Bagimana Cara Belajar Membuat Media Pembelajaran?

labschool 552

Seorang teman guru di daerah berkirim email kepada saya, Isi suratnya sebagai berikut:

Assalamualaikum..
OmJay yth, saya seorang guru di daerah Muaro Jambi. Saya pernah membaca ttg PTK Bapak untuk guru berprestasi. Terus terang saya kagum kepada Bapak. Bolehkah saya bertanya tentang cara pembuatan media pembelajaran baik itu cara2 pembuatan video pembelajaran, audio, animasi, simulasi pembelajaran, dll. Saya sangat2 tertarik dengan hal itu dan saya ingin sekali belajar. Terus terang di daerah saya belum ada yang membuat seperti itu. Jadi tidak tahu mau bertanya dengan siapa. mohon penjelasannya… Trimakasih banyak sebelumnya..

  Read More

Media Pembelajaran yang Seperti Apa dan Bagus untuk Setiap Materi Pelajaran?

Seorang guru memberikan pertanyaan di website guraru.org yang disampaikan oleh mbak Dewi kepada saya melalui email sebagai berikut:

kalo boleh tau beri media pembelajaran yang bagus untuk setiap materi untuk bisa melaksanakan pembelajaran yang lancar. karena anak didik saya sangat aktif2 sehingga sangat perlu media yang banyak.
terima kasih. semoga bisa bermanfaat untuk anak bangsa

=====================
Read More

Menjadi Guru Kreatif dengan Memanfaatkan Blog Sebagai Media Pembelajaran

Omjay

Ketika pertama kali diperkenalkan blog oleh pak Dedi Dwitagama di tahun 2007, saya belum mengerti betul apa itu blog. Saya pun belum tahu manfaat apa yang didapatkan dari hasil ngeblog. Saya baru sadar dan paham setelah membaca tulisan mas amril dalam blognya bahwa “ngeblog akan membuat anda menemukan keajaiban”. Keajaiban yang anda temui setelah anda kreatif melakukan proses menulis secara terus menerus setiap hari di dalam blog yang anda kelola.

Read More

Proses Pembelajaran

PROSES BELAJAR-PEMBELAJARAN : SUATU PROSES KOMUNIKASI
Oleh: Prof. DR. Sudarsono Sudirdjo, M.Sc Ed.

Pengantar
Sering dikatakan bahwa proses belajar pembelajaran adalah merupakan proses komunikasi dimana terjadi proses penyampaian pesan tertentu dari sumber belajar (misalnya guru, instruktur, media pembelajaran,dll.) kepada penerima (peserta belajar, murid, dsb), dengan tujuan agar pesan (berupa topik-topik dalam mata pelajaran tertentu) dapat diterima (menjadi milik, di-shared) oleh peserta didik / murid-murid.

Kesadaran yang demikian ini tidaklah dijumpai dalam penyelenggaraan pendidikan yang telah berlangsung dari abad ke abad, melainkan baru terjadi pada sekitar tahun 1950-an, pada waktu Berlo mengembangkan suatu model komunikasi yang disebutnya SMCR, singkatan dari Source, Message, Channel dan Receiver. Model SMCR dimaksudkan untuk menunjukkan terjadinya proses komunikasi antar manusia (human communication) yang diilhami oleh model komunikasi yang telah dikembangkan lebih dahulu oleh Shannon-Weaver pada tahun 1946 dalam bidang matematika dan elektronik dengan unsur-unsur komunikasi seperti Source (Sumber), Transmitter (pemancar), Message (pesan), Signal, Noise (gangguan), Receiver (pesawat penerima) dan Destination (tujuan yaitu orang yang diharapkan dapat menerima pesan yang disampaikan).

Adanya kesadaran bahwa proses belajar dan pembelajaran adalah merupakan proses komunikasi membawa implikasi-implikasi yang sangat penting dan mendasar bagi penyelenggaraan dan pelaksanaan serta hakikat proses belajar dan pembelajaran itu sendiri.

Read More