Hari Kelimabelas Belajar di Negara China

Minggu, 17 April 2019 adalah hari kelima belas kami berada di negara china. Sebuah negara maju yang ada di Benua Asia. Suasana pagi masih dingin seperti biasa. Sarapan pagi sudah tersedia mulai pukul 07.00 waktu setempat. Beda 1 jam waktunya dengan Waktu Indonesia bagian barat. Kalau di Jakarta pukul 06.00 wib, maka di sini pukul 07.00 pagi. Waktunya sama dengan Indonesia bagian tengah (WITA).

Sarapan pagi kali ini ada nasinya. Kemarin tidak ada. Jadi saya merasa nikmat sarapan dengan nasi. Ada sup hangat, telor rebus, dan susu hangat kacang kedelai. Sarapan pagi menjadi lebih nendang dari biasanya. Buah pisang dan semangka menambah lengkap sarapan pagi ini.

Ketua kelas mengingatkan bahwa pukul 08.00 akan ada pertemuan. Semua peserta diminta berkumpul di kamar 3301. Kita akan rapat membahas persiapan presentasi implementasi STEM di negara china setelah tiba di Indonesia. Kami sempat doa bersama untuk 50 orang jamaah masjid di New Zeland. Mereka menjadi korban teroris yang menyerang masjid. Semoga diampuni segala dosanya.

Terjadi dialog terbuka dari hati ke hati diantara kami. Ketua kelas memutuskan ada 10 orang mempersiapkan materinya dengan baik. Mulai dari materi kuliah, kunjungan ke sekolah dan budaya china. Diskusi menjadi lebih menarik karena saya bertemu dengan para juara guru berprestasi, Juara Olimpiade Guru Nasional, Juara Inovasi pembelajaran dan duta ruma belajar pustekkom kemdikbud. Diskusinya sangat bernas sekali.

Usai diskusi tentang implementasi STEM, dan berbagi tugas, kami pergi ke tempat belanja. Hanya hari ini saja ada kesempatan belanja ke tempat yang cukup jauh. Besok senen sudah ada kegiatan berikutnya. Saya dan teman-teman memilih ke show market. Kami naik bus menuju ke sana.

Sampai lokasi langsung mencari-cari barang yang kami cari. Saya sendiri membeli tas dan ikat pinggang. Tas untuk anak dan istri. Ikat pinggang untuk kakak dan pimpinan sekolah. Teman-teman banyak yang membeli pakaian dan jaket. Semua serba 39 yuan. Murah khan!

Belanja di negara china ini unik Ada pejual yang langsung memasang bandrol harga dan kita tak perlu lagi menawar harga. Namun, ada juga yang sudah pasang harga, namun masih bisa ditawar kalau kita membeli dalam jumlah banyak. Pedagang biasanya memberikan potongan harga.

Seperti tadi pagi, kami membeli gantungan kunci cukup banyak. Harga 2 yuan menjadi 1,5 yuan. Gantungan kuncinya unik karena bisa dipakai untuk meteran. Jadi kalau anda tukang jahit atau tukang ukur panjang ruangan, dapat memakai gantungan kunci unik ini.

Beberapa kawan membeli plastik press agar barang bisa diperkecil saat masuk koper. Sedangkan saya membeli sepatu baru. Harganya cukup murah. Hanya 50 yuan saja. Banyak orang yang membeli sepatu di tempat ini. Mungkin karena harganya murah dan banyak potongan harga. Toko sepatu penuh sesak dengan calon pembeli,

Sepatu baru terbeli. Pak Dedi mengajak ke tempat penjualan koper. Harganya murah banget. hanya 50 yuan saja. Pak Dedi pinter sekali menawar harga. Koperpun saya beli. Bahkan ada koper yang harganya 150 yuan, sementara di tempat lain seharga 319 yuan dengan barang yang sama. Jadi kita harus pintar-pintar cari toko yang menjual barang murah.

Setelah puas berkeliling show market, kami kembali ke penginapan dengan bus. Hampir saja saya ketiduran di bus. Untunglah pak Hartono membangunkan saya dan kami bersiap untuk turun di depan kampus China University of Mining And Technology (CUMT).

Saya membawa koper baru berwarna biru. Rasanya seperti mahasiswa baru yang datang ke kampus barunya. Sampai kamar kami sholat dan kemudian pergi makan siang di kedai muslim yang berada di dalam kampus CUMT. Di kedai ini kami makan nasi dicampur rempah-rempah china. Wow rasanya enak sekali. harganya 10 yuan lengkap dengan sayuran, daging dan telor ceplok yang dicampur seperti nasi goreng.

Kami beli nasi dan sayur untuk makan malam. Pak Hartono menelepon istrinya lewat wa. Internet di kedai ini cukup kencang juga wifinya. Jadi kami bisa santai sejenak berinternet setelah makan siang. sambal menyelem, minum air. Jadi sambal makan siang, kita internetan gratis sepuasnya, hahaha.

Pulang dari makan siang, kami melihat banyak orang di lapangan olahraga kampus. Rupanya sedang ada pekan olahraga mahasiswa. Suasananya ramai sekali. Banyak atlet berlaga di lapangan bola dan atletik ini. Saya mengambil gambarnya. Lumayan untuk bahan cerita hari ini. Mereka Nampak sangat bergembira sekali.

Wah sampai kamar sudah sore. Beres-beres sebentar, setelah itu saya langsung mandi. Jurnal mingguan sudah menunggu untuk dikerjakan. Bapak Ketua kelas meminta segera dikirimkan laporannya hari ini. Berikut ini jurnal laporan harian individu yang saya buat. Semoga bermanfaat.

JURNAL HARIAN (HARI 15)

Hari/Tanggal : Minggu / 17 Maret 2019

Kegiatan/Materi : FGD and Independent Learning

Narasumber : Program Fasilitator

JURNAL BELAJAR

Pengalaman Belajar Pengalaman Belajar hari ini yang kami dapatkan adalah betapa pentingnya penguasaan Bahasa china atau mandarin sebagai alat komunikasi dalam kegiatan sehari-hari. Terutama saat berbelanja dan tawar menawar harga. Kalau terbiasa menggunakan Bahasa mandarin, harga yang kami beli bisa lebih murah lagi dan bisa berkomunikasi lancar dengan mereka. Seperti tadi pagi saat membeli tas dan souvenir di shoumarket.
Materi yang telah dipahami Materi yang telah dipahami adalah kita bisa langsung mempraktikkan apa-apa yang sudah diajarkan selama 2 hari kami belajar Bahasa mandarin di kampus CUMT. Lalu mempraktikkannya dalam kegiatan sehari-hari. Seperti belanja dan naik bus kota.
Materi yang belum dipahami dengan menyebutkan alasan dan kendalanya Materi yang belum dipahami dengan menyebutkan alasan dan kendalanya adalah kami belum banyak memahami tulisan china dan bahasanya. Adapun kendala yang kami hadapi adalah pemandu tidak setiap hari mendampingi kami. Jadi kami harus mandiri. Kalau hari Sabtu dan minggu mereka libur dan tidak ke kampus CUMT. Jadi kami harus belajar secara mandiri dan berkelompok melalui praktik langsung ke pasar tradisional, dan ke mall lotus serta mall lainnya untuk belanja.
Usaha dan cara untuk mengatasi Usaha dan cara untuk mengatasi adalah membawa ponsel pintar sehingga bisa membantu kami kalau ada kesulitan bertanya. Juga bertanya kepada mereka yang paham dengan Bahasa Inggris. Kami pergi secara berkelompok untuk saling bantu berkomunikasi dan menawar harga barang menjadi lebih murah. Itulah cara kami mengatasinya.
Upaya pengayaan Upaya pengayaan yang kami lakukan adalah membuka internet dan mencari pengetahuan baru yang kami dapatkan hari ini, lalu mempostingnya di blog http://wijayalabs.com, juga mempostingnya di url http://kompasiana.com/wijayalabs

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

Blog http://wijayalabs.com

Published by Wijaya Kusumah

Teacher, Trainer, Writer, Motivator, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, Simposium, Workshop PTK dan TIK, Edupreneurship, Pendidikan Karakter Bangsa, Konsultan manajemen pendidikan, serta Praktisi ICT. Sering diundang di berbagai Seminar, Simposium, dan Workshop sebagai Pembicara/Narasumber di tingkat Nasional. Dirinya telah berkeliling hampir penjuru nusantara, karena menulis. Semua perjalanan itu ia selalu tuliskan di http://kompasiana.com/wijayalabs. Omjay bersedia membantu para guru dalam Karya Tulis Ilmiah (KTI) online, dan beberapa Karya Tulis Ilmiah Omjay selalu masuk final di tingkat Nasional, dan berbagai prestasi telah diraihnya. Untuk melihat foto kegiatannya dapat dilihat dan dibaca di blog http://wijayalabs.wordpress.com Hubungi via SMS : 0815 915 5515/081285134145 atau kirimkan email ke wijayalabs@gmail.com atau klik hubungi omjay yg disediakan dalam blog ini, bila anda membutuhkan omjay sebagai pembicara atau Narasumber.

Join the Conversation

33 Comments

  1. emang benar sih pak bahwa itu benar maksudnya barang palsunya banyak dan harus diraba, di teliti, dan lupa saya karena tidak jagonya membuat atau hal hal menawar semangat pak masih dikit lagi waktunya

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.