Contoh Model Pembelajaran

Beberapa model pembelajaran yang dapat membuat peserta didik aktif dan dapat dijadikan acuan pengajaran keterampilan di kelas, antara lain seperti berikut:

1. Model Pembelajaran Kolaborasi

Pembelajaran kolaborasi (collaboration learning) menempatkan peserta
didik dalam kelompok kecil dan memberinya tugas di mana mereka saling
membantu untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan kelompok. Dukungan
sejawat, keragaman pandangan, pengetahuan dan keahlian sangat membantu
mewujudkan belajar kolaboratif. Metode yang dapat diterapkan antara lain
mencari informasi, proyek, kartu sortir, turnamen, tim quiz.
2. Model Pembelajaran Individual
Pembelajaran individu (individual learning) memberikan kesempatan kepada
peserta didik secara mandiri untuk dapat berkembang dengan baik sesuai
dengan kebutuhan peserta didik. Metode yang dapat diterapkan antara lain
tugas mandiri, penilaian diri, portofolio, galeri proses.

Read More

Bagimana Cara Belajar Membuat Media Pembelajaran?

labschool 552

Seorang teman guru di daerah berkirim email kepada saya, Isi suratnya sebagai berikut:

Assalamualaikum..
OmJay yth, saya seorang guru di daerah Muaro Jambi. Saya pernah membaca ttg PTK Bapak untuk guru berprestasi. Terus terang saya kagum kepada Bapak. Bolehkah saya bertanya tentang cara pembuatan media pembelajaran baik itu cara2 pembuatan video pembelajaran, audio, animasi, simulasi pembelajaran, dll. Saya sangat2 tertarik dengan hal itu dan saya ingin sekali belajar. Terus terang di daerah saya belum ada yang membuat seperti itu. Jadi tidak tahu mau bertanya dengan siapa. mohon penjelasannya… Trimakasih banyak sebelumnya..

  Read More

Menciptakan Pembelajaran Aktif dan Menyenangkan

Mulai Tahun ajaran ini, selain mengajar Teknologi Informasi dan Komuniasi (TIK), saya mendapat tugas baru mengajar Pendidikan Lingkungan Kehidupan Jakarta (PLKJ). Terus terang saya masih mencari bentuk pembelajaran yang tepat agar materi PLKJ kelas 7 dapat diterima oleh anak-anak peserta didik saya. Mereka tentu tidak saya minta untuk menghafalkan isi buku, tetapi mampu memahami materi pelajaran. Bila mereka paham, pasti mereka dapat mengerjakan soal ujian apapun bentuknya. Untuk hal ini saya banyak belajar dari situs VOA tentang pendidikan, dan saya banyak terinspirasi dari kurikulum khusus di sini.

Yuk Menciptakan Pembelajaran aktif dan menyenangkan

Yuk Menciptakan Pembelajaran aktif dan menyenangkan

Read More

Yuk! Mengelola Blog Untuk Pembelajaran di Sekolah

Yuk Mengelola Blog Pembelajaran

Yuk! Mengelola Blog Pembelajaran di Sekolah

 

Omjay salut sama anak-anak SMP yang sudah pintar membuat media pembelajaran berbasis blog. Omjay bahkan tak menyangka kalau anak SMP itu sudah bisa melakukannya. Blog memang hebat dan bahkan bisa seperti setajam pisau. Blog akan menjadi baik bila dimanfaatkan oleh orang-orang baik dan akan menjadi berbahaya bila dimanfaatkan oleh orang jahat. Apalagi bila blog dimanfaatkan untuk hal-hal yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan).

Read More

Bagaimana Caranya Agar Pembelajaran menjadi Menyenangkan?

Ada sebuah pertanyaan yang dilontarkan oleh seorang kawan guru kepada saya. “Bagaimana caranya agar belajar menjadi menyenangkan?”. Secara kebetulan, hari senin kemarin saya diminta untuk menjadi narasumber di RRI Pro 1 FM dalam tema pembelajaran yang menyenangkan. Saya menjelaskan panjang lebar tentang pembelajaran yang menyenangkan. Alhamdulillah banyak respon dari para pendengar yang saya terima, dan tanpa terasa acarapun berjalan hampir satu jam lamanya, hanya melalui handphone saja.

Read More

Proses Pembelajaran

PROSES BELAJAR-PEMBELAJARAN : SUATU PROSES KOMUNIKASI
Oleh: Prof. DR. Sudarsono Sudirdjo, M.Sc Ed.

Pengantar
Sering dikatakan bahwa proses belajar pembelajaran adalah merupakan proses komunikasi dimana terjadi proses penyampaian pesan tertentu dari sumber belajar (misalnya guru, instruktur, media pembelajaran,dll.) kepada penerima (peserta belajar, murid, dsb), dengan tujuan agar pesan (berupa topik-topik dalam mata pelajaran tertentu) dapat diterima (menjadi milik, di-shared) oleh peserta didik / murid-murid.

Kesadaran yang demikian ini tidaklah dijumpai dalam penyelenggaraan pendidikan yang telah berlangsung dari abad ke abad, melainkan baru terjadi pada sekitar tahun 1950-an, pada waktu Berlo mengembangkan suatu model komunikasi yang disebutnya SMCR, singkatan dari Source, Message, Channel dan Receiver. Model SMCR dimaksudkan untuk menunjukkan terjadinya proses komunikasi antar manusia (human communication) yang diilhami oleh model komunikasi yang telah dikembangkan lebih dahulu oleh Shannon-Weaver pada tahun 1946 dalam bidang matematika dan elektronik dengan unsur-unsur komunikasi seperti Source (Sumber), Transmitter (pemancar), Message (pesan), Signal, Noise (gangguan), Receiver (pesawat penerima) dan Destination (tujuan yaitu orang yang diharapkan dapat menerima pesan yang disampaikan).

Adanya kesadaran bahwa proses belajar dan pembelajaran adalah merupakan proses komunikasi membawa implikasi-implikasi yang sangat penting dan mendasar bagi penyelenggaraan dan pelaksanaan serta hakikat proses belajar dan pembelajaran itu sendiri.

Read More