Posted on: July 2, 2014 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 0

Cerita Omjay: Menjadi Guru di Zaman Edan

10464190_10202342287984929_6131868677091651966_n

Selamat pagi sahabat semua. Kudoakan hari ini kamu lebih bahagia bersama keluarga tercinta. Rezekimu lancar dan sehat selalu. Selamat pagi sahabat semua. Semoga hari ini rezekimu lebih melimpah dari hari kemarin. Selamat pagi sahabat semua semoga semangatmu selalu terjaga dan berani melawan kemalasan diri. Jika anda bisa memimpin keluarga anda dengan baik, maka anda pun bisa memimpin orang lain. Apalagi memimpin bangsa dan negara. Semua itu dimulai dari keluarga.

Teman-teman yang omjay sayangi dan banggakan. Kebenaran itu akan menemui jalannya meskipun lama terkubur bertahun tahun. Siapa yang menanam benih maka dia akan merasakan hasilnya. Siapa yang berbuat baik pastilah akan mendapatkan hadiah kebaikan. Bagi yang menabur pasti akan menuai. Bagi yang memberi juga akan menerima. Hampir semua orang dapat menghadapi kesukaran. Tetapi jika anda menguji karakter seseorang, berilah dia kekuatan. (Abraham Lincoln).

Menjadi guru di zaman edan memang harus pandai membawa diri. Setiap gerak geriknya. Setiap tutur katanya akan disimak langsung oleh peserta didiknya. Jangan pernah lelah untuk memperbaiki diri dan teruslah mengkaji kalam ilahi. Di sanalah petunjuk tuhan dituliskan untuk segera diamalkan dalam kehidupan.

Menjadi guru di jaman edan harus pandai menggunakan hati. Bila tdk hati-hati maka akan dimanfaatkan oleh mereka yang tidak punya hati. Selalu pegang sifat kenabian. Sidiq, tabligh, amanah, dan fathonah dalam keseharian kita. Guru harus mampu memberikan cahaya kebaikan dengan sifat kenabian. Jadikan sifat kenabian untuk menuju keberhasilan.

Ada beberapa kunci tahapan berpikir untuk mencapai keberhasilan:

  1. Hasil yang diharapkan
  2. Indikator Kunci
  3. Program/kegiatan
  4. Target sasaran
  5. Jenjang Program,
  6. Sinergi dan kerjasama
  7. Jadwal pelaksanaan

Menjadi guru di jaman edan harus mampu menjadi seorang pemimpin. Guru mampu memimpin dirinya sendiri dan orang lain. Dia tidak pernah menyerahkan kepemimpinan dirinya kepada orang lain. Percaya diri dan terus belajar sepanjang jaman akan mampu membuat dirinya menjadi seorang pemimpin yang mumpuni dan disegani. Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawabannya.

Saat ini kita berada di bulan Ramadhan. Ramadhan adalah bulan yang penuh rahmat. Indah sekali suasana bulan ramadhan. Banyak orang mengaji dan sholat berjamaah di masjid. Semoga suasana indah ini terus bertahan sampai akhir ramadhan. Kita pun menjadi orang yang bertakwa. Amin. 

Berpuasa bagi saya pribadi adalah suatu bentuk latihan fisik, mental maupun spiritual, latihan mengendalikan diri, mengendalikan emosi, mengendalikan nafsu duniawi, termasuk nafsu manusia yang paling dasar, yaitu makan dan minum. Latihan yang sangat baik dengan tujuan membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik, lebih tangguh, dan lebih kuat serta sehat dalam menjalani kehidupan di dunia ini.

Di bulan yang suci ini, pemilihan presiden juga sedang berlangsung. Pilihlah presiden sesuai hati nuranimu. Tidak usah saling menjelekkan. Kita semua bersaudara. Siapapun presidennya indonesia tetap jaya. Mereka yang menang tidak jumawa dan mereka yang kalah dalam pilpres harus lapang dada. Para calon presiden dan wakil presiden adalah orang-orang hebat yang harus kita apresiasi prestasinya.

Alhamdulillah telah hilang lapar dan dahaga ketika berbuka puasa. Semoga puasa kita hari ini diterima oleh Allah penguasa langit dan bumi. Bahgia rasanya. Setiap hari kita terjebak dalam rutinitas yang sama. Bekerja mengejar materi demi sebuah kebahagiaan. Sadarkah anda bahwa sebenarnya kebahagiaan itu ada di sekitar kita?

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

https://wijayalabs.com

Categories:

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.