-
Bagi diri setiap anak, memasuki jenjang pendidikan formal yang baru merupakan sebuah masa ketika ia harus berhadapan dengan lingkungan dan dunia yang baru. Untuk itu, mereka memerlukan tahap peninjauan, pengenalan, dan adaptasi terhadap lingkungan baru yang mereka masuki. Tahap itulah yang akan mereka lalui dalam kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) 2010.
Mau Kaya? Ikuti Rumus Ini!
Rabu, 7 Juli 2010 kemarin saya mendapatkan materi pelatihan motivasi yang sangat bagus dari tim kubik. Acara ini digelar dalam rangka lokakarya guru di Labschool Jakarta, tempat saya mengabdikan diri.
Lomba Kreativitas Ilmiah Guru ke-18
BUMIPUTERA-LIPI: GELAR LOMBA KREATIVITAS ILMIAH GURU KE-18
ASURANSI Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 bekerjasama dengan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) menyelenggarakan kembali Lomba Kreativitas Ilmiah guru (LKIG) yang ke-18. Peserta lomba ini adalah semua guru yang mengajar pada lembaga pendidikan formal. Serta, belum pernah menjadi pemenang LKIG dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Karya yang dikirim haruslah asli dan belum pernah diikutsertakan dalam lomba ilmiah tingkat nasional lainnya.
Bagaimanakah Caranya Menjadi Guru Kaya?
Pertanyaan dari judul di atas itulah yang saya bahas tuntas dalam seminar nasional edupreneurship yang dilaksanakan oleh BEM FPMIPA IKIP PGRI Semarang hari ini, Sabtu, 26 Juni 2010 di gedung Auditorium IKIP PGRI Semarang Lantai 7 dari pukul 11 s.d. 13.00 wib.
Bersatunya Dua Tokoh Pendidikan
Hari ini saya bahagia sekali ketika diundang dalam selamatan ruangan baru untuk Prof Conny R. Semiawan dan Prof. Arif Rachman. Ruangan yang bertempat di gedung utama Labschool lantai 2 itu menjadi saksi bisu atas bersatunya dua tokoh pendidikan Indonesia.
Sebagai seorang pendidik yang mengabdikan diri di sekolah ini, tentu saya merasa bangga sekali. Apalagi kedua tokoh pendidikan itu kini telah resmi menjadi penasehat Labschool. Penasehat yang sangat mumpuni dari para begawan pendidikan yang kiprahnya telah diakui di tingkat nasional, maupun internasional.
Bagi anda yang belum tahu siapa Prof. Conny Semiawan dan Prof Arif Rachman, mungkin saya perlu memberitahu sedikit. Prof Conny adalah mantan Rektor IKIP Jakarta. Pada zaman beliau menjabat, beliau sangat konsen untuk membuka sekolah laboratorium kependidikan (SLK). Waktu itu, ditunjuklah oleh beliau pak Arif Rahman menjadi kepala sekolahnya, dan dari kolaborasi itulah nama Labschool terus melejit seantero negeri untuk mencerdaskan anak bangsa.
Saya terharu ketika dalam sambutannya Prof Conny mengatakan, “sekolah ini harus menjadi sekolah bertaraf internasional (SBI) yang berkualitas. Para guru diminta untuk segera meng-update diri agar tak tergilas dari perubahan yang terus terjadi. Terus menerus memperbaiki diri dengan perubahan yang terencana.”
Sambutan beliau itu terus terang sangat memotivasi kami yang mendengarnya, dan lebih termotivasi lagi ketika Prof Arif Rachman mengatakan, “hiduplah seperti pohon yang akarnya menghunjam kebawah, cabangnya mampu menahan terpaan angin, batangnya kokoh, dan daunnya lebat sehingga meneduhkan siapa saja yang ada dibawahnya”.
Bersatunya dua tokoh pendidikan ini dalam sebuah ruangan dengan desain minimalis membuat saya merasakan akan ada getaran-getaran dahsyat yang akan menggetarkan sekolah kami menjadi lebih hebat karena dibina oleh dua orang penasehat yang sangat bijaksana. Sudah terbiasa memakan asam garam di dunia pendidikan dan membuat kami banyak belajar kepada mereka.
Di sela-sela kesibukan mereka yang padat, mereka masih mau membantu kami yang masih muda-muda ini untuk terus berkarya di bidang pendidikan. Menjadikan sekolah Labschool menjadi sekolah berkarakter dan berbudi pekerti yang luhur serta mampu menciptakan calon-calon pemimpin di masa depan yang cerdas dan beritegritas tinggi.
Bersatunya dua tokoh pendidikan itu di rumah kedua bagi kami, seperti memiliki kembali ayah dan ibu yang selalu mengajarkan anak-anaknya agar mampu berbuat kebaikan kepada sesama.
Semoga Allah memberikan mereka umur panjang dan kesehatan yang prima di hari-hari tua mereka. Terus berkarya bagi bangsa dan negara. Welcome home prof Conny dan Prof Arief Rachman. Kami semua sayang dan bangga dengan bapak dan ibu. Semoga kami bisa meniru keteladanan yang telah bapak/ibu berikan kepada kami. Jasamu akan terus mengalir deras, seperti air sungai kapuas yang terus mengalir tiada henti.
Salam Blogger Kompasiana
Omjay
Omjay




