Posted on: January 8, 2020 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 1

Membangun Kekuatan Menulis Guru

Membangun Kekuatan Menulis Guru Secara Kolaborasi.

Alhamdulillah sudah sampai rumah di Bekasi. Rumah sangat sepi sekali. Anak dan istri sedang berlibur di pangandaran yang asri.

Sambil mengisi kolam ikan yang surut airnya. Saya menuliskan ini. Judulnya membangun kekuatan menulis guru secara kolaborasi.

Sungguh saya salut dengan semangat guru dalam menulis. Namun semangat saja tidak cukup. Perlu kekuatan kolaborasi dan kebersamaan dalam menulis secara kolaborasi. Salah satunya kemampuan untuk membaca karya tulis orang lain. Sebab menulis dan membaca adalah sebuah kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

Membangun kekuatan menulis guru harus dibangun dari diri sendiri sebagai seorang pendidik.

Pendidik bukan pemburu. Dia adalah orang yang memberikan ilmu dan bukan orang yang mengejar selembar sertifikat untuk bisa naik pangkat.

Seorang pendidik akan berusaha terus belajar sepanjang hayat. Kenaikan pangkat adalah bonus dari apa yang sudah dikerjakannya.

Workshop penyusunan buku ajar dan pengayaan baru saja usai di dunia nyata. Hampir semua peserta sudah kembali ke rumah masing masing. Namun belajar di dunia maya belumlah usai. Sebab kita punya pekerjaan rumah untuk menulis dan menerbitkan buku bersama. Saya menyebutnya buku keroyokan.

Setiap guru mengirimkan sebuah artikel minimal dua lembar dan boleh lebih. Bila ada 100 orang guru yang mengumpulkannya, maka akan ada sekitar 200 halaman yang bisa diterbitkan menjadi buku yang menginspirasi.

Kuncinya hanya satu. Anda harus fokus dan mulai duduk sebentar untuk menulis. Mulailah dari alinea menyapa pembaca lalu sedikit demi sedikit menuangkan ide ide segar anda ke dalam bentuk tulisan. Kalau sudah 700 kata anda boleh berhenti dan membuat alinea penutupan. Namun bila anda merasakan ingin terus berlanjut, paksa pembaca dengan tulisan anda yang menarik dan memikat hati.

Tujuan guru membuat buku agar ilmu yang dimilikinya sampai di hati pembaca. Mereka mendapatkan pencerahan baru dari apa yang telah dibacanya.

Kemampuan menulis guru harus terus diasah dengan banyak berlatih menulis. Tak ada penulis yang bagus kalau dia tak rakus membaca.

Penulis yang baik adalah pembaca yang baik. Perbanyak membaca agar anda tak kehilangan ide dalam menulis.

Menulis tanpa ide bisa saja terjadi dalam diri anda. Kalau sudah begitu mulailah melihat sekeliling anda. Tulis satu persatu benda yang ada dihadapan anda.

Misalnya meja, kursi, kipas angin, tas, laptop, buku dan lain lain. Lalu kembangkan nama benda benda itu menjadi sebuah kalimat yang saling terkait.

Kalau guru bisa melakukan itu, maka kawan kawan guru tak akan pernah kehabisan ide dalam menulis. Terlebih lagi bila guru telah banyak membaca buku.

Membangun kekuatan menulis guru harus dimulai dari diri guru itu sendiri. Lalu kemudian ajak guru lainnya untuk bekerja sama.

Menulis secara kolaborasi itu seksi. Banyak hal baru yang nanti akan kita dapatkan. Tulisan kita akan banyak dibantu banyak orang agar lebih enak dan renyah dibaca.

Bila tulisan sudah jadi, jangan ragu untuk dipublikasi. Biarkan orang lain berkomentar dalam tulisanmu. Dengan begitu kita semakin tahu kelemahan diri. Di atas langit ada langit.

Artikel guru akan terajut menjadi sebuah buku kisah kisah inspiratif. Setiap orang pasti akan mempunyai kisahnya masing masing. Gaya menulis guru pasti akan beragam dan tidak seragam.

Membangun kekuatan menulis guru dapat dimulai dari menerbitkan buku bersama. Setelah itu barulah menulis satu guru satu buku saja. Guru harus punya komitmen untuk mewujudkannya.

Bila seorang guru mampu menjual dan membeli buku dari hasil karyanya sendiri, pastilah akan hebat sekali.

Bila ada 100 orang guru memesan 10 buku kepada penerbit, maka akan tercetak 1000 buku baru yang siap dipasarkan. Bila ada 5 judul buku, maka akan ada 5000 buah buku siap dipasarkan ke seluruh Indonesia. Wow sungguh luar biasa!

Perlu strategi jitu memasarkan buku. Ada ilmu marketing yang harus anda pelajari dengan kesungguhan hati.

Semua itu akan terjdi bila kita saling berkolaborasi. Seperti pelaksanaan workshop beberapa waktu lalu. Kekuatan kebersamaan membuat workshop ini berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.

Membangun kekuatan menulis guru secara kolaborasi harus terus digerakkan. Jadilah pejuang literasi yang gigih dan tahan banting.

Uang bisa dicari asalkan kita bisa berkolaborasi dan menerbitkan buku yang berkualitas dan bernas. Semua itu akan terwujud bila kita menanggalkan baju kesombongan dan memakai baju kebersamaan.

Salam Blogger Persahabatan
Omjay
Guru Blogger Indonesia
Blog https://wijayalabs.com

Categories:

1 people reacted on this

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.