Tag: laskar pelangi

Posted on: March 10, 2011 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 3

RSBI Versus Laskar Pelangi

Mari kembali ke sekolah Laskar pelangi Setelah menghadiri simposium RSBI yang diadakan British Council di Hotel Atlet Century Senayan selama 2 hari, 9-10 Maret 2011 saya berkesimpulan bahwa pelaksanaan RSBI di setiap sekolah yang ada di Indonesia sebaiknya dihentikan. Hal ini bukanlah berdasarkan asumsi semata, tetapi fakta di lapangan terlihat dengan kasat mata bahwa mutu guru kita belum siap untuk menghadapi perubahan pembelajaran di era masyarakat berpengetahuan.

Posted on: January 30, 2009 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 0

Hiduplah Dengan Memberi Sebanyak-banyaknya

TULISAN ini diilhami dari film Laskar Pelangi. Dalam film Laskar Pelangi dikisahkan ada seorang guru yang bernama Pak Harfan. Seorang guru yang merangkap kepala sekolah. Hidupnya sangat sederhana dan selalu mengajarkan kepada anak didiknya agar hiduplah dengan memberi sebanyak-banyaknya bukan menerima sebanyak-banyaknya. Suatu pesan moral yang sangat dalam bila kita renungkan.

Posted on: October 11, 2008 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 5

Nonton Laskar Pelangi Bersama Keluarga

  Untuk yang ketiga Kalinya saya menonton film Laskar Pelangi. Kali ini saya menonton di Bandung Indah Plaza (BIP) bersama Keluarga. Anak dan Istri saya sangat senang dengan Film Laskar Pelangi. Apalagi anak pertama saya Intan sampai menangis pilu ketika Lintang tidak bisa lagi bersekolah. Anak kedua saya, Berlian, malah senang banget sama lagunya yang dibawakan sama nidji. Kalau mau download aja dari http://www.youtube.com atau bisa ambil di blog ini.[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=FwlKSKdsLG4]…

Posted on: September 28, 2008 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 1

Belajar dari Film Sang Murobbi dan Laskar Pelangi (1)

ust-rahmat-2 Hari ini saya begitu bahagia sekali karena mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari pemutaran film Sang Murobbi dan Laskar Pelangi. Mengapa? Air mata saya tak terasa mengalir deras ketika menyaksikan kedua film itu. Kisahnya sangat menyentuh hati dan layak untuk ditonton oleh para guru, orang tua dan juga peserta didik (siswa). Sangat menyulut diri ini untuk lebih mengabdi kepada negeri.