Menikmati Kemacetan Disaat Mudik

Alhamdulillah perjalanan mudik kami ke kampung halaman berjalan dengaan lancar. Seminggu sebelum lebaran kami sudah berangkat mudik lebih dulu ke kota bandung. Di kota kembang itu kami sekeluarga berlebaran bersama orang tua dan keluarga besar dari istri saya yang asli orang bandung.

 

1345908665192134773

Usai silaturahim ke sanak family di bandung, kami sekeluarga diajak berlebaran ke tempat kakak ipar di wanaraja garut. Sepanjang jalan kami menemui kemacetan, mulai dari masuk tol purbalenyi sampai ke arah nagreg. Kami menemui kemacetan yang cukup panjang. Bahkan mobil kijang kakak ipar tiba-tiba mati ketika berada di nagreg. Mesin terlalu panas, sementara ac terus menyala. Mobil menjadi kehilangan tenaganya. Untunglah pak polisi berbaik hati menolong kami, dan mobilpun dibantu diperbaiki oleh montir gratis yang memang telah disediakan oleh para sukarelawan.

Read More

Menulis Dalam Kemacetan, Mungkinkah?

Menulis dalam kemacetan, apa mungkin? Seorang peserta bertanya kepada pak Dedi Dwitagama yang sedang memberikan presentasi creative writing di ST Inten, Dago Bandung. Lalu pak Dedi pun menjawab, kenapa tidak? Di saat Jakarta atau Bandung yang kemacetanannya luar biasa, kita bisa menulis dengan menggunakan handphone atau hp. Dengan hp, kita bisa menulis kapan saja, dan dimana saja. Apalagi bila kita memiliki blog pribadi yang di link ke facebook dan twiter, pasti akan banyak orang yang membaca tulisan kita itu.

Kemacetan itu sendiri bisa menjadi ide menulis, kita bisa ceritakan kepada pembaca kemacetan yang dialami. Dari situ anda akan memberikan informasi kepada para pembaca bahwa di jalan yang anda lalui terjadi kemacetan.Bisa jadi itu kemacetan total.

Read More

Busyeeet!!! Bandung-Garut ditempuh 10 Jam Euy!

Keinginan untuk bisa berlebaran di kampung halaman bersama keluarga membuat orang berbondong-bondong pergi ke tempat asalnya masing-masing. Tak peduli, walaupun jalan yang ditempuh mengalami macet total. Seperti apa yang saya alami sendiri pada hari Sabtu, 11 September 2010. Bandung-Garut yang biasanya ditempuh hanya 1,5 jam kini harus kami tempuh selama 10 Jam. Sebuah perjalanan spectakuler sepanjang sejarah perjalanan saya pulang mudik bersama keluarga. Untunglah segala macam perbekalan di jalan sudah kami persiapkan di mobil.

Dari Bandung, kami berangkat pukul 10.00 pagi. Cuaca pada saat itu cerah. Kemacetan mulai terasa ketika kami baru saja keluar tol Cilenyi. Kendaraan padat merayap di tengah teriknya sinar mentari  yang memanas. Asap knalpot kendaraan bermotor terlihat dimana-mana. Bau kopling dan rem yang menyengat dari mobil-mobil yang bermasalah sudah terasa di hidung kami. Banyak mobil yang terpaksa berhenti karena panasnya mesin, dan juga memang keinginan para pengemudi yang ingin beristirahat karena lelah dan ngantuk.

Read More