Bali Tak Seindah Dulu

Wijaya di Bali

Wijaya di Bali

Pagi ini saya kembali ke Jakarta setelah melepas liburan sekolah dan melakukan studi banding ke SMP negeri 1 Denpasar. Banyak pelajaran yang saya dapatkan dari kunjungan dan rekreasi ke Bali. Namun Bali Pasca Bom Bali Tak seindah dulu, perlu penataan dan publikasi besar-besaran agar Bali seperti dulu lagi. Indah dan mempesona. Setiap bagian pulaunya memancarkan keindahan dan memberikan kenyamanan bagi siapa saja yang mengunjunginya. Kalau tidak segera berbenah, maka negera lain seperti Malaysia dan Singapura akan menjadi saingan utama kita, belum lagi seperti negara lain di Asia (Kamboja, Tailand, Vietnam, dll).
Read More

Perbedaan Strategi, Model, Pendekatan, Metode, dan Teknik

Banyak yang tidak paham dengan perbedaan anatara strategi, model, pendekatan, metode, dan teknik. Nah berikut ini ulasan singkat tentang perbedaan istilah tersebut.
Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru di kelas. Dalam model pembelajaran terdapat strategi pencapaian kompetensi siswa dengan pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.
Read More

DESAIN PEMBELAJARAN

DESAIN PEMBELAJARAN

Agar dapat mengajar dengan baik seorang instruktur memerlukan sebuah strategi yang dapat mengantarkannya kepada kesuksesan membelajarkan. Kesuksesan ini tentunya tidak bisa didapat dengan sendirinya, melainkan dengan mempelajari keahlian sampingan atau disebut sebut sebagai teaching performance.
Read More

KONSTRUKTIVISME DALAM PEMIKIRAN

Membaca tulisan-tulisan Ki Hadjar Dewantara tentang pendidikan, saya teringat pada pendekatan konstruktivisme dalam pendidikan. Keduanya sama-sama menekankan bahwa titik-berat proses belajar-mengajar terletak pada murid. Pengajar berperan sebagai fasilitator atau instruktur yang membantu murid mengkonstruksi koseptualisasi dan solusi dari masalah yang dihadapi. Mereka beperpendapat bahwa pembelajaran yang optimal adalah pembelajaran yang berpusat pada murid (student center learning).

Kesamaan ini saya kira bukan suatu kebetulan. Konstruktivisme yang sudah besar pengaruhnya sejak periode 1930-an dan 1940-an di Amerika, juga di Eropa, secara langsung atau tidak langsung dasar-dasarnya pernah dipelajari oleh Ki Hadjar. Dasar pertama yang dari pendekatan konstruktivisme dalam pendidikan adalah ‘teori konvergensi’ yang menyatakan bahwa pengetahuan manusia merupakan hasil interaksi dari faktor bawaan (nature) dan faktor pengasuhan (nurture). Dalam tulisannya berjudul ”Tentang dasar dan ajar” di Pusara Nopember 1940-Jilid 9 no. 9/11, Ki Hadjar menunjukkan keberpihakannya kepada teori konvergensi. Menurutnya, baik ‘dasar’ (faktor bawaan) maupun ‘ajar’ (pendidikan) berperan dalam pembentukan watak seseorang.
Read More