Meningkatkan Keterampilan Menulis Siswa Melalui Pembuatan Buku Fiksi dan Non Fiksi

Silahkan diunduh makalah-wijaya-kusumah-labschool-1

“Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru”

by

Teacher, Trainer, Writer, Motivator, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, Simposium, Workshop PTK dan TIK, Edupreneurship, Pendidikan Karakter Bangsa, Konsultan manajemen pendidikan, serta Praktisi ICT. Sering diundang di berbagai Seminar, Simposium, dan Workshop sebagai Pembicara/Narasumber di tingkat Nasional. Dirinya telah berkeliling hampir penjuru nusantara, karena menulis. Semua perjalanan itu ia selalu tuliskan di http://kompasiana.com/wijayalabs. Omjay bersedia membantu para guru dalam Karya Tulis Ilmiah (KTI) online, dan beberapa Karya Tulis Ilmiah Omjay selalu masuk final di tingkat Nasional, dan berbagai prestasi telah diraihnya. Untuk melihat foto kegiatannya dapat dilihat dan dibaca di blog http://wijayalabs.wordpress.com Hubungi via SMS : 0815 915 5515/081285134145 atau kirimkan email ke wijayalabs@gmail.com atau klik hubungi omjay yg disediakan dalam blog ini, bila anda membutuhkan omjay sebagai pembicara atau Narasumber.

One thought on “Meningkatkan Keterampilan Menulis Siswa Melalui Pembuatan Buku Fiksi dan Non Fiksi

  1. MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS MELALUI PEMBUATAN BUKU FIKSI DAN NON FIKSI DI SMP LABSCHOOL JAKARTA
    Wijaya Kusumah
    ABSTRAK
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan dimana rata-rata keterampilan menulis siswa SMP Labschool Jakarta masih rendah, khususnya siswa-siswa di kelas 7 yang belum tahu cara menulis cerita fiksi dan non fiksi, lebih dari 85 % siswa diketahui belum terlatih menulis, sehingga tulisannya masih kurang enak dibaca.
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa melalui pembuatan buku fiksi dan non fiksi di SMP Labschool Jakarta.
    Metode penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menulis siswa baik dalam bentuk buku fiksi dan non fiksi. Siswa menjadi lebih terampil dalam menulis.
    Hasil karya tulis siswa dipamerkan dan dijual di sekolah. Ada 14 buku dihasilkan, yaitu 7 buku cerita fiksi dalam bentuk cerita fantasi, dan7 buku cerita non fiksi dalam bentuk cerita liburan sekolah.
    Kampanye gerakan literasi sekolah (GLS) dapat berjalan sesuai harapan pemerintah. Siswa tidak hanya sekedar senang membaca buku, tapi juga menulis buku.
    Kata kunci: Keterampilan menulis; buku fiksi; buku non fiksi; GLS

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.