Posted on: November 25, 2013 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 2

Selamat Hari Guru! Jadilah Guru yang Mampu Digugu dan Ditiru

Tak ada yang aneh disaat saya berangkat ke sekolah pagi-pagi. Pukul 05.00 pagi saya sudah beranjak dari rumah seperti biasanya. Namun menjadi terasa aneh ketika saya mulai masuk halaman sekolah. Di depan pintu gerbang sekolah sudah banyak anak murid SMP dan SMA. Mereka menyambut kami para guru dengan riang gembira. Ada warna gembira dan bahagia di rona wajah mereka.

1385347313319140451

Saya mulai mendekat ke wajah-wajah itu. Barulah terasa suasananya. Ketika salah seorang dari mereka memberikan ucapan selamat hari guru. Salah seorang siswa memberikan cinderamata unik. Terasa melayang tubuh ini. Serasa bergetar degup jantung yang berada dalam tubuh ini. Satu persatu dari mereka memberikan cium tangannya. Terharu sekali rasanya.

Hari ini, Senin, 25 Nopember 2013 kami para guru serasa menjadi artis selebritis. Kami merasa menjadi orang yang dimanjakan. Senyum ramah orang tua murid di sekolah membuat kami semakin terbang ke alam kegembiraan. Inilah tingkat kebahagiaan yang dapat bisa diukur oleh alat ukur apapun di dunia.

Seandainya teman-teman kami yang telah berada di alam sana menyaksikannya, tentu mereka akan tersenyum puas menyaksikannya. Jasa mereka tak sia-sia. Banyak orang yang mengapresiasinya. Guru menjadi manusia yang dirindukan keberadaannya. Guru menjadi manusia yang layak untuk dinantikan nasehatnya. Guru menjadi manusia yang memberikan cahaya terang bagi peserta didiknya dari kegelapan.

Selamat hari guru! Jadilah guru yang mampu untuk digugu dan ditiru. Jadilah manusia terbaik dari manusia lainnya. Jadilah manusia yang mampu memberikan keteladanan buat sesamanya, dan jadilah mata air bagi murid-muridnya di mana saja berada.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

https://wijayalabs.com

Categories:

2 People reacted on this

  1. Sebagai seorang guru, yang saya takutkan adalah terpuruknya citra guru. Krisis kepercayaan kepada guru mulai terjadi. Di hari guru ini, semoga menjadi titik balik dan titik refleksi untuk peningkatan etos guru menuju ” Guru yang digugu dan ditiru”.

    Salam, denikurnia.net

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.