Posted on: March 17, 2014 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 2

Cerita Omjay Hari Ini, 17 Maret 2014, Tolak penghapusan TIK

Tak terasa ya waktu berjalan begitu cepat. Rasanya baru tadi pagi saya bangun tidur, dan kini hendak tertidur lagi. Tentu banyak aktivitas yang ingin saya ceritakan hari ini, Senin 17 Maret 2014.

Tolak penghapusan TIK
Tolak penghapusan matpel TIK

Saya berangkat dari rumah jam 05.00 pagi, dan alhamdulilah sudah sampai sekolah sekitar pukul 05.30 pagi. Saya melihatnya di jam yang berada di mobil. Jalan tol lancar dan saya dapat memacu kendaraan dengan santai.

Setiba di sekolah, seperti biasanya saya berjumpa dengan teman-teman guru olahraga yang selalu datang lebih pagi dari teman-teman guru lainnya. Kami mengobrol sebentar sambil menikmati jagung rebus, lalu saya pamit ke ruang komputer untuk mencetak soal matpel TIK yang akan saya serahkan ke TU SMP Labschool Jakarta. Kebetulan masih ada soal yang belum tercetak.

Tak terasa, waktu terus bergulir, dan saya pun langsung menuju ruang pengawas Ulangan Tengah Semester (UTS) pukul 06.30 wib. Masih sepi ruangannya dan baru kemudian satu demi satu guru pengawas berdatangan.

Setelah mendapatkan pengarahan dari pimpinan sekolah, seperti biasanya kami langsung menuju ruang kelas dimana kami ditugaskan panitia UTS. Hari ini ada 3 mata pelajaran yg diujikan, yaitu Bahasa Indonesia, Agama, dan IPS. Pukul 13.30 UTS selesai, dan anak-anak pulang ke rumahnya masing-masing.

Usai sholat Dzuhur di masjid sekolah, saya langsung menuju kantor Pusat Kurikulum dan Perbukuan di Gunung Sahari Senen. Kali ini saya ditemani Hilmy naik Taxi ke sana. Hilmy adalah mahasiswa UNJ yang membantu saya untuk menyiapkan acara seminar nasional Asosiasi Guru TIK dan KKPI Nasional.

Di Puskurbuk, saya bertemu dengan teman kuliah di pascasarjana UNJ. Beliau banyak membantu saya memberikan informasi tentang kesibukan kepala Puskurbuk. Rencananya kami akan mengundang kepala Puskurbuk untuk menjadi salah satu nara sumber seminar nasional AGTINNAS yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 26 April 2014.

Setelah dari kantor Puskurbuk di Gunung Sahari, saya langsung ke kantor kemendikbud di Senayan. Saya kembali mengecek surat yang sudah dikirimkan ke sekertaris pak menteri yang bernama pak Giyanto. Surat sdh masuk ke meja pak menteri Nuh. Saat ini pak Menteri berada di luar kota, dan semoga segera membaca surat panitia seminar nasional agtikknas. Mohon doanya pakMohammad Nuh, bisa hadir dalam kegiatan seminar nasional agtikknas, Sabtu, 26 April 2014.

Di kantor kemdikbud, saya sempat mampir ke tempat teman di Gedung D Lantai 14. Ada USB flasdish saya tertinggal di tempat beliau. Alhamdulillah, USB sudah kembali lagi di kantong saya. Banyak file penting ada di dalamnya. Bisa berabe kalau hilang.

Pulang dari kemdikbud kami naik transjakarta. Alhamdulillah perjalanan lancar dan kami sempat tertidur pulas di dalam busway. Di halte busway UNJ kami turun.

Saya ajak Hilmy untuk makan soto di warung Soto depan halte busway UNJ. Nikmat sekali rasanya makan di saat lapar. kami pun langsung menyantap habis makanan dan minuman yang dihidangkan.

Kenyang sekali perut ini, dan saya kembali ke sekolah Labschool. Setelah mengisi daftar hadir pulang, saya langsung menuju mobil dan segera pulang kembali ke rumah. waktu sudah menunjukkan pukul 17.15. wib.

Sekitar Pukul 18.00 wib saya sudah sampai rumah.Tak berapa lama adzan maghrib berkumandang. saya langsung parkir mobil di garasi. Setelah itu beristirahat sejenak di ruang tamu sambil mengobrol dengan anak dan istri sebelum mandi.

Begitulah waktu terus berlalu. saya sholat maghrib, menonton televisi, membuka email untuk memeriksa tugas anak-anak dan membaca rtusan email lainnya yang masuk sambil buka facebook melihat status teman-teman lainnya.

Task terasa sudah jam 00.00 wib saatnya tidur dan beristirahat. Samapi di sini dulu cerita omjay hari ini Senin, 17 Maret 2014. Semoga tidak membosankan untuk dibaca.

Salaam Blogger Persahabatan

Omjay

https://wijayalabs.com

Categories:

2 People reacted on this

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.