Menciptakan Pembelajaran Aktif dan Menyenangkan

Mulai Tahun ajaran ini, selain mengajar Teknologi Informasi dan Komuniasi (TIK), saya mendapat tugas baru mengajar Pendidikan Lingkungan Kehidupan Jakarta (PLKJ). Terus terang saya masih mencari bentuk pembelajaran yang tepat agar materi PLKJ kelas 7 dapat diterima oleh anak-anak peserta didik saya. Mereka tentu tidak saya minta untuk menghafalkan isi buku, tetapi mampu memahami materi pelajaran. Bila mereka paham, pasti mereka dapat mengerjakan soal ujian apapun bentuknya. Untuk hal ini saya banyak belajar dari situs VOA tentang pendidikan, dan saya banyak terinspirasi dari kurikulum khusus di sini.

Yuk Menciptakan Pembelajaran aktif dan menyenangkan

Yuk Menciptakan Pembelajaran aktif dan menyenangkan

Read More

Yuk! Mengelola Blog Untuk Pembelajaran di Sekolah

Yuk Mengelola Blog Pembelajaran

Yuk! Mengelola Blog Pembelajaran di Sekolah

 

Omjay salut sama anak-anak SMP yang sudah pintar membuat media pembelajaran berbasis blog. Omjay bahkan tak menyangka kalau anak SMP itu sudah bisa melakukannya. Blog memang hebat dan bahkan bisa seperti setajam pisau. Blog akan menjadi baik bila dimanfaatkan oleh orang-orang baik dan akan menjadi berbahaya bila dimanfaatkan oleh orang jahat. Apalagi bila blog dimanfaatkan untuk hal-hal yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan).

Read More

Bagaimana Caranya Agar Pembelajaran menjadi Menyenangkan?

Ada sebuah pertanyaan yang dilontarkan oleh seorang kawan guru kepada saya. “Bagaimana caranya agar belajar menjadi menyenangkan?”. Secara kebetulan, hari senin kemarin saya diminta untuk menjadi narasumber di RRI Pro 1 FM dalam tema pembelajaran yang menyenangkan. Saya menjelaskan panjang lebar tentang pembelajaran yang menyenangkan. Alhamdulillah banyak respon dari para pendengar yang saya terima, dan tanpa terasa acarapun berjalan hampir satu jam lamanya, hanya melalui handphone saja.

Read More

Proses Pembelajaran

PROSES BELAJAR-PEMBELAJARAN : SUATU PROSES KOMUNIKASI
Oleh: Prof. DR. Sudarsono Sudirdjo, M.Sc Ed.

Pengantar
Sering dikatakan bahwa proses belajar pembelajaran adalah merupakan proses komunikasi dimana terjadi proses penyampaian pesan tertentu dari sumber belajar (misalnya guru, instruktur, media pembelajaran,dll.) kepada penerima (peserta belajar, murid, dsb), dengan tujuan agar pesan (berupa topik-topik dalam mata pelajaran tertentu) dapat diterima (menjadi milik, di-shared) oleh peserta didik / murid-murid.

Kesadaran yang demikian ini tidaklah dijumpai dalam penyelenggaraan pendidikan yang telah berlangsung dari abad ke abad, melainkan baru terjadi pada sekitar tahun 1950-an, pada waktu Berlo mengembangkan suatu model komunikasi yang disebutnya SMCR, singkatan dari Source, Message, Channel dan Receiver. Model SMCR dimaksudkan untuk menunjukkan terjadinya proses komunikasi antar manusia (human communication) yang diilhami oleh model komunikasi yang telah dikembangkan lebih dahulu oleh Shannon-Weaver pada tahun 1946 dalam bidang matematika dan elektronik dengan unsur-unsur komunikasi seperti Source (Sumber), Transmitter (pemancar), Message (pesan), Signal, Noise (gangguan), Receiver (pesawat penerima) dan Destination (tujuan yaitu orang yang diharapkan dapat menerima pesan yang disampaikan).

Adanya kesadaran bahwa proses belajar dan pembelajaran adalah merupakan proses komunikasi membawa implikasi-implikasi yang sangat penting dan mendasar bagi penyelenggaraan dan pelaksanaan serta hakikat proses belajar dan pembelajaran itu sendiri.

Read More