Guru Menjadi Kunci Utama Pendidikan

Murid TK Labschool di acara Labschool

Murid TK Labschool di acara Labschool

Are you a teacher? Begitulah seorang pria bule bertanya kepada saya. Yes I am a teacher. Begitulah kata saya mantap! Saya guru dan selalu siap menjadi guru yang melayani peserta didiknya, guru menjadi kunci utama pendidikan.

Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar, dan Menengah Anies Baswedan mengatakan, kualitas guru merupakan kunci utama pendidikan. ”Sehebat apa pun kurikulum dan gedung pendidikan, tetapi yang menjadi kunci utamanya guru,” ujar Anies, seperti dikutip Antara.

Apapun kurikulumnya, kunci utamanya berada di tangan guru yang profesional. Oleh karena itu pelatihan guru harus terus menerus ditingkatkan agar guru tidak tertinggal dan mampu membina peserta didiknya dengan baik.

Dialog Pendidikan IGI Pusat di Pertamina Foundation

Diskusi pendidikan bersama Doni Kusuma di Pertamina Foundation yang diselenggarakan IGI Pusat, dan akan terus berlanjut dalam diskusi berikutnya. Pada diskusi kali ini diisi oleh Doni Koesoema A, Direktur dan Founder Pendidikan Karakter Education Consulting. Kegiatannya dapat dilihat di http://www.pendidikan karakter.org.

Dialog Pendidikan IGI Pusat di Pertamina Foundation

Dialog Pendidikan IGI Pusat di Pertamina Foundation bersama Doni Koesoema

Foto lengkap bisa dilihat di sini

Hukum Rimba Dalam Dunia Pendidikan Kita

Sedih juga melihat bangsa ini. Mungkin para pendiri bangsa sedang bersedih di alam sana. Kita bersedih melihat bangsa ini yang menerapkan hukum rimba. Siapa yang kuat, dia yang berkuasa. Kita pasti tahu kasus Lapas Cebongan kan?

Begitupun dalam dunia pendidikan kita. Seringkali guru tak diberi kesempatan untuk menyampaikan uneg-unegnya. Organisasi guru pun terjebak dalam kerjasama kekuasaan. Akhirnya, kita belum melihat organisasi guru yang independent. Itulah mengapa para guru yang kritis, membuat sendiri organisasi guru. Organisasi guru yang benar-benar memperjuangkan nasib guru.

Contoh yang paling konkrit adalah akan diterapkannya kurikulum 2013. Kurikulum yang syarat dengan muatan politik, sehingga guru harus menerima apa adanya yang diinginkan sang penguasa. Tak ada lagi dialog, dan pokoknya harus diterapkan karena ini sangat urgensi sifatnya. Begitu kata petinggi kemendikbud. Guru dilarang untuk menolak kurikulum baru.

Katanya pendidikan kunci pembangunan. Bapak Wakil Presiden sudah menuliskannya di koran Kompas pada Senin, 27 Agustus 2012. Anda silahkan mencarinya di internet melalui mesin pencari google. Tetapi mengapa masih ada hukum rimba adalam dunia pendidikan kita? Pokoknya guru harus menerima apapun yang diminta sang penguasa. Guru tak lagi sebuah profesi yang merdeka.

Kabar buruk yang diterima dari bertbagai daerah adalah  ditundanya teman-teman pengajar mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk mengikuti sertfikasi guru, dan Uji Kompetensi Guru (UKG). Mata pelajaran ini akan dihilangkan pada kurikulum 2013. Padahal kurikulum 2013 belum lagi diterapkan, tetapi peraturannya kok sudah diterapkan sekarang?

Inilah bukti bahwa hukum rimba masih terjadi dalam dunia pendidikan kita. Para guru yang sudah lulus sertifikasi pun tetap mendapatkan perlakuan yang tak menyenangkan. Hal yang seringkali terjadi adalah pemberkasan untuk verifikasi data seringkali mendadak, dan akibatnya guru banyak yang meninggalkan kelas demi untuk mengurus administrasi sertifikasi guru.

Ketika peserta didik mengalami penurunan nilai, guru selalu disalahkan. Ketika anak-anak Indonesia kalah bersaing dalam bidang Sains dan Matematika dengan negara lainnya, guru lagi yang sering disalahkan. Namun guru tetap tersenyum, dan tak pernah sekalipun mengeluh. Kami tetap berjuang tanpa harus banyak bicara. Kami tetap bertekad untuk mencerdaskan bangsa ini.

Hukum rimba dalam dunia pendidikan kita semoga segera berakhir. Para guru harus bersatu dan tidak lagi bergerak sendiri-sendiri. Mari kita seperti tubuh yang menyatu. Bila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka kita semua merasakannya. Saya hanya bisa berdoa, semoga hukum rimba segera hilang dalam dunia pendidikan kita.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

https://wijayalabs.com

Pendidikan Berbasis Digital

Pendidikan Berbasis Digital

Pendidikan Berbasi Digital

Pendidikan Berbasis Digital

Bicara tentang pendidikan, maka kita akan berbicara sangat luas sekali cakupannya. Namun bicara soal pendidikan berbasis digital, kayaknya menarik dan membuat pikiran saya melayang jauh untuk melihat kembali apa yang sudah saya lakukan. Ikut berrkontribusi dalam pendidikan berbasis digital demi kemajuan bangsa di era globalisasi. Teknologi informasi (TI) telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dunia, tak terkecuali di Indonesia

Read More

Lomba Blog Pendidikan wijayalabs.com. Berhadiah Total Rp. 3.000.000,- Plus Domain & Hosting Untuk Pemenang!

Wahai Teman-teman Guru, Ikutan Lomba Blog Yuk!

Wahai Teman-teman Guru, Ikutan Lomba Blog Yuk!h

Dalam rangka memperingati hari Pendidikan nasional dan kebangkitan nasional yang jatuh pada 2 Mei, dan 20 Mei 2012, Blog pendidikan wijayalabs.com kembali menyelenggarakan lomba menulis atau kompetisi blog kedua yang mengangkat tema “Peran Guru dalam Mewujudkan Keadilan Pendidikan Secara Nasional, dan bangkitnya para guru untuk mengkampanyekan gerakan guru menulis dan melek internet”.

Read More

Wajah Pendidikan Kita di Perbatasan (Liputan Peluncuran Film Batas) ~HABIS~

1305681796986294885

Setelah menonton film batas, dan mengikuti acara peluncurannya yang memukau beberapa waktu lalu (12 Mei 2011), saya pun terhenyak dengan wajah dunia pendidikan kita. Pemutaran Film Batas di Epicentrum XXI Kuningan Jakarta membuat saya tersadar bahwa pemerataan, dan layanan pendidikan di negeri ini belum tersebar secara merata. Alangkah baiknya, bila pemerintah tak menjadikan Ujian nasional (UN) sebagai bentuk ujian kelulusan sebelum pemerataan pendidikan dilakukan. Alangkah naifnya bila sekolah-sekolah di Jakarta diadu dengan sekolah-sekolah di perbatasan dalam UN. Dengan keterbatasan SDM Guru, dan juga sarana serta prasarananya, sebaiknya UN di daerah perbatasan hanya dijadikan sebagai pemetaan saja, dan bukan sebagai bentuk evaluasi kelulusan secara nasional. Sebab ketimpangan masih terjadi di sana-sini. Keadilan harus ditegakkan dalam dunia pendidikan kita.

Read More

Pendidikan Adalah Eskalator Sosial Ekonomi

1303765838313516043

Dalam kompas ekstra edisi ketiga halaman 20-21, Senin, 25 April 2011 dengan tema Edukasi dituliskan dialog antara pak Anies Baswedan (Rektor Universitas Paramadina) dengan wartawan kompas. Dialog itu diberi judul besar UNIVERSITAS MERUPAKAN ESKALATOR SOSIAL EKONOMI. Lalu dibagian terakhir ditayangkan foto pak Anies, dan tulisan tangannya serta dilengkapi pula tanda tangan beliau. Namun yang membuat sangat menarik dari tulisan tangan beliau adalah pesannya. “Pendidikan adalah eskalator sosial ekonomi. Sebuah instrumen rekayasa struktural masyarakat masa depan”.

Read More

Sistem Pendidikan Kita Melawan Hukum Alam

Wawancara dengan Dr. Ratna Megawangi, MSc :

Sistem Pendidikan Kita Melawan Hukum Alam

Dalam pidato kenegaraan 16 Agustus 2008, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberi janji bahwa pemerintah memenuhi anggaran pendidikan 20 persen dari APBN sesuai dengan UUD 1945 hasil amendemen. Diharapkan setelah kesejahteraan guru, materi, dan infrastruktur terpenuhi, kualitas pendidikan Indonesia akan meningkat untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul.

Read More