Posted on: November 19, 2013 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 2

Belajar dan Berbagi Ilmu PTK di Universitas Bung Hatta Padang

Minggu, 10 November 2013 saya diundang oleh Komunitas Cinta Menulis untuk memberikan materi Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kepada teman-teman mahasiswa di Universitas Bung Hatta, Padang, Sumatera Barat. Ada sekitar 200 orang mahasiswa hadir dalam seminar nasional ini.

Omjay di Universitas Bung Hatta Padang
Omjay di Universitas Bung Hatta Padang

Selain saya, ada pak Dr. Marsis, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UBH yang menjadi nara sumbernya. Kami berbagi dan belajar ilmu PTK bersama-sama. Pak Marsis memberikan materi PTK dari sisi teoritisnya, dan saya dari sisi praktisnya sebagai seorang guru yang melaksanakan PTK di sekolah. Sebuah kolaborasi yang jitu dalam mensinergikan materi PTK. Biasanya, materi PTK diberikan selama satu semester di perguruan tinggi.

Kenang-kenangan untuk Omjay dari UBH Padang
Kenang-kenangan untuk Omjay dari UBH padang

Kunci dari keberhasilan PTK adalah terjadinya interaksi yang positif antara guru dan peserta didiknya. Guru harus tahu apa yang diinginkan peserta didik di kelasnya, dan pada akhirnya guru dapat memperbaiki cara mengajarnya. Persoalannya bisa jadi ada dalam diri guru. Di situlah guru melakukan introspeksi diri melalui PTK.

Seminar Nasional PTK di Universitas Bung Hatta Padang
Seminar Nasional PTK di Universitas Bung Hatta Padang

Bukan hanya hal di atas saja yang dilakukan. PTK harus dimulai dari sebuah perencanaan matang yang dibuat oleh guru. Dimana guru merancang sendiri rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Setelah RPP disiapkan dengan baik, barulah pelaksanaan PTK dilakukan. Sayangnya, banyak guru yang belum melaksanakan pembuatan RPP dengan baik dan benar.

Omjay di Seminar Nasional PTK UBH Padang
Omjay di Seminar Nasional PTK UBH Padang

Setelah Pelaksanaan, barulah dilakukan pengamatan. Akan lebih baik pengamatan dilakukan oleh teman sejawat. Namun apabila tak ada teman sejawat, maka guru dapat merekam sendiri proses pembelajarannya di kelas dengan audio visual atau rekaman suara. Dari situ guru dapat menilai sendiri cara mengajar, dan interaksinya selama berada di kelas.

Bila pengamatan telah dilakukan dan terjadi interaksi guru dan peserta didiknya dengan baik, maka lakukanlah refleksi diri. Dengan begitu guru akan mengetahui kekurangan cara mengajarnya atau hal lain yang berhubungan dengan hal yang sedang ditelitinya, seperti pemanfaatan media.

Hal yang saya paparkan di atas bernama siklus PTK. Sebaiknya guru melakukan kembali siklus pertama sampai terjadi perubahan yang diharapkan.

Belajar dan berbagi ilmu PTK membuat saya semakin tahu masalah-masalah yang dihadapi guru. Di sinilah guru berperan sebagai seorang dokter yang hendak menyembuhkan penyakit pasiennya. Bila obatnya cocok, maka pasien akan segera sembuh dari sakitnya. Akan tetapi, bila obatnya tak cocok guru harus mencari strategi atau metode pembelajaran lainnya yang dapat menyembuhkan penyakit peserta didiknya. Begitulah kira-kira perumpamaannya.

Peserta bertanya tentang masalah PTK
Peserta bertanya tentang masalah PTK

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

https://wijayalabs.com

Categories:

2 People reacted on this

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.