Selamat Jalan Pak Mustafa, Guru Tangguh Berhati Cahaya

Rasanya seperti tak percaya mendapatkan kabar kalau pak Mustafa (guru Bahasa Inggris SMP Labschool Jakarta) telah tiada. Pak Sudarto mengabarkan saya lewat ponsel sekitar pukul 21.00 wib. Pak Mustafa menghembuskan nafasnya yang terakhir Kamis, 29 Agustus 2013 di Rumah Sakit Darma Nugraha Jakarta Timur. Beliau meninggal terkena serangan Jantung yang sudah lama dideritanya. Inna Lillaahi Wa Inna Ilaihi Raajiun.

Drs. Mustafa, Guru Bahasa Inggris, SMP Labschool Jakarta

Drs. Mustafa, Guru Bahasa Inggris, SMP Labschool Jakarta

Read More

Hebatnya Komunitas Cinta Menulis di Kota padang

Sehari di kota Padang dan berbagi pengalaman menjadi guru tangguh berhati cahaya kepada temen-temen mahasiswa-mahasiswi di universitas Bung Hatta Padang, membuat saya harus berterima kasih kepada panitia pelaksana yang mengundang saya ke ranah minang ini. Mereka adalah para mahasiswa-mahasiswi yang tergabung dalam Komunitas Cinta Menulis (KCM) yang kebanyakan pengurusnya adalah para mahasiswa-mahasiswi fakultas ekonomi universitas bung hatta. Di bawah kepemimpinan”Meler Sanjaya” yang nama aslinya saya sembunyikan, membuat komunitas ini begitu sangat bergairah untuk menumbuhkan budaya menulis di kalangan mahasiswa-mahasiswi di kota Padang.

Read More

Guru Tangguh Berhati Cahaya

13171419451685278748 Omjay dan mas mampu Onno 

Belakangan ini saya sedih membaca, dan mendapatkan informasi seorang guru dipecat oleh kepala sekolahnya tanpa alasan yang jelas. Padahal guru yang bersangkutan sudah mengajar cukup lama. Waktu 8 tahun saya kira sudah cukup lama guru itu mengabdikan diri di lingkungan sekolahnya yang berlabel sekolah negeri. Namun nasib, sudah 8 tahun mengabdikan diri, belum juga diangkat jadi guru PNS. Status sebagai guru honorer disandangnya hingga 8 tahun lamanya. Kini dia dipecat oleh bapak kepala sekolah, dan harus memulai hidup baru sebagai seorang guru di sekolah swasta.

  Read More

Guru Berhati Cahaya

Guru Berhati Cahaya

Guru Berhati Cahaya

Saya termenung sejenak. Berpikir dan menginstropeksi diri sendiri. Bertanya pada diri apakah sudah menjadi guru berhati cahaya. Guru yang menyinari peserta didiknya dari kegelapan ilmu pengetahuan. Guru yang disukai oleh para peserta didiknya. Kehadirannya sangat dirindukan, dan menentramkan hati para peserta didiknya. Merekapun akan senang bila berfoto mesra dengan guru berhati cahaya.

Saya pun tersulut malu, karena di tahun ke-16 saya menjadi guru, saya belum mampu menjadi guru berhati cahaya. Guru yang senantiasa menyinari peserta didiknya dengan penuh kasih sayang, dan membimbing mereka untuk menggapai cita-cita. Cita-cita yang tentu telah diimpikannya agar dapat terwujud menjadi nyata. Cita-cita yang akan membawanya ke pintu gerbang kesuksesan. Baik kesuksesan di dunia maupun kesuksesan di akhirat kelak.

Read More