Posted on: June 21, 2014 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 2

Kue Ketawa Membuatku Mentertawakan Diri Sendiri

Onde-onde Ketawa Buatan Bu Paini
Onde-onde Ketawa Buatan Bu Paini.

Awalnya, tidak ingin hadir dalam acara talkshow dan workshop di hotel Sofyan Jakarta. Badan ini masih terasa letih tersiksa. Semalaman terpaksa menginap di sekolah untuk mengisi raport siswa. Anak dan istri terpaksa tak bisa jumpa. Aku hanya berkomunikasi lewat telepon saja.

Entah kenapa, hati ini begitu sangat tergoda. Kupacu sepeda motorku menuju tempat acara. Namun, untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Ban belakang sepeda motorku tiba-tiba saja kempes, dan membuat motorku oleng.

Untunglah ada tukang tambal ban di sekitar kejadian. Tak berapa lama motorpun kembali stabil seperti semula.

Kupacu lebih kencang sepeda motorku. Jalan cut Mutiah tempat hotel Sofyan berdiri megah akhirnya kutemukan. Kuparkir sepeda motorku, dan mulailah melangkah gagah menuju reseptionis hotel.

“Tempat acara dompet dhuafa dimana ya mbak?” tanyaku pada petugas resepsionis yang sangat ramah melayaniku.

“Oh di sana pak! Bapak jalan lurus lalu belok ke kiri dan tempatnya paling pojok.” Begitulah petugas itu memberiku petunjuk.

Tanpa ragu, kuterus melangkah. Kutemui beberapa wajah yang tak asing lagi. Mereka bersalaman denganku dengan wajah ceria. Sudah lama kami tak jumpa. Pertemuan ini begitu menggembirakan.

Pipiet senja, penulis senior yang telah menulis 150 buku mengajakku duduk di depan. Sebenarnya aku malu. Sebab tubuhku yang tambun ini pastilah akan menutupi peserta dibelakangku. Tapi teh Pipiet meyakinkanku. Aku pun mengiyakan tanda setuju.

Kami mengobrol sebentar tentang buku terbaruku. Sambil melirik sekotak makanan yang ditempatkan dalam toples bening.

Terus terang, kue ini seolah mentertawakanku. Kue ini seolah-olah bicara padaku. Kapan buku barumu diterbitkan? Jangan-jangan kamu cuma ngomong doang! Ayo buktikan kalau tahun ini ada bukumu yang menginspirasi orang lain yang kau tuliskan.

Kue itu seolah-olah terus melirikku. Dia seolah bicara kepadaku, “cicipi aku mas, dan rasakan lezatnya!”.

Akhirnya kutahu siapa pembuat kue itu. Beliau menjual berbagai cemilan dan makanan ringan. Kamu bisa pesan stik bawang, keripik bawang, emping jagung, marning, kue akar kelapa, keripik tahu, lanting, kerupuk puli, emping garut, onde-one ketawa, sale pisang, stik talas, aneka olahan singkong, dan lain-lain kepadanya. Coba aja sms ke 081383059609.

Bu Paini membuatku tersipu malu. Kue ketawa diperkenalkannya. Inilah yang akhirnya membuatku tertawa dalam hati. Bu paini adalah salah satu penerima manfaat program ekonomi dompet dhuafa. Lewat penuturannya yang lugu aku dibuat terharu. Kue ketawa seperti mentertawakanku.

Aku sadar, aku memang kurang berzakat. Aku sadar bahwa aku termasuk orang yang pelit dalam berzakat. Pak ustadz Ahmad Shonhaji seolah-olah menelanjangi kelakuanku yang buruk itu. Deputi direktur zakat dan wakaf dompet dhuafa ini menjelaskan panjang lebar tentang manfaat zakat. Orang yang berzakat akan dibayar tunai bila ikhlas melakukannya.

Sambil mengunyah kue ketawa buatan bu Paini, kucerna satu demi satu kalimat bermakna dari para pembicara yang ada di depanku. Mereka begitu sangat menginspirasi. Pak Ahmad Shonhaji dan bu Paini membuka mata hatiku untuk rutin berzakat menolong sesama. Apalagi setelah kumendengarkan kesuksesan bu Paini dalam memasarkan makanan ringannya. Ketua HWDI/KUBEPENCA Kota Bekasi kuajak untuk bergabung memasarkan produknya di http://oleholehbekasi.com.

Kue ketawa membuatku mentertawakan diriku sendiri. Talkshow dan workshop gerakan zakat melalui goresan pena, telah membuatku semakin menyadari untuk selalu peduli dan tergerak hati menolong sesama. Bukan memberi mereka uang saja, tapi membuat mereka berkarya seperti bu Paini ini dengan kue ketawanya. Akupun pesan 5 buah untuk kuperkenalkan kepada teman-temanku. Semoga dapat menginspirasi lainnya.

Salam Blogger Persahabatan
Wijaya Kusumah – omjay

Categories:

2 People reacted on this

  1. hahaha, ada – ada aja ceritanya Juragan. Masak iya kue bisa bilang ” cicipi aku cicipi aku ” . berarti kue itu bukan cuma kue ketawa juragan, melainkan kue tertawa istimewa. hhehehe

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.