Tips Menulis dan Menerbitkan Buku

Hari ini saya diingatkan Ibu Endang Rahayu, M.Pd. Beliau menanyakan kata pengantar buku yang sudah dibuatnya. Judulnya Tips Menulis dan Menerbitkan Buku. Sebuah buku bagus yang dibuat dari pengalaman beliau mengikuti kegiatan belajar menulis di PGRI.

Menulis bukanlah suatu pekerjaan yang ringan. Saya tidak mengatakan mudah, mengapa? Karena banyak juga penulis-penulis professional yang mengganggap menulis buku itu tidak mudah, terutama untuk menghasilkan buku-buku yang berkualitas. Saya lebih suka memilih menggunakan kata “tidak ringan” karena memang untuk bisa menghasilkan tulisan dalam bentuk satu buku memerlukan kerja keras dan usaha yang tidak ringan.

Perlu keseriusan dan kedisiplinan untuk mampu menyelesaikan penulisan buku. Perlu komitmen yang tinggi dan dilandasi rasa suka, senang, dan bahagia ketika menulisnya karena jika ada rasa terpaksa sedikit saja maka pasti bukunya tidak selesai-selesai. Seperti yang terjadi pada ibu Endang Rahayu, beliau memulai lembaran baru untuk mengubah keinginan semata menjadi passion. Mulailah gairah menulis dan menerbitkan buku tumbuh dengan sendirinya.

Menulis itu harus dilandasi perasaan bahagia, tidak boleh karena terpaksa atau memaksakan diri. Mengapa? Karena menulis itu sebenarnya adalah proses menemukan jati diri sendiri. Profesi menulis itu sebagai pekerjaan yang mulia, pekerjaan yang dihormati dan dihargai khalayak  ramai atau secara sosial sosial.

Alangkah bahagianya seandainya kita mempunyai kemampuan menulis, karena pada dasarnya kemampuan menulis itu sebagai indikator atau jelmaan dari kematangan berpikir kita. Demikianlah yang disampaikan oleh Ibu Kanjeng (Ibu Sri Sugiastuti – seorang penulis, motivator, pegiat literasi, dan editor) di pelatihan menulis PGRI tanggal 12 Juli 2021. Setiap orang pasti menginginkan tahu tentang dirinya secara utuh, apa saja potensi dan passionnya dan seberapa besar kemampuannya untuk mewujudkan atau merealisasikan potensi, bakat dan minat dalam dirinya.

Di sinilah pentingnya rasa senang dan bahagia dalam proses pencarian jati diri melalui aktivitas menulis. Menulis bukan sekadar menuangkan ide, gagasan, dan pemikiran ke dalam bentuk tulisan, tetapi menulis itu lebih merupakan wujud aktualisasi dan mengekspresikan diri dari seseorang. Sebuah tulisan –walaupun sederhana- berpotensi mampu membangkitkan semangat dan bakat terpendam pembacanya. Sebuah tulisan mampu memiliki energi yang luar biasa yang dapat mendorong ribuan orang untuk mengikuti ide gagasan yang terkandung dalam tulisan tersebut.

Menulis dan menerbitkan buku adalah sebuah kegiatan yang akan anda dapatkan seiring lamanya anda belajar menulis. Saya dan kawan-kawan mewujudkan mimpi anda lewat pelatihan menulis GRATIS di PGRI melalui aplikasi sederhana. Sebuah aplikasi yang biasa digunakan penduduk Indonesia.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

Guru Blogger Indonesia

Blog https://wijayalabs.com

 

by

Teacher, Trainer, Writer, Motivator, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, Simposium, Workshop PTK dan TIK, Edupreneurship, Pendidikan Karakter Bangsa, Konsultan manajemen pendidikan, serta Praktisi ICT. Sering diundang di berbagai Seminar, Simposium, dan Workshop sebagai Pembicara/Narasumber di tingkat Nasional. Dirinya telah berkeliling hampir penjuru nusantara, karena menulis. Semua perjalanan itu ia selalu tuliskan di http://kompasiana.com/wijayalabs. Omjay bersedia membantu para guru dalam Karya Tulis Ilmiah (KTI) online, dan beberapa Karya Tulis Ilmiah Omjay selalu masuk final di tingkat Nasional, dan berbagai prestasi telah diraihnya. Untuk melihat foto kegiatannya dapat dilihat dan dibaca di blog http://wijayalabs.wordpress.com Hubungi via SMS : 0815 915 5515/081285134145 atau kirimkan email ke wijayalabs@gmail.com atau klik hubungi omjay yg disediakan dalam blog ini, bila anda membutuhkan omjay sebagai pembicara atau Narasumber.

4 thoughts on “Tips Menulis dan Menerbitkan Buku

  1. Luar biasa sekali Om Jay ini sudah banyak mencetak guru blogger Indonesia yang pandai menulis.

    Menjadikan menulis sebagai passion menjadikan menulis sebagai menu keseharian kita. Ibarat makanan pokok yang setiap harinya harus kita penuhi.

  2. Menulis bagi setiap manusia bukan hanya bakat dan potensi, tetapi menulis merupakan proses latihan dalam mengaktulisasikan diri untuk menuangkan suatu gagasan yang dirasakan secara langsung sebagai pengalaman menarik menjadi sumber ilmu pengetahuan dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia maju 2045.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.