miina minamoto gets a huge cock to smash her hairy twat. xvideos india

Terpesona, Aku Terpesona

Terpesona, aku terpesona, memandang dan menatap wajahmu yang manis. Seperti mutiara dan bola matamu begitu indah. Membuat saya akhirnya jatuh cinta pada pandangan pertama.

Lagu terpesona yang dinyanyikan oleh penyanyi cantik asal Bali membuat saya mengenang masa lalu. Sebuah masa di mana saya harus bolak balik Jakarta Bandung.

Terpesona…
Aku terpesona..
Memandang (Mandang) wajahmu yang manis

 

Terpesona…

 

Aku terpesona..
menatap (menatap) wajahmu yang manis

Bagaikan mutiara bola (Bola) matamu…
Bagaikan kain sutra lesungnya pipimu

Cantiknya kamu..
eloknya kamu..

Semua yang ada padamu
Membuat aku jadi gelisah
Sampai aku terjaga dari mimpiku…

Lagu-lagu baru I Wayan Bulan Sutena yang terkenal dengan panggilan bulan ini membuat saya kembali ke masa lalu. Sebuah masa remaja yang menemukan cintanya di kota Bandung.

Waktu itu Labschool mengadakan acara halal bihalal di Ciater Subang. Kebetulan saya masih jadi jomblo pada saat itu. Jadi saya berangkat tanpa keluarga. Beda dengan kawan kawan guru yang sudah menikah. Mereka membawa pasangannya masing masing-masing.

Saat makan siang, saya memisahkan diri dari rombongan. Saya pergi ke warung makan dan bertemu dengan seorang wanita cantik asal Bandung. Dia bekerja di Elizabeth Bandung.

Kami saling berkenalan dan bertukar alamat kami masing-masing. Semenjak itu kami saling berkirim surat. Tidak pernah bertemu selama beberapa bulan.

Sampai suatu ketika saya memberanikan diri main ke rumahnya di kota Bandung. Saya benar benar-benar terpesona dengan pandangan pertama. Rasa kangen membuat perjalanan Jakarta Bandung terasa dekat.

Dulu belum ada tol seperti sekarang. Naik bus umum masih melewati jalan biasa. Perjalanan memakan waktu 5 sampai 6 jam. Biasanya saya berangkat malam hari dan menginap di masjid raya kota Bandung.

Ketika menonton sinetron film preman pensiun 5 saya jadi kangen dengan suasana kota Bandung. Biasanya dari masjid raya saya langsung naik angkot menuju rumah calon mertua.

Kalau sudah ketemu pacar yang sekarang menjadi istri saya, biasanya saya langsung main ke rumah om Dadang. Adik bungsu ayah yang tinggal di depan terminal Cicaheum. Saya melewati jembatan penyeberangan yang ada di film preman pensiun. Tempat di mana Kang Mus suka memantau anak buahnya yang bekerja di terminal.

Cerita preman pensiun membuat saya terkenang dengan suasana di terminal Cicaheum. Biasanya saya suka beli buah di depan terminal. Sekedar buah tangan untuk keluarga om Dadang.

Sewaktu saya menikah di Bandung, keluarga Om Dadang banyak membantu saya dalam persiapannya. Kami menyewa 10 kamar di penginapan dekat alun-alun kota Bandung. Teman saya Lutfi membantu saya mencari tempat penginapan.

Saya menikah di gedung Padepokan Seni yang ada di jalan Peta Lingkar Selatan kota Bandung. Ramai sekali acaranya. Sampai sekarang masih ada rekaman videonya. Teman saya pak Rosiman mendokumentasikan acara pernikahan kami di Bandung.

Semua anak saya lahir di Bandung. Intan anak pertama sekarang sudah bekerja di Bandung. Adiknya Berlian ingin melanjutkan kuliah di Bandung. Rumah di Jatibening Bekasi menjadi semakin sepi. Kami menjadi pengantin baru lagi.

Lagu terpesona yang dinyanyikan Bulan penyanyi muda ini, membuat saya melakukan refleksi perjalanan hidup saya di masa lalu. Usia semakin bertambah. Anak anak sudah semakin dewasa. Kelak mereka akan berumah tangga. Saya akan menjadi MC. Momong Cucu.

Saya tidak tahu. Apakah akan menetap di kota Bandung atau tidak. Kota kembang ini banyak menyimpan kenangan indah. Saya terpesona karenanya.

Salam blogger persahabatan
Omjay
Guru Blogger Indonesia
Blog https://wijayalabs.com

3 Responses to “Terpesona, Aku Terpesona”

  1. Ayo Sugiryo says:

    Sebuah kenangan masa lalu yang luar biasa. Mantap kisahnya Om Jay.

  2. Ayo Sugiryo says:

    Kisah perjalanan yang mempesona Om Jay.

  3. Sumarjyati says:

    Terpesona seorang hadis Bandung hingga apapun mengenai Bandung selalu buat terpesona. Hehe makanya Om Jay suka nonton preman pendiun juga. Karena kota Bandung. Semoga bahagia sllu om Jay.. Selamat jadi penganyin baru lagi.. Hihi

Leave a Reply

  • Komentar blog

  • komentar blog

  • Tulisan Wijaya Kusumah di blog Lainnya

  • Yuk Menulis Setiap Hari! Lalu Perhatikan Apa Yang Terjadi