Pengarahan Penilaian Kinerja Guru dan Kepala Sekolah

Rabu, 14 Oktober 2009 guru-guru di SMP Labschool Jakarta yang telah lulus sertifikasi guru mendapatkan pengarahan dari bapak Asrom, salah seorang pengawas di Jakarta Timur. Ada 19 orang guru di sekolah kami yang telah lulus sertifikasi guru dan mendapatkan tunjangan sertifikasi guru.

Ada beberapa hal penting yang disampaikan oleh bapak Asrom yaitu:

  1. Penilaian kinerja guru akan segera dilaksanakan
  2. Bagi guru yang tidak benar dalam memberikan informasi sertifikasi, maka akan dimonitoring, khususnya yang jam mengajarnya kurang dari 24 jam
  3. Ada 1181 guru di Jakarta timur yang telah mendapatkan tunjangan sertifikasi guru dan akan segera dimonitoring melalui penilaian kinerja guru.
  4. Asesor akan meminta 3 guru, 3 siswa, 2 karyawan, dan 1 orang kepala sekolah untuk mengisi kuesioner penilaian kinerja guru.
  5. satu KD, satu RPP, dan satu nilai ulangan harian yang sesuai dengan permen 22, permen 41, permen 20
  6. Guru melaksanakan 8 standar kompetensi pendidikan
  7. Ulangan harian adalah ulangan yang mewakili satu RPP, sehingga dapat diketahui kemampuan siswa
  8. Dalam permen no 39 tahun 2009 dikatakan guru yang bertugas pada satuan pendidikan harus minimal 24 jam tatap muka sesuai dengan kewenangannya, silahkan download permen no. 39 di bawah ini.
  9. Penilaian kinerja guru terdiri dari dimensi kepribadian, sosial, penyusunan RPP, pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan membuka dan menutup pelajaran, variasi stimulus pembelajaran, dan keterampilan bertanya.

bersambung

silahkan unduh permen 39 tahun 2009 di sini

Guru Harus Pandai Membuat Soal-soal Evaluasi

Di setiap tengah atau akhir semester, biasanya para guru diminta untuk membuat soal-soal ulangan tengah semester (UTS) dan Ulangan Akhir Semester (UAS). Soal-soal yang dibuat tentu harus mengacu kepada Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) yang sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang telah dibuat oleh guru mata pelajaran dalam perangkat pembelajaran.

Read More

Mengapa Guru Perlu Meneliti?

Sebagai guru berplat hitam, saya dituntut untuk profesional di bidang saya. Sebab bila saya tak profesional, maka saya akan tergeser dengan guru lainnya yang profesional. Untuk bisa menjadi guru profesional, saya menekuninya dengan cara seringnya saya melakukan penelitian. Penelitian di kelas saya sendiri.  Hal itulah sekarang ini yang tengah digalakkan oleh pemerintah. Guru harus meneliti di kelasnya sendiri. Penelitian yang dilakukan guru di kelasnya sendiri biasa disebut Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Mengapa guru perlu meneliti? Mengapa guru perlu melakukan PTK? Apa manafaat dari PTK itu? Berbagai pertanyaan itu tentu menjadi pertanyaan para guru.

Bagi saya yang berprofesi guru, PTK sangat membantu saya menjadi guru profesional. Profesional di bidang saya dan dengan melakukan PTK itu, saya membagi pengetahuan saya dapatkan dari hasil PTK kepada guru lainnya. Di dalam PTK itupun saya selalu mengajak teman sejawat. Dengan mengajak teman sejawat diharapkan terjadi kolaborasi. Kolaborasi dapat membuat guru saling bekerjasama, dan saling melengkapi. Melakukan Observasi dan Refleksi diri dengan sebuah harapan terjadi peningkatan hasil pembelajaran di kelas.

Melalui PTK, saya pun menjadi terbiasa menulis. Menulis karya tulis ilmiah yang wajib dikerjakan oleh para guru berplat merah atau PNS yang ingin naik pangkat.

Saat saya menjadi pembicara dalam seminar dan workshop di tingkat nasional, saya sering mendapatkan banyak guru yang tak memiliki kemampuan menulis. Hal itu disebabkan kemampuan membaca guru rendah. Akhirnya banyak guru yang tak mampu untuk menulis. Di samping itu, banyak guru yang tak memiliki minat yang tinggi untuk melakukan penelitian. Penelitian yang dilakukan untuk memperbaiki kualitas pembelajarannya di sekolah.

Di sekolah-sekolah kita, penelitian belum menjadi tradisi. Belum menjadi budaya para guru untuk meningkatkan hasil pembelajarannya di kelas. Padahal banyak sekali manfaat yang kita dapatkan dari penelitian ini. Kita bisa menemukan metode pembelajaran baru. Kitapun bisa mengujicobakan media pembelajaran yang kita buat. Ilmu pengetahuan terus berkembang, demikian juga ilmu pendidikan. Dengan melakukan penelitian, para guru akan mendapatkan ilmu pengetahuan baru. Guru menjadi senang membaca, guru pun menjadi kreatif untuk mencoba sesuatu yang baru. Khasanah ilmu pendidikan pun menjadi bertambah.

Di dalam pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, guru tidak bisa lagi statis. Dia harus dinamis dan terus menambah khasanah ilmu pengetahuan baru. Pengalaman saya mengikuti berbagai lomba karya tulis ilmiah guru di tingkat nasional, banyak saya temukan hal-hal baru yang diciptakan oleh para guru di daerah yang kreatif. Saya sangat bangga melihat cerdasnya mereka mengembangkan potensi yang dimiliki sekolahnya. Dulu saya beranggapan, fasilitas atau sarana dan prasarana yang lengkap akan membuat pembelajaran menjadi berkualitas dan meningkat prestasinya. Namun, anggapan saya ternyata keliru. Peralatan dan fasilitas itu hanya alat yang dapat membantu guru dalam proses pembelajaran, tetapi sebenarnya di tangan guru kreatiflah sarana dan prasarana itu memiliki nilai tambah.

Guru memang harus meneliti. Dengan meneliti itu, guru dapat memperbaiki kualitas pembelajarannya di kelas. Guru semakin mengenal metode pembelajaran. Guru semakin tahu berbagai masalah yang dihadapi siswa dan yang lebih penting lagi guru dapat membuat inovasi baru dalam pembelajarannya. Meninggalkan paradigma lama dan memasuki paradigma baru dalam pendidikan, dimana guru bukan lagi sebagi pusat sumber belajar. guru hanya salah satu pusat sumber belajar.

Ketika guru rajin meneliti, tak ada pihak yang dirugikan. Semua mendapatkan keuntungan. Siswa terbantu menyelesaikan masalahnya, guru  menemukan seluk beluk mengajar dan berbagai model pembelajaran, dan sekolahpun akan terangkat karena banyaknya guru yang melakukan inovasi dalam pendidikan. Bila itu terjadi, maka sekolah itu akan menjadi favorit di mata masyarakat. Oleh karena itu, jangan heran bila banyak orang tua siswa yang mau menyekolahkan anaknya dengan biaya puluhan juta rupiah karena merasa yakin anaknya akan mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu.

Pendidikan yang bermutu dimulai dari para guru yang tidak pernah puas dengan kualitas pembelajarannya. Mereka terus mencari dan berinovasi serta melakukan kreativitas menulis untuk melaporkan hasil penelitiannya. Semua itu dimulai dari perencanaan pembelajaran (RPP) yang matang. Tindakan guru yang menantang, hasil pengamatan yang cemerlang, dan bercermin diri atau refleksi tentang tindakan yang telah dilakukan dengan melakukan perenungan yang mendalam. Di sanalah para guru menjadi semakin introspeksi diri, mengaca diri, dan bertanya pada diri sendiri apakah saya sudah menjadi guru profesional?

Guru Profesional adalah guru yang senantiasa melakukan penelitian atau PTK dan melaporkan hasil PTKnya untuk dibagikan kepada teman-teman guru lainnya. Tak ada yang indah selain kebersamaan. Dengan PTK guru melakukan kebersamaan dalam meningkatkan proses pembelajaran. Proses kolaborasi akan terjadi, dan menghasilkan prestasi tinggi. Mari kita meneliti di kelas kita masing-masing, dan lakukan inovasi untuk meningkatkan mutu pendidikan kita. Selamat melakukan PTK dan melaporkannya.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay