Posted on: October 5, 2015 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 0

Ruang Publik dan Kepemimpinan

Walikota Madiun, Bapak Bambang Irianto, dan Presiden RI, Bapak Jokowi
Walikota Madiun, Bapak Bambang Irianto, dan Presiden RI, Bapak Jokowi

RUANG PUBLIK DAN KEPEMIMPINAN

Ruang publik itu milik semua orang. Tapi tidak semua orang mau mengurusinya. Banyak yang kurang peduli untuk merawat dan melestarikannya. Perlu seorang pemimpin yang sangat peduli dengan ruang publik. Bila pemimpinnya peduli, maka yang lain akan ikut membantu mewujudkannya. Ruang publik dan kepemimpinan sangat erat kaitannya. Hal itu berdasarkan pengamatan saya setelah banyak berkunjung ke berbagai daerah, dan berdasarkan pengalaman pribadi mengelola ruang publik. Taman dan lapangan terbuka harus diperbanyak. Ruang Terbuka Hijau harus terus dikampanyekan agar Indonesia menjadi contoh buat negara lainnya.

Di komplek perumahan kami di Jatibening Indah Bekasi juga demikian. Saat ketua RT dan RW terpilih sangat peduli dengan ruang publik, maka semua warga akan ikut membantunya. Contohnya saat lapangan olahraga komplek kurang terawat, maka ketua RW 010 mengumpulkan semua Ketua RT untuk mencari solusinya. Dari rapat RW itu disepakati untuk membenahi lapangan olahraga menjadi hidup kembali. Dana diambil dari swadaya masyarakat. Para Ketua RT yang menjadi ujung tombaknya dalam pencarian dana. Begitu dana terkumpul, lapangan bisa segera direvitalisasi atau direnovasi sesuai kesepakatan bersama. Kini lapangan olahraga itu hidup kembali. Anak-anak bisa bermain bola, dan bermain basket. Semua warga bisa berinteraksi di lapangan olahraga tersebut. Rumput yang menghijau dan pohon-pohon yang berada di sekelilingnya membuat kami senang berkumpul di tempat itu.

Peran Pemimpin

Di sinilah peran pemimpin untuk ikut mewujudkan ruang publik yang cantik dan menarik. Tentu di tingkat kelurahan dan kecamatan juga ada program untuk itu. Bila Pak Lurah dan pak Camat sangat peduli dengan ruang publik yang ada di kelurahan dan kecamatannya, maka ruang publik yang ada di wilayah kerjanya akan tertata dan terkelola dengan baik. Jadi fungsi pemimpin di tingkat RT, RW, kelurahan dan Kecamatan sangat berperan penting dalam mewujudkan ruang publik yang dirasakan manfaatnya untuk semua. Masalahnya, tidak semua pemimpin masyarakat memahaminya, sehingga ruang publik tidak menarik. Taman dan lapangan serta tempat ibadah yang ada di dalam perumahan tidak ditata dan dikelola dengan baik.

Dari tingkat kelurahan lalu kecamatan akan terus menyambung ke tingkat kabupaten atau kota. Bapak Bupati atau bapak Walikota tentu mempunyai kewenangan untuk mengelola ruang publik. Dana dari masyarakat sudah jelas tertulis dalam anggaran belanja daerah. Tinggal kemauan dan tekad saja untuk mewujudkan ruang publik yang cantik dan menarik. Kepala daerah yang memiliki misi dan visi yang jelas tentang pengelolaan ruang publik tentu akan menggunakan anggaran dana belanja daerah untuk mengelola ruang publik yang lebih cantik dan menarik. Contohnya seperti pak Ridwan Kamil Walikota Bandung. Beliau berhasil mengelola ruang publik semakin cantik dan menarik. Lihatlah bagaimana beliau membuat alun-alun dan masjid raya kota Bandung menjadi lebih terkelola dengan baik. Juga taman-taman yang ada di wilayahnya seperti taman Vanda, dan taman taman lainnya yang ada di wilayah kota Bandung. Anda bisa membaca liputan saya di sini.

Peran pemimpin sangat penting dalam pengembangan ruang publik. Merekalah yang menentukan kebiajakn ruang publik terkelola dengan baik. Tahun 2015 ini, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengambil tema “Ruang Publik Untuk Semua (Public Spaces for All)” untuk mengangkat isu terkait ruang publik di perkotaan dan perumahan. Ruang publik adalah tempat yang disediakan oleh pemerintah untuk digunakan dan dinikmati masyarakat secara cuma-cuma tanpa mengambil keuntungan. Tujuan dari pengangkatan tema ini adalah untuk mendorong upaya pemerintah dalam menyediakan ruang publik yang dapat diakses serta dimanfaatkan oleh semua orang tanpa terkecuali. Peran pemerintah daerah tentu sangat ditunggu, dan para pemimpin akan terlihat kepeduliaannya. Bila mereka mampu membuat ruang publik yang cantik dan menarik, maka hari habitet sedunia akan terasa gaungnya.

Omjay di Alun-alun Kota Madiun
Omjay di Alun-alun Kota Madiun

Ruang Publik

Ruang publik itu tidak harus selalu besar. Tergantung dari kemampuan kita memanfaatkannya. Ruang terbuka Hijau (RTH) tentu sangat diharapkan ada di setiap kelurahan dan kecamatan. Begitu juga di tingkat yang lebih kecil seperti Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT) yang berada dalam komplek perumahan. Ruang publik di perumahan dan perkotaan saat ini masih sangat minim. Kendalanya ada pada semangat pemimpin untuk membuka ruang publik yang terasakan untuk semua. Mulailah dari pemerintahan yang terkecil.

Pengalaman saya menjadi ketua RT, saya ajak warga untuk membuat lapangan olahraga dengan dana dari warga sendiri. Alhamdulillah dana terkumpul dan lapangan olahraga terwujud. Lapangan yang kami bangun itu tidak hanya digunakan untuk berolahraga saja, tapi juga bisa digunakan untuk kegiatan lainnya, seperti arisan warga, pertemuan warga, pengajian, dan kegiatan lainnya. Di tingkat RW, kami punya lapangan yang lebih besar. PaK RW mengajak ketua RT untuk membangunnya menjadi lebih cantik dan menarik. Alhamdulillah banyak donatur yang memberikan dana, lapangan olahraga serta taman di komplek perumahan bisa dipakai untuk semua warga. Ruang publik menjadi terawat dan dibuatlah aturan pengelolaannya.

Ruang publik untuk semua harus terasakan di segala usia. Taman-taman kota yang menghijau, lapangan olahraga dengan tempat bermain anak adalah contoh ruang publik. Di berbagai perumahan juga dibangun ruang publik oleh pengembang perumahan atau developer, diantaranya taman-taman, lapangan olahraga dan tempat ibadah. Semua diberikan gratis untuk semua warga yang menghuni di perumahan tersebut.

Madiun Peduli Asap
Madiun Peduli Asap

Ruang publik dan kepemimpinan sangat erat kaitannya. Seperti baut bertemu dengan emur. Mereka saling melengkapi. Ruang publik tanpa kepemimpinan yang visioner akan berjalan apa adanya. Tidak ada inovasi di dalamnya. Tidak ada program dan kebaharuan dalam penataannya. Wajar saja tidak ada yang unik dan menarik dari ruang publik yang dikelolanya. Kita semua tentu tahu pemimpin yang visioner. Oleh karena itu, dalam pemilihan pilkada nanti carilah pemimpin yang mampu mengelola ruang publik dengan baik. Kemampuan memimpinnya telah teruji, dan ada inovasi baru dalam kepemimpinannya.

Ada 2 hal penting yang akan dihadapi dalam pengelolaan ruang publik, yaitu:

  1. Tantangan dan Harapan untuk Ruang Publik di Perkotaan

Pemimpin yang mampu mengelola ruang publik di perkotaan pasti akan mengalami tantangan. Tantangan terberat sebenarnya ada pada kemampuan kepemimpinan dan manajerial pemerintah daerah dalam mengelola kearifan lokal daerahnya masing-masing. Harapan kita adalah terpilihnya pemimpin yang mengerti akan kebermanfaatan ruang publik untuk semua. Tantangan dan harapan yang akan dihadapi adalah:

  • Rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya ruang terbuka hijau
  • Kurang peduli pada lingkungan membuat warga masyarakat merasa tidak memiliki ruang publik
  • Anggaran dana yang terbatas sering menjadi kendala
  • Faktor kepemimpinan sangat kuat dalam penentuan kebijakan publik
  • Terbukanya ruang terbuka hijau di setiap komplek perumahan dan perkotaan
  • Pengelola ruang publik mampu menggaji petugas kebersihan dan keamanan
  • Meningkatkan rasa kepedulian masyarakat untuk sama sama merawat ruang publik hingga anak cucu
  • Mendorong pemerintah daerah untuk mengelola dan merawat ruang publik tetap cantik dan menarik
  • Menciptakan tempat berinteraksi antar manusia yang merupakan makhluk sosial dalam habitat dunia
  • Ruang publik menjadi tempat wisata keluarga yang menyenangkan semua.
  1. Implementasi Ruang Publik yang Baik di perkotaan

Sebenarnya, implementasi pengelolaan ruang publik yang baik sudah banyak contohnya. Salah satunya pengelolaan alun-alun dan masjid raya kota Bandung yang dipimpin Ridwan Kamil. Ridwan Kamil mampu membuat ruang publik yang cantik dan menarik. Rahasianya terletak pada:

  • menjaga kebersihan lokasi. Para pengunjung harus bisa diarahkan untuk membuang sampah pada tempatnya. Hal itu tentu saja harus diimbangi dengan petugas kebersihan yang mumpuni di bidangnya dan bekerja dengan baik dalam pengelolaan sampah. Ruang publik akan terkelola dengan baik dan terlihat menarik bila tidak ada sampah di dalamnya.
  • adanya aturan atau tata tertib yang tertulis dalam peraturan daerah (perda). Sehingga semua pengunjung yang berada di ruang publik dipaksa untuk mentaatinya. Bila melanggar, maka akan terkena denda atau sanksi sesuai ketentuan perda yang sudah tertulis dan diumumkan kepada pengunjung yang datang ke lokasi.
  • adanya petugas keamanan yang mampu menjaga pengunjung dari hal-hal yang tidak diinginkan. Mereka harus stand bye di lokasi dan memberikan rasa aman kepada semua pengunjung dari gangguan orang jahat atau jahil yang membuat pengunjung menjadi tidak nyaman di lokasi publik.
  • tersedianya tempat makanan atau minuman. Di tempat itu para pengunjung dapat menikmati kuliner kota Bandung.
  • adanya tempat ibadah yang nyaman. Masjid Raya di kota Bandung dikelola dengan baik. Saya sempat sholat dhuha di rumah Allah ini dan naik ke lantai 19 menara masjid bagian selatan. Saya melihat pengelolaannya sudah jauh lebih baik.
  • tersedianya tempat parkir pengunjung yang cukup dan memadai. Jangan sampai pengunjung merasa tidak nyaman dengan kendaraannya. Kalau kendaraan mereka terparkir dengan baik dan keamanannya terjamin, maka para pengunjung akan nyaman menikmati ruang publik.
  • adanya taman dan pohon yang terawat dengan baik. Tanaman hias yang ditanam membuat orang-orang yang berada di sekitarnya ikut senang melihat warna warni tanaman. Anda jangan sepelekan perawatan tanaman. Sebab adanya tanaman inilah membuat suasana kota menjadi berwarna warni.
  • tempat akses internet dan aliran listrik lengkap dengan stop kontaknya. Di alun-alun kota Bandung ada akses internet gratis. Para pengunjung bisa menggunakan wifi dan bisa menggunakan aliran listrik stop kontak untuk mengisi baterai ponsel anda.
  • adanya toilet gratis dimana para pengunjung yang mau buang air besar dan kecil dapat menggunakan toilet yang disediakan secara gratis.
  • adanya transportasi atau sarana jalan menuju ruang publik. Seperti di alun-alun kota Bandung banyak angkot dan bus Damri menuju tempat ini dan jalannya mudah diakses.

Semoga ruang publik kota untuk semua dapat terwujud dengan baik. Kita berharap banyak pemimpin atau kepala daerah yang peduli dengan keberlangsungan ruang publik di masa depan. Ruang publik dan Kepemimpinan nampak akan menyatu dalam regulasi pemerintah daerah yang berpihak kepada semua.

Mari Kita Jaga Bersama
Mari Kita Jaga Bersama

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

 

 

 

 

Categories:

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.