Posted on: December 22, 2013 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 0

Menjadi Guru Berprestasi

Kriiiiing!… sedang asyik menulis raport, ponsel saya berdering. saya pencet tombol telepon berwarna hijau di ponsel. Kemudian terdengarlah suara pak Dedi Dwitagama. “lagi apa omjay? bisa gantiin ane presentasi di gedung NU kramat raya?” begitulah pak Dedi langsung to the point menyuruh saya berangkat saat itu juga. Saya kemudian langsung menjawab, “bisa!”. Dengan segera saya meluncur ke kantor PBNU yang ada di jl. Kramat Raya Jakarta Pusat.

twc3

Singkat cerita, sampailah saya di gedung PBNU. Ada foto Gusdur terlihat di dinding gedung. Saya langsung naik ke lantai 8 gedung. Lalu di lantai itu saya bertemu dengan banyak pimpinan sekolah swasta di Jakarta pusat, dan saya temui panitia kegiatan.

 

“Mohon maaf pak saya diminta menggantikan pak dedi memberikan presentasi. beliau berhalangan hadir,” begitulah kata saya singkat. Salah seorang panitia lalu menjawab, “iya pak tadi pak Dedi sudah telpon dan bapak yang diminta menggantikan, tapi bapak makan siang dulu ya!”. Ibu panitia itu menyodorkan kepada saya nasi kotak yang berisi nasi dan lauk pauk yang lezat. Saya sempat perang batin dalam diri, “makan dulu gak ya?”.

 

Hmmm, rasanya tak enak kalau saya makan dulu sementara materi yang akan disampaikan saya belum tahu. Lalu saya tanya panitia materi apa yang harus saya sampaikan.

 

“Bapak harus menyampaikan materi menjadi guru berprestasi. Waktu bapak satu setengah jam”. begitulah pak Haji Iskandar yang menjadi panitia mengatakan.

 

Ehem, dalam hati saya bergumam, “bego banget ya gue. kasih materi tanpa persiapan. Pepatah mengatakan, “mereka yang berdiri di mimbar tanpa persiapan, akan turun tanpa penghormatan”. Aduh!, tak hentinya saya menyalahkan diri sendiri. Kenapa begitu mudah berkata bisa sementara materi yang akan disampaikan belum siap. Hehehe, ini pelajaran yang sangat berharga. Saya pun langsung mengutak ngatik materi yang sudah pernah saya sampaikan di laptop. Alhamdulillah ketemu. Setahun lalu saya pernah menyampaikan ini di tempat lain. Lantas saya pun tersenyum dan siap memberikan presentasi.

 

Seorang teman berkomentar di facebook. Menjadi guru berprestasi, kuasai 4 kompetensi guru dan memiliki IPK (Ilmu Pendekatan) yang bagus terhadap pimpinan dan dinas. Keempat kompetensi yang harus dikuasai guru untuk meningkatkan kualitasnya tersebut adalah kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Guru harus sungguh-sungguh dan baik dalam menguasai 4 kompetensi tersebut agar tujuan pendidikan bisa tercapai.

 

Untuk menjadi guru berprestasi bukanlah perkara mudah. banyak tantangan dan hambatan terbentang. Hambatan terbesar ada dalam diri. Guru harus mampu mengalahkan dirinya sendiri dulu baru kemudian mengalahkan orang lain. Ada pepatah mengatakan, “menaklukan ribuan orang belum tentu disebut sebagai pemenang. tapi mampu menaklukan diri sendiri, itulah yang disebut penakluk gemilang”.

 

Acara motivasi untuk para kepala sekolah swasta akan dimulai. Salah seorang panitia mempersilahkan saya memasuki ruangan. Saya melihat sekumpulan org yang berwibawa dan berpakaian perlente pula. Hmmm maklumlah mereka para pimpinan sekolah di sekolahnya masing-masing. Ada beberapa orang saya kenal dan telah menjadi kepala sekolah di sekolah swasta papan atas. Waduh, semkin ciut nyali saya menghadapinya. Bukanlah mereka jauh beprestasi daripada saya?

 

Seorang teman facebook bernama D’alia Halmahera berkomentar, “Seru omjay, bertemu dengan para pimpinan sekolah atau kepala sekolah dalam suatu acara. Dimana kita sebagai penyaji materinya, berarti ada nilai lebih buat omjay. Saya juga pernah memberikan pelatihan, dimana pesertanya adalah para kepala sekolah se-kab Meulaboh Aceh Barat (okt 2009). Padahal yang jadi pembicaranya hanya seorang guru honor biasa. Dag dig dug der jadinya. Hehehe.

 

Wow, inilah hari yang begitu mendebarkan. Kini saya harus berdiri melakukan presentasi di depan para guru yang berprestasi. Betapa mereka sudah menjadi guru berprestasi. Hal itu terbukti mereka sudah menjadi pimpinan di sekolahnya masing-masing. Ehem, kalau mereka tidak berprestasi mana mungkin bisa diangkat menjadi kepala sekolah? Begitulah saya bertanya dalam hati kepada diri sendiri

 

Saya yakin menjadi guru berprestasi tentu menjadi idaman seorang guru. bukan hanya berprestasi tetapi juga menginspirasi. Dengan begitu para guru dapat saling memotivasi untuk menjadi guru tangguh berhati cahaya. Seorang guru yang selalu memberikan pelayanan terbaik kepada murid-muridnya. Seorang guru yang memiliki kekuatan super untuk mengantarkan peserta didiknya menjadi seorang pemimpin. Minimal murid-muridnya bisa memimpin dirinya sendiri.

 

Pak Urip teman saya di Kalteng menambahkan, “Cara sederhana berprestasi adalah guru memprestasikan siswa bukan memprestasikan diri sendiri”. Lalu Ibu D’alia Halmahera bertanya kepada saya, “Kenapa ya Omjay, kalau ada lomba guru berprestasi dari dinas, syaratnya harus PNS? Apakah guru2 GTT ga ada yang mampu berprestasi?” Sebuah pertanyaan yang belum bisa saya jawab, karena saya bukan panitianya, hehehe.

 

Pak Bahar teman di Sukabumi menuliskan di facebook, “Guru berprestasi itu bukan dirinya saja yang berprestasi, tapi bisa membuat rekannya berprestasi, siswanya berperstasi anaknya berprestasi, masyarakat dan lingkungannya berprestasi. Itulah hakekat guru berprestasi, bukan sekedar uang dan ketenaran semata”.

Pak Dris kawan di bali juga menulis di facebook, “Cukup ikut lomba, saat presentasi dengarkan kata dewan juri, jangan pernah menyanggah atau membantah. Jadilah juara guru prestasi, hehehehe… Pengalaman pribadi Omjay. Juknis nya PTK dan Media pembelajaran harus Inovatif. Saya pakek Metode Getok Tular, yang saya yakin belum ada yg pakek. Eeeee taunya yg juara 1 dan 2 di Bali kemren yang pakek metode udah basi, dan hanya manggut2 saat disalahkan juri, tanpa pembelaan sama sekali terhadap karya tulisnya. Jadi deh dris terdepak diurutan ke 3…. Hehehe”.

 

Satu hal yang harus dipahami. Menjadi guru berprestasi bukan hanya ikut kompetisi atau lomba kemudian menang. Tetapi guru tersebut juga harus mampu mengantarkan peserta didiknya mencapai prestasi yang gemilang. Itulah inti presentasi yang saya bawakan. Ada yang mau menambahkan?

 

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

https://wijayalabs.com

 

 

 

Categories:

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.