahun ajaran besok di sekolah sasaran kurikulum 2013, semoga sudah kembali lagi diajarkan. Sebab anak Indonesia sangat merindukan mata pelajaran ini. Mereka selalu bertanya kapan belajar tik lagi?

Pembelajaran Mutlak Butuh Teknologi Informasi dan Komunikasi

belajar tik

Mas Menteri kami ingin belajar matpel tik

Globalisasi telah memicu pergeseran dalam dunia pendidikan dari sekadar tatap muka (konvensional) ke arah pendidikan yang lebih terbuka, luwes, dan dapat diakses siapapun dan dimana pun.

Dalam kehidupan sekarang dan di masa mendatang, teknologi informasi dan telekomunikasi secara mutlak menjadi sektor dominan dalam semua bidang, satu di antaranya adalah pendidikan. Seluruh aspek yang terlibat dalam bidang pendidikan mau tidak mau harus melek terhadap Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

“Perkembangan TIK di Indonesia terutama di bidang pendidikan tidak dipungkiri masih tertinggal jauh jika dibandingkan negara-negara lain seperti Cina, Singapura, Malaysia, dan India. Negara- negara tersebut lebih maju jika dilihat dari sisi pengetahuan dan pemanfaatan TIK,” ungkap pengajar TIK di SMP Labschool Jakarta Wijaya Kusumah saat berada di Fakultas Teknologi Informasi (FTI) UKSW Salatiga.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Jateng, Rabu (11/2/2015), Wijaya mengutarakan, pendidikan tidak dapat terlepas dari TIK karena proses pembelajaran dalam pendidikan akan lebih cepat dan efektif ketika dapat memanfaatkan TIK. Setidaknya ada dua fungsi utama TIK yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

“Yakni sebagai alat atau tools, dalam hal ini TIK digunakan sebagai alat bantu bagi siswa untuk membantu pembelajaran. Lalu sebagai ilmu pengetahuan, yaitu sebagai bagian dari disiplin ilmu yang harus dikuasai oleh siswa,” katanya.

http://jateng.tribunnews.com/2015/02/11/wijaya-pembelajaran-pendidikan-mutlak-butuh-teknologi-informasi