Posted on: April 19, 2015 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 4

Diskusi Mahasiswa: Bagi Pendidik, Apakah UN Mendidik?

TOR UN

Pengabdian merupakan salah satu pembuktian seorang manusia terpelajar yaitu mahasiswa dalam menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Bentuk pengabdian yang dapat dilakukan oleh seorang mahasiswa berbagai bidang diantaranya ekonomi, sosial, budaya serta pendidikan.

guru dan siswa
Foto guru dan siswa

Mahasiswa yang berpendidikan seringkali mengabdikan dirinya untuk pendidikan, karena pada hakikatnya pendidikan memiliki peranan penting dalam pembentukkan bangsa. Pendidikan adalah tonggak utama yang harus dibangun dan diperhatikan dalam membangun sebuah peradaban. Pembangunan dalam bidang pendidikan merupakan upaya mengembangkan kemampuan serta membentuk watak peserta didik. Pengabdian dalam pendidikan sudah jelas tertuang dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Salah satu bentuk pengabdian tersebut bisa berupa pemikiran kritis terhadap kebijakan pemerinta. Karena terkadang kebijakan pemerintah tetap harus diawasi baik dari segi pemikiran maupun implementasinya. Dalam bidang pendidikan misalnya. Masih banyak begitu persoalan yang hadir karena kebijakan-kebijakan yang baik dari segi wacana maupun implementasinya kurang baik.

Salah satu contoh riilnya saat ini adalah Ujian Nasional. Konsep Ujian Nasional selalu menjadi bahan kritikan bagi para pemerhati pendidikan. Sampai kebijakan terbarunya yaitu, UN Online dirasa juga penuh kekurangan yang harus dibenahi. UN selalu dikhawatirkan oleh banyak kalangan pendidik. Mengapa hal ini terjadi? Apa yang ada di benak para pendidik sehingga UN dirasa perlu dibenahi? Berangkat dari latar belakang inilah maka Departemen Pendidikan BEM UNJ  menyelenggarakan Diskusi Publik dengan tema “Bagi Pendidilk, Apakah UN Mendidik?” Dengan mengetahui sudut pandang pemikiran pendidik terkait Ujian Nasional diharapkan mahasiswa dapat mengawasi dan membenahi Ujian Nasional bersama-sama.

Poin Penyampaian :

  1. Menjelaskan bagaimana terbentuknya Ujian Nasional
  2. Memaparkan realita dan dampak implementasi Ujian Nasional di lapangan hingga hari ini.
  3. Memaparkan apa yang harus dikritisi dan dibenahi dari Ujian Nasional

 

Target Penyampaian :

  • Para peserta mengerti dan memahami bagaimana sejarahnya dan mengapa pemerintah akhirnya membentuk kebijakan Ujian Nasional
  • Para peserta mengetahui dampak dan realita Ujian Nasional di lapangan hingga hari ini
  • Para peserta mengetahui pandangan pendidik tentang apa yang harus dikritisi dan harus dibenahi dari Ujian Nasional

Deskripsi Kegiatan :

Poin di atas disampaikan dalam Diskusi Publik yang diisi oleh satu orang narasumber dan dipimpin oleh seorang moderator. Penyampaian materi akan berjalan selama 150 menit yang terdiri dari dua sesi, yaitu penyampaian materi oleh narasumber (pemateri) selama 30 menit dan sesi tanya jawab selama 30 menit, dan sisanya merupakan sesi penutupan.

Narasumber dapat menggunakan fasilitas alat bantu dalam menyampaikan materi. Diskusi ini bersifat santai dengan moderator sebagai pemegang kendali jalannya diskusi. Diharapkan terbangun kehangatan dan keakraban antara narasumber dan peserta

 

Peserta :

Peserta terdiri dari peserta umum, dosen,karyawan kampus, danmahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

 

Narasumber  Diskusi Publik:

  1. Bapak. Wijaya Kusumah, M.Pd
  2. Ibu Hartini Nara*

*dalam konfirmasi

Categories:

4 People reacted on this

  1. Mahasiswa yang berpendidikan seringkali mengabdikan dirinya untuk pendidikan, karena pada hakikatnya pendidikan memiliki peranan penting dalam pembentukkan bangsa. Pendidikan adalah tonggak utama yang harus dibangun dan diperhatikan dalam membangun sebuah peradaban. Pembangunan dalam bidang pendidikan merupakan upaya mengembangkan kemampuan serta membentuk watak peserta didik. Pengabdian dalam pendidikan sudah jelas tertuang dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.