Month: June 2014

Posted on: June 29, 2014 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 0

Belajar Menjadi Bijak Menghadapi Pilpres

Terkadang saya suka senyum-senyum sendiri. Saya tersenyum melihat para politikus kita. Dulu PDIP dan Gerindra bersatu dalam mengkampanyekan Jokowi-Ahok untuk menang dalam pilgub di DKI Jakarta. Kini keadaannya justru berubah. Dulu kawan sekarang lawan. Begitulah politik. Dia tergantung kepada sebuah kepentingan. Artinya tidak ada kawan abadi dalam politik. Hal yang ada adalah kawan sementara untuk mencapai tujuan. Sikap kita adalah belajar menjadi bijak menghadapi pilpres. Tentukan pilihan hati. Pelajari visi…

Posted on: June 27, 2014 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 0

Kurikulum

Coba Perhatikan! sudah berapa kali kurikulum berubah, dan cermati apa yang terjadi dalam proses pembelajaran di kelas. Ternyata kebanyakan guru keadaannya mirip sebuah syair lagu pop Indonesia Dian Pisesa yaitu aku masih seperti yang dulu………….. Oleh karena itu para penganut mazhab guru edan percaya, bila hendak meningkatkan mutu pendidikan mulailah dari meningkatkan mutu guru, kutukulum eh kurikulum menyusul. Bukan sebaliknya, perbaiki kurikulum dulu baru urusi guru.

Posted on: June 23, 2014 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 2

Tertawa itu Cerdas

Setiap orang memiliki kecerdasan. Tahukah kamu dimana kecerdasanmu? Kecerdasanmu akan terlihat ketika engkau tertawa lepas bersama keluarga tercinta. Tertawa itu cerdas. Apalagi bila kecerianmu dibagikan kepada keluaga Indonesia lainnya.

Posted on: June 21, 2014 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 2

Kue Ketawa Membuatku Mentertawakan Diri Sendiri

Awalnya, tidak ingin hadir dalam acara talkshow dan workshop di hotel Sofyan Jakarta. Badan ini masih terasa letih tersiksa. Semalaman terpaksa menginap di sekolah untuk mengisi raport siswa. Anak dan istri terpaksa tak bisa jumpa. Aku hanya berkomunikasi lewat telepon saja.

Posted on: June 12, 2014 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 0

Dari Menulis Omjay Tampil di Televisi

Saya tidak pernah menyangka keajaiban ngeblog telah membuat saya dikenal di dunia maya dan dunia nyata. Dari menulis saya mulai tampil di televisi. DAAI TV meliput kegiatan saya di sekolah dalam acara matahati. Saya adalah guru yang suka menulis dan ngeblog. Keajaiban ngeblog telah membawa diri saya berkeliling Indonesia, dan menikmati lezatnya masakan nusantara serta Indahnya bumi pertiwi tercinta. Dari menulis saya merasakan Indonesia yang luas dan indah.

Posted on: June 11, 2014 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 0

PROBLEMATIKA MANUSIA: BERBAGI

PROBLEMATIKA MANUSIA: BERBAGI Oleh: Nusa Putra Anakku sewaktu di kelas awal SD pernah bertanya, mengapa Allah tidak menciptakan malaikat super yang bisa menjalankan semua perintah Allah. Jadi jumlah malaikat tidak sebanyak ini. Alasannya sangat sederhana, susah menghafal nama-nama malaikat dan tugas-tugasnya Meski alasannya remeh, pertanyaan tersebut sebenarnya sangat mendalam. Allah Maha Kuasa, pastilah bisa menciptakan malaikat super itu. Tetapi mengapa menciptakan banyak malaikat?

Posted on: June 8, 2014 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 0

Jadilah Guru yang Berkarakter

Menjadi guru di zaman edan harus berani tampil berbeda. Kita bukanlah kumpulan paduan suara atau seragam sekolah yang harus sama. Berani berbeda bukan lantas mau seenaknya. Tetapi punya karakter kuat dan unik sehingga mampu membawa peserta didiknya menjadi orang yang kreatif dan mampu berpikir beda. Guru yang berkarakter akan melahirkan pemimpin yang berkarakter pula