Posted on: May 29, 2016 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 39

Pelayanan BNI yang Memuaskan

Ketika diminta mengurus visa untuk berangkat ke negara Jepang selama 9 hari, saya harus menyiapkan salinan buku rekening tabungan 3 bulan terakhir. Rekening tabungan menjadi salah satu syarat mengurus visa. Saya cari ke sana kemari buku tabungan BNI. Tapi belum ketemu juga. Saya lupa meletakkannya. Buku itu sudah lama sekali belum dicetak. Selama ini saya lebih senang menggunakan ATM untuk bertransaksi. Selama seminggu saya mulai mengingat kembali meletakkan bukunya. Alhamdulillah, bukunya ketemu di laci meja kerja sekolah di ruang guru. Saya langsung membawanya ke kantor cabang pembantu bank BNI di kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun Jakarta Timur.

Pelayanan yang ramah dari Petugas BNI

Kedatangan saya ke kantor bank BNI disambut dengan sangat ramah oleh petugas Bank BNI. Mulai dari satpam yang mengucapkan selamat pagi, dan membantu saya untuk mendapatkan nomor antrian secara digital. Sangat ramah sekali pelayanannya dan saya dipersilahkan untuk duduk di ruang tunggu. Tak berapa lama, petugas custumer service memanggil nomor antrian saya. Sayapun menuju counter yang diperuntukkan sesuai nomor antrian. Ada rasa kenyamanan selama proses menunggu itu. Kami nasabah Bank BNI menjadi terpuaskan karenanya.

Di depan petugas perempuan, saya jelaskan maksud kedatangan ke kantornya. Petugas bank BNI dengan ramah melayani saya dengan sangat baik. Petugas bank memeriksa buku tabungan saya. Dibukanya lembar demi lembar. Ternyata buku tabungan saya sudah harus diganti. Petugas BNI memberikan saya formulir untuk diisi dan meminta KTP saya dengan senyum termanisnya. Saya mengisinya sesuai petunjuk dan menyerahkan KTP kepada petugas. Tak menunggu berapa lama buku tabungan baru sudah tersedia di depan mata. Saya diminta untuk tanda tangan di buku tabungan BNI Taplus Pegawai yang baru. Inilah foto buku tabungan lama dan baru saya.

buku tabungan bni omjay
buku tabungan bni omjay

Buku tabungan saya yang lama digunting covernya oleh petugas, kemudian diserahkan kepada saya beserta buku tabungan baru. Cepat sekali prosesnya, tidak ribet, dan saya tidak menunggu lama. Petugas bank BNI sangat profesional melayani nasabahnya. Dengan senyuman termanis dan pancaran wajah yang ikhlas melayani, saya ditanya lagi, apalagi yang bisa dibantunya. Sayapun berpikir sejenak dan kemudian meminta informasi pelayanan BNI di luar negeri.

Info penting Cabang BNI di Luar Negeri

Kesempatan itu tidak saya sia-siakan. Kebetulan saya mau berangkat ke Jepang. Saya katakan kepada petugas bank, saya mau ambil uang untuk persiapan dan bekal berangkat ke Jepang. Petugas lalu memberi informasi kalau di Jepang ada kantor cabang BNI. Nasabah bank BNI tak perlu galau selama berada di sana. Senang sekali saya mendapatkan informasi ini. Setidaknya saya tidak perlu khawatir lagi bila perlu uang cash selama di Jepang. Cukup pakai ATM dan atau mendatangi kantor bank BNI di Tokyo, Jepang.

Terus terang saya belum pernah tahu kalau ada pelayanan nasabah bank BNI di luar negeri. Bagi saya ini pengalaman dan informasi yang sangat berharga sekali. Secara kebetulan pula saya belum pernah mengalaminya. Ternyata sudah banyak cabang BNI di luar negeri seperti di BNI New York, BNI Singapore, BNI London, BNI Tokyo, BNI Hongkong, BNI Seoul, BNI Osaka, dan BNI Yangon, Myanmar. Tentu ini menjadi kebanggaan tersendiri buat bank yang dimiliki oleh pemerintah Indonesia. Setahu saya, BNI adalah bank pertama yang dibuka pemerintah Indonesia pada tahun 1946. Tentu sangat dijaga dan terjaga pengelolaannya.

Senang sekali mendapatkan informasi yang sangat penting ini. Petugas customer service lalu memberi saya arahan untuk naik ke lantai 2 (dua) gedung. Saya diminta untuk mengambil nomor antrian baru. Di lantai 2 (dua) adalah tempat untuk pengambilan uang nasabah. Saya diminta mengisi formulir singkat pengambilan uang untuk jumlah uang yang saya ambil. Tak berapa lama, saya pun dipanggil sesuai nomor antrian baru yang diberikan petugas bank BNI. Petugas BNI yang sangat ramah melayani kami dengan senyuman terindahnya. Apalagi bila petugasnya cantik. Saya jadi geer sendiri, hihihi.

Pelayanan yang ramah, cepat dan profesional membuat saya kagum dengan bank BNI. Rupanya para karyawan bank BNI ini sangat paham dengan misi dan visi bank BNI yang berdiri pada tanggal 5 Juli 1946. Tak terasa sudah 70 tahun usia bank BNI. Ibarat usia manusia, sudah cukup sepuh dan bijaksana. Usia kakek-nenek kita yang sudah banyak makan asam garam. Usia yang sudah seharusnya tahu diri untuk menjaga kesehatannya agar tetap prima. Segala macam inovasi dan regulasi baru tentu sudah pernah dilakukan. Sejarah bank BNI, bisa anda baca di sini http://www.bni.co.id/id-id/tentangkami/sejarah.aspx. Semoga bank negera indonesia menjadi bank terkemuka yang mampu menjadi lembaga keuangan yang unggul dalam pelayanan yang memuaskan dan sangat baik kinerjanya. Aamiin.

Usai dari Bank BNI di lingkungan kampus UNJ, saya serahkan buku tabungan BNI beserta pasport saya kepada Ibu Linda di sekolah. Beliau adalah rekan kerja yang mengurus visa untuk keberangkatan kami ke Jepang. Kami akan berada selama 9 hari di sana. Sejumlah 53 orang siswa dan 4 orang guru pendamping akan berangkat ke sana. Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah. Berkat memiliki rekening tabungan BNI, menyelamatkan saya untuk berangkat ke negara matahari terbit tersebut. Persyaratan tabungan 3 bulan terakhir sudah bisa terpenuhi berkat pelayanan bank BNI yang ramah, cepat, terampil, dan cekatan. Padahal waktu mengurus visa sangat mepet sekali waktunya. Kalau saja pelayanannya lama, bisa gagal saya pergi ke Jepang. Terima kasih bank BNI. Kini saya menjadi tahu kalau BNI sudah ada di berbagai kota dan bahkan di berbagai negara. Informasinya ada di sini, http://www.bni.co.id/id-id/jaringanglobal/bnitokyo.aspx.

BNI Menjadi Pilihan Keluarga kami

Saya bersyukur tidak salah memilih bank untuk membantu mengelola keuangan secara pribadi. Mulai dari gaji bulanan, tunjangan profesi guru (TPG), dan pensiun guru dengan tabungan simponi. Tabungan untuk anak-anak pun saya simpan di BNI. Hal ini untuk memudahkan saya bertransaksi dalam satu bank. Pengelolaan gaji saya serahkan istri tercinta untuk memegang ATM-nya. Sedangkan untuk dana tunjangan profesi guru (TPG) atau sertifikasi guru saya kelola sendiri untuk membantu menyelesaikan studi S3 di kampus UNJ jurusan Teknologi Pendidikan. Tabungan pensiun sudah dipotong rutin setiap bulannya dan bisa diketahui jumlahnya setelah saya mencetak buku tabungannya. Saya sudah tahu berapa jumlah uang yang akan saya dapatkan setelah pensiun menjadi guru. Tanpa terasa, BNI sudah menjadi bank yang ikut mengelola keuangan keluarga kami.

Banyak sekali produk layanan BNI. Salah satunya BNI internet banking. Sebenarnya saya kepengen juga mencoba layanan internet banking BNI ini. Kata teman-teman yang sudah menggunakannya enak, cepat, dan mudah. Tapi saya masih menundanya, karena belum menjadi kebutuhan vital bagi saya untuk menggunakannya. Di samping itu, saya merasa penghasilan bulanan saya belum terlalu besar, jadi kurang pede aja, hahaha. Maklumlah gaji guru tidak sebesar gaji direktur BNI hehehe. Informasi yang saya dapatkan, internet banking semakin aman via bank BNI. BNI Internet Banking makin aman dengan konfirmasi transaksi via SMS, lakukan pengkinian data Nomor HP nasabah. Infonya dapat dibaca di http://bit.ly/1YTXAjd.

Namun pelayanan BNI yang begitu menggoda membuat saya jadi kepengen tahu (kepo) pelayanan-pelayanan lain di bank BNI. Terutama tabungan haji untuk berangkat menjalankan rukun Islam yang kelima. Rencananya tahun ini kami akan menyetor awal untuk tabungan haji. Sudah hampir setahun ini istri menabungnya lewat arisan di sekolah. Kepengen sekali menunaikan rukun Islam yang kelima. Semoga terwujud cita-cita kami, Aamiin.

Mengapa bank BNI menjadi pilihan keluarga kami? Sebab Bank BNI memberikan layanan yang memuaskan kami sebagai nasabahnya. Walaupun tidak semua produk layanan BNI kami ikuti, tapi kami yakin BNI mampu memberikan pelayanan yang sangat memuaskan untuk nasabahnya. Inovasi dan kreativitas yang dilakukan BNI membuat kami para nasabahnya menjadi semakin mudah dalam melakukan berbagai transaksi. Kepercayaan ini semoga dapat membuat BNI semakin maju dan terdepan.

Dengan usia yang sudah 70 tahun, tentu BNI akan terus melakukan inovasi dan kreativitas yang tiada henti. Pendidikan dan pelatihan (diklat) sumber daya manusia atau SDM di lingkungan BNI harus terus ditingkatkan. Pelayanan Bank BNI yang terkenal dengan cepat dan profesional akan membuat nasabah bank puas dengan layanannya. Alhamdulillah, selama menjadi nasabah bank BNI, saya beserta keluarga belum menemui pelayanan BNI yang kurang memadai. Semoga BNI terus maju dan terdepan dari bank-bank lainnya. Aamiin.

Setiap kali naik bus transjakarta dan berdiri di halte busway, dan melewati jembatan dukuh atas, saya bermimpi ingin sekali masuk ke dalam gedung menara BNI yang letaknya di jalan Sudirman. Gedungnya sangat tinggi dan megah. Suatu kali, saya melewatinya lagi. Pak Tatang teman di komunitas guru TIK dan KKPI mengambilkan gambarnya untuk saya narsis di depannya. Jadilah foto yang anda saksikan saat ini. Di facebook dan twitter saya bagikan gambarnya, dan ada yang mendoakan saya menjadi direktur BNI yang baru loh, hahaha.

omjay di depan menara bank bni
omjay di depan menara bank bni

Sebenarnya ada beberapa bank lain yang saya ikut sebagai nasabahnya. Layanannya tidak kalah bagus dengan BNI. Namun saya tidak begitu aktif menabung dan hanya sekedar menyimpan uang untuk persyaratan adminsitrasi saja. Pelayanan BNI yang sangat memuaskan membuat saya dan keluarga jatuh cinta pada BNI. Setiap kami belanja ke supermarket, membeli buku di toko buku gramedia, dan makan bersama keluarga tercinta di luar rumah, maka ATM BNI yang selalu kami gunakan. Selain itu, ATM-nya mudah ditemui dimana saja. Saya tidak pernah merasakan kesulitan bila ingin menarik uang di ATM. Banyak sekali ATM BNI di berbagai kota. Transfer antar bank dan bayar cicilan tagihan juga terasa nyaman dengan BNI. Itulah mengapa BNI menjadi titik balik saya dan keluarga dalam bertransaksi. Hampir semua transaksi keuangan, saya gunakan BNI sebagai prioritas pertama. Kalau tidak ada, baru kemudian saya gunakan ATM bank lainnya.

Bank BNI memang begitu menggoda dalam pelayanannya. Saya terlupa dan tidak tahu persis kapan mulai menabung di BNI. Sewaktu menjadi mahasiswa S1 di IKIP Jakarta tahun 1990, saya sudah menjadi nasabah bank BNI. Ketika mendapatkan kerja di lingkungan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan diterima mengajar di Labschool Jakarta, saya langsung mentransfer semua penghasilan kerja ke BNI. Waktu itu, cuma ada kantor kas kecil cabang pembantu di kampus UNJ, tidak seperti sekarang ini dimana bank BNI memiliki tempat yang luas, dan fasilitas yang berkelas di kampus UNJ Rawamangun. Pelayanan BNI yang selalu memuaskan membuat saya tidak pernah pindah ke lain bank untuk pengelolaan gaji saya. Alhamdulillah setiap bulan lancar, dan langsung masuk di rekening tabungan saya. Sama persis jumlahnya dengan struk gaji yang saya dapatkan dari bagian keuangan.

Loyalitas saya sebagai nasabah bank BNI seakan teruji ketika banyak bank lain menawarkan pelayanan yang lebih baik. Nampaknya persaingan antar bank begitu ketat. Masing-masing bank menawarkan produknya yang sangat menggiurkan. Sebagai nasabah bank, tentu saya akan memilih bank yang pelayanannya sangat memuaskan. Saya pilih BNI milik pemerintah Indonesia karena mudah dicari lokasi kantornya dan pelayanan petugasnya yang sangat profesional melayani nasabahnya. Dana kita yang disimpan di bank juga terjamin dan tidak mungkin hilang bila bank mengalami kebangkrutan. BNI menjamin semua nasabahnya akarena bank ini adalah bank milik pemerintah Indonesia.

Beberapa usulan

Ada beberapa usulan dari saya sebagai nasabah untuk peningkatan pelayanan BNI yaitu:

  1. Nasabah adalah raja dan ratu, karena itu layani mereka dengan sepenuh hati dan jiwa raga.
  2. Melayani negeri dan kebanggaan bangsa harus benar benar menjadi motto BNI dalam melakukan kinerjanya
  3. Layanan perbankan BNI yang profesional dan mengikuti perkembangan zaman harus terus dilakukan dengan inovasi yang tiada henti
  4. Visi dan misi BNI harus dapat diwujudkan dalam kegiatan sehari-hari yang membuat nasabah terlayani dengan sangat memuaskan
  5. BNI Promo dan layanan global ke berbagai negara harus terus disebarluaskan ke penjuru tanah air dan dunia international dalam rangka menyambut masyarakat ekonomi asia dan dunia.
  6. Layanan internet banking yang aman dan nyaman dalam melakukan transaksi akan membuat nasabah merasa percaya untuk bertransaksi di era digital.
  7. Perluas lokasi ATM dan cabang sampai pelosok desa di seluruh Indonesia, hal ini akan memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi bank melalui ATM dan cabang bank BNI terdekat dari tempat tinggalnya.
  8. Tingkatkan pelatihan dan pendidikan karyawan BNI agar mampu menjadi pekerja profesional dalam melayani nasabahnya dengan baik.
  9. Kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) harus terus dikembangkan dalam bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan sehingga banyak orang tahu bahwa keuntungan bank BNI dikembalikan kepada masyarakat agar dapat terdidik dengan baik dan mampu mandiri dalam era globalisasi saat ini.
  10. Jangan lupakan sejarah, terutama mereka-mereka yang sudah membesarkan bank BNI, direksi BNI beserta jajarannya harus mampu memberikan apresiasi kepada para pendahulunya, seperti artikel yang saya baca di website BNI, http://www.bni.co.id/BeritaBNI/BeritaBNI/tabid/236/articleType/ArticleView/articleId/851/language/id-ID/Akan-Genap-70-Tahun-BNI-Mengenang-Perjuangan-Margono-Djojohadikusumo.aspx
  11. Keterbukaan BNI dalam mengelola keuangan nasabahnya akan membuat nasabah semakin banyak dan percaya akan akuntabilitas, kredibilitas, dan pertanggungjawaban pengelola bank.
  12. Pengelola BNI harus mampu mengadakan pengaduan publik bagi nasabahnya yang tidak terlayani dengan baik sehingga menjadi masukan yang sangat berharga bagi pengelola bank BNI.

Berikut ini akan saya jabarkan satu persatu dengan jelas beberapa usulan dari saya di atas sebagai nasabah bank BNI untuk peningkatan pelayanan di bank BNI yaitu:

  1. Nasabah adalah raja dan ratu, karena itu layani mereka dengan sepenuh hati dan jiwa raga. Karyawan bank BNI harus tahu itu dan mampu memberikan layanan yang terbaik ketika bertemu dengan nasabahnya. Baik nasabah yang memiliki tabungan yang banyak ataupun sedikit. Semua nasabah harus dilayani dengan pelayanan terbaik. Anggap mereka sebagai raja dan ratu di kerajaannya sendiri. Dengan begitu mereka merasa dilayani dengan baik. Tingkat kepuasan nasabah akan terlihat dari bahasa tubuh mereka ketika meninggalkan kantor BNI.
  2. Melayani negeri dan kebanggaan bangsa harus benar-benar menjadi motto BNI dalam melakukan kinerjanya. Negeri ini terbentuk karena loyalitas pengelolanya dan kebanggaan atas bangsanya yang sudah merdeka. BNI harus mampu menunjukkan sebagai bank papan atas milik pemerintah yang sanggup melayani nasabah bank BNI di seluruh negeri dan menjadi kebanggan bangsa Indonesia dalam pengelolaan keuangan yang profesional di era global. Bila itu sudah dilakukan, maka melayani negeri dan kebanggaan bangsa bukan menjadi slogan kosong belaka.
  3. Layanan perbankan BNI yang profesional dan mengikuti perkembangan zaman harus terus dilakukan dengan inovasi yang tiada henti. Banyak perusahaan besar yang terus berkembang karena melakukan inovasi. Perubahan itu pasti dan BNI diharapkan mampu memberikan layanan perbankan yang jauh lebih profesional dari bank lainnya. Produk yang dipromosikan harus update dan mengikuti perkembangan zaman. Tidak dianggap jadul oleh nasabahnya, dan nasabah mendapatkan kemudahan dari inovasi yang dilakukan karena dilakukan secara profesional dan terpercaya.
  4. Visi dan misi BNI harus dapat diwujudkan dalam kegiatan sehari-hari yang membuat nasabah terlayani dengan sangat memuaskan. Menjadi lembaga keuangan yang unggul dan mampu memberikan layanan terbaik bukanlah sebuah mimpi bila hal itu dilakukan dengan penuh ketulusan hati. Visi dan misi BNI sangat bagus sekali bila diimbangi dengan kinerja para pengelolanya yang mau terus belajar sepanjang hayat. Banyak perusahaan yang mempunyai visi dan misi yang kuat tapi gagal diwujudkan karena kesiapan sumber daya manusianya yang kurang disiapkan dengan baik.
  5. BNI Promo dan layanan global ke berbagai negara harus terus disebarluaskan ke penjuru tanah air dan dunia international dalam rangka menyambut masyarakat ekonomi asia dan dunia. Masyarakat banyak yang belum tahu produk-produk BNI. Oleh karena itu promosi harus terus dilakukan melalui berbagai media. Termasuk juga media sosial dan jejaring lainnya. Nasabah seperti saya, baru tahu ada BNI di luar negeri kalau tidak dijelaskan oleh petugas BNI. Padahal informasi dari website BNI sangat banyak dan jelas. Namun kesibukan nasabah bank BNI seringkali informasi itu tidak sampai. BNI promo harus terus menjadi perhatian pengelola BNI agar produknya dikenal masyarakat luas. Juga layanan global yang membuat orang Indonesia di luar negeri tidak kesulitan melakukan transaksi keuangan ketika berada di luar negeri. Semoga cabang BNI di luar negeri semakin banyak.
  6. Layanan internet banking yang aman dan nyaman dalam melakukan transaksi akan membuat nasabah merasa percaya untuk bertransaksi di era digital. Dengan layanan internet banking, nasabah tidak perlu datang ke kantor BNI. Mereka bisa melakukan transaksi di mana saja dan kapan saja. Efisiensi waktu dan tenaga dapat dilakukan dengan adanya internet banking ini. Saya pun akan mencobanya bila pemasukan gaji saya setiap bulannya terus bertambah.
  7. Perluas lokasi ATM dan cabang sampai pelosok desa di seluruh Indonesia, hal ini akan memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi bank melalui ATM dan cabang bank BNI terdekat dari tempat tinggalnya. BNI harus terus melakukan perluasan jumlah lokasi ATM di berbagai kota dan daerah. Indonesia yang luas seringkali membuat BNI harus terus menambah lokasi kantornya hingga pelosok desa. Semoga BNI ada di setiap desa di Indonesia.
  8. Tingkatkan pelatihan dan pendidikan karyawan BNI agar mampu menjadi pekerja profesional dalam melayani nasabahnya dengan baik. Hal yang tidak kalah penting adalah pembinaan dan pelatihan sumber daya manusia harus terus dilakukan. BNI harus memiliki SDM unggul yang mampu bersaing dengan lembaga keuangan lainnya. Berbagai diklat harus diadakan di berbagai cabang BNI agar SDMnya terus ditingkatkan dalam rangka melayani nasabahnya dengan baik.
  9. Kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) harus terus dikembangkan dalam bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan sehingga banyak orang tahu bahwa keuntungan bank BNI dikembalikan kepada masyarakat agar dapat terdidik dengan baik dan mampu mandiri dalam era globalisasi saat ini. Apa yang dilakukan BNI saat ini sudah sangat bagus sekali. Sekolah kami pernah mendapatkan bantuan dari dana CSR. Semoga BNI berpihak juga dalam pengembangan pendidikan di Indonesia melalui dana CSR-nya.
  10. Jangan lupakan sejarah, terutama mereka-mereka yang sudah membesarkan bank BNI, direksi BNI beserta jajarannya harus mampu memberikan apresiasi kepada para pendahulunya, seperti artikel yang telah saya baca di website BNI, http://www.bni.co.id/BeritaBNI/BeritaBNI/tabid/236/articleType/ArticleView/articleId/851/language/id-ID/Akan-Genap-70-Tahun-BNI-Mengenang-Perjuangan-Margono-Djojohadikusumo.aspx. Dalam artikel tersebut nampak jelas apresiasi pengelola BNI terhadap para pendahulunya. Tentu hal ini sangat baik dan wajib dicontoh oleh generasi muda kita yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan.
  11. Keterbukaan BNI dalam mengelola keuangan nasabahnya akan membuat nasabah semakin banyak dan percaya akan akuntabilitas dan pertanggungjawaban pengelola bank. Mereka yang transparan akan mudah disenangi nasabah bank karena semua yang dilakukan sangat membantu nasabah dalam pengelolaan keuangannya, seperti gaji, cicilan kendaraan, dan perumahan. Keterbukaan itu yang membuat BNI mendapatkan penghargaan sebagai lembaga pengelola keuangan terbaik di Indonesia.
  12. BNI mampu mengadakan pengaduan publik bagi nasabahnya yang tidak terlayani dengan baik sehingga menjadi masukan yang sangat berharga bagi pengelola bank BNI. Seringkali saya membaca ada nasabah yang kecewa dengan pelayanan bank di surat kabar. Semoga bank BNI mampu memberikan penjelasan yang jelas dan membuat nasabah puas dengan pelayanannya. Bila terjadi hal-hal yang kurang menyenangkan di mata pelanggan, jangan malu untuk meminta maaf bila itu dilakukan oleh petugas bank BNI.

Demikianlah usulan-usulan saya yang semoga dapat dimengerti dan dipahami oleh para pengelola bank BNI. Bagi saya secara pribadi BNI telah melayani nasabahnya dengan sangat memuaskan. Oleh karena itu jangan cepat puas dengan apa yang sudah didapatkan. Kesulitan-kesulitan yang dialami pengelola BNI tentu menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk meningkatkan pelayanan yang memuaskan bagi nasabahnya. Usia 70 tahun adalah waktu yang sangat cukup untuk terus introspeksi diri dan melakukan sinergi dengan para nasabah yang peduli.

Pelayanan BNI yang Memuaskan

BNI harus menjadi bank yang paling terdepan dalam pelayanan yang memuaskan kepada nasabahnya. Buat nasabah senang menabung di bank dan merasakan manfaatnya. Biarkan nasabah menabung dengan cara yang efektif. Salah satu kunci untuk menabung dengan efektif adalah konsisten dengan jumlah uang yang ditabung setiap bulan. Secara otomatis, hal ini juga membantu untuk menyesuaikan gaya hidup kita, karena uang yang bisa kita keluarkan juga terbatas. Ingatlah pesan pepatah, Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya. Hemat dalam melakukan pengeluaran keuangan akan membantu nasabah bank yang penghasilannya tidak banyak untuk konsisten dalam menabung. Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Semoga itu dapat diterapkan dalam keseharian kita untuk belajar menabung.

Pengalaman bersama Bank Negara Indonesia (BNI) selama puluhan tahun membuat saya tersadarkan diri ingin berbagi kepada pembaca di blog saya ini. Bukan semata-mata untuk tujuan menang lomba dalam lomba blog BNI, tapi memang saya benar-benar merasakan pelayanan yang memuaskan dari bank milik pemerintah ini. Keinginan ini baru terwujud setelah saya memiliki waktu yang cukup untuk menulis secara serius dan fokus. Selama 3 hari ini saya berfokus untuk menyelesaikannya. Bahkan terus kepikiran selama bertugas di luar negeri.

Kegiatan sekolah kami selama di Jepang
Kegiatan sekolah kami selama di Jepang

Alhamdulillah, kini saya sudah kembali ke tanah air. Pengalaman saya di luar negeri bertambah lagi. Selama 9 hari ( dari tanggal 4 Mei sampai 13 Mei 2016) berada di Jepang saya tak pernah merasa khawatir kekurangan uang. Sebab sudah ada cabang bank BNI di sana. Saya dapat tenang menjalankan tugas membawa dan mendampingi siswa selama berada di negeri yang terkenal dengan kerja keras penduduknya. Keberadaan bank tentu amat sangat membantu masyarakatnya yang pekerja keras ini. Apalagi segala sesuatu sudah dilakukan secara digital dan pelayanan bank yang sangat memuaskan tentu dicari oleh banyak orang. Foto-foto kami selama berada di Jepang dapat di lihat di sini.

BNI memang bisa menjadi solusi bagi kita yang berkunjung ke luar negeri. Walaupun saya tak sempat melakukan transaksi apapun selama di Jepang via BNI, saya merasakan kenyamanan bila nanti saya kekuarangan uang selama berada di sana. Saya tak perlu pusing mencari duit pinjaman ke sana kemari atau minta bantuan orang lain. Sebab BNI sudah ada di negara Jepang. Sebagai nasabah BNI saya merasakan kenyaman ini. Senyaman saya menggunakan baju kimono dan pedang samurainya, hahaha.

Omjay dengan baju kimono
Omjay dengan baju kimono di Tarumizu City

Banyak hal atau kisah yang bisa dituliskan seputar pengalaman bersama BNI. Namun ada satu hal yang tak pernah lepas dari ingatan saya adalah ketika kartu ATM saya tertelan dan tidak bisa keluar dari mesin ATM. Mungkin anda pernah mengalaminya.  Hal itu pernah saya alami sendiri bersama istri tercinta.

Ada sebuah kisah nyata yang ingin saya ceritakan di sini. Suatu ketika kami (saya dan istri) pergi ke mall pondok gede, Bekasi. Istri hendak mengambil uang di ATM. Ternyata kartu ATM tertelan mesin ATM. Dicoba berulang kali tetap saja ATM tidak keluar lagi. Saya langsung menghubungi call center bank BNI. Alhamdulillah, oleh petugas kami diminta tenang dan saya langsung memberikan informasi yang terjadi. Lewat sambungan telpon, saya langsung memblokir ATM dan semua hal yang saya ceritakan dilayani dengan baik. Oleh petugas bank BNI, saya diminta datang ke BNI di kampus UNJ keesokan harinya. Sayapun langsung mengurus ATM dengan terlebih dahulu meminta surat kehilangan dari polisi setempat. Alhamdulillah, ATM saya langsung diganti dengan yang baru dan saya langsung mengganti PIN agar keamanannya lebih terjamin. Pelayanan petugas BNI yang sangat memuaskan membuat kami senang menggunakan jasa perbankan ini.

layanan BNI call 24 Jam untuk nasabah BNI
Layanan BNI call 24 Jam untuk nasabah BNI, tekan 1500046

Kejadian nyata itu membuat saya semakin yakin dengan pelayanan BNI yang memuaskan. Hampir semua transaksi mulai dari bayar internet, telepon rumah, bayar sekolah anak, dan listrik dilakukan dengan transaksi melalui ATM BNI. Kebetulan lokasi ATM-nya berada di dekat rumah, dan tempat kerja sehingga memudahkan kami dalam bertransaksi via BNI. Lokasi ATM yang dekat dengan tempat tinggal dan tempat kerja menjadi salah satu kepuasan kami sebagai pelanggan BNI. Begitu juga ketika bertugas di daerah. Saya akan merasa nyaman bila transaksi menggunakan ATM BNI.

Pengalaman bersama BNI lainnya adalah ketika dalam pencarian dana Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang cair 3 bulan sekali. Semenjak mendapatkan TPG atau dana sertifikasi guru dari pemerintah, dana tersebut dicairkan lewat bank BNI. Namun sayangnya ada keterlambatan pembayaran dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Akibatnya dana TPG seringkali molor. Hal yang lucu adalah ketika saya sering mengunjungi ATM bank BNI di dekat sekolah. Pak Satpam BNI mengira duit saya banyak sebagai seorang guru. Padahal saya cuma mau mengecek transferan TPG ke rekening saya. Sedih rasanya bila belum mencair, dan bahagia rasanya kalau sudah mencair. Biasanya saya akan sangat berbahagia bila sudah mencair karena TPG ini sangat membantu saya dalam melanjutkan kuliah S3 di kampus UNJ. Sementara ini beasiswa belum saya dapatkan karena faktor usia. Sewaktu S1 dan S2 saya mendapatkannya. Sangat bahagia bila kuliah dapat beasiswa.

Selain untuk mencairkan tunjangan TPG, tabungan BNI lainnya digunakan untuk dana pensiun saya sebagai guru. Saya sarankan kepada teman-teman untuk menabung tabungan hari tua atau pensiun di BNI. Semoga tabungan-tabungan yang ada senantiasa bermanfaat bagi saya dan keluarga. Terutama juga tabungan anak-anak yang sudah mulai membesar dan perlu dipikirkan pengelolaannya. Anak pertama saya Intan, sudah mulai akan kuliah tahun ajaran depan. Tentu akan banyak dana yang dibutuhkan untuk melanjutkan kuliahnya. Sementara anak kedua, Berlian sudah sekolah di kelas 7 SMP. Biaya pengeluaran untuk anak-anak bersekolah cukup besar juga. Saya mempercayakan pengelolaan dan pelayanannya melalui BNI.

Namun ternyata tidak semua pelayanan BNI memuaskan. Saya sempat membaca juga keluhan nasabah BNI di media sosial. Dari media sosial saya dapatkan juga keluhan nasabah bank BNI dari facebook BNI.

Begini aduannya:

Juli Indira Wardhana, Saya sangat kecewa dengan pelayanan BNI. Tanggal 26 february saya sesuai instruksi mengirimkan aduan sanggahan terhadap doble charge ke kartu titanium saya. Apa yang terjadi? Sampai sekarang ga ada follow up serius dalam penyelesaian masalah selalu berulang ulang kalimat akan kami sampaikan ke pada pihak terkait, dan hari ini saya dapat sms kalau kasus saya akan diproses. OMG berapa lama standard BNI menindaklanjuti masalah kalau nagih aja kenceng ga pernah telat mengingatkan aja harus bayar cepet banget. Kartu saya walau sudah bayaR tetap tidak bisa digunakan padahal saya bayar doble charge yang telah saya buktikan bahwa pihak terkait mengakui itu salah dan saya kirimkan bukti ke BNI. Again ga ada solusi. Menyedihkan cara kerja BNI.

Sebagai salah satu nasabah bank BNI, tentu saya sedih membaca pengaduan ini. Apalagi aduan itu dituliskan di facebook resmi BNI. Semoga cepat ditindaklanjuti oleh pihak terkait. Pelayanan BNI yang sangat memuaskan tidak hanya terjadi di dunia nyata, tetapi juga di dunia maya. Sebaiknya admin facebook pro aktif dan memberikan jawabannya kepada yang bersangkutan. Semoga sudah dilakukan di https://www.facebook.com/BNI/timeline. Hal ini tentu menjadi kritik yang membangun bagi pengelola BNI agar bekerja lebih baik lagi. Jadikan masukan dan krtik dari masyarakat yang menjadi nasabahnya sebagai masukan yang baik untuk meningkatkan layanan yang memuaskan dari BNI.

Bagi saya secara pribadi hal ini tentu memberikan pelajaran tersendiri buat pengelola BNI. Semua nasabah harus dilayani dengan baik. Kemudahan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) membuat BNI dapat segera membantu nasabahnya yang mengalami kesulitan. Tidak semua kesalahan ada di pihak pengelola, bisa juga dilakukan oleh nasabah. Di sinilah kesabaran dan tindakan bijak teruji. Pengelola bank BNI atau petugas yang menanganinya harus mampu mencari solusi terbaik untuk nasabahnya. Layani mereka dengan pelayanan terbaik dan memuaskan. Biarkan mereka menemukan kepuasan dengan versinya masing-masing. Kalau saya melihatnya dari persepsi sebagai seorang guru, jadi ceritanya tidak jauh-jauh dari dunia sekolah, hehehe.

Pelayanan BNI untuk Sekolah 

Sekolah kami di SMP-SMA Labschool Jakarta, dan juga cabang sekolah Labschool lainnya seperti di Kebayoran dan Cibubur mengggunakan jasa BNI dalam pengelolaan keuangan siswa sekolah Labschool. Setiap ada pendaftaran siswa baru, mobil BNI selalu berada di halaman depan sekolah kami untuk melayani siswa yang masuk atau lolos seleksi sebagai siswa baru. Pelayanan yang bagus dari BNI membuat sekolah kami mempercayakan layanan keuangan siswa baru kepada BNI. Tentu hal ini dilakukan karena kami percaya dengan layanan BNI yang memuaskan.

Begitu juga bayaran uang sekolah siswa diarahkan ke BNI agar memudahkan dalam pengelolaan keuangan. Pemasukan yang didapat dari siswa, karena sekolah kami sekolah swasta, selalu bermitra dengan bank terpercaya, salah satunya BNI. Begitu juga dengan gaji pegawai, kepercayaan kami pada BNI tidak pudar. BNI menjadi mitra kerja kami dalam pengelolaan keuangan sekolah yang terkelola secara modern dan terupdate dengan baik datanya. Bila ada siswa yang belum melunasi pembayaran uang sekolah, akan segera ketahuan. Begitu juga bila ada karyawan yang gajinya belum ditransfer.

Semoga pelayanan BNI untuk sekolah, juga terjadi di banyak sekolah di Indonesia. BNI goes to school harus juga menjadi skala prioritas BNI dalam memberikan pencerahan kepada anak-anak sekolahan. Misalnya BNI memberikan dana sponsor untuk pentas seni siswa di sekolah. Atau bisa juga untuk mendukung kegiatan olahraga di sekolah seperti kegiatan invitasi bola basket pelajar se-DKI jakarta. Hal ini tentu akan berdampak positif bagi siswa sekolah. Ternyata BNI juga ikut berkontribusi dalam dunia pendidikan.

Pelayanan bersama BNI di sekolah juga harus dirasakan siswa dan bukan hanya gurunya. Keberadaan BNI yang sudah 70 tahun berdiri untuk negeri ini harus ikut berkontribusi dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Kedua belas usulan saya di atas semoga dapat diterapkan oleh BNI menjadi lembaga keuangan terdepan dan terpercaya dalam meningkatkan kinerjanya dan pelayanannya kepada nasabah.

Pernah juga saya ingin menulis proposal kerjasama dengan pihak BNI. Saya bermimpi ada sejuta guru menulis di blog. Untuk bisa mewujudkan itu saya harus mendirikan sebuah komunitas. Lalu saya dirikanlah komunitas sejuta guru ngeblog dengan tujuan mengajak guru-guru untuk menulis di blog. Di blog guru, kawan-kawan guru berbagi ilmu dan pengalamannya di blognya masing-masing. Berbagai pelatihan blog sudah kami lakukan dengan biaya sendiri dan mandiri. Alhamdulillah sudah masuk ke angkatan ke-12. Ingin rasanya bekerjasama dengan BNI agar bisa menjadi salah satu sponsornya. Kegiatan tersebut dapat dilihat di https://sejutaguru.wordpress.com/. Semoga kerjasama ini dapat terwujud, sehingga semakin banyak guru yang senang menulis di blog bersama BNI.

Wow cukup panjang juga ya saya menulis. Biasanya saya menulis tidak sepanjang ini. Namun demi BNI, saya coba menggali informasi, dan mengingat kembali pengalaman saya bersama BNI. Prestasi BNI adalah kepercayaan nasabah yang harus dijaga. Penghargaan yang diterima BNI harus membuat BNI semakin mawas diri di usianya yang ke-70. Prestasi dan penghargaan yang sudah dicapai harus membuat BNI semakin dicintai oleh nasabahnya. Jadikan kritik yang pedas sebagai vitamin untuk membuat BNI menjadi lebih maju lagi dalam melayani kepuasan nasabahnya.

Pengalaman saya bersama BNI yang unik dan menarik mungkin juga sudah dialami kawan-kawan pembaca. Kepergian saya keluar negeri dan pelayanan BNI yang memuaskan selama ini membuat saya semakin jatuh cinta dengan BNI. Mungkin kalimat ini terkesan gombal dan gak mutu. Tapi dari lubuk hati yang terdalam, izinkan saya mengucapkan terima kasih atas pelayanan BNI yang memuaskan selama ini.

Saya mencoba bertanya sama istri dan anak-anak. Apa kelebihan bank BNI dengan bank lainnya. Mereka menjawab ATM BNI mudah dicari, dan petugasnya sangat ramah melayani nasabahnya. Selain itu, pelayanan petugas bank BNI yang tidak tebang pilih atau pilih kasih membuat nasabah merasa dipelakukan sebagai raja dan ratu dalam istananya yang megah. Budaya perusahaan yang telah mengakar semoga terus bertahan agar BNI tetap eksis dan mampu melayani nasabahnya di mana saja berada.

Begitu banyak bank di negeri ini, saya mencoba mencari tahu budaya kerja di Bank BNI. Dalam website BNI, Ada 4 (empat) budaya kerja BNI yang harus terjaga yaitu:

  1. Profesionalisme
  2. Integritas
  3. Orientasi pelanggan
  4. Perbaikan tiada henti.

Semoga keempat budaya perusahaan di atas dapat membuat BNI lebih berkualitas kinerjanya dari bank-bank lainnya. Profesionalisme kerja jelas harus terjaga. Integritas jelas sangat penting dalam membangun kepercayaan nasabah, Orientasi kepada pelanggan sangat dinantikan oleh para nasabah setia bank BNI, dan perbaikan tiada henti harus terus dilakukan agar BNI di usianya yang ke-70 lebih bijak dalam melakukan inovasi dan regulasi. Selalu meningkatkan kompetensi dan bekerja dengan jujur, tulus, dan ikhlas serta disiplin dan bertanggungjawab harus menjadi perilaku utama insan BNI. Senantiasa melakukan penyempurnaan regulasi dengan selalu melakukan hal-hal yang kreatif dan inovatif. Nasabah senang dan terlayani dengan pelayanan prima dari BNI yang unggul dalam prestasi kerja.

Fokus ke desa-desa dan sekolah di daerah tertinggal semoga menjadi pemikiran bank BNI untuk mengembangkan perusahaannya. Bukan semata-mata mencari keuntungan tapi juga ada unsur sosialnya. Program BNI berbagi harus terus ditingkatkan dan dikembangkan sehingga membawa BNI menjadi bank terkemuka yang peduli dengan kehidupan masyarakat agar hidup menjadi lebih baik. Semoga sudah banyak yang membaca apa yang telah dilakukan BNI di sini http://bni.co.id/id-id/tentangkami/corporatesocialresponsibility/bniberbagi.aspx.

Akhirnya saya harus menutup artikel yang panjang ini dengan sebuah kalimat, “Pelayanan BNI yang memuaskan akan membuat nasabah lebih cinta kepada BNI di usianya yang ke-70”. Selamat ulang tahun BNI, semoga semakin jaya dan terpercaya. Layani nasabahmu dengan pelayanan terbaik. Insya Allah, mereka akan menjadi nasabahmu selama hidupnya. Demikianlah pengalaman saya bersama BNI dan beberapa usulan untuk BNI tercinta. Semoga bermanfaat. Aamiin.

Categories:

39 People reacted on this

  1. Sangat terkesan tulisan ini Om Jay, menambah wawasan saya tentang BNI. Mengingatkan masa-masa kuliah dulu di Malang, hingga kini. Go BNI!

  2. wah tulisan om keren banget! saya juga sebagai siswa sma merasakan kenyamanan menggunakan bni lho om! sukses terus bank bni dan omjay tentunya hehehe

  3. Inspiratif dan sangat membantu sekali informasinya,Omjay.
    Tiga tahun terakhir saya beralih ke BNI dan merasakan betul fasilitas dan kelebihannya. Moga BNI bisa menjadi Bank teladan dan siap melayani masyarakat.

  4. Saya ingin mengadukan. Kepala cabang dilumajang. Apakah sebagai kepala cabang bisa semena-mena menggodain customernya. Sebab sudah beberapa kali saya tegur tetapi tetap aja sama.a/n bapak widodo cabang BNI lumajang

  5. Tolong diberi ketegasan dari pihak bank BNI. Yang saya dengar bapak widodo ini selalu menggoda jika customernya perempuan,termasuk sering menggoda para karyawannya juga

  6. Bila tidak ada penindak lanjutan dari pihak bank BNI pusat,akan sangat memalukan nama bank BNI jika semua customer bank BNI lumajang mendengar

  7. Tolong dibantu untuk ditindak lanjutin atau tolong dibantu lapor ke pusat, atas kelakuan yg tidak layak ato tidak parut seperti ini. Bila perlu ditindak lanjutin pemecatan. Trims om jay

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.