Posted on: December 16, 2014 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 0

MONITORING DAN EVALUASI KURIKULUM 2013 DI KOTA PALANGKARAYA.

tim-monev-kalteng

Alhamdulillah selama 5 hari (10-14 Desember 2014) kami berada di kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Kami berlima mendapatkan tugas dari Pusat Kurikulum Dan Perbukuan untuk mengumpulkan data implementasi kurikulum 2013 atau kurtilas di lapangan.

Tim Monev Palangka Raya (Kiri-kanan pak Suparman, Pak Wijaya Kusumah, Ibu Suci Paresti, Pak Zulfiszan, dan Pak Sardjito)

Instrumen kita sebarkan kepada kawan-kawan guru SD, SMP, SMA dan SMK yang sudah menerapkan kurtilas. Dalam instrumen tersebut ada data yang harus dituliskan oleh guru dalam pelaksanaan implementasi yang ada di sekolahnya masing-masing.

Setelah data terisi, tim puskurbuk mengumpulkan data tersebut yang sudah diinput ke dalam komputer oleh para petugas tim pengumpul data komputer atau TPK yang ditunjuk oleh dinas pendidikan kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Di hari pertama, tim puskurbuk yang beranggotakan 5 orang (2 orang dari kantor puskurbuk, dan 3 orang guru di SMP dan SMA Jakarta) belum langsung ke lapangan, karena kami datang malam hari dan langsung menginap di hotel Dandang Tingang, Jl. Yos Sudarso No. 13 Palangka Raya.

Baru kemudian di hari kedua tim mulai bekerja di dinas pendidikan kota untuk memberikan pengarahan kepada petugas pengumpul data daerah yang ditunjuk oleh kepala dinas pendidikan kota palangkaraya.

Para petugas yang ditunjuk rata-rata pengawas sekolah SD, SMP, SMA, dan SMK. Tim puskurbuk memberikan arahan teknik pengisian dokumen yang ada dalam instrumen yang akan dibagikan kepada kawan-kawan guru di sekolah. Tim juga memberikan arahan teknik memasukkan data atau input data ke komputer yang menggunakan program excel. Tidak sulit memasukkannya karena programnya dibuat sangat sederhana dan user friendly.

Di hari ketiga barulah tim puskurbuk terjun langsung ke sekolah-sekolah mendampingi para pengawas yang membagikan instrumen kepada para guru di sekolah. Di setiap sekolah dijelaskan bagaimana cara mengisi instrument dan kawan-kawan guru diminta mengisi format pertanyaan dan pernyataan yang tertulis dalam instrument.

Penulis sendiri mendapat kepercayaan untuk ikut ke sekolah SDN 1 Langkaidan SDN 6 Pananjung di kota Palangka Raya.

 omjay-palangkaraya

Selama berada di sekolah, penulis mendapatkan masukan penting dari kepala sekolah dan kawan-kawan guru lainnya. Intinya, kurtilas diimplementasikan tergesa-gesa dan menyulitkan guru dalam penerapannya di lapangan. Kendala teknis di lapangan ditemui seperti buku yang belum sampai dan penggunaan dana bos yang digunakan untuk membeli buku. Proses penilaian yang rumit menjadi daftar tambahan masalah yang terjadi. Guru masih belum paham benar tentang kurikulum 2013.

Dari hasil wawancara kepada kawan kawan guru, tidak ada yang mengatakan kurtilas tidak bagus. Mereka hanya mengatakan bahwa kurtillas bagus kalau diimplementasikan tidak tergesa gesa. Guru-guru dilatih dengan baik dalam tematik.

Pada akhirnya kami mendapatkan curhat dari kawan-kawan guru dan kepala sekolah tentang pelaksanaan kurtilas yang amburadul atau kacau. Pelatihan guru yang diberikan tidak membuat mereka mengerti atau paham tentang apa yang harus mereka lakukan dari mulai perencanaan sampai proses evaluasi.

Itulah potret atau gambaran yang terjadi di lapangan dan kondisinya hampir sama di setiap daerah, karena sebelumnya kami sempat ke kota banda aceh dan menemui hal yang sama dalam pengumpulan data.

Di hari keempat tim puskurbuk dan tim pengumpul data daerah saling bekerjasama memasukkan data ke komputer. Tak terasa saking asyiknya, sampai jam 5 sore kami bekerja. Sebagian pekerjaan yang belum selesai kami bawa ke hotel Dandang Tingan untuk dilengkapi. Banyak data dalam bentuk file terserang virus dan ini menjadi tugas tambahan yang tdk terduga dari tim pengumpul data.

Di hari kelima, alhamdulillah semua data sudah masuk dan terekam dengan baik di komputer. Instrumen penelitian kami bawa kembali ke Jakarta dan digunakan sebagai bukti bila data yang dimasukkan sudah sama persis dengan hasil di lapangan. Data yang masuk harus apa adanya dan tidak boleh direkayasa. Tim puskurbuk bekerja untuk menyajikan data yang otentik dalam monitoring dan evaluasi kurikulum 2013 yang biasa disingkat kurtilas.

Tak terasa 5 hari di palangkaraya begitu cepat. Tugas mengumpulkan data selama 5 hari telah kami laksanakan dengan baik. Tentu data tersebut akan dikumpulkan dan digabung dengan daerah lainnya. Satu hal yang penulis temukan di lapangan adalah para pengawas setuju mata pelajaran TIK dan KKPI masuk kembali dalam struktur kurikulum. Tentu kabar ini sungguh menggembirakan bagi penulis sebagai guru TIK yang mengajar di SMP. Semoga ada kajian ilmiah di pusat kurikulum dan perbukuan tentang pentingnya mata pelajaran TIK dan KKPI di sekolah.

Categories:

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.