Posted on: September 21, 2013 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 18

Resume Kuliah Olimpisme ke-4 di Kampus B UNJ Rawamangun Jaktim

Resume Olimpisme ke-4 di Jurusan PKB MIPA UNJ

Sabtu, 21 September 2013, saya bergegas untuk segera mempersiapkan diri dalam mengikuti materi kuliah olimpisme yang ke-empat ini. Saya pasti akan mendapat semangat baru, inspirasi baru dan berbagai nilai kehidupan yang nantinya harus bisa dikembangkan sebaik mungkin.

omjay dan mahasiswa yang mendapatkan hadiah buku IGI

Saya berangkat dari rumah sekitar jam 8.05, itupun menurut saya sudah sangat kesiangan untuk mengejar mata kuliah olimpisme pada jam 10.00 WIB. Saya tidak ingin terlambat walau semenit saja. Beruntungnya, saya datang sebelum kelas dimulai. Saya sampai di kampus UNJ tercinta ini sekitar jam 9.30 WIB. Saya dan teman-teman sekelas segera naik ke lantai tiga untuk memasuki kelas Omjay.

kuliah olimpisme di Jurusan Pendidikan Kimia Bilingual

Sebelum memulai materi, seperti biasanya Omjay mengucapkan salam serta rasa syukurnya karena dapat bertemu kembali dengan kami di pertemuan hari ini. Setelah itu, kami diajak menyaksikan sebuah iklan yang berisi film pendek dengan tema yang sangat menyentuh yaitu “Giving is the best communication”. Film ini sangat menyentuh hati nurani saya, sehingga saya menangis melihatnya. Sedikit berlebihan sih memang hehe^^ namun film pendek ini juga menginspirasikan kita sebagai umat manusia, dimana kita sudah sewajarnya menolong sesama dengan memberikan bantuan dalam bentuk apapun. Keikhlasan hati itu kuncinya.

Setelah selesai dengan film pendek tersebut, Omjay membahas materi olimpisme hari ini. Mari kita simak materi yang saya rangkum sebagai berikut :

Penyebarluasan Olimpisme melalui Gerakan Olimpiade Modern

Tujuan dan Latar belakang olimpisme modern

Baron Pierre De Coubertin, seorang bangsawan Prancis yang menggagas dan membangkitkan kembali semangat olimpisme yang dipadukan dengan pertandingan olahraga. Beliau juga disebut sebagai bapak olimpiade loh karena gagasannya mengenai olimpisme.

Ide gerakan Baron :

–          Mengajak negara-negara di dunia untuk bersama menghidupkan kembali nilai dan kegiatan olimpiade.

–          Kegiatan olimpiade diharapkan dapat memberikan inspirasi dan semangat persaudaraan.

–          Untuk maksud tersebut dan agar pelaksanaan aktifitas pergerakan olimpiade berjalan secara terpadu maka dibuat piagam olimpic (olimpic charter)

Apa sih isi dari olimpic charter?

Olimpic charter berisi prinsip-prinsip dasar, peraturan-peraturan dan anggaran rumah tangga yang telah tersusun secara sistematik.

Omjay mengisi waktu kami dengan menonton video olimpiade London 2012 setelah materi diatas agar kami tidak merasa bosan. Video ini menampilkan betapa kuatnya persaudaraan, kerja sama, dan sportivitas para atlit kala bertanding dalam olimpiade tersebut.

Okay, kita lanjut materi lagi… semangat ^^

  • Tujuan Utama Gerakan Olimpiade

Mempromosikan dan menyebarluaskan paham yang terkandung dalam Olympisme secara umum dan menanamkan nilai filosofi olahraga sebagai dasar pembentuk fisik dan pengemban moral manusia. Mendidik para generasi muda, dan juga menyebar prinsip-prinsip olimpiade.

arti warna bendera olimpiade
  • Simbol Gerakan Olimpiade Modern

Dalam simbol olimpiade terdapat 5 warna yaitu biru, kuning, hitam, hijau dan merah dengan latar belakang putih. Simbol ini juga melambangkan 5 benua yaitu Asia, Eropa, Afrika, Amerika dan Australia. Simbol ini diciptakan oleh Baron Pierre dan digunakan pada tahun 1914 pada kongres olimpiade Anthwerpen.

  • Motto pertandingan Olimpiade Modern

Seperti yang pernah kita bahas pada resume ke tiga, masih ingatkah?

“Citius, Altius, Fortius” (lebih cepat, lebih tinggi, lebih kuat)

  • Peran NOC

NOC (National Olimpic Comittees) mempunyai peran yaitu menjaga gerak olimpiade dan juga menyebarkan prinsip-prinsip dasar olimpiade dan program pendidikan jasmani serta olahraga di sekolah mulai tingkat sekolah dasar sampai tingkat perguruan tinggi.

  • 13 program gerakan olimpiade dan yang menjadi perhatian IOC
  1. Pertandingan olimpiade 4 tahunan
  2. Olahraga untuk semua kalangan
  3. Akademi olimpiade sejak 14 Juni 1961
  4. Penanaman olimpisme = sports + culture + education ( materi kuliah kita sedang menerapkan poin ini loh..)
  5. Winning, taking part and the universality of the games.

Indonesia ternyata juga sudah menerapkan kegiatan olimpisme sebelum meraih kemerdekaan, namun bangsa Indonesia mengalami diskriminasi alias tidak dianggap dalam keikutsertaannya dalam olimpiade karena dianggap belum merdeka. Indonesia menggunakan kegiatan olahraga itu sebagai berikut :

  1. Alat perjuangan
  2. Pembentuk jati diri
  3. Persatuan dan kesatuan bangsa
  4. Sarana pendidikan

Setelah meraih kemerdekaannya, Indonesia menjadikan olahraga sebagai sarana mengokohkan dan eksistensi negara.

Sekian resume materi kuliah olimpisme dari saya. Setelah menyampaikan materi kuliah, Omjay mengajak kami semua menyanyikan lagu hymne guru dan melihat video anak-anak taman kanak-kanak yang sedang bermain alat musik berupa gitar dengan piawainya..

Kemudian setelah kami dibuat terpukau oleh video tersebut, seperti biasa Omjay mempersilahkan kami untuk memakan bekal yang telah kami bawa., dan. selamat makan J

Inilah resume kegiatan + resume materi kuliah hari ini.. semoga bermanfaat dan menginspirasi kita semua yaa ^^. Materi lengkapnya ada di sini.

CREATED BY :

SYLVIA FAUSTINE

PENDIDIKAN KIMIA BILINGUAL

3315133603

Categories:

18 People reacted on this

  1. Resume pertemuan 4
    Mata kuliah Olimpisme
    Assalamualaikum Wr. Wb
    Yeeee udah hari sabtu lagi nih. Jangan bosen-bosen buat baca resume saya ya. Hehe. Hari ini mata kulah Olympisme nya gak ada acara makan bareng-bareng lagi nih. Tapi langsung diawali dengan suguhan film yang menceritakan tentang seorang bapak berhati mulia yang menolong seorang anak yang mencuri obat untuk ibunya. Disitu bapak itu langsung membayarkan obat yang dicuri oleh anak tsb kepada pemilik toko obat. 30 tahun kemudian bapak itu terserang penyakit sehingga anaknya terpaksa akan menjual toko tempat orangtuanya mendapat rezeki itu untuk biaya berobat . Tapi tak disangka ternyata ada yang membayar semua biaya rumah sakit bapak itu. Amaging, yang membayarkan itu ternyata anak yang 30 tahun lalu ditolong oleh bapak tsb. Jadi hikmah yang bisa kita ambil dari cuplikan film ini adalah jadikan sesuatu yang baik itu sebagai hobby, bukan sebagai beban. Karena suatu saat kita pasti akan memetik hasil dari kebaikan itu.
    Setelah itu Om Jay pun menyampaikan sebuah materi tentang “Penyebarluasan Olympisme melalui Gerakan Olimpiade Modern”. Pertama Om Jay menyampaikan materi tentang tujuan dan latar belakang Olimpiade Modern. Baron Pierre de Coubertin, bangsawan Prancis menggagas dan membangkitkan kembali semangat Olimpia yang dipadukan dengan penyelenggaraan pertandingan olahraga tingkat internasional. Ide gerakan olimpiade Pierre de Coubertin yaitu, Mengajak negara-negara di dunia untuk bersama menghidupkan kembali nilai dan kegiatan olimpiade sebagai solusi mengatasi krisis sosial politik akibat dari konflik dan permasalahan di berbagai dan antarnegara, Kegiatan Olimpiade diharapkan dapat memberikan inspirasi dalam upaya membangun resolusi perdamaian untuk mengatasi kekacauan di dunia, dan untuk maksud tersebut dan agar pelaksanaan aktivitas pergerakan olimpiade berjalan secara terpadu dan berkesinambungan maka ditetapkan piagam olimpiade (olympiade charter) Olimpiade charter adalah prinsip-prinsip dasar, persatuan-persatuan dan anggaran rumah tangga yang telah tersusun secara sistematik yang dipakai sebagai pedoman IOC.
    Setelah itu kami menonton film lagi yang isi dari filmnya tentang cabang-cabang olahraga yang mulai berkembang. Pemenang di negara mereka ( London) menjadi pahlawan di negaranya dan sampai tua kehidupannya pun terjamin. Tujuan utama gerakan olimpiade adalah mempromosikan paham yang terkandung dalam olimpiade secara umum dan menanamkan nilai-nilai filosofi olahraga sebagai dasar pembentukan fisik dan pengembangan moral manusia, untuk mendidik generasi muda melalui olahraga yang dilandasi oleh semangat saling pengertian yang lebih baik, dan untuk menyebarluaskan prinsip-prinsip olimpiade ke seluruh dunia sehingga memungkinkan membentuk semangat perdamaian internasional, serta mempertemukan atlet dunia dalam suatu festival olahraga internasional 4 tahunan yang hingga kini dikenal dengan Pertandingan Olimpiade.
    Gerakan Olimpiade Modern juga mempunyai simbol, yaitu 5 cincin dengan lima warna : biru, kuning, hitam, hiaju, dan merah dengan latar belakang putih. Simbol itu menggambarkan wakil dari 5 benua : Asia, Eropa, Afrika, Australia dan Amerika serta negara negara di dunia disimbolkan 5 warna yang merupakan bagian dari warna bendera. Diciptakan Pierre de coubertin dan diluncurkan tahun 1914 pada kongres olimpiade da Antwerpen. Struktur organisasi grakan olimpiade (IOC) diantarnya, IOC adalah organisasi internasional non-govermental non-profit organisation(NGO), merupakan pendiri pelaksana gerakan olimpiade, pemegang hak untuk simbol, bendera dan penyelenggaraan olimpiade musim panas dan olimpiade musim dingin, IOC membawahi komite-komite olimpiade di setiap kontinental yaitu : ANOCA, EOC,OCA, PASO dan ONOC. International Sport’s federation : organisasi yang bertanggung jawab dalam pengembangan mesing-masing cabang secara internasional.
    Setelah itu kami menonton film lagi yang isinya mereka sangat senang ketika menjadi tuan rumah olimpiade dunia. Peran IOC dalam Gerakan Olimpiade adalah mendorong terjadinya koordinasi, bekerjasama dengan pihak publik maupun swasta dalam menerapkan nilai olahraga dalam pelayanan manusia, mendukung International Olimpic Academy dan institusi lain dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan olimpade, mendorong gerakan olimpiade sehungga dapat membantu menyelesaikan masalah-masalah lingkungan, dan menyelenggarakan pertandingan olimpiade musim panas dan olimpiade musim dingin secara reguler( 4 tahunan). Program gerakan olimpiade yang jadi perhatian IOC diantaranya adalah pertandingan olimpade 4 tahunan, upaya gencatan senjata, pengembangan musium, pelestarian lingkungan, dukungan kepada PBB dan masih banyak lagi.
    Perkembangan badan keolahragaan nasional adalah salah satu kegiatan yang didukung oleh olimpic solidarity : menyebarluaskan semangat olimpisme. Materi pertemuan keempat ini ditutup dengan sebah video lagu dari D’Massive yang berjudul Jangan Menyerah. Dari video itu kita bisa menyimpulkan bahwa jangan pernah kita menyerah sedikitpun dalam menjalani kehidupan.
    Sampai sini dulu mungkin resume pertemuan ke empat ini. Semoga setelah membaca resume saya banyak ilmu yang bisa diambil. Sampai jumpa minggu depan.
    Wassalamualaikum Wr.Wb

    Fresti Anggraeni 3115133718
    Pendidikan Matematika 2013

  2. PENYEBARLUASAN OLIMPISME MELALUI GERAKAN OLIMPIADE MODERN

    TUJUAN DAN LATAR BELAKANG

    Olimpiade sesungguhnya memiliki tujuan untuk menciptakan kehidupan yang damai di dunia melalui olahraga antarnegara. Ide ini muncul dilatarbelakangi untuk mengajak para manusia menghidupkan kembali semangat dan nilai-nilai olimpisme sebagai solusi mengatasi krisis sosial politik, memberikan inspirasi dan semangat persaudaraan, serta agar olimpiade berjalan secara terpadu dan berkesinambungan maka ditetapkanlah piagam olimpiade.

    Piagam olimpiade sendiri digunakan sebagai prinsip, peraturan dan anggaran rumah tangga dalam melaksanakan olimpiade

    Tujuan :
    • Mempromosikan paham olimpisme dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya
    • Mendidik pemuda untuk saling pengertian dan menumbuhkan rasa persaudaraan dengan tujuan terciptanya perdamaian
    SIMBOL OLIMPIADE

    Simbol olimpiade terdiri dari lima cincin dengan lima warna yang berbeda. Lima cincin itu sendiri melambangkan lima benua yang ada di dunia dan lima warna tersebut melambangkan warna bendera dari masing-masing negara.

    Pada tanggal 23 Juni 1894, didirikanlah International Olympic Committee (IOC) oleh Pierre De Coubertin, seseorang berkebangsaan Perancis. Sekarang IOC menjadi organisasi olimpiade terbesar di dunia dan berkerjasama dengan setiap organisasi olimpiade yang ada di setiap negara

    Nama : Tiara Izni
    No. Reg : 3115133734
    Prodi : Pendidikan Matematika 2013
    Blog : tiaraizni.blogspot.com

  3. Resume pertemuan 4: “Penyebarluasan Olimpisme Melalui Gerakan Olimpiade”
    Nama : Dwi Kurnia Sari
    Noreg : 3115110425
    Prodi : Pendidikan Matematika Reguler 2011

    Perkuliahan olimpisme pada hari Sabtu, 21 September 2013 memasuki pertemuan keempat. Kami memulai perkuliahan pada pukul 08.00 WIB dengan terlebih dahulu membaca ayat suci Al-Qur’an bersama-sama. Kali ini Om Jay kembali memberikan kejutan berupa sebuah buku untuk adik tingkat saya mahasiswi angkatan 2013 karena ia berhasil menjadi mahasiswa pertama yang mengirimkan resume pertemuan sebelumnya. Jepretan kamera pun hadir untuk mendokumentasikan peristiwa tersebut.
    Sudah menjadi gaya Om Jay memutarkan sebuah cuplikan film untuk mengawali kegiatan perkuliahan. Cuplikan film kali ini bercerita tentang seorang anak yang ketahuan mencuri obat untuk ibunya yang sedang sakit, namun anak tersebut akhirnya ditolong oleh seorang penjual sup yang berbaik hati membayar semua obat yang ia curi dan juga memberinya sebungkus sup. Akhir cerita, pedagang sup tersebut jatuh sakit dan tidak mampu membayar biaya rumah sakit yang sangat mahal. Namun, biaya pengobatan tersebut akhirnya dibayar lunas oleh seorang dokter yang ternyata adalah anak yang ia tolong 30 tahun lalu. Cuplikan film ini mengajarkan kami bahwa nilai menolong sesama dengan ikhlas pada zaman sekarang sudah mulai luntur di kalangan masyarakat. Padahal, memberi itu adalah bentuk komunikasi yang sangat baik dengan sesama manusia, hal ini sesuai dengan pesan di akhir cuplikan film: “Giving is the best way communication.”
    Materi olimpisme pertemuan keempat adalah “Penyebarluasan Olimpisme Melalui Gerakan Olimpiade.” Latar belakang olimpiade diawali oleh Baron Pierre de Coubertin yang membangkitkan kembali semangat Olympia dengan penyelenggaraan olimpiade (olympic games). Ide dasar dari penyelenggaraan olimpiade adalah menciptakan perdamaian di dunia. Olimpiade pertama kali dilaksanakan di Athena, Yunani pada tahun 1986. Gerakan olimpiade dikoordinir oleh IOC (International Olympics Committee). Diharapkan dengan penyelenggaraan olimpiade, perdamaian di dunia dapat terwujud, hal ini sesuai dengan ide dasar olimpiade.
    Agar penyelenggaraan olimpiade berjalan secara terpadu dan berkesinambungan, semua peraturan dan tata cara mengenai olimpiade diatur dalam Olympic Charter (Piagam Olimpiade). Selanjutnya dibahas mengenai tujuan utama dari penyelenggaraan olimpiade:
    – Menanamkan nilai filosofi olahraga sebagai dasar pembentukan fisik dan pengembangan moral manusia.
    – Mendidik generasi muda melalui olahraga dengan dilandasi semangat persaudaraan antar bangsa yang lebih baik.
    – Menyebarluaskan prinsip olimpiade ke seluruh dunia.
    – Mempertemukan atlet dunia dalam satu festival olahraga internasional empat tahunan (olympic games).
    Simbol olimpiade diciptakan oleh Pierre de Coubertin. Simbol tersebutberupa gambar lima lingkaran berwarna biru, kuning, hitam, hijau, dan merah yang saling terkait satu sama lain. Gambar tersebut melambangkan lima benua yang bersatu dan juga simbol dari lima warna bendera negara-negara di dunia.
    Motto dari olimpiade adalah Citius (lebih cepat),Altius (lebih tinggi), dan Fortius (lebih kuat) yang diciptakan oleh Father Henri Didon. Pembahasan lengkapnya telah dijelaskan pada pertemuan sebelumnya.
    Selanjutnya dibahas mengenai struktur lembaga penyelenggara olimpiade yaitu International Olympic Committee (IOC). IOC dibentuk pada 23 Juni 1894 oleh Pierre de Coubertin. IOC merupakan organisasi non profit atau non governmental (NGO). IOC merupakan pemegang hak untuk simbol, motto, anthem. Peran IOC dalam penyelenggaraan olimpiade, diantaranya:
    a. Mendorong terjadinya koordinasi antar institusi olahraga nasional maupun internasional.
    b. Menyelenggarakan olimpiade musim panas (summer olympic) dan olimpiade musim dingin (winter olympic).
    c. Mendorong gerakan olimpiade dan penyelenggaraan olimpiade sehingga dapat berperan dalam membantu menyelesaikan masalah lingkungan.
    d. Bekerja sama dengan institusi olahraga internasional.
    e. Mendukung International Olympic Academy (IOA).
    f. Bekerja sama dengan pihak publik atau swasta dalam penyelenggaraan nilai olimpiade.
    Dalam melaksanakan tugasnya, IOC melakukan koordinasi dengan NOC (National Olympic Commitee) yang berada di setiap negara dan IFs(International Federations). Kemudian koordinasi berlanjut kepada NFs (National Federations), klub olahraga dan terakhir atlet. Digambarkan dengan skema sebagai berikut:
    IOC (International Olympic Committee)

    NOC (National Olympic Committee) IFs(International Federations)

    NFs (National Federations)

    Clubs

    Athlets
    National Federations yang berada di Indonesia adalah KOI (Komite Olimpiade Indonesia) yang saat ini diketuai oleh Rita Subowo. Organisasi inilah yang menjalankan kerja sama dengan IOC dalam penyelenggaraan olimpiade dan penyampaian informasi kepada atlet.
    Program gerakan olimpiade, diantaranya: olympic games, sport for all, olympic academy, winning, taking part and universality, olympic solidarity, olympic museum, olympic and United Nations (PBB), paralympic games (olimpiade untuk penyandang cacat), olympic youth games, another program (women, medical, mass media, marketing, eduvation, technology).
    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa olimpiade dilaksanakan dua kali, yaitu olimpiade musim panas (summer olympic) dan olimpiade musim dingin (winter olympic). Winter olympic pertama kali diadakan pada tahun 1924 di Charmonix dan pada tahun 2010 di Vancouver, sedangkan summer olympic pertama kali diadakan pada tahun 1896 di Athena, Yunani dan baru-baru ini diadakan pada tahun 2012 di London, Inggris.
    Telah dibahas mengenai penyelenggaraan olimpiade modern dengan struktur organisasi IOC dan komponen pendukungnya. Selanjutnya akan dibahas mengenai olahraga di Indonesia sebelum kemerdekaan. Sebelum kemerdekaan, akhirnya masyarakat Indonesia menyadari bahwa olahraga itu penting untuk alat perjuangan, persatuan dan kesatuan, dan sarana pendidikan. Olahraga sebelum kemerdekaan juga berfungsi sebagai alat perjuangan bangsa dalam meraih kemerdekaan. Setelah kemerdekaan, Indonesia membentuk KORI (Komite Olimpiade Republik Indonesia) dan PORI (Persatuan Olahraga Republik Indonesia) dan menyelenggarakan Pekan Olahraga Nasional (PON) I pada tahun 1948. Namun ternyata, Indonesia sempat mengalami kesulitan saat ingin mengikuti olimpiade London tahun 1948 karena sulit mendapatkan visa dan banyak terjadi pemberontakan dari dalam Indonesia. Namun akhirnya kenyataan berubah setelah Indonesia diakui sebagai negara anggota IOC pada tahun 11 Maret 1952 ditandai dengan surat yang ditanda tangani oleh Otto Mayer. Setelah itu, atlet Indonesia dapat mengikuti olimpiade dan telah meraih beberapa medali emas hingga saat ini.
    Sebagai warga Indonesia tentunya kami berharap para atlet Indonesia dapat terus mengibarkan bendera merah putih di puncak tiang tertinggi olimpiade dan memperdengarkan lagu Indonesia Raya ke seluruh dunia.
    Pertemuan olimpisme ditiutup dengan pemberian tugas kuis yang harus dikirim melalui e-mail dan pemberitahuan bahwa dua pekan ke depan perkuliahan ditiadakan karena ada kegiatan fakultas.
    Demikian resume saya pada pertemuan kali ini. Semoga semakin banyak manfaat yang dapat diperoleh. Amin.

    http://dwiniasari.blogspot.com/2013/09/v-behaviorurldefaultvmlo.html

  4. Bismillah
    Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh
    Alhamdulillah, ketemu hari sabtu lagi, otomatis ketemu Omjay lagi dong 😀 Yang jelas, semangat ini demi mata kuliah Olimpisme semata.(ciyee lebay). Seperti biasa, Omjay tak lupa dengan mengucapkan salam sebelum memulai pelajaran. Selanjutnya, Omjay kembali memutarkan sebuah video sederhana namun sangat berarti. Judulnya “Giving is the best communication”. Begitu diputarkan, suasana dalam ruangan hening seketika, semuanya fokus untuk menyimak. Lewat video tersebut, kita diajarkan untuk saling membantu satu sama lain, bagaimana cara beretika yang sopan, dan diterima di masayarakat.
    Materi yang disampaikan Omjay kali ini adalah tentang Penyebarluasan Olimpisme melalui Gerakan Olimpiade Modern. Yukkkk kita simakkkk materinya ! 
    Tujuan dan latar belakang Olimpiade modern dirintis oleh Baron Pierre De Coubertin, bangsawan Perancis yang menggagas dan membangkitkan kembali semangat olimpisme yang dipadukan dengan pertandingan olahraga. Inti dari ide yang ia gagaskan antara lain : Mengajak negara-negara di dunia untuk menghidupkan kembali nilai dan kegiatan olimpiade. Harapannya adalah supaya dapat memberikan inspirasi dan semangat persaudaraan, serta pelaksanaan aktifitas pergerakan olimpiade berjalan secara terpadu. Oleh sebab itulah, ditetapkannya piagam olimpic (olimpic charter). Piagam tersebut berisikan prinsip-prinsip dasar, peraturan-peraturan dan anggaran rumah tangga yang telah tersusun secara sistematik.
    Lagi lagi Omjay menyelingkan waktu untuk menampilkan sebuah video Olimpiade London. Dalam video tersebut, sangat terlihat, betapa hebatnya mereka disaat menyiapkan semuanya sebagai tuan rumah. Tak hanya itu saja, para atlet yang turut serta juga menampilkan semangat juang demi prestasi. Semuanya saling bersahabat, walaupun ada yang menang dan ada yang kalah, tapi bagi mereka, sportivitas itu perlu.
    Selanjutnya, kami juga dijelaskan mengenai simbol gerakan olimpiade modern, yang terdiri dari 5 cincin dengan 5 warna yang berbeda. Antara lain : biru, kuning, hitam, hijau, dan merah dengan latar belakang putih. Selain itu, simbol ini juga melambangkan 5 benua yaitu Asia, Eropa, Afrika, Amerika dan Australia. Simbol ini diciptakan oleh Baron Pierre dan digunakan pada tahun 1914 pada kongres olimpiade Anthwerpen.
    Seperti yang kita bahas di resume ketiga, masih ingatkah dengan motto Citius, Altius, Fortius? Lebih cepat, lebih tinggi, dan lebih kuat 😀
    Nah, perlu diketahui bahwa pada tanggal 23 Juni 1894 dibentuklah Komite Olimpiade Internasional oleh Baron yang memegang hak untuk Simbol , Bendera , Motto, Anthem dan penyelenggaraan Olimpiade musim panas dan musim dingin.
    Oya, ternyata terdapat perbedaan juga loh antara olahraga Indonesia sebelum kemerdekaan dengan yang sesudah merdeka. Bedanya adalah pada saat sebelum merdeka, Indonesia menyadari bahwa olahraga sebagai : Alat perjuangan, Pembentuk jati diri, Persatuan dan kesatuan bangsa, dan Sarana pendidikan. Sedangkan setelah merdeka, Indonesia menjadikan olahraga sebagai sarana mengokohkan dan eksistensi negara..
    Setelah menyampaikan materi kuliah, Omjay mengajak kami semua menyanyikan lagu hymne guru dan kembali melihat video 5 orang anak taman kanak-kanak yang piawai dalam memainkan gitarnya. Sungguh, seorang guru yang sabar dan semangat dalam mengajarkan mereka ^^..
    Tak lupa juga, sebelum diakhiri , kami tentunya diberikan lagi kuis oleh Omjay dan dilanjutkan dengan makan siang bersama.. ITADAKIMASU ^_^
    Inilah resume materi kuliah hari ini.. semoga tak ada kata bosan dalam mengikuti Mata Kuliah Olimpisme ini. Tetap semangat yaaa teman teman ..

    Nama : Ikrimah Desta
    No.Reg : 3315136388
    Prodi : Pendidikan Kimia Bilingual

  5. RESUME OLIMPISME
    PENYEBARLUASAN OLIMPISME MELALUI GERAKAN OLIMPIADE MODERN
    Givin is the best communication, itu adalah kata-kata dari cuplikan sebuah iklan yang di putar pada awal pembelajaran hari ini. Yang berarti, kita harus selalu memberi. memberi tidak membuat kita miskin tetapi akan membuat kita tambah kaya . Dan tolonglah orang lain selagi kita bisa, maka suatu saat jika kita membutuhkan pertolongan orang lain maka akan ada juga orang yang menolong.
    • Tujuan dan latar belakang olimpiade modern
    Baron pierre de courbertien ialah penggagas olimpiade [ertama kali di Athena.
    • Ide gerakan olimpiade
    Mengajak Negara didunia untuk bersama menghidupkan kembali kedamaian dunia dan kegiatan olimpiade sebagai pengatasan krisis social serta konflik dan permasalahan. Serta, memberikan inspirasi.
    • Olympic charter
    berisi prinsip-prinsip dasar, disana terdapat orang-orang yang mengatur pengorganisasian olympiade.

    Setelah menonton video London 2012 hal-hal yang bisa dipetik adalah mereka semangat berprestasi, dan tidak ada perbedaan warna kulit disana

    • Tujuan utama gerakan olimpiade
    Menyebarluaskan dan mempromosikan yang terkandung dalam olimpiade. Kenapa yang jadi sasaran adalah olahraga? Karena mudah dan murah. Serta menciptakan generasi muda sehingga timbul semangat saling pengertian dan perdamaian antar bangsa.
    • Lambang olimpiade modern
    5 cincin:biru, kuning, hitam, hijau, merah. Dengan latar belakang putih. Menggambarkan wakil dari 5 benua
    • Motto pertandingan olimpiade modern
    Diusulkan oleh seorang guru yaitu father henri didon “citius, altius, forties” (lebih cepat, lebih tinggi, lebih kuat)
    • Struktur organisasi gerakan olimpiade dunia(IOC)
    Bapak olimpiade adalah Baron Pierre De Coubertin.
    IOC selalu melakukan koordinasi dan kerjasama dengan komite Nasional olimpiade (NOC).
    Pada 31 desember 2003 member IOC 130 orang. setiap 8 tahun sekali yaitu pemilihan presiden IOC.
    Peran IOC adalah sebagai berikut:
    a. Mendorong pengorganisasian olah raga.
    b. Bekerjasama dengan pihak public/swasta.
    c. Menyelenggarakan pertandingan olimpiade panas dan olimpiade dingin.
    d. Membantu menyelesaikan masalah-masalah lingkungan.
    e. Mendukung internasional Olympic academi dan institusi lain.
    • Peran National olimpic committees(NOC)
    Menjaga gerakan olimpiade dan juga menyebarluaskan prinsip-prinsip dasar olympism dan program pendidikan jasmani serta olahraga di sekolah mulai dari tingkat SD sampai perguruan tinggi.
    Sering terjadi tawuran sebagai contoh dari kurang banyak nya guru yang mengarjarkan olimpisme.

    • Olahraga Indonesia sebelum kemerdekaan
    Bangsa Indonesia merasakan diskriminasi. Sebelum kemerdekaan, olahraga Indonesia menjadi alat perjuangan, pembentuk jati diri, sarana pendidikan, persatuan dan kesatuan bangsa.
    • Olahraga Indonesia setelah kemerdekaan
    Setelah kemerdekaan dibentuk badan keolahragaan nasional yang beriorentasi ke Internasional yaitu: Kori dan Pori. Indonesia diakui menjadi anggota IOC pada tahun 1952. Asian games dan ganefo turut memperkuat eksistensi bangsa dan Negara.

    PRAMITA CUCU M
    PEND KIMIA BILINGUAL
    21 SEPT 2013

  6. Assalammu’alaikum warrohmatullahi wabarokatuh

    Sabtu, 21 September 2013 seperti biasa hari ini adalah hari untuk mempelajari ajaran Olimpisme lagi bersama Pak Wijaya Kusumah atau yang biasa disapa OmJay. Perkuliahan hari ini dimulai pada pukul 08.00. Berbeda dengan sabtu-sabtu sebelumnya, hari ini saya berangkat ke kampus dengan menaiki bus Transjakarta. Jam 7 lewat 30 saya baru tiba di kampus. Seperti biasa sebelum memulai mata kuliah, kelas saya Pendidikan Matematika Reguler 2013 selalu membaca ayat suci Al-Qur’an terlebih dahulu. Sekitar jam 8 kurang 3 menit, OmJay pun masuk ke kelas. Dan mata kuliah pun dimulai.

    Hari ini merupakan pertemuan keempat kami(PMR’13) bersama OmJay. Seperti pertemuan yang sudah-sudah, pertemuan kali ini dimulai dengan membaca Basmallah. Selanjutnya OmJay pun menyajikan sebuah video yang sangat menginspirasi bagi kita semua. Video tersebut menyampaikan bagaimana indahnya berbagi sesama manusia. Video tersebut berisi sebuah penjual mie/ sayur yang memberikan makanan kepada seorang anak yang ibunya sedang sakit. Singkat cerita 30 tahun kemudian sang penjual mie tersebut sakit parah dan harus dirawat di rumah sakit. Dan biaya yang harus dibayarkan pun sangat mahal. Sang anak penjual mie pun kebingungan bagaimana cara membayarnya, dan keesokan harinya biaya rumah sakit pun telah terbayar lunas. Ternyata biaya rumah sakit tersebut telah dillunasi oleh sang dokter, dan ternyata dokter tersebut adalah anak yang 30 tahun yang lalu diberikan makanan oleh sang penjual. Dari cerita tersebut, kita diajarkan bagaimana caranya kita untuk selalu respect kepada setiap manusia.

    Materi yang diberikan pada pertemuan keempat ini adalah PENYEBARLUASAN OLIMPISME MELALUI GERAKAN OLIMPIADE MODERN. Pertama kami diberitahu Tujuan dan Latar Belakan dari Olimpiade Modern. Tokoh penggerak dari olimpiade ini adalah Baron Pierre De Coubertin, beliau adalah bangsawan Perancis yang membangkitkan semangat Olimpia. Ide dasarnya adalah menciptakan kehidupan yang damai melalui aktivitas olahraga. Lembaga yang mengkoordinir Olimpiade ini adalah International Olympic Committee (IOC) dan diselenggarakan pertama kali di Athena pada tahun 1896.

    Tujuan dari diselenggarakannya Olimpiade ini adalah:
    1. Mempromosikan dan menyebar luaskan paham yang terkandung dalam olimpiade (olympism) secara umum dan menanamkan nilai filosofi olahraga sebagai dasar pembentukan fisik dan pengembangan moral manusia .
    2. Untuk mendidik generasi muda melalui olahraga yang dilandasi oleh semangat saling pengertian dan persaudaraan antar bangsa yang lebih baik, sehingga memungkinkan terbentuknya dunia yang lebih damai dan kondusif.
    3. Untuk menyebar luaskan prinsip-prinsip Olimpiade keseluruh dunia, sehingga membentuk semangat perdamaian international.
    4. Mempertemukan atlet dunia dalam suatu festival olahraga Internasional empat tahunan, yang hingga kini dikenal dengan pertandingan olimpiade (Olympic Games).

    l
    LOGO OLIMPIADE MODERN

    Logo Olimpiade ini berisi 5 Cincin dengan 5 warna yang menggambarkan 5 Benua di seluruh dunia. Logo dibuat oleh B.Pierre de Coubertin dan diluncurrkan pertama kali di Antwerpen pada tahun 1914.

    Ini merupakan motto dari Olimpiade Modern. Motto ini diusulkan oleh Father Henri Didon, seorang guru dari Republik Dominika. Motto ini sangat penuh makna. Sebagai bangsa yang besar kita harus LEBIH CEPAT dibandingkan negara lain supaya kita tidak jauh tertinggal, mungkin kita bisa unggul. LEBIH TINGGI ini bermakna sebagai suatu bangsa yang besar kita tidak boleh selalu dibawah. Kita harus berada lebih tinggi dari negara lain agar kita dipandang baik oleh negara lain. Di era globalisasi ini sebagai sebuah bangsa besar kita harus LEBIH KUAT dibandingkan negara lain, agar kita tidak dijajah (lagi) oleh negara lain.

    Diatas merupakan Presiden IOC dari 1894 s/d Sekarang
    1. Demetrius Vikelas (1894 – 1896)
    2. Pierre de Coubertin (1896 – 1925)
    3. Henri de Baillet Latour (1825 – 1042)
    4. J Sigfrid Edstom (1946 – 1952)
    5. Avery Brundage (1952 – 1972)
    6. Lord Killanin (1972 – 1980)
    7. Juan Antonio Samarac (1980 – 2001)
    8. Jacques Rogge (2001 – sekarang)

    Berikut adalah Misi dari Olimpiade Modern.

    Apa sih Peran IOC dalam Olimpiade?

    Berikut merupakan peranan IOC dalam Olimpiade Modern:
    1. Mendorong terjadinya koordinasi, pengorganisasian dan pengembangan olah raga dan kompetisi olah raga diantara institusi olahraga baik tingkat nasional maupun internasional.
    2. Bekerjasama dengan pihak publik maupun swasta yang memiliki kemampuan dan kewenangan dalam menerapan nilai olah raga dalam pelayanan kemanusiaan.
    3. Menyelenggarakan pertandingan olimpiade musim panas dan musim dingin secara reguler (4 Tahunan)
    4. Bekerjasama dengan institusi olah raga Internasional (IF’s) dan nasional (NOC) melakukan koordinasi menyelenggarakan kegiatan dan aksi aksi penyebarluasan nilai nilai olah raga (olympism)
    5. Mendorong gerakan olimpiade dan penyelenggaraan olimpiade sehingga dapat berperan dalam membantu menyelesaikan masalah masalah lingkungan.
    6. Mendukung International Olympic Academy (IOA) dan institusi lainnya dalam melaksanakan kegiatan pendidikan olimpiade.

    Selain itu apa sih Program dari IOC?
    Program-program IOC itu banyak sekali seperti, Olympic Games, Sport for All, Olympic Academy, Olympic Solidarity, Paralympic Games,dan masih banyak lagi. Olimpiade ini pun diselenggarakan setiap 4 tahun sekali dalam 2 kali yaitu saat musim panas dan musim dingin. Sudah 21 kali Olimpiade musim dingin diselenggarakan, dan 30 kali untuk Olimpiade musim panas.

    Disela-sela materi, OmJay pun menyajikan sebuah video tentang betapa singkatnya hidup ini. Tidak sadar bahwa sekarang umur kita semakin berkurang. Kita masih berpikir bahwa kemarin baru dilahirkan, tapi sekarang sudah sebesar ini. Selain video tentang kehidupan, OmJay pun “menyetel” cuplikan film Sang Pencerah. Cuplikan film tersebut berisi tentang rasa syukur kita terhadap Sang Pencipta ALLAH S.W.T.

    Bagaimana sih perkembangan olahraga di Indonesia?

    Pada masa sebelum kemerdekaan, olahraga ini digunakan sebagai alat perjuangan dan cara untuk mempersatukan bangsa dan negara. Badan olahraga yang telah berdiri saat itu adalah IMI, PSSI, dan PELTI. Dan pada masa setelah kemerdekaan, olahraga ini digunakan untuk memperkokoh eksistensi negara agar negara Indonesia ini bisa diakui kemerdekaannya. Acara olahraga pertama di Indonesia adalah PON yang diadakan pada tahun 1948. Indonesia baru diakui sebagai anggota IOC pada tanggal 11 Maret 1952, karena hal tersebut Indonesia dapat mengikuti Olimpiade tahun tersebut.

    Eksistensi Indonesia telah ditunjukkan diberbagai bidang olahraga. Salah satunya adalah bulu tangkis. Cabang olahraga ini adalah cabang yang banyak menyumbangkan medali emas bagi Indonesia. Harapannya kedepan cabang olahraga lain mampu mempersembahkan medali bagi Indonesia.

    Akhir dari materi ini, selalu diingatkan bahwa dalam menjalani kehidupan sehari-hari kita harus mengamalkan nilai-nilai olimpisme itu. Agar terciptanya kedamaian di bumi tercinta ini. Selain itu, semoga cabang olahraga lain di Indonesia mampu memberikan medali bagi bangsa Indonesia. Dan semoga Indonesia dapat menjadi tuan rumah Olimpiade dimasa mendatang.

    Diakhir pertemuan ini, OmJay mengajak kami (PMR’13) dipertemuan selanjutnya dapat sarapan bersama dengan membuat sarapan bersam-sama tanpa harus membeli di warung. Hal ini mengajarkan kita tentang kebersamaan antar mahasiswa yang harus selalu kita jaga.

    Wassalammu’alaikum warrohmatullahi wabarokatuh

    http://baykristiawan.wordpress.com/2013/09/21/resume-olimpisme-pertemuan-keempat/comment-page-1/#comment-3

  7. Kuis dan Tugas Individu Olimpisme
    1. Sebutkan dan jelaskan (sesuai pandangan pribadi), tentang hubungan aktifitas gerakan olimpiade dengan prestasi olahragadi sebuah negara!
    2. Berikan ide anda, agar gerakan olimpiade di Indonesia dapat terselenggara secara efektif dan menghasilkan output yang maksimal!
    3. Apa yang anda rasakan setelah mengikuti 4 kali pertemuan perkuliahan olimpisme?

    Jawaban
    1. Aktifitas gerakan olimpiade merupakan aktifitas yang mengembangkan dan menyeimbangkan antara jasmani (fisik) dan rohani (kemauan, moral, kecerdasan, semangat) serta menyelaraskan antara kegiatan olahraga, budaya dan pendidikan. Dari definisi ini dapat kita simpulkan bahwa aktifitas gerakan olimpisme sangat berperan dalam tercapainya prestasi olahraga dalam sebuah negara. Bukan hanya itu, gerakan olimpiade juga membuat karakter pada setiap individu agar terus berkembang, tak menyerah, dan memiliki jiwa pemenang. Dapat kita simpulkan bahwa aktifitas gerakan olimpiade harus disebarluaskan, dipraktekkan demi tercapainya karakter-karakter pemenang di dunia.
    2. Menurut saya agar gerakan olimpiade dapat efektif, maka kita harus membuat gerakan-gerakan baru seperti ;
    a) ada mata pelajaran olimpisme di lingkup sekolah dasar, menengah pertama dan atas.
    b) Membuat suasana yang kompetitif dalam proses belajar mengajar seperti adakan kuis dengan tambahan nilai, lomba-lomba yang menumbuhkan kreativitas dari anak didik, dan anak didik dibiarkan aktif dalam pelajaran di kelas.
    c) Menuliskan kata-kata dalam ruang kelas dan disekitar sekolah mengenai motivasi yang membuat jiwa anak tersebut tertantang, sadar akan pentingnya memiliki jiwa pemenang, dan terus berkompetisi. Kekuatan kata-kata haruslah dapat merangsang hormon adrenalin anak didik dan kemudian bertekad dalam hatinya untuk melakukan perubahan yang lebih baik.
    d) Sebelum pelajaran dimulai, hendaklah putarkan video kepada anak didik yang menyentuh kalbunya, membuatnya menyadari bahwa hidup ini harus berkompetisi dan berjuang, dan juga berisi nilai-nilai olimpisme yang mencerminkan perdamaian, tolong menolong dan membina perdamaian.
    e) Menyebarkan pamflet-pamflet berisi rangkaian kata dan informasi apa pentingnya memiliki nilai-nilai olimpisme.
    f) Membuat lagu-lagu motivasi, video-video yang berisi nilai-nilai olimpisme.
    3. Selama 4 kali pertemuan ini saya semakin bersemangat dalam menjalani kuliah dan hidup saya. Saya sadar bahwa jiwa pemenang harus saya miliki dan jiwa kompetitif harus saya kembangkan. Saya juga sadar bahwa hidup ini sangat singkat, maka dari itu saya mulai mengembangkan nilai-nilai olimpisme dalam hidup saya seperti menolong sesama, berempati dan bersimpati terhadap sesama dll.

    NAMA : SYLVIA FAUSTINE
    PRODI : PENDIDIKAN KIMIA BILINGUAL
    NO.REG : 3315133603

  8. Resume Pertemuan ke – 4 Olimpisme

    Nama : Lilis Uswatun Hasanah

    No. Registrasi : 3115130755

    Jurusan : Matematika

    Prodi : Pendidikan Matematika

    Reguler 2013

    Sabtu , 21 September 2013 pagi ini pukul 08.00 wib kami para mahasiswa

    Pendidikan Matematika Reguler ( PMR’13 ) mengikuti perkuliahan Olimpisme

    yang diberikan oleh Om Jay .

    Perkulihan Olimpisme pagi ini dibuka dengan pembacaan ayat suci Al- Qur’an .

    Karna dikelas PMR’13 ini kami selalu membiasakan diri kami untuk mencintai

    Al-Qur’an dengan membacanya bersama – sama . Setelah membacakan ayat

    suci Al- Qur’an kami memulai perkuliahan pagi tadi .

    Perkuliahan Olimpisme pagi ini dibuka dengan pemutaran sebuah film yang

    memberi nilai sosial . Film tersebut menceritakan tentang seorang anak kecil

    yang ingin membeli obat untuk ibunya yang sakit , namun dia tidak memiliki

    uang . Seorang pedagang sop yang melihat sang anak dimarahi oleh si penjual

    obat pun menolongnya . Bapak pedagang sop tersebut membayarkan obat

    yang diambil sang anak dan memberikan sop pula untuknya . Setelah 30 tahun

    berlalu , bapak pedagang sop jatuh sakit dan memerlukan banyak biaya untuk

    membayar rumah sakit . Namun , ketika itu sang anak yang pernah ditolong

    bapak pedagang sop itu ternyata kini adalah seorang dokter yang menangani

    kondisi bapak pedagang sop tersebut . Dari pemutaran film ini bisa kita nilai

    apakah saat ini respect atau sikap tolong menolong di masyarakat mulai

    memudar atau tidak ??

    Tema perkuliahan Olimpisme kali ini adalah tentang

    ” Penyebaran Olimpisme Melalui Gerakan Olimpiade

    Modern” .

    Ide Gerakan Piere De Coubertin’s

    ^_^ Mengajak negara – negara di dunia untuk bersama – sama menghidupkan

    nilai dan kegiatan olimpiade ( olimpisme ) sebagai solusi mengatasi krisis

    sosial , politik akibat dari konflik dan permasalahan diberbagai dan antar

    ^_^ Kegiatan olimpiade diharapkan dapat memberikan inspirasi dan semangat

    persaudaraan dalam upaya membangun resolusi perdamaian untuk mengatasi

    kekacauan yang terjadi diseluruh dunia .

    ^_^ Untuk maksud tersebut dan agar pelaksanaan aktivitas pergerakan

    olimpiade berjalan secara terpadu dan berkesinambungan diseluruh dunia maka

    ditetapkan piagam olimpiade ( Olynpic Charter ) .

    Apa sih Olympic Charter ?? Yuks Baca nih ^_^

    ^_^ Olympic Charter itu adalah prinsip – prinsip dasar atau peraturan –

    peraturan dan anggaran rumah tangga yang telah tersusun secara sistematik

    yang dipakai sebagai pedoman oleh IOC dalam melaksanakan gerakan

    olimpiade diseluruh dunia.

    Olympic Charter mengatur pengorganisasian dan pelaksanaan Gerakan

    Olimpiade (Olympic Movement ) dan menetapkan aturan dalam melaksanakan

    penyelenggaraan pertandingan olimpiade

    (Olympic Charter ) .

    Sebelum melanjutkan materi kuliah , seperti biasa Om Jay selalu memutarkan

    sebuah film . Kali ini Filmnya berjudul London 2012 . Isinya tentang olimpiade

    dan perkembangannya dalam cabang olahraga .

    Lanjut ke materi lagi , yaitu kali ini membahas tentang

    Tujuan Utama Gerakan Olimpiade

    ^_^ Mempromosikan dan menyebarluaskan paham yang terkandung dalam

    olimpiade ( olympism ) secara umum dan menanamkan nilai filosofi olahraga

    sebagai dasar pembentukan fisik dan pengembangan moral manusia .

    ^_^ Untuk mendidik generasi muda melalui olahraga yang dilandasi oleh

    semangat saling pengertian dan persaudaraan antar bangsa yang lebih baik ,

    sehingga memungkinkan terbentuknya dunia yang lebih damai dan kondusif .

    ^_^ Untuk menyebarluakan prinsip – prinsip Olimpiade keseluruhan dunia ,

    sehinga membentuk semangat perdamaian Internasional .

    ^_^ Mempertemukan atlet dunia dalam suatu festival olahragaInternasional

    empat tahinan , yang hingga kini dikenal dengan pertandingan olimpiade (

    Olympic Games ) .

    Simbol gerakan olimpiade modern

    Dengan Lima Warna : Biru, Kuning, Hitam, Hijau danMerah dengan latar

    belakang putih. Menggambarkan wakil dari 5 benua yakni ; Asia, Eropa,

    Afrika, Amerika dan Australia, serta negara negara di dunia yang di simbolkan

    dengan 5 warna yang merupakan bagian dari warna bendera masing masing

    Negara. Diciptakan oleh B.Pierre de Coubertin dan diluncurkan pertamakali

    dan di gunakan tahun 1914 pada kongres Olimpiade di Antwerpen.

    Motto Pertandingan Olimpiade Modern

    “ (Citius) Lebih cepat……… (Altius) Lebih tinggi ….… (Fortius) Lebih kuat”

    Di usulkan oleh Father Henri Didon, seorang guru dari Republik Dominika,

    salah seorang teman B.Pierre de Coubertin .

    Struktur Organisasi Gerakan Olimpiade Dunia ( IOC )

    ^_^ Untuk melaksanakan gerakan olimpiade dan penyebarluasan nilai – nilai

    / paham olimpiade ( Olympism ) , maka pada 23 Juni 1894 bentuk Komite

    Olimpiade Internasional ( International Olympic Committee / IOC ) di Paris

    oleh Baron Pierre De Coubertin .

    ^_^ IOC adalah Organisasi Internasional non – goverenmental non – profit

    organisation ( NGO ).

    ^_^Merupakan Pendiri , Pelaksana Gerakan Olimpiade .

    ^_^ Pemegang hak untuk simbol , bendera , motto , anthem dan

    penyelenggaraan Olimpiade ( Olympic Games ) musim panas ( summer

    olympic ) dan musin dingin ( winter olympic ) ..

    Selanjutnya ketua / presiden International olympic committee dari tahun 1894

    sampai sekarang bisa dilihat pada foto ini .

    Selanjutnya pada perkuliahan olimpisme tadi diputarkan lagi sebuah video .

    Kali ini pemutaran video tentang presiden IOC .

    Peran IOC dalam Gerakan Olimpiade

    1 . Mendorong terjadinya koordinasi , pengorganisasian dan pengembangan

    olahraga dan kompetisi olahraga diantara institusi olahraga baik tingkat

    nasional maupun internasional.

    2 . Bekerjasama dengan pihak publik maupun swasta yang memiliki

    kemampuan dan kewenangan dalam menerapkan nilai olahraga dalam

    pelayanan kemanusiaan .

    3 . Menyelenggarakan pertandingan Olimpiade musim panas dan musim dingin

    secara reguler ( 4 tahunan ) .

    4. Bekerjasama dengan institusi olahraga internasional ( IF’s ) dan nasional

    ( NOC ) melakukkan koordinasi menyelenggarakan kegiatan dan aksi

    penyebarluasan nilai – nilai olahraga ( Olympism ) .

    5. Mendorong gerakan olimpiade dan penyelenggaraan olimpiade sehingga

    dapat berperan dalam membantu menyelesaikan masalah – masalah

    lingkungan .

    6. Mendukung International Olympic Academy ( IOA ) dan institusi lainnya

    dalam melaksanakan kegiatan pendidikan olimpiade .

    Struktur gerakan Olimpiade

    International Olympic Committee ( IOC )

    National Olympic Committee International Federations

    ( N.O.Cs ) ( IF’s )

    National Federations ( NFs)

    Clubs

    Athletes

    Peran National Olypic Committee ( NOC )

    Chapter 4 yang berkaitan dengan N.O.C Tugas yang berkaitan dengan

    Olympic Education -> menjaga Gerakan Olimpiade dan juga menyebarluaskan

    prinsip – prinsip dasar Olympism dan program pendidikan jasmani , serta

    olahraga di sekolah mulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi .

    Di Indonesia sesuai dengan AD/ART KONI pasal 5 ayat 53 tentnag tugas (f)

    disebutkan menyebarluaskan semangat gerakan olimpiade .

    Penyelenggaraan olimpiade musim dingin dari masa ke

    masa

    Penyelenggaraan olimpiade musim panas dari masa ke

    masa

    Olahraga Indonesia sebelum Kemerdekaan

    ^_^ Sebagai negara dan bangsa yang dijajah , bangsa Indonesia merasakan

    diskriminasi

    ^_^ Bangsa Indonesia memahami dan menyadari bahwa olahraga sebagai

    Alat perjuangan

    pembentuk jati diri ( Nation And Character Building ).

    Pemersatuan dan Kesatuan Bangsa

    Sarana Pendidikan

    ^_^ Oleh karena itu dalam memperjuangkan kemerdekaan yang saat itu telah

    berdiri organisasi cabang olahraga . Misalnya : IMI ( 1906 ) , PSSI ( 1930 ) ,

    PELTI ( 1935 ).

    ^_^ organisasi olahraga tersebut sebagai alat perjuangan bangsa Indonesia

    untuk meraih kemerdekaan.

    Olahraga Indonesia Setelah Kemerdekaan

    Olahraga sebagai sarana mengokohkan dan eksistensi negara , baik secara

    nasional maupun internasional . Oleh karena itu dibentuk :

    1 . badan keolahragaan nasional yang berorientasi ke tingkat Internasional .

    Yaitu : KORI ( Komite Olahraga Republik Indonesia ) , dan PORI ( Persatuan

    Olahraga Republik Indonesia ).

    KORI dan PORI menyelenggarakan kongres olahraga nasional pertama tahun

    1948 . Dengan agenda pokok : Ikut serta dalam olimpiade London tahun 1948

    dan menyelenggarakan pekan olahraga Nasional ( PON ) I/1948

    2 . Keikutsetaan di olimpiade tidak dapat terlaksana karena kesulitan

    mendapatkan visa ke negara penyelenggara , namun PON I tetap terselenggara .

    3 . Indonesia diakui menjadi anggota IOC dalam suratnya tanggal 11 maret

    1952 yang ditandatangani oleh Otto Mayer ( Chancellor ) . Sehingga dapat ikut

    serta pada olimpiade Helsinki tahun 1952 .

    4. Dengan olahraga eksistensi sebagai negara yang merdeka benar – benar

    kokoh dan jelas terwujud .

    5 . ASEAN GAMES IV/1962 dan GANEFO I / 1963 turut memperkuat

    eksistensi bangsa dan negara .

    Berikut daftar nama atlet Indonesia 

    Cabang Bulutangkis :

    – Taufik Hidayat

    – Simon Santoso

    – Adrianti Firdasari

    – Mohamad Ahsan

    – Bona Septano

    – Greysia Pollii

    – Meiliana Jauhari

    – Tontowi Ahmad

    – Liliyana Natsir

    Cabang Angkat Besi :

    – Eko Yuli Irawan

    – M. Hasbi

    – Triyatno

    – Jadi Setiadi

    – Citra Febrianti

    Cabang Atletik :

    – Triyaningsih

    – Fernando Lumain

    Cabang Panahan : Ika Yuliana Rochmawati

    Cabang Menembak : Diaz Kusumawardhani

    Cabang Anggar : Diah Permatasari

    Cabang Renang : I Gede Siman Sudartawa

    Materi perkuliahan Olimpisme pada pertemuan keempat ini memang begitu

    banyak . Tapi kami sebagai mahasiswa tetap menikmati perkuliahan hari ini .

    Karena pemberian materi yang tidak membosankan .

    Perkuliahan hari ini sebelum diakhiri , Om Jay mengajak kami bernyanyi

    bersama sebuah lagu dari D’masiv yaitu Jangan Menyerah . Lagu tersebut

    memotivasi setiap orang yang sedang terjatuh dalam menjalani kehidupannya .

    Dan pada akhirnya perkuliahan hari ini di tutup dengan pemberian Kuis yang

    Om Jay berikan .

    Sekian Resume Olimpisme hari ini .

    Salam kece ^_^

  9. 1. Sebutkan dan jelaskan (sesuai pandangan pribadi) tentang hubungan aktivitas gerakan

    olimpiade dengan prestasi olahraga di sebuah Negara!

    2. Berikan ide anda, agar gerakan olimpiade di Indonesia dapat terselenggara secara efektif dan

    menghasilkan output yang maksimal!

    3. Apa yang anda rasakan setelah mengikuti 4 kali pertemuan perkuliahan olimpisme?

    Jawaban

    1. Menurut saya aktivitas gerakan olimpiade dengan prestasi olahraga di sebuah negara

    sangatlah berhubungan. Karena dengan adanya gerakan olimpiade maka para atlet – atlet di

    suatu negara memiliki jiwa – jiwa olimpism yang positif, lalu dengan memiliki semangat

    yang positif maka atlet – atlet disuatu negara akan berkompetitif mengharumkan nama

    bangsa dengan cara yang positif dan sportif dalam bertanding. Melalui gerakan olimpiade

    sangat diharapkan agar para atlet memiliki sifat yang sportif dalam menerima kekalahan

    karena menurut salah satu nilai olimpiade, menang bukan tujuan utama.

    2. Menurut saya gerakan olimpiade di Indonesia dapat terselenggara secara efektif dan

    menghasilkan output maksimal dengan cara sebagai berikut

    a) Memberikan materi Olimpisme kepada masyarakat luas, karena teori adalah dasar dari

    sebuah ilmu. Contohnya saja ilmu kimia, kita tidak dapat melakukan praktikum tanpa

    mempelajari teorinya terlebih dahulu begitu juga olimpisme dikalangan masyarakat luas

    pertama kita memberikan materi olimpisme setelah itu kita berharap agar masyarakat

    Indonesia dapat mengamalkan nilai – nilai olimpisme di kehidupan sehari – hari

    b) Menanamkan nilai – nilai ini kepada para Atlet. Karena olimpiade sangat lekat

    hubungannya dengan olahraga jadi seharusnya para Atlet – Atlet dunia dapat terkenal

    melalui sifat olimpisnya disamping prestasi mereka

    c) Mengamalkan nilai – nilai olimpisme dalam kehidupan sehari – hari. Kita sebagai

    mahasiswa yang menerima Mata Kuliah ini sebaiknya tidak hanya mendengarkan apa

    yang Om Jay katakan saja tetapi kita harus mengamalkannya dalam kehidupan sehari

    – hari agar teman – teman kita yang tidak menerima Mata Kuliah Olimpisme dapat

    mengerti nilai – nilai olimpisme dan mengamalkanya juga dalam kehidupan sehari – hari

    sehingga banyak agen agen yang menyebarkan virus virus olimpisme

    3. Yang saya rasakan setelah mengikuti mata kuliah ini selama 4 kali adalah saya merasa

    mendapatkan motivasi baru ketika saya sudah mulai jenuh dengan aktivitas perkuliahan dan

    menurut saya timing mata kuliah olimpisme sangatlah pas karena saya butuh semangat baru

    untuk memulai pekan perkuliahan berikutnya

    Nama : Elsa Mahardika
    Nomor Induk : 3315133620
    Kelas : Pendidikan Kimia Bilingual 2013

  10. Sabtu, 21 September 2013 adalah minggu keempat PKB’13 Oke ! mengikuti kelas

    Olimpisme dan tentunya tetap bersama dosen kami yang super keren “Omjay”. Pagi ini,

    tepatnya pagi menjelang siang pertemuan ini diawali dengan pemutaran film pendek yang

    berdurasi tiga menit. Meskipun hanya tiga menit namun film ini memiliki pesan moral yang

    sangat dalam. Dalam film ini dikisahkan seorang anak laki-laki sedang mencuri obat untuk

    ibunya yang sakit, namun ketahuan oleh pemilik obat tersebut dan akhirnya dia dimarahi.

    Datanglah seorang lelaki paruh baya yang menolongnya. Lelaki tersebut sebelumnya tidak

    mengenal anak kecil itu namun dia mau menebus obat itu dan menyuruh anak perempuannya

    mengambilkan sebungkus soup dari warung mereka. Tiga puluh tahun kemudian, lelaki paruh

    baya tersebut tiba-tiba terkena serangan jantung dan harus masuk rumah sakit. Biaya yang

    dibutuhkan sangat banyak, hingga si anak perempuan berniat untuk menjual rumah satusatunya mereka. Namun keajaiban datang, mereka terbebas dari semua biaya rumah sakit .

    Itu karena biaya tersebut sudah di bayar tiga puluh tahun yang lalu. Sang dokter adalah anak

    kecil yang dulu ditolong oleh ayah perempuan itu. Pelajaran yang dapat kita ambil adalah

    percayalah bahwa kebajikan itu pasti membuahkan hasil, apapun yang kita dapatkan di asa

    depan adalah karena kebaikan yang kita lakukan di masa lalu.

    Setelah pemutaran film pendek tersebut kami langsung masuk ke materi utama hari ini,

    yaitu “Penyebarluasan Olimipisme Melalui Gerakan Olimpiade Modern”. Langsung saja, ini dia

    resume materi hari ini. .

    A. TUJUAN DAN LATAR BELAKANG OLIMPIADE MODERN

    Olimpiade pertama kali di adakan di Athena pada tahun 1896. Tokoh yang berjasa dalam

    bidang ini adalah Baron Pierre de Coubertin, seorang bangsawan Perancis yang telah

    berhasil menggagas dan mengembalikan semangat olimpisme yang dipadukan dengan

    penyelenggaran festival olahraga. Kegiatan ini lah yang sekarang kita kenal dengan nama

    gerakan olimpiade.

    Gerakan olimpiade dikoordinir oleh suatu lembaga yaitu International Olympic Comittee

    (IOC). Ide dasarnya adalah menciptakan kehidupan yang damai didunia melalui kegiatan

    olahraga antar bangsa. Ide Pierre de Coubertin yang tercantum dalam Olympic Charter

    antara lain :

    a. Mengajak negara-negara di dunia untuk bersama-sama menghidupkan kembali nilai

    olimpisme sebagai solusi menghadapi krisis sosial dan politik yang akhir-akhir ini terjadi,

    sebagai akibat dari permasalahan antar angsa dan negara.

    b. Kegiatan olimpiade diharapkan dapat menjadi inspirasi dan semangat persaudaraan

    dalam membangun dan meresolusi dunia dari kekacauan yang ada.

    Olympic Charter adalah prinsip-prinsip dasar, peraturan-peraturan dan anggaran

    rumah tangga yang telah tersusun secara sistematik yang dipakai sebagai pedoman

    oleh IOC dalam melaksanakan gerakan olimpiade di seluruh duia. Olympic charter

    mengatur pengorganisasian dan pelaksanaan olimpiade serta membuat peraturan jalannya

    pertandingan olimpiade.

    Tujuan Utama Gerakan olimpiade adalah :

    1. Mempromosikan dan menyebarluaskan ajaran olimpisme secara umum, dan menanamkan

    filososfi olahraga sebagai dasar pembentukan fisik dan moral manisia.

    2. Untuk mendidik generasi muda melalui olahraga yang dilandasi oleh semangat saling

    pengertian dan persaudaraan antar bangsa yang lebih baik, sehingga memungkinkan

    terbentuknya dunia yang lebih damai dan kondusif.

    3. Untuk menyebar luaskan prinsip-prinsip Olimpiade keseluruh dunia, sehingga

    membentuk semangat perdamaian international.

    4. Mempertemukan atlet dunia dalam suatu festival olahraga Internasional empat

    tahunan, yang hingga kini dikenal dengan pertandingan olimpiade (Olympic Games).

    B. SIMBOL DAN MOTTO GERAKAN OLIMPIADE MODERN

    Simbol gerakan olimpiade adalah 5 cincin dengan 5 warna (biru, kuning, hitam,hijau,merah)

    yang berlatar belakang putih. Lima cincin itu melambangkan benua-benua di dunia (Asia,

    Amerika,Afrika, Australia dan Eropa) sedangkan lima warna melambangkan warna darri

    bendera-bendera negara di dunia. Lambang ini di ciptakan oleh Pierre de Coubertin,dan

    diluncurkan pertamakali pada tahun 1914 digunakan pada kongres olimpiade di Antwerpen.

    Motto gerakan Olimpiade adalah “CITIUS, ALTIUS, FORTIUS yang artinya “Lebih

    Cepat, Lebih Tinggi, Lebih Kuat”. Motto ini diusulkan oleh Father Henri Didon seorang

    guru besar di Republik Dominika dan merupakan teman dari Pierre de Coubertin.

    C. STRUKTUR ORGANISASI GERAKAN OLIMPIADE DUNIA (IOC)

    IOC didirikan pada 23 Juni 1894 di Paris yang diprakarsai oleh Baron Pierre de Coubertin.

    IOC memegang hak dalam bidang simbol , bendera , motto, anthem dan penyelenggaraan

    olimpiade (olympic games) musim panas (summer olympic) dan musim dingin (winter

    olympic).

    IOC selalu bekerjasama dengan National Olympic Comittee (NOC) yang berada di masingmasing negara, juga International Sports Federation dan Continental Association of NOCs

    dalam pelaksanaan berbagai macam gerakan olimpiade.

    Peran IOC dalam berbagai Gerakan Olimpiade antara lain :

    1. Mendorong terjadinya koordinasi, pengorganisasian dan pengembangan olah raga dan

    kompetisi olah raga diantara institusi olahraga baik tingkat nasional maupun internasional.

    2. Bekerjasama dengan pihak publik maupun swasta yang memiliki kemampuan dan

    kewenangan dalam menerapan nilai olah raga dalam pelayanan kemanusiaan.

    3. Menyelenggarakan pertandingan olimpiade musim panas dan musim dingin secara reguler

    (4 Tahunan)

    4. Bekerjasama dengan institusi olah raga Internasional (IF’s) dan nasional (NOC)

    melakukan koordinasi menyelenggarakan kegiatan dan aksi aksi penyebarluasan nilai nilai

    olah raga (olympism)

    5. Mendorong gerakan olimpiade dan penyelenggaraan olimpiade sehingga dapat berperan

    dalam membantu menyelesaikan masalah masalah lingkungan.

    6. Mendukung International Olympic Academy (IOA) dan institusi lainnya dalam

    melaksanakan kegiatan pendidikan olimpiade.

    Sedangkan peran NOC adalah menjaga Gerakan Olimpiade dan juga menyebar luaskan

    prinsip-prinsip dasar Olympism dan program pendidikan jasmani, serta olahraga di

    sekolah mulai dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi.

    Beberapa program gerakan olimpiade yang menjadi perhatian IOC adalah Olympic

    Games (4 tahun sekali), Sports for All, Olympic Academy, penanaman olimpis

    (sport+culture+education), Olympic solidarity, olympic museum, olympic and environment,

    the olympic truce, olympic and UN, paralympic games, Olympic youth games, dan program

    gerakan lainnya.

    D. PERAN INDONESIA DALAM GERAKAN OLIMPIADE

    Sebagai bangsa yang dijajah, Indonesia merasakan adanya diskriminasi. Bangsa Indonesia

    memahami dan menyadari bahwa olahraga sebagai :

    a. Alat perjuangan

    b. Pembentuk jati diri (nation and character building).

    c. Persatuan dan kesatuan bangsa.

    d. Sarana pendidikan

    Oleh karena itu dalam memperjuangkan kemerdekaan ri saat itu, telah berdiri organisasi

    cabang olahraga misalnya : imi (1906), pssi (1930), pelti (1935). Organisasi olahraga

    tersebut sebagai alat perjuangan bangsa Indonesia untuk meraih kemerdekaan.

    OLAHRAGA INDONESIA SETELAH KEMERDEKAAN

    Olahraga sebagai pengokoh dan eksistensi negara, oleh karena itu dibentuk :

    * badan olahraga nasional yang berorientasi internasional, yaitu KORI dan PORI.

    * keikutsertaan dalam olimpiade tidak terlaksana karenna sulitnya mendapat visa ke

    negara penyelenggara, namun PON I tetap terlaksana.

    * Indonesia diakui menjadi anggota IOC dalam suratnya tanggal 11 Maret 1952 yang

    ditanda tangani ole Otto Mayer (Chancellor), sehingga dapat berpartisipasi dalam

    olimpiade helsinki tahun 1952.

    * ASEAN games IV/1964 dan GANEFO I/1963 turut memperkuat eksistensi bangsa.

    Perkembangan badan keolahragaan nasional ditandai dengan tergabungnya Indonesia dalam

    berbagai lembaga keolahragaan internasional yang juga mendapat dukungan IOC ntuk

    menyebarluaskan semangat olimpise. ^_^

    Ditengah-tengah pemberian materi, seperti biasa Omjay selalu memberikan video yang

    berisi motivasi dan pesan moral yang dalam. Selain itu, kami juga menyanyikan lagu “Hyme

    Guru” sebagai tanda terimakasih kepada para pendidik. Dan diakhir acara kami makan

    siang bersama.. itulah asyiknya mata kuliah olimpishme, terasa sekali kebersamaannya *_*

    Ini ceritaku hari ini, apa ceritamu ?? 😀

    EGA SARASWATI

    3315133594

    PENDIDIKAN KIMIA BILINGUAL 2013

  11. Nama : Annisa Nurlitiani

    No. Reg :3315130937

    Prodi : Pendidikan Kimia Bilingual

    Assallamuallaikum Wr.Wb

    Hay Om, selamat membaca resume mata kuliah olimpisme yang ke-empat kalinya ya

    om. Pada pertemuan keempat mata kuliah olimpisme, sebelum kami memulai perkuliahan om

    Jay memutarkan sebuah film terlebih dahulu, film ini mengisahkan tentang seorang pedagang

    sup yang mempunyai hati mulia yang menolong seorang anak kecil kemudian pada saat 30

    tahun yang akan datang anak itu yang berganti menolong seorang bapak itu, sungguh sangat

    mengharukan. Film ini membuat saya merasa sangat sedih dan sangat kagum dengan sosok

    seorang pedagang sup yang berjiwa olimpis, film ini sangat begitu menginspirasi bahwa jangan

    pernah kita menunda untuk berbuat kebaikan karena kebaikan akan membuahkan hasil yang

    sangat bermanfaat untuk kita.

    Kemudian saatnya kami membahas tentang materi pada pertemuan ke empat. Pada

    pertemuan keempat ini om jay membahas materi tentang” Penyebarluasan Olympisme melalui

    Gerakan Olimpiade Modern”.

    Materi yang saya tangkap dari pertemuan ini adalah tentang :

    Latar belakang olimpiade diawali oleh Baron Pierre de Coubertin yang membangkitkan

    kembali semangat Olympia dengan penyelenggaraan olimpiade (olympic games). Ide dasar

    dari penyelenggaraan olimpiade adalah menciptakan perdamaian di dunia. Olimpiade pertama

    kali dilaksanakan di Athena, Yunani pada tahun 1986. Gerakan olimpiade dikoordinir oleh

    IOC (International Olympics Committee). Diharapkan dengan penyelenggaraan olimpiade,

    perdamaian di dunia dapat terwujud, hal ini sesuai dengan ide dasar olimpiade.

    Agar penyelenggaraan olimpiade berjalan secara terpadu dan berkesinambungan, semua

    peraturan dan tata cara mengenai olimpiade diatur dalam Olympic Charter (Piagam Olimpiade).

    Selanjutnya dibahas mengenai tujuan utama dari penyelenggaraan olimpiade:

    – Menanamkan nilai filosofi olahraga sebagai dasar pembentukan fisik dan pengembangan moral

    manusia.

    – Mendidik generasi muda melalui olahraga dengan dilandasi semangat persaudaraan antar

    bangsa yang lebih baik.

    – Menyebarluaskan prinsip olimpiade ke seluruh dunia.

    – Mempertemukan atlet dunia dalam satu festival olahraga internasional empat tahunan (olympic

    games).

    Simbol olimpiade diciptakan oleh Pierre de Coubertin. Simbol tersebut berupa gambar lima

    lingkaran berwarna biru, kuning, hitam, hijau, dan merah yang saling terkait satu sama lain.

    Gambar tersebut melambangkan lima benua yaitu benua asia, eropa, afrika, amerika dan

    Australia. Diciptakan oelh B Pierre de zCoubertin pada 1914 pada kongres Olimpiade di

    Antwerpen. Kemudian om jay juga menjelaskan tentang struktur organisasi gerakan IOC, ketua

    dan presiden IOC, peran-peran IOC, program gerakan olimpiade yang menjadi perhatian IOC.

    Dan kemudian om jay menjelaskan mengenai olahraga Indonesia sebelum kemerdekaan.

    Sebagai pemuda Indonesia saya sangat berharap jiwa olimpisme bisa berkembang dan terus di

    terapkan dalam kehidupan sehari-hari, agar Indonesia mampu menjadi Negara yang menerapkan

    prinsip olimpiade.

    Demikianlah resume mata kuliah olimpisme pada pertemuan yang keempat ini, semoga

    ilmu saya semakin bertambah dan mampu menerapkan prinsip-prinsip olimpisme. Terimakasih

    atas ilmu yang diberikan oleh om jay semoga akan berguna sampai kapan pun dan saya mampu

    mempertahankan nilai A saya hehehe.

    Wassallamuallaikum Wr.Wb

  12. Kuis dan tugas individu (penyebarluasan olimpisme melalui gerakan olimpiade modern)
    1. Sebutkan dan jelaskan sesuai pandangan pribadi tentang hubungan aktivitas gerakan olimpiade dengan prestasi olahraga di sebuah Negara
    Apabila aktivitas gerakan olimpiade baik maka prestasi olahraga di sebuah Negara juga akan baik. Contohnya Apabila gerakan olimpiade ditanamkan sejak dini yaitu kesungguhan untuk menjadi pemenang dan pantang menyerah pada setiap atlet di Indonesia, maka mereka akan berusaha keras pula untuk mencapai suatu tujuan yaitu menjadi pemenang. Jika semua atlet di Indonesia bersungguh-sungguh ingin mencapai tujuan tersebut dengan cara bekerja keras maka lambat laun prestasi olahraga di Indonesia pun menjadi baik.

    2. Berikan ide anda, agar gerakan olimpiade di Indonesia dapat terselenggara secara efektif dan menghasilkan output yang maksimal.
    a. Pemerintah agar menyediakan failitas yang baik, Kita harus membenahi dasar nya terlebih dahulu yaitu fasilitas. bagaimana bisa gerakan olimpiade di Indonesia efektif apabila tidak ada yang memfasilitasi.
    b. Pemerintah agar memperhatikan kesejahteraaan orang-orang yang bergerak didalam nya seperti para pengajar, atlet dan lain sebagainya. Itu dapat dikatakna menghargai jasa orang lain.
    c. Pemerintah agar Memilih para pelatih atau pengajar yang sangat bagus di bidang nya dan mengajarkan pelajaran atau sikap olimpisme kepada anak-anak didiknya dan para pemuda Indonesia.

    3. Apa yang anda rasakan setelah mengikuti 4 kali pertemuan perkuliahan olimpisme.
    Mendengar pertama kali ada kuliah di hari sabtu pagi rasanya aneh dan berfikir tidak ada waktu untuk istirahat tetapi pada saat pertama kali masuk kuliah olimpisme langsung semangat lagi ternyata kuliah nya seru dan bagus untuk membangun motivasi diri sampai pertemuan ke 4 makin kerasa untuk melakukan lebih dari yang sekarang, lebih harus bekerja keras, ga boleh menyerah begitu saja dan yang paling penting makin memupuk jiwa pemenang di dalam diri, pokoknya makin kesini makin tersama manfaatnya.

    PRAMITA CUCU M
    PEND KIMIA BILINGUAL
    21 SEPT 2013

  13. Kuis (menyalin dari kertas yang hari ini diberikan)
    1. Jelaskan mengapa olimpiade begitu bernilai bagi bangsa-bangsa yunani saat itu?
    Karena olimpiade merupakan cara untuk mempersatukan bangsa-bangsa di Yunani. Olimpiade yaitu dengan mengadakan pertandingan yang bertujuan setelah selesai mengadakan suatu pertandingan semua orang, bukan hanya yang ikut dalam pertandingan saja, dapat menjunjung persatuan, kesatuan dan kedamaian.

    2. Sebutkan dan jelaskan (sesuai pandangan pribadi), nilai-nilai penyelenggaraan olimpiade kuno yang merupakan nilai-nilai universal!
    a. Persatuan dan persahabatan, untuk mempersatukan dan memupuk rasa persahabatan diantar diri0diri rakyatnya.
    b. Pemenang, memupuk jiwa-jiwa pemenang didalam diri rakyatnya
    c. Perdagangan, mengundang berbagai orang untuk dating ke tempat tersebut, dan dapat menaikan ekonomi di daerah tersebut.
    d. Sportivitas, menang kalah adalah hal yang biasa, karena tujuan olimpiade adalah menjalin persahabatan.
    e. Perdamaian, memupuk saling pengertian antar bangsa pada saat itu.

    3. Bangsa Indonesia juga memiliki nilai dan budaya yang luhur, sebutkan dan jelaskan nilai-nilai yang memiliki kemiripan dengan budaya yunani tersebut.
    a. Indonesia menjunjung tinggi persatuan dan persahabatan.
    b. Indonesia mengutamakan ketentraman rakyatnya.
    c. Indonesia memiliki rakyat yang sangat antusias dalam menghadiri atau memperhatikan perlombaan-perlombaan yang diikuti atlet Indonesia.
    d. Rakyat Indonesia memiliki nasionalisme tinggi.

    PRAMITA CUCU M
    PEND KIMIA BILINGUAL
    21 SEPT 2013

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.