Wijaya Kusumah, Penerima Penghargaan Khusus Guraru Award 2011

Print

Pak Wijaya Kusumah atau yang lebih akrab disapa dengan panggilan Omjay mendengar tentang Acer Guraru Award dari Agus Sampurno, yang merupakan penerima Acer Guraru Award 2011. Ia melihat program Acer Guraru Award sebagai program yang sangat bagus karena sesuai dengan misinya. Sebagai pengurus pusat Ikatan Guru Indonesia (IGI () dengan motto “Sharing and Growing Together”, Omjay merasa program Acer Guraru Award dapat menjadi wadah untuk berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman.

Kesadaran bahwa website komunitas Guraru kebanyakan dibaca oleh guru-guru ditambah ketertarikannya pada konten website Guraru yang beragam mendorong Omjay untuk mulai aktif menulis di dalamnya, dengan konten yang bertema pendidikan. “Menulis sebanyak-banyaknya” menjadi satu-satunya kiat yang ia pegang dalam mengikuti Acer Guraru Award. Meski cukup rajin mempromosikan tulisannya melalui Twitter, Omjay tak merasakan keharusan untuk menjadi pemenang. “Saya nulis aja, berbagi. Nothing to lose,” katanya.

Namun, Omjay senang juga sekaligus tidak menyangka ketika mengetahui dirinya terpilih menjadi penerima Penghargaan Khusus. Ia mengakui bahwa menjadi terpilihnya beliau meningkatkan personal branding dan membuatnya semakin sering diminta mengisi materi, termasuk ke daerah-daerah. Selain itu, kegiatan menulisnya pun semakin lancar.

Sebagai seorang guru yang sangat aktif menulis, Omjay pun memiliki sebuah “wejangan” untuk rekan-rekan sejawat. Simak “wejangan” dari Omjay di sini:

http://guraru.org/tentang/profil-pemenang/2011-2/wijaya-kusumah/

 

Membuat Status di Facebook dan Menjadi Bahan Tulisan di Blog

tumblr_mhbpc2AmCW1qj8ylyo1_1280

Siapa bilang menulis itu sulit. Tulisan status kita di facebook, bisa kita pindahkan ke blog dan jadilah sebuah tulisan yang utuh.

Berikut ini adalah tulisan saya yang berasal dari status di facebook. Saya menuliskannya dalam perjalanan dari rumah menuju sekolah.

Bismillah saya berangkat ke sekolah. Semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin. Ibu Lailatul Qodriyah menuliskan: “Selalu ada peningkatan kualitas hidup ya Om Jay…”. Lalu pak Mas Sukani mendoakan, “Amin ya Rab..”.

Alhamdulillah, keluar dari rumah ada mikrolet 30a jurusan pulogadung. Langsung naiklah saya menuju Rawamangun. Pak Edy Maryanto menuliskan, “pak sholat subuhnya di mobil ya he… he…he….”. saya hanya tersenyum saja membacanya, sebab saya berangkat setelah menunaikan sholat subuh berjamaah.

Read More

Resensi Buku: Waras Di Zaman Edan Karya Prie GS

Waras di zaman edan itu keharusan. Merenung sambil berhumor atau berhumor sambil merenung? Dua-duanya sama. Corak itulah yang mewarnai buku karya Prie GS yang berjudul “Waras di Zaman Edan”.

IMG02435-20130721-0850

Anda bisa dibuat tersenyum-senyum sendiri dan seolah diajak mengobrol oleh penulisnya. Berbagai macam aneka rupa kehidupan yang terkadang justru dilupakan justru dituliskan dalam buku Sufi “Waras di Zaman Edan”. Saya menyebutnya buku sufi, karena buku ini menyimpan banyak sekali makna kebajikan untuk sesama.

Read More