Posted on: September 14, 2013 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 38

Resume Kuliah Olimpisme Pertemuan Ketiga di Kampus UNJ Rawamangun

Assalamualaikum Wr. Wb

Hmmm ketemu lagi nih di hari Sabtu, 14 September 2013. Itu artinya tadi pagi jam 8 sampai jam 10 ada mata kuliah olympisme. Aku Mau nyampein sedikit materi yang udah disampaikan sama Om Jay nih. Tadi itu materinya tentang “Filosofi dan Nilai-Nilai Olympisme”. Monggo di baca.

Jam 7.30 atau sebelum masuk ke materi kami makan bersama-sama di dalam ruangan. Tapi ada salah seorang teman kami yang bernama Rio tidak membawa bekal, karena Om Jay baik dan tidak sombong, Om Jay pun memberikan bekal miliknya untuk Rio. Tuh baik kan Om Jay nya? Hehehe.

Pembelajaran kali ini dibuka dengan memnyanyikan lagu nasional yang berjudul “Bangun Pemudi Pemuda”. Kami menyanyikannya dengan semangat. Olympsme itu berasal dari 2 suku kata. Yang pertama yaitu Olimpic/Olimpia yang adalah Nama sebuah temat di Athena yang digunakan sebagai tempat penyelenggaraan aktivis olahraga bangsa Yunani Kuno. Sedangkan Isme adalah sebuah faham yang merupakan tatanan sosial yang memiliki nila-nilai bila diterapkan dalam lingkungan masyarakat. Bung Karno juga telah menerapkan ajaran ini. Selain itu, Bung Hatta, Ki Hajar dewantar, Bung MH Thamrin dan masih banyak lagi tokoh-tokoh yang menggenjot para komunis dengan cara menulis.

Olympisme sebagai pokok pikiran gerakan olimpiade. Olympisme adalah dasar fundamental dan filosofi kegiatan yang mencerminkan dan mengkombinasikan keseimbangan antara kehidupan, keolahragaan dan pendidikan sehingga tercipta keselarasan kehidupan yang didasarkan pada kebahagiaan dan usaha yang mulia, nilai-nilai pendidikan yang baik dan penghargaan pada prinsip-prinsip etika yang baik pula. Intinya olympisme itu mengajarkan kita tentang kesabaran.

Setelah itu Om Jay pun menyampaikan materi tentang Visi Olympisme. Visi Olympisme adalah menempatkan olahraga dimana saja sebagai wahana pembentukan manusia secara utuh yang harmonis dala usaha membangun suatu masyarakat yang damai dengan saling menghormati. Untuk kepentingan ini digerakkan olahraga untuk berusaha secara mandiri atau dengan organisasi yang terkait menciptakan kegiatan-kegiatan dalam usaha membangun perdamaian yang abadi. Dalam setiap faham itu tentu mempunyai kelebihan dan kekurangan, di sinilah diharapkan kita mampu mengembangkan faham itu.

Paradigma olympis dalam pertandingan olimpiade bahwa prestasi olahraga bukan yang paling utama bagi atlet dalam suatu kompetisi, melainkan untuk memuliakan manusia dengan mengkombinasikan antara fisik, kemauan, dan pikiran sebagai prinsip dasar. Karena olympisme ditetapkan sebagai filosofi dan prinsip dasarnya, maka perbedaan ras, keyakinan, budaya dan lain lain harus dihindarkan dalam setiap gerakan olimpiade. Olympisme itu lebih memahami nilai-nilai olimpiade dan membuat dunia bersatu.

Olympisme juga mempunya motto yang mudah diingat. Motto dari Olympisme adalah “Citius (lebih cepat), Altius (lebih tinggi), Fortius (lebih kuat)” yang diusulkan oleh Father Henry Didon, Seorang guru dari Republik Dominika , dan salah seorang teman B.Pierre de Coubertin.

Setelah itu, Om Jay menayangkan sebuah film. Inti dari film itu adalah mereka memang berbeda tetapi tetap 1 jua. Nilai-nilai yang dikembangkan di bidang Excellent yaitu Kerja keras untuk mendapat prestasi yang terbaik, Berjuang hingga akhir (Pantang Menyerah), Fokus terhadap pencapaian prestasi, Terus belajar untuk mendapat proses yang tepat untuk pencapaian prestasi, dan menjaga keseimbangan antar kebugaran fisik, motivasi dan kekuatan mental. Tetapi untuk mencapai prestasi Excellent kadang manusia melakukan segalanya. Di bidang Respect(menghargai diri dan orang lain) ada beberapa hal. Pertama , perbedaan pendapat, keyakinan, keragaman budaya, suku dan bangsa. Kedua, hak-hak sebagai manusia dalam pencapaian prestasi. Sedangkan di bidang Friendship (persahabatan) yaitu, Persahabatan, berempati dan bersimpati kepada orang lain, kerjasama, saling memberi, saling melayani dan saling mendukung.

Kuliah olimpisme semakin semarak, ketika diselingi dengan menyanyikan sebuah lagu dari Iwan Fals yang berjudul “Bongkar”. Jujur, saya tidak hafal lirik nya, jadi tadi saya hanya menyanyiakn lirik yang “wo o ya o ya o ya Bongkar”. Hehe . dilanjutkan dengan penyampain 7 pembentukan nilai-nilai moral dalam penyelenggaraan Olimpiade menurut IOC yang isinya kesempurnaan dalam kinerja, berpartisipasi dalam kegembiraan dan kesenangan, kejujuran dalam berkompetisi, rasa hormat terhadap sesama, pengembangan kualitas manusia, kepemimpinan yang dilandasi oleh kebersamaan berlatih, bekerja dan kompetisi serta kedamaian antar bangsa. Adapun penjabaran nilai-nilai gerakan olimpiade yang beberapa isinya  adalah tujuan jangka panjang, kedamaian, tidak diskriminatif, saling memahami,persahabatan, solidaritas, kejujuran, keunggulan dan masih banyak lagi tentunya.  Materi olympisme kali ini ditutup dengan mengerjakan kuis yang diberikan oleh Om Jay yang kami kerjakan di kertas selembar.

Ya itulah tadi cuplikan materi dan kegiatan belajar kami di mata kuliah Olympisme. Sampai ketemu di materi yang selanjutnya di minggu depan yaaaa ….!  Materi kuliah olimpisme dapat kamu unduh di sini.

Wassalamualaikum Wr. Wb

Fresti Anggraeni

3115133718

Pend. MTK Reguler 2013

Categories:

38 People reacted on this

  1. FILOSOFI DAN NILAI-NILAI OLIMPISME

    Olimpisme = Motivasi untuk menjadi seorang pemenang
    Olimpisme= Dasar fudamental kehidupan yang mencerminkan & mengkombinasikan antara jasmani & rohani serta mengharmonikan antara kehidupan keolahragaan, kebudayaan & pendidikan sehingga dengan dapat diciptakan keselarasan kehidupan yang didasarkan pada kebahagiaan & usaha yang mulia

    Visi Olimpisme:
    Menempatkan olahraga dimana saja sebagai wahana pembentukan manusia secara utuh yang harmonis dalam usaha membangun suatu masyarakat yang damai dengan saling menghormati

    Paradigma olimpisme dalam pertandingan olimpiade:
    Prestasi olahraga bukan yang utama melainkan untuk kmuliaan manusia dengan mengkombbinasikan antara kualitas fisik, kemauan dan pikiran sebagai prinsip dasarnya. Karena olimpisme ditetapkan sebagai filosofi dan prinsip dasarnya, maka diskriminasi atau perbedaan terhadap ras, suku atau agama harus dihindarkan dalam olimpisme

    Motto Olimpisme :
    “Citius, Altius, Fortius” (Lebih cepat, lebih tinggi, lebih kuat)

    Nilai-nilai olimpisme
    Living excellence
    Harus memiliki nilai-nilai:
    1. Kerja keras untuk mencapai terbaik
    2. Berjuang hingga akhir
    3. Fokus terhadap pencapaian prestasi
    4. Terus belajar untuk mendapatkan proses yang tepat untuk pencapaian prestasi terbaik
    5. Menjaga keseimbangan antara kebugaran fisik, motivasi dan kekuatan mental
    Living respect
    Saling mengargai diri dan org lain dlm hal:
    1. Perbedaan pendapat
    2. Perbedaan keyakinan
    3. Perbedaan keragaman budaya
    4. Perbedaan suku/ras dan bangsa
    5. Hak-hak sebagai manusia
    6. Pencapaian prestasi
    Living friendship
    Hrs memiliki nilai-nilai:
    1. Persahabatan
    2. Berempati dan bersimpati kepada orang lain
    3. Kerjasama
    4. Saling memberi dan melayani
    5. Saling mendukung

    Konsep pembentukan nilai-nilai moral dalam penyelenggaraan olimpiade:
    1. Kesempurnaan dlm kinerja
    2. Berpartisipasi dengan kegembiraan
    3. Kejujuran dalam berkompetisi
    4. Rasa hormat terhadap sesame
    5. Pengembangan kualitas manusia
    6. Kepemimpinan yang dilandasi oleh kebersamaan berlatih, bekerja, dan berkompetisi
    7. Kedamaian antara bangsa

    Penjabaran nilai-nilai gerakan olimpiade dan olimpisme secara lebih luas dlm kehidupan:
     tujuan jangka panjang
     keadamaian
     tidak diskriminatif
     saling memahami
     persahabatan
     solidaritas
     kejujuran, adil, wajar
     keunggulan
     kesenangan
     menghargai
     pengembangan diri
     kepemimpinan
     semangat, pantang menyerah
     kerjasama, sinergi

    Fitri Bernadet

  2. FILOSOFI DAN NILAI-NILAI DALAM OLIMPISME

    Istilah olympisme berasal dari kata olympia, yakni nama sebuah tempat di Athena yang digunakan sebagai tempat penyelenggaraan festival olahraga pada masa itu. Lalu dibagian belakang kata itu ditambahkan ism/isme yang memiliki makna sebuah faham yang merupakan tantanan sosial yang diyakini memiliki nilai bila diterapkan dalam lingkungan masyarakat.
    Olympisme sendiri memiliki arti sebagai dasar fudamental dan filosofi kehidupan yang mencerminkan dan mengkombinasikan antara kesehatan jasmani dan rohani, mengharmonikan kehidupan keolahragaan, kebudayaan dan pendidikan, yang bertujuan sebagai keselarasan kehidupan yang didasarkan kebahagian dan usaha yang mulia, nilai pendidikan yang baik dan penghargaan terhadap prinsip etika kehidupan yang baik.
    Visi olympisme ialah menempatkan olahraga dimana saja sebagai wahana pembentukan manusia secara utuh yang harmonis dalam usaha membangun masyarakat yang damai dan saling menghormati.
    Olympisme memiliki dua paradigma yaitu, prestasi bukan hal yang utama tetapi kemuliaan manusia dan diskriminasi harus dihindarkan dalam setiap gerakan olimpiade.
    Seorang pria bernama Pierre De Coubertin, pendiri IOC pada abad 19 mengatakan, “Mendidik pemuda melalu olahraga akan memberikan pemahaman lebih baik tentang persahabatan dan perdamaian”. Sementara, Jacques Pogge (Presiden IOC) mengatakan, “Dunia kita saat ini butuh kedamaian, toleransi, dan persaudaraan. Dan Olimpiade dapat memberikan ini ke kita”.

    Motto OLIMPIADE
    “Citius, Altius, Fortius” yang artinya “Lebih cepat, lebih tinggi, lebih kuat”

    Beberapa hal yang dihidupkan dalam olimpisme :
    1. KEUNGGULAN
    o Kerja keras
    o Pantang menyerah
    o Fokus tehadap pencapaian
    o Terus belajar
    o Keseimbangan antara kebugaran fisik, motivasi dan kekuatan mental

    2. RESPEK
    o Perbedaan pendapat
    o Perbedaan keyakinan
    o Perbedaan keragaman budaya
    o Perbedaan suku dan bangsa
    o Hak-hak sebagai manusia
    o Kesuksesan seseorang

    3. PERSAHABATAN
    o Persahabatan
    o Berempati dan bersimpati
    o Kerjasama
    o Saling memberi
    o Saling mendukung

    TUJUH KONSEP NILAI OLIMPISME
    1. Kesempurnaan dalam kinerja
    2. Berpartisipasi dengan kegembiraan dan kesenangan
    3. Kejujuran dalam berkompetisi
    4. Rasa hormat terhadap sesama tanpa memandang perbedaan
    5. Pengembangan kualitas manusia
    6. Kepemimpinan yang dilandasi oleh kebersamaan
    7. Kedamaian antara bangsa

    Adapun pejabaran OLIMPISME sendiri yaitu :
    • Visioner
    • Kedamaian
    • No Diskriminasi
    • Memahami
    • Persahabatan
    • Solidaritas
    • Kejujuran
    • Keunggulan
    • Kesenangan
    • Menghargai
    • Pengembangan Diri
    • Kepemimpinan
    • Pantang Menyerah Kerjasama

    http://tiaraizni.blogspot.com/2013/09/filosofi-dan-nilai-nilai-dalam-olimpisme_14.html

  3. Assalamualikum wr.wb
    Pada hari Sabtu, 14 September 2013 adalah pertemuan ke-3 untuk mata kuliah olimpisme, Sebelum kami memulai mata kuliah ini,kami makan pagi bersama terlebih dahulu,setelah itu kami baru memulai mata kuliah yang paling ditunggu setiap pekannya yaitu “olimpisme”. Kami semua memulainya dengan membaca lahfadz basmallah, berbeda dengan minggu lalu, pada awal pembahasan omjay memulainya dengan menyanyi bersama.

    Pada pertemuan ke-3 ini,omjay membahas materi tentang “filosofi dan nilai-nilai dalam olimpisme”. Langsung saja ke materi,Olympic/olimpia adalah nama sebuah tempat di Athena yang digunakan sebagai tempat penyelenggaraan olimpiade kuno. Dan ism/isme adalah sebuah faham/ajaran yang merupakan system/tatanan sosial yang diyakini memiliki nilai bila diterapkan dalam lingkungan masyarakat. Itulah pemahaman kita tentang olympism. Ajaran olympism ini mengajarkan kita tentang keseimbangan jasmani dan juga rohani.

    Olympism ini juga memiliki visi,yang dimana visi dari olympism ini adalah menempatkan olahraga dimana saja sebagai wahana pembentukan manusia secara utuh yang harmonis dalam usaha membangun suatu masyarakat yang harmonidan saling menghormati. Jadi pada visi olympism ini dijelaskan bahwa kegiatan olimpiade ini bertujuan untuk menyatukan dunia dan membuat hubungan yang harmonis antar Negara dalam suatu ajang olahraga

    Olympism ini memiliki nilai-nilai,yang diantaranya adalah
    Nilai excellence yang meliputi :
    1. Kerja keras untuk mencapai prestasi terbaik
    2. Berjuang hingga akhir (pantang menyerah)
    3. Focus terhadap pencapaian prestasi
    4. Terus belajar untuk mendapatkan proses yang tepat untuk pencapaian prestasi terbaik.
    5. Menjaga keseimbangan antara kebugaran fisik, motivasi keinginan dan kekuatan mental.
    Nilai pertemanan,meliputi :
    1. Persahabatan
    2. Berempati dan bersimpati kepada orang lain
    3. Kerjasama
    4. Saling memberi,melayani
    5. Saling mendukung
    Penjabaran Nilai Nilai Gerakan Olimpiade &Olympism Secara Lebih Luas Dalam Kehidupan
    • Visioner (tujuan jangka panjang)
    • Peaceful (kedamaian)
    • No Discrimination (tidak diskriminatif)
    • Mutual Understanding (saling memahami)
    • Friendship (persahabatan
    Solidarity (solidaritas)
    • Fair Play (kejujuran,adil,wajar)
    • Excellence (keunggulan)
    • Fun (kesenangan)
    • Respect (menghargai)
    • Human Development (pengembangan diri)
    • Leadership (Kepemimpinan)
    • Motivation (semangat,pantang menyerah)
    • Team Work (kerjasama,sinergi)

    Dan pada akhir pertemuan kali ini omjay meminta kita menyanyi bersama,lagu dari iwan fals,dan ternyata setelah saya perhatikan lirik dari lagu iwan fals sangat bermakna sekali dan sangat memotivasi sekali khususnya bagi saya pribadi,dan setelah itu omjay mengasih kita kuis dan tugas individu. Dan akhirnya omjay menutup perkuliahan ini dengan lahfadz hamdallah

    Sekian resume “olympisme” pada pertemuan ke-3

    Wasalamualaikum wr.wb

    fajar dwi

  4. Filosofi dan Nilai-Nilai Dalam Olimpisme

    Olimpisme berasal dari kata Olimpic / olimpia (nama sebuah tempat di Arthena yang digunakan sebagai tempat penyelenggaraan aktivitas festival olahraga bangsa Yunani kuno) dan isme ( aliran / faham). Jadi olimpisme adalah dasar fundamental dan filosofi kehidupan yang mencerminkan dan mengkombinasikan antara jasmani, rohani, serta mengharmonikan antara keolahragaan, kebudayaan, dan pendidikan.
    Dalam olimpisme diajarkan untuk bersikap sportif, saling menghargai, saling menghormati, menciptakan kegiatan-kegiatan yang dapat membangun perdamaian dunia, contohnya dengan olahraga. Kenapa olahraga? Karena olahraga merupakan kegiatan yang paling murah dan mudah untuk dilakukan, banyak orang yang menyukai kegiatan olahraga, selain juga menyehatkan.
    Olimpisme mungkin dikenal dengan kegiatan olahraganya. Namun, sebenarnya olahraga bukanlah tujuan utama dari olimpisme. Kemuliaan manusia merupakan tujuan utama yang ingin dicapai oleh olimpisme. Keseimbangan antara fisik, kemauan, serta pikiran menjadi prinsip dasar olimpisme. Oleh karena itu, perbedaan dan perselisihan sangat diharamkan untuk berada didalamnya.
    Olimpisme membuat kita lebih memahami nilai-nilai olimpiade. Contohnya olimpiade untuk orang-orang yang kurang sempurna secara fisik. Kita sebagai manusia yang diciptakan dengan anggota tubuh yang normal seharusnya malu dengan mereka yang memiliki keterbatasan fisik namun tetap semangat untuk berprestasi dalam keterbatasan yang ada. Mereka sangat menjunjung tinggi sportifitas. Bahkan walaupun mereka tidak menjadi pemenang, mereka tetap saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Persahabatan mereka tetap terjaga. Dan mereka bersatu untuk membawa nama baik negaranya masing-masing.
    Tapi kita? Para pemuda Indonesia yang memiliki keadaan fisik yang normal justru menghancurkan nilai-nilai yang seharusnya memberi manfaat. Pertandingan olahraga yang seharusnya membawa kedamaian, persatuan, dan persahabatan berubah menjadi suatu ajang pemuas emosi belaka. Nilai-nilai yang baik hilang dan berubah menjadi lautan emosi, perdamaian yang harusnya tercipta berubah menjadi kerusuhan, persatuan berganti menjadi perpecahan, dan persahabatan hilang ditelan permusuhan.
    Sebenarnya Semua terjadi hanya karena tidak adanya rasa lapang dada untuk menerima kekalahan. Mereka selalu berpikir untuk menang, menang, dan menang. Tanpa berpikir untuk menerima dengan ikhlas suatu kekalahan yang sebenarnya merupakan awal dari keberhasilan yang indah. Sesungguhnya seorang pemenang bukan hanya orang yang memenangkan suatu pertandingan, tapi pemenang adalah seseorang yang dapat mengontrol emosi ketika mendapt kekalahan, dan menerima kekalahan tersebut dengan ikhlas serta lapang dada, lalu menjadikan kekalahan itu sebagai pengalaman dan proses menuju kemenangan.
    Seorang pemenang yang sebenarnya akan memberikan senyuman ikhlasnya saat kalah, lalu menjabat tangan lawannya sebagai suatu penghargaan atas kemenangan lawan sekaligus tanda bahwa persahabatan mereka akan tetap terjaga sampai kapan pun. Dan seorang pemenang sejati juga akan tetap tersenyum ikhlas saat menang, tetap rendah hati, dan menjadikan kemenangannya sebagai suatu proses untuk menjadi lebih baik. Karena suatu pertandingan itu adalah wadah untuk menjalin persahabatan dan membuat kita bersatu menuju puncak yang kita mimpikan.
    Di Negara ini berlaku hukum rimba, dimana yang dapat bertahan adalah mereka yang bergerak lebih cepat dalam persaingan, berwawasan lebih tinggi untuk mendapatkan penghargaan, dan harus lebih kuat bertahan dalam menjalani kehidupan. Seperti motto olimpiade adalah Citius ( lebih cepat ), Altius ( lebih tinggi ), dan Fortius ( lebih kuat ). Motto tersebut dapat kita saksikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Di era globalisasi saat ini, banyak orang yang berlomba-lomba untuk mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan, mereka bergerak lebih cepat dalam menjaring informasi, terus belajar serta mengembangkan potensi diri sampai ke titik tertinggi agar lebih dihargai, dan menunjukan bagaimana kehebatan mereka agar terlihat lebih kuat sehingga dapat bertahan di dunia yang penuh dengan persaingan ini.
    Dan karena ingin mencapai prestasi excellence terkadang manusia menghalalkan segala cara. Mereka melupakan nilai-nilai yang seharusnya menjadi pedoman dalam meraih prestasi excellence, yaitu kerja keras, pantang menyerah, focus, terus belajar, dan menjaga keseimbangan antara fisik, motivasi, serta metal. Mengapa hal tersebut dapat terjadi?. Jawabannya sederhana, karena tidak adanya saling menghargai perbedaan baik itu pendapat, keyakinan, keragaman budaya, suku bangsa, hak-hak sebagai manusia, dan pencapaian prestasi. Ditambah lagi dengan hilangnya nilai persahabatan, empati, simpati, kerja sama, saling memberi dan melayani, serta saling mendukung.
    Selain itu, kita juga tidak pernah berpikir untuk menjadi seorang “pioneer”, kita lebih suka menjadi seorang “follower sejati”. Buktinya banyak lulusan sarjana yang berbondong-bondong untuk melamar pekerjaan di suatu perusahaan. Hanya untuk menjadi seorang karyawan yang harus mengikuti apapun kebijakan dari perusahaan. Mereka tidak berpikir untuk membuka usaha sendiri dimana merekalah yang akan menjadi pemiliknya, mereka yang akan menentukan kebijakannya.
    Dan mulai saat ini, mari kita mulai untuk menjalin kerja sama yang baik dengan orang lain. Karena yang dibutuhkan saat ini bukanlah seorang SUPERMAN tetapi sebuah SUPER TEAM. Mengapa super team? Karena super team adalah kumpulan orang-orang intelek, dimana mereka adalah orang-orang yang gemar membaca dan menulis, tapi mereka juga cerdas dalam bekerja sama dengan orang lain. Hal tersebut telah dibuktikan dengan kesuksesan orang-orang terdahulu. Wawasan yang mereka miliki menjadi lebih luas dengan membaca. Lalu wawasan tersebut dapat tersimpan lebih lama dalam memori mereka dengan menulis. Yang selanjutnya mereka realisasikan wawasan tersebut dengan kerja sama tim. Berawal dari kegemaran mereka dalam membaca, menulis, dan bekerja sama. Mereka dapat berhasil dan menjadi contoh untuk kita, generasi muda penerus bangsa.

    nama : Ratya Intan Prismawati
    no. registrasi : 3115133744
    kelas : Pendidikan Matemmatika Regular 2013

  5. Filosofi dan Nilai-nilai Olimpisme

    Senang sekali rasanya, hari ini setelah pulang kuliah, saya dapat menyempatkan diri untuk membuat resume dari mata kuliah olimpisme pertemuan yang ke-3. Tadi pagi juga senang sekali rasanya, karena sebelum memulai mata kuliah, saya bersama teman-teman sekelas saya dapat menyempatkan waktu kami untuk sarapan bersama.
    Kali ini dalam pertemuan ketiga ini, saya ingin menyampaikan sebuah resume mata kuliah yang menerangkan tentang filosofi dan juga nilai-nilai yang terkandung dalam olimpisme. Sebenarnya, pemahaman dari istilah olimpisme itu sendiri bermula dari kata “OLYMPIC” yang berarti sebuah nama tempat yang terdapat di Athena yang dipergunakan sebagai tempat mengadakan festival olahraga kuno bangsa Yunani. Kemudian adalah kata “ISME” yang berarti ajaran atau faham yang merupakan tatanan sosial dan memiliki nilai-nilai dalam lingkungan masyarakat.
    Berikutnya akan saya coba paparkan mengenai filosofi dari olimpisme. Pertama adalah olimpisme sebagai pokok pikiran gerakan olimpiade. Yakni olimpisme adalah dasar fundamental dan filosofi kehidupan yang mencerminkan dan mengkombinasikan keseimbangan antara jasmani dan rohani serta mengharmonikan antara kehidupan keolahragaan, kebudayaan dan pendidikan sehingga menciptakan keselarasan kehidupan. Visi dari olimpisme itu sendiri ialah menempatkan olahraga dimana saja sebagai wahana pembentukkan manusia secara utuh dan untuk membangun masyarakat yang damai dan saling menghormati. Kemudian ada juga paradigma olimpisme dalam pertandingan olimpiade. Yang pertama adalah prestasi olahraga bukanlah yang utama melainkan kemuliaan manusia. Yang kedua diskriminasi ras, suku, agama, ideologi dan warna kulit harus dihindarkan.
    “Our world today is in need of peace, tolerance and brotherhood. The values of olympic games can deliver these to us”. Pernyataan ini adalah ungkapan dari salah seorang pengamat, dan ini memang sangat relevan dengan nilai-nilai yang ada pada olimpisme yang memiliki motto “citius,altius,fortius” (lebih cepat, lebih tinggi, lebih kuat). Karena dari olimpisme sendiri kita dapat mengambil banyak nilai, diantaranya living excellent, living respect, living friendship.
    Mungkin hanya itu materi kuliah olimpisme yang dapat saya paparkan pada resume ini. Semoga dapat kita ambil manfaatnya sekaligus dapat kita amalkan dalam kehidupan kita.

    Nama : Mohammad Hafizh
    Prodi : Pendidikan MTK reguler 2013
    Tugas : Resume Olimpisme pert.3

  6. bismillah,

    apa kabarnya untuk para pembaca? baik? kalau begitu alhamdulillah, saya juga baik 🙂
    seperti biasa, setiap hari sabtu bertemu lagi dengan omjay dan pelajaran olimpisme. Kali ini tentang nilai dan filosofi Olimpisme.
    Pertama-tama, pelajaran dimulai lebih cepat menjadi jam 07.30, soalnya kita sarapan bareng dulu di kelas dengan bingkisan nasi pake telor atau ayam. lalu pelajaran baru dibuka jam 8 setelah kita selesai sarapan.
    Saat pertama kali membaca nama olimpisme, saya bingung “olimpisme itu apa? Mata kuliah tentang olimpiade dan olahraga?” dan pertanyaan saya terjawab di pertemuan kali ini. Olimpisme berasal dari kata olimpia yang maksudnya kota tempat pelaksanaan festival olahraga (olimpiade kuno) di yunani, sedangkan isme artinya paham/ajaran. kalau diistilahkan, Olimpisme ialah ajaran tentang dasar fundamental dan filosofi hidup yang mengombinasikan jasmani dan rohani serta mengharmonikan antara olahraga, kebudayaan dan pendidikan agar dapat mencapai hasil dan penerapan kebaikan dalam hidup.
    Olimpisme ini juga punya visi, yaitu menaruh atau menggunakan olahraga untuk membentuk manusia yang utuh dan harmonis dalam membangun masyarakat yang damai dan saling menghormati.
    Dalam olimpiade, prestasi bukanlah hal utama. Tapi kegiatannya yang berguna untuk kemuliaan manusia. Dalam olimpiade tidak diskriminatif dan tidak memandang SARA (suku, agama, dan ras) semua dipandang sama : sebagai atlit yang berusaha mencapai juara. Hebat, kan? Gak ada perbedaan bahkan antara orang dari negara miskin atau maju. Bahkan orang cacatpun bisa ikut olimpiade. Sama dengan Bhinneka tunggal ika-nya Indonesia.
    Pendiri IOC (International Olimpic Committee) Pierre de Courbetin berkata “ tujuan olimpiade mengajari kaum muda melalui olahraga untuk perdamaian, persaudaraan, dan dunia yang lebih baik”
    Jacques Rogge (Presiden IOC) berkata juga “dunia kita sekarang perlu perdamaian, ikatan persaudaraan dan toleransi. Ajaran olimpiade sapat memberi itu semua ke kita”
    Olimpiade ini memiliki tujuan yang baik, seperti yang dikatakan 2 tokoh IOC diatas. Olimpiade, dengan ajaran-ajarannya dapat membantu dunia agar lebih damai dan harmonis. Bahkan mungkin jika ajaran olimpisme diterapkan dengan sungguh-sungguh, di bumi ini tidak akan ada lagi yang namanya peperangan, tawuran, serta berbagai tindakan anarkis lainnya.
    Olimpiade bagus, tapi apa nilai yang terkandung di dalamnya? Inilah nilai olimpiade :
    1. Kerja keras
    2. Pantang menyerah
    3. Fokus ke prestasi
    4. Selalu belajar
    5. Mengimbangkan antar fisik, motivasi/keinginan dan mental
    Olimpiade juga menghargai :
    1. Perbedaan pendapat
    2. Perbedaan keyakinan
    3. Perbedaan budaya
    4. Perbedaan SARA (suku, agama, dan ras)
    5. Menghargai hak manusia
    6. Usaha meraih sukses
    Jika nilai olimpisme diterapkan, banyak sekali dampak positif yang ada :
    1. Hubungan persahabatan yang kuat akan terbentuk
    2. Meningkatkan rasa empati dan simpati antar sesama
    3. Bekerjasama untuk tujuan
    4. Budaya Memberi/melayani
    5. Mendukung satu sama lain
    Martin Luther King berkata, “Aku mempunyai mimpi bahwa suatu hari negara ini akan bangkit dan hidup dengan makna sesungguhnya dari keputusan tersebut, ‘kita memegang kebenaran ini untuk menjadi penerapan diri : bahwa semua manusia diciptakan sama. Saya punya mimpi bahwa keempat anakku nanti akan tinggal di negara dimana mereka tidak dilihat dari warna kulit mereka, tetapi dari sifat dan karakteristik mereka”
    Jika nilai Olimpisme diterapkan secara mendalam, tentu mimpi Martin tersebut dapat diwujudkan. Apakah kita tidak ingin memiliki mimpi yang sama seperti martin?
    Dalam penerapan nilai olimpisme ini, ada 7 konsep untuk membentuk nilai moral dalam penyelenggaraan olimpiade (menurut IOC) :
    1. Kesempurnaan dalam kinerja
    2. Berpartisipasi dengan gembira dan bahagia
    3. Jujur dalam kompetisi
    4. Hormat antar sesama tanpa melihat perbedaan fisik, ideologi maupun agama
    5. Pengembangan kualitas manusia
    6. Kepemimpinan yang dilandasi oleh kebersamaan berlatih, bekerja dan berkompetisi
    7. Kedamaian antar bangsa
    Sungguh, nilai olimpisme itu sangat bermanfaat jika benar-benar terserap salam hati manusia. Bisakah kalian bayangkan dunia tanpa peperangan? Dimana semuanya dalam keadaan damai dan bahagia? Serta kerukunan yang tercipta antar manusia tanpa pandang bulu?
    Saya pernah membaca dalam suatu buku ‘sungguh menyedihkan, dalam ratusan abad, dunia hanya pernah mengalami 250 tahun perdamaian”. Tidakkah itu hal yang menyedihkan untuk kita para umat manusia? Sudah ribuan tahun berlalu, namun kita hanya pernah mengalami perdamaian dalam kurun waktu 250 tahun?
    Maka, ajaran olimpisme ini dapat menjadi dasar untuk perdamaian dunia, tanpa pandang bulu. Semoga kita dapat menerapkan nilai-nilai positif yang terkandung dalam ajaran olimpisme ini. Amin

    Ta’zirah Marwan (3115133759) Pendidikan Matematika Reguler’13

  7. Resume Pertemuan ke – 3 Olimpisme

    Nama : Lilis Uswatun Hasanah

    No. Registrasi : 3115130755

    Jurusan : Matematika

    Prodi : Pendidikan Matematika
    Reguler 2013

    Sabtu , 14 September 2013 hari ini kembali bertemu dengan Om Jay . Dosen Perkuliahan Olimpisme dikelas Pendidikan Matematika Reguler 2013 ( PMR’13 ) . Seperti biasa Om Jay punya suatu cara menarik untuk memulai perkuliahan .

    Perkuliahan hari ini dimulai lebih awal yaitu pukul 07.30 . Om Jay memulai perkuliahan kali ini dengan sarapan pagi bersama para mahasiswanya dikelas PMR’13 . Sambil sarapan , kita diputarkan film tentang Om Jay nih . Seorang guru sekaligus dosen yang jago ngeblog . Setelah sarapan bersama selesai , Om Jay memulai perkuliahan dengan mengajak kami bernyanyi ” Bangun Pemudi Pemuda ” sebelum masuk pada materi kuliah inti hari ini . Om Jay juga membahas tentang menulis nih sebelum masuk mata kuliah inti . Menulis itu harus dilakukkan , bahkan harus dipaksa kalo males ” intinya sih itu kata – kata yang saya simpulkan dari nasehat pagi yang Om Jay berikan .

    Filosofi dan nilai – nilai dalam olimpisme adalah tema perkuliahan hari ini .
    Pemahaman tentang istilah olympism ( olimpisme ) :
    ^_^ Olympic/Olimpia adalah nama sebuah tempat di Athena yang dipergunakan sebagai tempat penyelenggaraan aktivitas festival olahraga bangsa Yunani kuno ( olimpiade kuno ) .
    ^_^ Ism/Isme adalah sebuah ajaran/faham yang merupakan sistem/tatanan sosial yang diyakini memiliki nilai bila diterapkan dalam lingkungan masyarakat .

    Sebelum melanjutkan materi perkuliahan hari ini . Seperti biasa selalu ada film yang Om Jay putarkan untuk para mahasiswanya . Kali ini Om Jay memutarkan cuplikan film yang menunjukkan tentang kejujuran . Dalam cuplikan itu terlihat 2 orang pencuri di supermarket . Mereka keluar supermarket setelah mereka mencuri dan mereka melihat sebuah kata motivasi lewat sebuah iklan yang ada dimobil depan supermarket itu . Ketika itu mereka tersadar untuk bersikap jujur sekarang . Karna buat apa kita menunggu untuk melakukkan sebuah kejujuran 🙂

    Lanjut lagi yaapp . Olympism sebagai pokok pikiran gerakan olimpiade yaitu
    Olympism adalah dasar fundamental dan filosofi kehidupan ( paham/ajaran ) yang mencerminkan dan mengkombinasikan keseimbangan antara jasmani ( badan yang sehat ) dan rohani ( kemauan , moral dan kecerdasan ) serta mengharmoniskan antara kehidupan keolahragaan , kebudayaan , dan pendidikan . Sehingga dengtan demikian dapat diciptakan keselarasan kehidupan .

    Sebelum lanjut lagi . Om Jay tadi menjelaskan yang berkaitan tentang akhlak nih . Akhlak yang baik itu seperti apa sih ?? Akhlak yang baik itu dinilai dari sikap kita yang baik , yang bisa menghargai orang lain . Menurut saya orang secerdas apapun tanpa diikuti akhlak yang baik itu tidak ada nilainya 😉

    Lanjut dengan visi olympism . Apa sih visi olympism itu sendiri ?? Visi olimpism itu adalah menempatkan olahraga dimana saja sebagai wahana pembentukan manusia secara utuh yang harmonis dalam usaha membangun suatu masyarakat yang damai dengan saling menghormati .Untuk kepentingan ini gerakan olahraga berusaha secara sendiri-sendiri ataupun bekerjasama dengan organisasi yang terkait menciptakan kegiatan-kegiatan dalam usaha membangun perdamaian yang abadi.

    Paradigma olympisme dalam pertandingan olimpiade yaitu :
    o Prestasi olahraga bukan yang utama . Bagi atlet dalam suatu kompetisi, melainkan kegiatan olahraga untuk kemuliaan manusia dengan mengkombinasikan dan menseimbangkan antara kualitas & keterampilan fisik (skill), sikap/kemauan(attitute), dan kecerdasan pikiran (knowledge)sebagai prinsip dasar hidup.
    o Karna ilai-nilai olympiade (olympism) sebagai filosofi dan prinsip dasarnya , maka pembedaan ( diskriminasi ) dalam hal; ras, suku, agama, ideologi & warna kulit harus dihindarkan dalam setiap gerakan olimpiade karna ini merupakan usaha untuk menciptakan perdamaian dunia .

    Seorang tokoh dunia ” Pierre De Coubertin Founder of IOC ” mengatakan :

    THE AIMS of OLYMPIC MOVEMENT :
    To educate young peoples through sport in a spirit of better understanding between each other , and of friendship Thereby helping to build a better and more peaceful worl .

    Ada sebuah gambar yang Om Jay tayangkan loh ^_^. Yaitu tentang seseorang yang mempunyai kekurangan pada fisiknya namun mereka mampu berprestasi dalam sebuah perlombaan olahraga yang memang sengaja dibuat untuk mereka yang memiliki kekurangan fisik . Itu harusnya menjadi sebuah motivasi untuk kita , karna mereka bisa kenapa kita tidak . Memang seharusnya kita harus lebih mampu berprestasi . Lagi – lagi kita butuh kesadaran pada diri kita untuk membangun motivasi itu .

    Olympism itu mengajarkan kita tentang persahabatan , bukan pertarungan setelah melakukkan perlombaan . Karna olimpiade itu membuat dunia bersatu . Lewat perlombaan dalam olimpiade itu membuat kita dapat menjalin persahabatan oleh orang lain , bahkan negara lain .

    Value Of The Olympic Games Motto
    ” Citius , Altius , Furtius ”
    ( Lebih cepat , lebih tinggi , lebih kuat )

    Diusulkan oleh Father Henri Didon , seorang guru dari Republik Dominika , salah seorang teman B. Pierre De Coubertin

    Apa sih maksud sebuah kata tersebut ?? Menurut saya maknanya yaitu kita harus menjadi orang yang cepat tanggap , yang berani mempunyai mimpi dan mampu berprestasi lebih tinggi yaitu tentunya dengan diikuti mental dan semangat yang lebih kuat lagi . Om Jay pun telah memberi tahu kita tentang sebuah prestasi manusia yang terus meningkat dalam hal nomer lompat tinggi cabor atletik dan dalam penemuan kapasitas prosesor komputer .

    Living Excellence :
    1 . Kerja keras untuk mencapai prestasi terbaik .
    2 . Berjuang hingga akhir ( pantang menyerah ) .
    3 . Fokus terhadap pencapaian prestasi .
    4 . Terus belajar untuk mendapatkan proses yang tepat untuk pencapaian prestasi terbaik .
    5 . Menjaga keseimbangan antara kebugaran fisik , motivasi / keinginan dan kekuatan mental .

    Living Respect
    Saling menghargai diri dan orang lain dalam hal :
    1 . Perbedaan pendapat
    2 . Perbedaan keyakinan
    3 . Perbedaan keragaman budaya
    4 . Perbedaan suku/ras dan budaya
    5 . Hak – hak sebagai manusia
    6 . Pencapaian prestasi dan kesuksesan seseorang .

    Sebelum melanjutkan , Om Jay memutarkan kembali sebuah cuplikan film yang mungkin sudah pernah kita lihat . Yaitu tentang kesadaran , respect terhadap apa yang orang lain lakukkan namun kita hanya diam . Cuplikan tentang adanya pohon yang tumbang di jalan , sehingga menumbulkan kemacetan . Tidak ada orang dewasa yang sadar untuk memindahklannya sebelum mereka melihat para anak kecil yang berusaha bersama menyingkirkan pohon tersebut ditengah hujan .

    Om Jay mengatakan ” kita jangan hanya menjadi seorang penonton , namun kita harus menjadi seorang pelopor “. Saya sependapat dengan Om Jay , karna kita harus mampu menciptakan perubahan yang lebih baik lagi . Bukan hanya menunggu terjadinya sebuah perubahan yang lebih baik . Harus kreatif , inovatif dan inspiratif .

    Lanjut lagi .
    Living Friendship :
    1 . Persahabatan
    2 . Berempati dan bersimpati terhadap orang lain
    3 . Kerja sama
    4 .Saling memberi , melayani
    5 . saling mendukung

    7 Konsep Pembentukan Nilai – Nilai Moral Dalam Penyelenggaraan Olimpiade ( menurut IOC )
    1 . Kesempurnaan dalam kinerja
    2 . Berpartisi dengan kegembiraan dan kesenangan
    3 . Kejujuran dalam berkompetisi
    4 . Rasa hormat terhadap sesama tanpa memandang perbedaan bangsa , budaya
    , suku maupun orang per orang .
    5 . Pengembangan kualitas manusia
    6 . Kepemimpinan yang dilandasi oleh kebersamaan berlatih , bekerja dan berkompetisi .
    7 . Kedamaian antara bangsa .

    Disela mata kuliah yang diberikan , Om Jay menyelipkan sebuah kata – kata yang tujuannya menurut saya agar kita lebih mencintai dan menghargai bendera kebangsaan negara kita . Kita harus bisa menjaga dan menghargai bendera kebangsaan kita . Karna betapa berharganya sebuah kemerdekaan . Bukan cara yang mudah loh untuk kita merdeka saat dulu .

    Penjabaran Nilai-Nilai Gerakan Olimpiade & Olympism Secara Lebih Luas Dalam kehidupan mencakup :

    1. Visioner (tujuan jangka panjang)
    2. Peacefull (kedamaian)
    3. No Discrimination (tidak diskriminatif)
    4. Mutual Understanding (saling memahami)
    5. Friendship (persahabatan)
    6. Solidarity (solidaritas)
    7. Fair Play (kejujuran,adil,wajar)
    8. Excellence (keunggulan)
    9. Fun (kesenangan)
    10. Respect (menghargai)
    11. Human Development (pengembangan diri)
    12. Leadership (Kepemimpinan)
    13. Motivation (semangat,pantang menyerah)
    14. Team Work (kerjasama,sinergi)

    Akhir mata kuliah hari ini Om Jay memberi slide sifat Nabi yang terdiri dari Sidiq , Tabligh , Amanah , Fatonah .
    Setelah itu , seperti biasanya akhir mata kuliah olimpisme diakhiri dengan 2 buah soal kuis yang Om Jay berikan kepada para Mahasiswanya .

    Okee seekian , review mata kuliah olimpisme hari ini .
    Salam kece 🙂

    http://lilisuswatunhasana.blogspot.com/
    http://lilisuswatunhasanah.blogspot.com/

  8. Resume Kegiatan Perkuliahan Olimpisme
    Sabtu, 31 agustus 2013 saya menghadiri matkul olimpisme. Cukup asing mata kuliah yang satu ini di telinga saya. Dengan kesoktahuan saya, saya mengira ini adalah matkul olahraga. Ngga taunya ini matkul tentang olimpiade gitu.
    Oiya, sebelum membahas olimpisme lebih jauh, saya mau cerita dulu perjalanan saya ke kampus, hehe..
    Saya berangkat dari rumah pukul 07.15 sebenarnya ini kesiangan. Soalnya jarak rumah saya ke kampus lumayan jauh. Ditambah macet yang tak terduga. Saya ke kampus hari sabtu itu naik motor. Tapi hari sabtu ngga macet seperti biasanya, lumayan lancar perjalannya. Tapi saya terlambat masuk kelas pukul 08.07. Terlambat 7 menit dari waktu yang telah ditentukan untuk memulai mata kuliah. Sampai di kelas sudah banyak teman-teman saya disana. Juga dosen matkul olimpisme, Pak Wijaya Kusumah, MPd. Dosen yang satu ini cukup humoris, menyenangkan.
    Lanjut ke matkul olimpisme. Ternyata setelah googling saya mendapatkan makna sebenarnya dari olimpisme. Saya mendapatkannya dari wijayalabs.com. Ternyata olimpisme itu adalah suatu paham/ajaran universal tentang bagaimana membangun jiwa karakter pemenang, mendorong manusia untuk terus berusaha memberikan yang terbaik, mengutamakan perdamaian, dan menghargai semua makhluk hidup.
    Secara singkat materi olimpisme pertama yang saya dapatkan mencakup:
    1. Memahami Potensi Bangsa Indonesia
    Indonesia merupakan negara dengan penduduk tertinggi ke-empat di dunia. Yang terdiri dari kurang lebih 17000 pulau. Kekayaan sumber daya alam yang melimpah membuat siapapun terkagum dengan Indonesia. Begitupun dengan alamnya yang sangat indah sehingga memiliki potensi wisata yang menjanjikan. Seperti kekayaan hewan laut di Bunaken. Dengan air yang jernih, dan keindahan terumbu karangnya.
    Selain itu Indonesia memiliki kekayaan batu bara yang terbentang luas di pulau Kalimantan. Dari bidang pendidikan, banyak pelajar Indonesia yang mampu bersaing di dunia Internasional. Para pelajar ini membawa nama baik Indonesia dan dapat menjadi tunas pemimpin bangsa.
    2. Melihat Kondisi Bangsa Indonesia Saat Ini
    Indonesia memang memiliki kekayaan alam yang berlimpah, namun semua itu tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh sumber daya manusia yang ada di Indonesia. Sebab, kualitas sumber daya manusia di Indonesia masih rendah. Akibatnya, semua potensi yang sangat besar itu dimanfaatkan oleh bangsa asing. Dan mereka tengah memperebutkan untuk menguasai kekayaan alam Indonesia.
    3. Membangkitkan Kembali Jiwa-Karakter Pemenang Bangsa Indonesia
    Karakter pemenang bermakna bahwa manusia yang dalam hidupnya selaluberjuang untuk menjadi lebih baik (sikap prestatif) , berani mengambil resiko,konsekuen, respek, & bermakna bagi orang lain.

    Sikap Pada Diri Pemenang :
    Visioner, optimis, pantang menyerah, kreatif, inovatif, proaktif, tidak cepatpuas, perpikir positif dan kritis, mandiri, selalu memperbaiki diri , bersahabat , jujur, amanah dan respek pada sesama..
    KEPRIBADIAN PEMENANG YANG HARUS DI BANGUN
    1. Mandiri mengendalikan diri/sikap
    2. Toleransi terhadap perbedaan
    3. Kesadaran terhadap waktu
    4. Tingkat Energi yang tinggi
    5. Percaya diri yang kuat
    6. Berprestasi tinggi
    Ada 4 kunci sukses untuk menjadi pemenang:
    1. Berani Mnecoba
    2. Berani Gagal
    3. Berani Sukses
    4. Berani Berubah
    Kesimpulan Perkuliahan Perdana Olimpisme:
    1. Masyarakat Indonesia saat ini tengah mengalami pergeseran perilaku, dan nilai-nilai kehidupan yang kurang kondusif sehingga cenderung memicu terjadinya konflik sosial yang dikhawatirkan menuju perpecahan Bangsa
    2. Jiwa-karakter mulia masyarakat yang terbentuk dari budaya luhur Bangsa Indonesia kini semakin terkikis. Semangat Pemenang dan sikap Nasionalismepun makin luntur.
    3. Penanaman Jiwa-karakter pemenang secara terpadu dan konsisten pada lingkungan masyarakat dapat mendukung terciptanya Masyarakat yang Kondusif sesuai Pancasila dan UUD RI
    4. Olimpisme yang berisikan nilai-nilai universal, mengajarkan manusia bagaimana menjadi seorang pemenang.
    Itu tadi ringkasan materi perdana olimpisme. Semoga kita menjadi manusia yang berjiwa-karakter pemenang. Sebelumnya saya minta maaf kepada Bapak Wijaya, selaku dosen mata kuliah olimpisme. Karena saya telat sekali mengirimkan resume-nya. Sebelumnya saya belum biasa menulis panjang seperti ini. Apalagi dengan mengetik dengan keyboard. Dan harus tahan matanya berjam-jam pantengin monitor laptop. Mudah-mudahan ke depannya saya bisa lebih sering membaca kemudian menulis. Bimbingan pak Wijaya sangat dibutuhkan dalam keterampilan menulis ini. Terimakasih J

  9. Filosofi Dan Nilai – Nilai Dalam Olimpisme
    Istilah Olimpisme
    Istilah olimpisme ini berasal dari dua buah kata, yaitu:

    Jadi Olimpisme adalah sebuah ajaran yang memotivasi dan mendorong kita untuk respect (peduli) terhadap kejadian di sekitar kita dengan menerapkan nilai – nilai positif yang terkandung dalam olimpisme itu sendiri, terutama adlah nilai kejujuran. Disebut olimpisme karena sebuah kata ini mengandung sebuah ajaran. Ajaran – ajaran yang mengandung banyak nilai positif yang sudah sepatutnya diterapkan dalam kehidupan keseharian kita.
    Di indonesia sendiri faham atau ajaran olimpisme ini telah diterapkan oleh pejuang – pejuang kemerdekaan negara kita. Seperti yang dilakukan oleh Bung Karno. Ia yang berjiwa pemimpin nanbijaksana memupuk rasa karakter leader seorang pemenang agar dapat memerdekakan negaranya yaitu negara Indonesia. Begitu pula dengan tokoh – tokoh pejuang kita lainnya, yang berjiwa pemenang sejati demi mencapai suatu hal yang disebut dengan “KEMERDEKAAN”.
    Ajaran dalam olimpisme ini juga membangun sebuah nilai kejujuran. Sebagai seseorang yang berkarakter pemenang dan memiliki sebuah sifat leadership ia haruslah memiliki ‘Kejujuran’. Apa maknanya dan dimana berharganya sebuah kemenangan yang diraih tanpa dilandasi kejujuran. Seperti halnya yang terjadi akhir – akhir ini di negara yang kita cinta ini, kejujuran hanya untuk diucapkan dan sekedar teori atau bahkan ‘kitapun termasuk kedalam golongan yang sekedar meneriakkan kejujuran’ (naudzubilllahiminzalik semoga kita termasuk yang mempraktikannya. amin). Tokoh – tokoh dan pejabat berlomba – lomba meneriakkan kejujuran terutama jujur untuk tidak korupsi tapi faktanya yang terjadi adalah mereka seperti menjilat air liur yang telah ia jatuhkan ke tanah. Oleh karena itu pentingnya konsistensi penanaman nilai – nilai olimpisme ini akan setidak membantu membangun generasi yang lebih jujur.
    Nilai – nilai olimpisme
    1. Sebagai pokok pikiran gerakan olimpiade
    ; merupakan dasar fundamental dan filosofi kehidupan, yang mencerminkan serta mengkombinasikan keseimbangan jasmani dan rohani manusia sehingga dapat menciptakan sebuah keselarasan dalam kehidupan sehari – hari.
    2. Sebagaivisi olimpisme
    ; menempatkan olahraga sebagai wadah pembentukan manusia utuh yang harmonis dalam usaha membangun suatu masyarakat madani yang hidup dengan kedamaian dengan hidup saling menghargai satu sama lain.
    3. Sebagai paradigma dalam sebuah pertandingan olimpiade
    • Olahraga bukan sebuah tujuan utama tetapi merupakan sebuah misi kemuliaan untuk menyebarkan nilai – nilai yang terkandung didalam olimpide.
    • Olimpisme sebagai dasar agar dapat mengapus ‘diskriminasi’. Karena dalam sebuah olimpiade mempertemukan berbagai suku bangsa dari bermacam macam negara dan berjuta perbedaan lain yang masing – masing individu peserta olimpiade miliki. Mereka memang berbeda tapi mereka tetap satu yaitu sebagai ‘Athlete’
    Tokoh penggagas Olimpiade
    Pierre De Coubertin : pada abad 19, ia mengatakan “to educate young peoples through sport in spirit of better understanding. Tehreby helping to build good and peaceful world”
    Jacques rogge ‘president IOC’ : “ olympics make one world flying the flag”. Dengan adanya olimpiade membuat dunia bersatu dibawah naungan satu bendera olimpiade. Pada bendera ini ada lima lingkaran yang terlihat seperti terlingkarkan satu sama lain. Lima lingkaran ini berarti 5 benua yang ada diseluruh dunia yaitu Amerika, Eropa, Asia, Afrika, dan Eropa yang terlingkar satu sama lain, artinya 5 benua diseluruh dunia ini harus saling bergandeng tangan mewujudkan dunia yang damai (the filosofi).
    Father henry dudan mengusulkan nilai – nilai olimpiade, ia adlah seorang guru dari Republik dominika. Ia juga merupakan teman dari pierre de coubertin.
    Nilai – nilai motto olimpiade tersebut adalah :
    • Citius (lebih cepat)
    • Atius (lebih tinggi)
    • Fortius (lebih kuat)
    4.living excelence untuk menjadi excelent people dibutuhkan fokus, kerja keras, terus belajar mendapat
    proses yang tepat agar mencapai hasilyang terbaik, menjaga keseimbangan IQ, EQ dan SQ,serta pantang menyerah untuk terus berjuang hingga akhir.
    5. living respect dalam kehidupan harus menjadi manusia yang saling menghargai satu dengan yang lainnya dalam menghadapi perbedaan.
    6. living of dreams jangan pernah berhenti bermimpi, karena jika untuk bermimpi saja sudah tidak mampu bagaimana mengahadapi dunia yang nyata ini yang harus memiliki daya juang yang tinggi.
    Dalam penyebaran nilai- nilai yang terkandung dalam faham olimpisme haruslah merata dan dapat dimulai sejak dini serta harus lebih meluas penerapannya dalam kehidupan sehari – hari. Sehingga dalam karakter manusia akan didapati 4 sifat baik, yang bila dirangkai menjadi sebuah kalimat sebagai berikut :
    “sebuah kebenaran akan dapat dipercaya apabila ia cerdas dalam menyampaikan”

    Ulmi Hanifah

  10. Muhammad arif zulmi
    Pendidikan matematika regular 2013
    3115133732
    RESUME OLIMPISME 3
    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Kali ini saya akan menyampaikan materi pertemuan olimpisme yang ketiga yaitu mengenai nilai dan filosofi dari olimpisme yang saya pelajari hari sabtu tanggal 14 september 2013.
    Dimulai dari pengertian olimpisme yang berasal dari kata Olympic/olimpia yaitu tempat diadakan perlombaan olimpiade pada masa olimpiade kuno dan ism/isme mengartikan sebagai ajaran yang mengandung nilai tersendiri dan dapat disalurkan ke masyarakat.
    Berlanjut kepada olimpisme sebagai pokok pikiran gerakan olimpiade dimana olimpisme memberikan dasar nilai dan filosofi kehidupan yang mengajarkan keseimbangan antara jasmani dan rohani serta mengharmonisasikan antara kehidupan kebudayaan, keolahragaan, pendidikan, dsb. Dimana visi olimpisme adalah menempatkan olahraga dimana saja untuk menciptakan manusia yang utuh dan tercipta keharmonisan antar sesama manusia.
    Kemudian berlanjut kepada filosofi olimpiade dari orang-orang terkemuka yaitu contohnya pierre de coubertin mengemukakan bahwa “untuk mendidik para pemuda melalui olahraga sehingga menciptakan jiwa pengertian yang lebih baik satu sama lain, dan persahabatan dapat membantu menciptakan dunia yang lebih baik dan damai. Serta pengertian dari father henri didon dimana ia mengemukakan motto “citius, altius, fortius” yang artinya “lebih cepat, lebih tinggi, lebih kuat”.
    Berlanjut kepada nilai-nilai pada olimpisme yaitu terdapat nilai excellence pada olimpisme yaitu :
    1. Kerja keras untuk mencapai prestasi terbaik
    2. Berjuang hingga akhir (pantang menyerah)
    3. Fokus terhadap pencapaian prestasi
    4. Terus belajar untuk mendapatkan proses yang tepat untuk pencapaian prestasi terbaik
    5. Menjaga keseimbangan antara kebugaran fisik, motivasi /keinginan dan kekuatan mental
    Namun untuk mencapai nilai excellence tersebut banyak digunakan berbagai cara yang tidak benar untuk mencapainya.
    Berlanjut kepada living respect dimana saling menghargai diri dan orang lain dalam hal :
    1. Perbedaan pendapat
    2. Perbedaan keyakinan
    3. Perbedaan keragaman budaya
    4. Perbedaan Suku/ras dan Bangsa
    5. Hak-hak sebagai manusia
    6. Pencapaian prestasi/kesuksesan seseorang
    Dan menciptakan living friendship (persaudaraan) yaitu dengan nilai-nilai :
    1. Persahabatan
    2. Berempati dan bersimpati kepada orang lain
    3. Kerjasama
    4. Saling memberi,melayani
    5. Saling mendukung
    Berlanjut kepada pernyataan mendalam tentang makna dibalik kata-kata dari seorang Mathew Luther King yang mengajarkan agar menciptakan suatu perdamaian dunia tanpa adanya suatu rasis dari segi apapun, berikut pernyataannya :
    “saya mempunyai sebuah mimpi bahwa suatu hari Negara ini akan bangkit dan mengenal yang namanya arti dari suatu pencapaian, kami memegang semua kebenaran itu menjadi diri kami sendiri yang menciptakan bahwa semua manusia itu sama serta saya mempunyai sebuah mimpi bahwa 4 anak saya akan tinggal dalam suatu Negara yang dimana mereka tak dilihat dari kulit mereka melainkan dari karakter mereka”.
    Dan berikut juga 7 konsep pembentukan nilai-nilai moral dalam penyelenggaraan olimpiade :
    1. Kesempurnaan Dalam Kinerja (Excellence in performance)
    2. Berpartisi Dengan Kegembiraan & Kesenangan (Joy and pleasure in participation)
    3. Kejujuran dalam berkompetisi (Fairness of play)
    4. Rasa Hormat Terhadap Sesama Tanpa Memandang Perbedaan Bangsa, budaya, Suku maupun orang per orang (Respect for other nations, cultures, religions, races and individuals)
    5. Pengembangan Kualitas Manusia (Human quality development)
    6. Kepemimpinan Yang Dilandasi Oleh Kebersamaan Berlatih, bekerja dan berkompetisi (Leadership by sharing, training, working and competing together )
    7. Kedamaian Antara Bangsa (Peaceful co-existence between different nationality)
    Dari nilai-nilai yang telah dipelajari maka dijabarkan secara luas nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari yaitu :

    • Visioner (tujuan jangka panjang)
    • Peaceful (kedamaian)
    • No Discrimination (tidak diskriminatif)
    • Mutual Understanding (saling memahami)
    • Friendship (persahabatan)
    • Solidarity (solidaritas)
    • Fair Play (kejujuran,adil,wajar)
    • Excellence (keunggulan)
    • Fun (kesenangan)
    • Respect (menghargai)
    • Human Development (pengembangan diri)
    • Leadership (Kepemimpinan)
    • Motivation (semangat,pantang menyerah)
    • Team Work (kerjasama,sinergi)

    Dari materi diatas maka kesimpulan saya adalah :
    • Olimpisme adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana kita menjadi seorang pemenang serta mempunyai karakter yang baik serta kuat.
    • Nilai-nilai dari olimpisme bertujuan untuk menciptakan persatuan serta perdamaian dunia
    • Filosofi dari olimpisme mengajarkan kita agar dapat menciptakan suatu karakter seorang pemenang dimana selalu bertindak epat dan berusaha sekuat mungkin untuk mencapai prestasi yang setinggi-tinggi mungkin.
    Mungkin itu saja dari saya kurang lebihnya mohon maaf omjay.
    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Muhammad Arif Zulmi

  11. Nama : Wanda Amelia Rahma
    No. Reg : 3315130916
    Prodi : Pendidikan Kimia Bilingual
    Tugas : Resume Materi Olympisme III

    Filosofi dan Nilai-Nilai dalam Olympisme

    Ada pepatah yang mengatakan bahwa tak kenal maka tak sayang. Pepatah tersebut menjadi pelopor utama untuk lebih mengenal olympisme yang merupakan sebuah pembelajaran yang baru saya temui di bangku perkuliahan. “Om Jay”, itulah nama panggilan dosen dari mata kuliah olympisme. Dia adalah dosen paling nge-blog, setiap hari selalu ada artikel yang dipost di blognya. Subhanallah, hal itu semakin membuat saya penasaran dengan olypisme itu sendiri. Saya yang mempunyai kesamaan hoby dengan beliau yaitu dalam hal menulis blog akhirnya semakin memiliki semangat lebih dalam hal menulis. Walaupun hari ini jadwal saya untuk pulang kampung ke rumah tercinta ( maklum anak kos), tapi saya selalu menyempatkan waktu untuk menulis di blog. Menulis sudah menjadi bagian hidupku.
    Olympisme berasal dari kata Olympic atau Olimpia. Itu adalah nama sebuah tempat di Athena yang dipergunakan sebagai tempat penyelenggaraan aktivitas festival olahraga bangsa Yunani kuno ( Olimpiade kuno). Sedangkan kata ism atau isme itu sendiri adalah sebuah faham atau ajaran yang merupakan sistem atau tatanan social yang diyakini memiliki nilai bila diterapkan dalam lingkungan masyarakat.
    Perhelatan Olympiade yang kita ketahui sekarang bermula dari olympisme. Olympisme merupakan pokok pikiran gerakan Olimpiade. ( Hal tersebut tercantum dalam Olympic Charter). Olympisme adalah dasar fundamental dan filosofi kehidupan yang mencerminkan dan mengkombinasikan keseimbangan antara jasmani (badan yang sehat) dan rohani (kemauan, moral, dan kecerdasan) serta mengharmonikan antara kehidupan keolahragaan, kebudayaan, pendidikan sehingga dengan demikian dapat diciptakan keselarasan kehidupan yang didasarkan pada kebahagiaan dan usaha yang mulia, nilai-nilai pendidikan yang baik.
    Olympisme itu sendiri berdiri dengan tujuan( visi). Visi olympisme adalah menempatkan olahraga dimana saya sebagai wahana pembentukan manusia secara utuh yang harmonis dalam usaha membangun suatu masyarakat yang damai dengan saling menghormati. Untuk kepentingan ini gerakan olahraga berusaha secara sendiri-sendiri ataupun bekerjasama dengan organisasi yang terkait menciptakan kegiatan-kegiatan dalam usaha membangun perdamaian yang abadi.
    Paradigme olympisme dalam pertandingan olimpiade:
    1. Prestasi olahraga bukan yang utama bagi atlet dalam suatu kompetisi melainkan kegiatan olahraga untuk kemuliaan manusia dengan mengkombinasikan antara kualitas fisik, kemauan. Dan fikiran.
    2. Karena olympisme ditetapkan sebagai filosofi dan prinsip dasar.

    Olimpiade diperkenalkan pertama kali pada 19th century oleh:
    1. Pierre De Coubortin. Founder of IOC
    2. Jacques Rogge, president IOC. “ Our World today is in need of peace, tolerance, and brotherhood. The value of Olympic games can deliver these to us”
    Setelah kita mengetahui nilai-nilai olimpiade, maka kini waktunya kita untuk mengaplikasikan nilai-nilai tersebut di kehidupan kita. Semangat olympisme itu sendiri harus dikembangkan. Jika kita melihat orang-orang yang memiliki kekurangan dalam hal fisik ( cacat fisik), mereka tidak berhenti pada takdir yang mereka alami. Mereka justru lebih menunjukkan pada dunia bahwa mereka mampu menaklukan dunia walau dalam keadaan yang serba kekurangan. Mereka memiliki semangat berkali-kali lipat untuk meraih mimpinya, dan senyuman terus menemani hari-hari mereka seakan-akan mereka hidup dengan sempurna. Tanpa mereka sadari, mereka telah menerapkan nilai-nilai olympisme dalam jiwa mereka. Dengan melihat seperti itu, maka sudah tak ada alasan lagi untuk kita bermalas-malasan, kita seharusnya 10x lipat lebih semangat dari mereka dan seharusnya sudah banyak hal dan prestasi yang kita raih di dunia ini.
    Olympisme juga membuat dunia bersatu ( Olympic’s make one world). Nilai persahabatan/ persaudaraan yang ada di dalamnya menimbulakan rasa respect, empati, toleransi terhadap sesame. Hal itulah yang merupakan cikal bakal dari kokohnya suatu persatuan antar bangsa.
    Farther Henri Didon, seorang guru dari republika dominika mengusulkan motto untuk olympisme. Value of the Olympic games motto is “ Citius, Altius,Fortius”. Citius yang berarti lebih cepat, altius artinya lebih tinggi, dan forties artinya lebih kuat. Motto tersebut ampuh menambah semangat kelas saya saat itu. Dengan diintruksikan oleh Om Jay untuk meneriakan motto tersebutu dengan gerakan, maka semakin menggelorakan semangat para mahasiswa.
    Semangat yang telah mengalir dalam jiwa dan raga tentu akan berdampak pada kualitas kerja kita. Kita akan semakin berusaha untuk kerja keras, kerja ikhlas, dan kerja tuntas ( Living Excellence)
    Nilai-nilai olympisme:
    1. Kerja keras untuk mencapai prestasi terbaik.
    2. Berjuang hingga akhir ( pantang menyerah)
    3. Fokus terhadap pencapaian prestasi.
    4. Terus belajar untuk mendapatkan proses yang tepat untuk pencapaian prestasi terbaik.
    5. Menjaga keseimbangan antara kebugaran fisik,motivasi/keinginan, dan kekuatan mental.
    Kita semua tentu ingin menjadi yang berprestasi di bidangnya masing-masing. Namun ketahuilah bahwa prestasi yang gemilang adalah prestasi kita saat bisa melawan rasa egoisme dalam diri dan mampu melawan sisi negative dalam jiwa, mampu bertahan untuk terus bekerja keras dengan jalan yang benar. Tidak banyak orang yang memilih cara yang tidak benar untuk mewujudkan keinginannya sebagai manusia yang berprestasi. Boleh jadi sudah banyak pebghargaan yang ia dapatkan dari orang-orang, namun hati kecilnya pasti tidak akan pernah merasa tenang. Prestasi itu bagus, tapi bukan berarti kita menghalalkan segala cara untuk itu. Berprestasilah dengan terhormat.
    Nilai-nilai olympisme sangat menganjurkan kita untuk memiliki rasa saling menghargai antar sesame ( Living Respect). Rasa saling menghargai tersebut dapat kita lakukan pada hal :
    1. Perbedaan pendapat.
    2. Perbedaan keyakinan.
    3. Perbedaan keragaman budaya.
    4. Perbedaan suku/ ras dan bangsa.
    5. Hak-hak sebagai manusia.
    6. Pencapaian prestasi/ kesuksesan seseorang.
    Negara Indonesia bisa dibuktikan sedang mengalami miskin teladan. Hal itu disebabkan kurangnya rasa respect antar sesama. Rasa respect tersebut harus kita latih dari sedini mungkin, bagaimana kita bisa merasakan saat orang lain mengalami kesusahan, bukan hanya merasakan namun berempati, dan melakukan sesuatu untuk mengurangi kesusahan orang tersebut. Jika sudah begitu berarti kita sudah memiliki nilai respect yang tinggi terhadap sesama.
    Persahabatan bisa menjadi modal awal untuk melatih rasa respect kita. Kita memang boleh berteman dengan banyak orang dan dengan siapa saja, namun coba pilihlah satu atau dua teman yang dijadikan sebagai sahabat. Dengan sahabat kita bisa belajar untuk berempati. Persahabatan melatih rasa persaudaraan dan rasa saling menghargai. Dengan sahabat kita bisa saling menguatkan. Om Jay mencontohkan kepada seluruh mahasiswa yang ada di kelas saat itu bagaimana cara mentransfer rasa semangat dengan sahabat. Setiap berangkat kuliah, berpegangan tanganlah dengan sahabat, tatap matanya, berikan senyuman yang paling manis untuknya dan untuk dunia. Dan saling katakan, bahwa “
    Hai Sahabat, do’akan aku ya agar semua mimpiku terwujud, do’akan agar aku selalu diberi kesehatan dan kekuatan, do’akan aku untuk terus bersyukur, akupun akan mendo’akan mu. Aku yakin kita bisa, kita berdua pasti bisa” Lalu tersenyumlah semanis mungkin 😉

    Ada 7 konsep pembentukan nilai-nilai dan moral dalam penyelenggaraan olimpiade:
    1. Kesempurnaan dalam kinerja.
    2. Berpartisipasi dengan kegembiraan dan kesenangan
    3. Kejujuran dalam berkompetisi.
    4. Rasa hormat terhadap sesama tanpa memandang perbedaan bangsa, budaya, suku maupun orang per orang.
    5. Pengembangan kualitas manusia.
    6. Kepemimpinan yang dilandasi oleh kebersamaan berlatih, bekerja dan berkompetisi.
    7. Kedamaian antara bangsa.
    Semangat para mahasiswa, semangat para pejuang peradaban, semangat generasi penerus bangasa. Selamat berpretasi, selamat berbuat lebih untuk sesama.

  12. RESUME OLIMPISME PERTEMUAN KE -3
    Sabtu, 14 September adalah hari kedua saya kuliah Olimpisme, meskipun sebenarnya hari ini sudah masuk pertemuan ketiga. Sebelum berangkat ke kampus saya beli nasi uduk sama telur dulu karena sesuai kesepakatan minggu lalu kita diminta untuk membawa makan pagi, nanti dikampus kita makan bareng-bareng sekelas. Saya sampai di kampus pukul 06.21 karena saya harus ke BEMJ Matematika dulu untuk membantu teman-teman dikepanitiaan CALCULUS CUP sebelum kuliah olimpisme. Pukul 07.21 barulah saya dan teman saya, Agustin naik ke lantai 3, masuk ke kelas. Ternyata kelas belum terlalu ramai, baru ada beberapa anak 2013 dan dua teman saya, Atik dan Sari. Sebelum Om Jay datang, kita membaca Al-Qur’an terlebih dahulu yang dipimpin oleh ketua kelas. Saya senang dengan inisiatif kelas ini karena mereka dapat memanfaatkan waktu yang ada untuk membaca Al-Qur’an. Setelah kurang lebih kami membaca 10 ayat surat Al Baqarah, barulah Om Jay datang. Kemudian Om Jay mempersilahkan kami untuk menikmati bekal kita masing-masing. Di saat kita sedang makan Om Jay menampilkan video tentang Om Jay dan Film yang dibuat oleh anak didiknya, keren banget filmnya.

    Setelah semua selesai makan, barulah materi dimulai. Sebelum memulai materi seperti biasa kita menyanyikan lagu Bangun Pemudi Pemudi, supaya tetap semangat dan menumbuhkan jiwa nasionalisme. Materi hari ini adalah “ FILOSOFI DAN NILAI-NILAI DALAM OLIMPISME”. Sebenarnya olimpisme apa itu apa sih? Pasti banyak yang bertanya-tanya, jadi olimpisme itu ajaran-ajaran positif yang membuat kita jadi semangat/motivasi berprestasi. Jadi olimpisme itu berasal dari kata ‘olimpia’, nama sebuah tempat di Athena yang dipergunakan sebagai tempat penyelenggaraan aktivitas festival olahraga bangsa yunani kuno (olimpiade kuno) dan ‘Ism/Isme’ sebuah paham atau ajaran yang merupakan sistem atau tatanan sosial yang diyakini memiliki nilai bila diterapkan dalam lingkunagan masyarakat. Disela-sela materi Om jay menampikan video, saya lupa judulnya. Jadi di video itu ada dua orang yang baru saja mencuri di supermarket, setelah keluar dari supermarket dua orang itu sadar setelah melihat tulisan yang berbunyi “ A real man are not afraid to change, why wait?”, dua pencuri itu sadar dan langsung mengembalikan semua barang curiannya. Itulah hebatnya tulisan, Om Jay juga memberi pesan bahwa kita harus bisa menulis karena tulisan itu sebagai pedang dan lebih hebat dari peluru.

    Lanjut ke materi, jadi Olimpisme adalah dasar fundamental dan filosofi kehidupan yang mencerminkan dan mengkombinasikan keseimbangan antara jasmani (badan yang sehat) dan rohani (kemauan, moral, dan kecerdasan) serta menghamonikan antara kehidupan keolahragaan, kebudayaan, dan pendidikan, sehingga dengan demikian dapat diciptakan keselarasan kehidupan yang didasarkan pada kebahagiaan dan usaha yang mulia, nilai-nilai pendidikan yang baik dan penghargaan pada prinsip-prinsip etika yang baik pula.
    Visi Olimpisme adalah menempatkan olahraga di mana saja sebagai wahana pembentukan manusia secara utuh yang harmonis dalam usaha membangun suatu masyarakat yang damai dengan saling menghormati. Untuk kepentingan ini gerakan olahraga berusaha secara sendiri-sendiri ataupun bekerjasama dengan organisasi yang terkait menciptakan kegiatan-kegiatan dalam usaha membangun perdamaian yang abadi. (Tercantum Dalam Piagam Olimpiade)
    Ada tiga basic living value dalam olimpisme yaitu:
    1. Living Excellence (Selalu berusaha menampilkan dan memberikan yang terbaik dari diri kita)
    2. Living Respect (Saling menghargai antar umat manusia)
    Berbicara tentang Respect, kita juga nonton film yang mengajarkan tentang Respect, judulnya ‘Lead India Tree”. Di film itu ada seorang anak yang menjadi pelopor untuk mengangkat pohon yang menghalangi jalan padahal orang-orang disekitarnya tidak peduli sama sekali.
    3. Living Friendship (Saling menumbuhkan rasa persahabatan dengan siapapun tanpa pandang bulu)
    Karena olimpisme ini bernilai universal, maka faham ini dapat diterapkan di berbagai sisi kehidupan. Dalam dunia pendidikan, tentu ini menjadi sangat penting. Selain sejalan, paham ini tentu akan membentuk pribadi peserta didik yang seimbang dalam segi otak dan otot. Peserta didik tidak saja hanya mementingkan sisi akademis mereka saja, tetapi berusaha memunculkan sisi atletis dan humanisnya. Selalu menjaga kebugaran tubuh dan menanamkan nilai-nilai persahabatan dalam berbagai aktivitas.
    Materi hari ini ditutup dengan kuis dan tugas pribadi serta sebuah lagu dari Iwan Fals yang berjudul “Bongkar”. Sekian resume perkuliahan hari ini, maaf jika ada kekurangan karena saya sedang belajar dan akan terus belajar menjadi lebih baik lagi. Semoga bermanfaat 😀

    http://chalimatussakdiyah.blogspot.com/2013/09/resume-olimpisme-pertemuan-ke-3.html

  13. FilosofidanNilai-NilaidalamOlimpisme

    Pemahamantentangistilaholimpisme
    Berasaldari kata olimpic/olimpiadan kata ism/isme.Olimpic/olimpiaartinyanamasebuahtempatpenyelenggaraanaktivitasfestival olahragabangsaYunanikuno. Dan ism/ismeartinyasebuahfaham/ajaran yang merupakan system/tatanan social yang diyakinimemilikinilai yang diterapkan di lingkunganmasyarakat.
    Olimpismsebagaipokokpikirangerakanolimpiade
    Olimpsmadalahdasar fundamental danfilosofikehidupan (paham/ajaran) yang mencerminkandnmengkombinasikankeseimbanganantarajasmanidanrohani, sertamengharmonikanantarakehidupankeolahragaan, kebudayaandanpendidikan, sehinggadengandemikiandiciptakankeselarasankehidupan yang didasarkanpadakebahagiaandanusaha yang mulia, nilai-nilaipendidikan yang terkaitmenciptakankegiatan-kegiatandalamusahamembangunperdamaian yang abadi.
    Paradigm olimpismdalampertandinganolimpiade
     Prestasiolahraga yang utama
     Tidakadaperbedaan SARA
    Motto olimpism (diusulkanolehseorang guru dariRepublikDominikayaitu Father Henri Didon)
     Citius (lebihcepat)
     Altius (lebihtinggi)
     Fortius (lebihkuat)
    Living excellence
    1) Kerjakerasuntukmendapatkanprestasiterbaik
    2) Berjuanghinggaakhir (pantangmenyerah)
    3) Focus terhadappencapaianprestasi
    4) Terusbelajaruntukmendapatkan proses yngtetapuntukpencapaianprestasiterbaik
    5) Menjagakeseimbanganantarakebugaranfisik, motivasidankekuatan mental

    Living Respect
    Salingmenghargaidiridan orang lain dalamhal :
    1) Perbedaanpendapat
    2) Perbedaankeyakinan
    3) Perbedaansuku, ras, danbangsa
    4) Perbedaankebudayaan
    5) Hak-haksebagaimanusia
    6) Pencapaianprestasi/kesuksesanseseorang
    Living Friendship
    1) Persahabatan
    2) Berempatidanbersimpatikepada orang lain
    3) Kerjasama
    4) Salingmemberidanmelayani
    5) Salingmendukung
    7 konseppembntukannilaidan moral dalampenyelenggaraanolimpiade(menurut IOC)
    1) Kesempurnaandalambekerja
    2) Berpartisipasidengankegembirandankesenangan
    3) Kejujurandalamberkompetensi
    4) Rasa hormatterhadap sesame tanpamemandangperbedaanbangsa, budaya, suku, maupun orang per orang
    5) Pengmbangankwalitasmanusia
    6) Kepemimpinan yang dilandasiolehkebersamaan
    7) Kedamaianantarabangsa
    Penjabarannilai-nilaigerakanolimpismedanolimpismsecaralebihluasdalamkehidupan
    1) Tujuanjangkapanjang
    2) Kedaaian
    3) Tidakdeskriminatif
    4) Salingmemahami
    5) Persahabatan
    6) Solidaritas
    7) Kejujuran, adil
    8) Keunggulan
    9) Kesenangan
    10) Menghargai
    11) Pengembangandiri
    12) kepemimpinan

    tantri eka wanis swastika

  14. Filosofi dan Nilai-Nilai Dalam Olimpisme
    Pada pertemuan ke- 3 ini omjay membahas mengenai filosofi dan nilai-nilai olimpisme.
    TAHUKAH KAMU ??
    Olympic / olympia merupakan nama sebuah tempat di athena sebagai tempat penyelenggaraan aktivitas festival olah raga bangsa yunani kuno atau olympiade kuno. Sedangkan Isme/ism sendiri merupakan ajaran mengenai tataan sosial yang memiliki nilai-nilai, jika di terapkan dalam kehidupan masyarakat.
    Film yang pertama di tampilkan om jay saat pembelajaran merupakan film yang sangat menginspirasi. Film tersebut menceritakan adanya 2 orang yang mengambil barang-barang di supermarket. Saat di perjalanan pulang mereka berhenti dan melihat tulisan yang terpampang jelas pada badan sebuah mobil “ A REAL MAN NOT AFRAID TO CHANCE “ tulisan tersebut sangat bermakna sekali bagi mereka berdua dan membuat mereka masuk ke dalam super market tersebut untuk mengembalikan semua barang yang mereka curi. Dari film tersebut memberi gambaran, bahwa tatanan sosial pertu di atur agar menciptakan generasi-generasi yang bertanggung jawab, disiplin, dsb. Dari film tersebut juga tergambar bahwa dengan penulisan pun kita bisa mengubah seseorang menjadi baik.
    Apasih olimpisme itu?
    Olimpisme merupakan dasar fundamental dan filosofi ( pahan / ajaran ) yang mencerminkan dan mengkombinasi antara keseimbangan jasmani dan rohani sehingga dapat menciptakan keselarasan dalam hidup. Visi olimpisme adalah menetapkan olah raga sebagai wahana pembentukan harmonis dalam usaha membangun bangsa.
    Paradigma olimpisme dalam pertandingan olimpiade:
    1. Prestasi bukan menjadi hal yang utama
    Ternyata olimpiade sendiri bukan bertujuan untuk menggapai prestasi saja, tapi yang lebih penting adalah untuk kemuliaan hidup manusia dan untuk mengkombinasikan antara fisik, kemauan dan pikiran.
    2. Olimpisme sebagai prinsip dasar
    Olimpisme merupakan prinsip dasar dalam olimpiade, karna mengandung nilai-nilai positif jika di terapkan.
    Tokoh olimpisme
     19th Century; Pierre De Coubertin ( fonder of IOC )
    Pierre De Coubertin mengatakan bahwa olah raga membuat seseorang mengerti satu sama lain untuk menciptakan perdamaian.
     Jacquees rogee ( president IOC)
    Jacquees rogee mengatakan bahwa dunia membutuhkan perdamaian, toleransi dan persaudaraan. Hal tersebut dapat di munculkan dengan adanya olympiade.
    Ajaran penting dalam olyimpisme
    “ CITIUS, ALTIUS, FORTIUSN “ – Father Henri Didon
    (lebih cepat, lebih tinggi, lebih kuat)
    Nilai-nilai yang paling penting untuk di terapkan :
    LIVING EXCELLENCE
    • Kerja keras untuk mencapai prestasi terbaik
    • Berjuang hingga akhir (pantang menyerah)
    • Fokus pada pencapaian prestasi
    • Fokus belajar untuk mendapatkan proses yang teppat untuk pencapaian prestasi terbaik
    • Menjaga keseimbangan antara kebugaran fisik, motivasi/keinginan dan kekuatan mental
    LIVING RESPECT
     Saling menghargai orang lain dalam hal:
    • Perbedaan pendapat
    • Perbedaan keyakinan
    • Perbedaan keragaman budaya
    • Perbedaan suku, ras dan bangsa
    • Hak-hak sebagai manusia
    • Pencapaian prestasi
    Om jay menyelingi pembelajaran dengan menunjukan film india yang berjudul “ tree”. Film ini menceritakan seorang anak kecil yang masih duduk di bangku sekolah dasar tapi anak tersebut memiliki jiwa yang besar dengan berinisiatif untuk membantu orang lain. Di saat orang-orang lain hanya menuruti ego masing-masing , anak kecil itu berjalan dengan penuh tekat dan merupaya untuk mendorong pohon yang amat besar yang menutup jalan raya sehingga tidak ada kendaraan yang dapat lewat. Walaupun secara logika anak itu takkan mampu untuk melakukannya sendiri, tapi anak tersebut membuka pintu hati manusia agar tidak menuruti ego masing-masing, dan melakukan sesuatu dengan kerja keras. Film ini menginspirasi kita untuk menjadi orang yang cepat tanggap atau berinisiatif tanpa melihat sekelilingnya terlebih dahulu dan film tersebut memberi gambaran tersirat bahwa rasa saling menghargai merupakan sebuah kunci untuk mencapai kebersamaan.
    LIVING FRIENDSHIP
    • Persahabatan
    • Simpati
    • Kerja sama
    • Saling memberi
    • Saling mendukung

    ini resume yang ke-3 mengenai “filosofi dan nilai-nilai olimpisme”
    nama : ulfah karimah
    no. reg : 3115133731
    jurusan : matematika
    prodi : pendidikan matematika reguler

  15. Nama : Ega Saraswati
    No.Reg : 3315133594
    Program : PKB

    Sabtu, 14 September 2013 adalah pertemuan ketiga PKB dengan Olimpisme dan tentunya dengan dosen yang sangat keren “Omjay” . Pertemuan ketiga ini diawali dengan menyanyikan lagu “Bangun Pemudi Pemuda”, setelah itu dilanjutkan dengan materi inti pada pertemuan ini yang terangkum di bawah ini..
    FILOSOFI DAN NILAI-NILAI OLIMPISME
    A. PEMAHAMAN TENTANG ISTILAH OLYMPISHM (OLIMPISME)
    a. Olympic atau Olimpia
    Olympic atau Olimpia adalah nama sebuah tempat di Athena yang dipergunakan sebagai tempat penyelenggaran aktivitas festival olahraga bangsa Yunani Kuno (Olimpiade kuno).
    b. Ism atau Isme
    Ism atau Isme adalah sebuah faham atau ajaran yang merupakan sistem atau tatanan sosial yang diyakini memiliki nilai bila diterapkan dalam lingkungan masyarakat.
    B. OLYMPISHM SEBAGAI POKOK PIKIRAN GERAKAN OLIMPIADE
    (Tercantum dalam Olympic Charter)
    Olimpisme adalah dasar fundamentaal dan filosofi kehidupan (paham atau ajaran) yang mencerminkan dan mengkombinasi keseimbangan antara jasmani (badan yang sehat) dan rohani (kemauan, moral dan kecerdasan) serta mengharmonisasikan antara keolahragaan, kebudayaan dan pendidikan sehingga dengan demikian dapat diciptakan keselarasan kehidupan yang didasarkan pada kebahagiaan dan usaha yang mulia, nilai-nilai pendidikan yang baik dan nilai-nilai etika yang baik pula.
    Visi dari olimpisme adalah menempatkan olahraga dimana saja sebagai wahana pembentukan manusia secara utuh yang harmonis dalam usaha membangun suatu masyarakat yang damai dengan saling menghormati. Untuk kepentingan ini gerakan olahraga berusaha secara sendiri-sendiri ataupun bekerjasama dengan organisasi yang terkait menciptakan kegiatan-kegiatan dalam usaha membangun perdamaian yang abadi.
    C. PARADIGMA OLIMPISME DALAM KEGIATAN OLIMPIADE
    Dalam sebuah kompetisi sebenarnya yang diutamakan oleh seorang Atlet bukanlah prestasi olahraga melainkan kegiatan olahraga untuk kemuliaan manusia dengan mengkombinasikan dan menyeimbangkan antara kualitas fisik, kemauan dan pikiran sebagai prinsip dasarnya. Olimpisme ditetapkan sebagai filosofi dan prinsip dasarnya oleh karena itu diskriminasi terhadap ras, warna kulit, agama dan ideologi harus dihilangkan.
    D. OLYMPIC VALUES
    1. Bendera Olimpiade menyatukan semua negara menjadi satu. Lambang lima cincin pada bendera olimpiade melambangkan lima benua di dunia.
    2. Olimpiade membuat dunia bersatu.
    Motto of Oympic games : “CITIUS, ALTIUS, FORTIUS”
    yang mempunyai makna “ Lebih cepat, lebih tinggi, lebih kuat”. Motto ini pertama kali diususlkan oleh Henri Didon yaitu seorang guru di Republik Dominika.
    LIVING EXCELLENCE
    a). Kerja keras untuk mencapai prestasi terbaik.
    b). Berjuang hingga akhir (pantang menyerah).
    c). Fokus terhadap pencapaian prestasi.
    d). Terus belajar untuk mendapatkan proses yang tepat untuk pencapaian prestasi yang baik.
    e). Menjaga keseimbangan antara kebugaran fisik, motivas/keinginan dan kekuatan mental.
    LIVING RESPECT
    Saling menghargai dirian orang lain dalam hal :
    a). Perbedaan pendapat.
    b). Perbedaan keyakinan.
    c). Perbedaan keragaman budaya.
    d). Perbedaan suku danras bangsa.
    e). Hak-hak sebagai manusia.
    f). Pencapaian prestasi/ kesusksesan seseorang.
    LIVING FRIENDSHIP
    a). Persahabatan.
    b). Berempati dan bersimpati kepada orang lain.
    c). Kerjasama.
    d). Saling memberi, melayani
    e). Saling mendukung.
    E. TUJUH KONSEP PEMBENTUKAN NILAI-NILAI MORAL DALAM PENYELENGGARAAN OLIMPIADE (Menurut IOC)
    1. Kesempurnaan dalam kinerja
    2. Berpartisipasi dengan kegembiraan dan kesenangan.
    3. Kejujuran dalam berkompetensi.
    4. Rasa hormat terhaap sesama tanpa memandang perbedaan bangsa, budaya, suku maupun orang perorang.,
    5. Pengembangan kualitas manusia.
    6. Kepemimpinan yang dilandasi oleh kebersamaan berlatih, bekerja dan berkompetensi.
    7. Kedamaian antar bangsa.
    F. PENJABARAN NILAI-NILAI GERAKAN OLIMPIADE DAN OLYMPISHM
    Visioner (tujuan jangka panjang)
    Peaceful (kedamaian)
    No Discrimination (tidak diskriminatif)
    Mutual Understanding (saling memahami)
    Friendship (persahabatan)
    Solidarity (solidaritas)
    Fair Play (kejujuran,adil,wajar)
    Excellence (keunggulan)
    Fun (kesenangan)
    Respect (menghargai)
    Human Development (pengembangan diri)
    Leadership (Kepemimpinan)
    Motivation (semangat,pantang menyerah)
    Team Work (kerjasama,sinergi)

    Disela-sela penyampaian materi, diputarkan lagu “Bongkar” milik Iwan Fals. Lagu yang easy di dengar namun memiliki makna yang dalam, SEMANGAT PERUBAHAN. Pertemuan hari ini di akhiri dengan kuis yang masing-masing anak mengerjakan di selembar kertas. Setelah selesai kuis, kami pun makan siang bersama dalam satu kelompok.

  16. Assalamualaikum ^^
    Haii readers.. maaf yaa.. post yang kemarin itu kaku banget.. Mau nyoba bikin yang beda aja nih.. hahaha 😀
    Oke cekidot.. !
    Sabtu, 14 September 2013
    Seperti biasanya, di hari sabtu pagi tepatnya pukul 9.50 WIB kami teman-teman dari PKB ’13 mengikuti mata kuliah olimpisme yang diajarkan oleh Om Jay ^^ . Tidak terasa sudah memasuki minggu ke-3 dan olimpisme ini sangat menginspirasi dan memotivasi saya dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Semoga hal yang sama juga dialami oleh teman-teman yaa 🙂
    Sebelum memulai pelajaran olimpisme, kami bernyanyi lagu nasional ‘bangun pemuda-pemudi’ bersama-sama. Tujuannya, mugkin menurut saya untuk penambah semangat biar ga pada ngantuk dan fokus pada materi yang diberikan nanti, mungkin ..hehehe 😀
    Setelah bernyanyi, Om Jay menunjukkan kepada kami sebuah video dari sebuah iklan di luar negeri, saya berpikir itu sepertinya negara Thailand karena melihat dari tulisan iklannya. Dalam video tersebut, ada dua orang pemuda yang keluar dari toko swalayan. Mereka memakai jaket yang menurut saya ukurannya sangat besar. Tiba-tiba saja ada sebuah mobil colt yang lewat dan terdapat banner di mana banner tersebut menuliskan kata-kata tetapi saya tidak tahu begitu jelas tulisan apa itu… yang saya lihat tiba-tiba pemuda tadi menangis karena tulisan tersebut (kayaknya sii tulisannnya menyentuh dia banget kali ya,, ga baca kata-katanya jadi penasaran –“). Setelah membaca tulisan itu kedua pemuda tadi masuk kembali, Ternyata saya baru tahu mengapa jaket mereka itu besar karena berisi makanan dan minuman yang mereka curi di toko itu ,, dan yang paling mengejutkan mereka juga mencuri CCTV nya .??? (Pinter juga yaa nih maling -_- biar ga ketahuan ada aja akalnya… hehehe :D).
    Dari video itu bisa diambil pelajaran plus kesimpulan, kalau ternyata hanya dengan sebuah kata-kata orang saja bisa tersentuh hatinya dan dapat membuka hati serta pikiran mereka loh 😮 .. So, kekuatan kata-kata itu ternyata memiliki pengaruh yang besar yaa dalam kehidupan kita sehari-hari.
    OK,, selanjutnya mari kita masuk ke materi kita di minggu ke-3 ini yaitu FILOSOFI DAN NILAI-NILAI DALAM KEHIDUAN OLIMPISME.
    Istilah olimpism/olympism berasal dari kata Olympic/Olimpia di mana kata tersebut berasal dari nama sebuah tempat di Athena yang dipergunakan sebagai tempat penyelenggaraan aktivitas festival olahraga bangsa Yunai kuno (Olimpiade Kuno).
    Kemudian kata Ism/Isme yang berarti sebuh faham/ajaran yang merupakan sistem/tatanan sosial yang diyakini memiliki nilai bila diterapkan dalam lingkungan masyarakat.
    • Olympism sebagai pokok pikiran gerakan olimpiade (Tercantum dalam Olympic Charter) Olympism adalah dasar fundamental dan filosofi kehidupan (paham/ajaran) yang mencerminkan dan mengkombinasikan keseimbangan antara jasmani (badan yang sehat) dan rohani (kemauan.moral dan kecerdasan) serta mengharmonikan antara kehidupan keolahragaan, kebudayaan dan pendidikan, sehingga dengan demikian dapat diciptakan keselarasan kehidupan yang didasarkan pada kebahagiaan dan usaha yang mulia, nilai-nilai pendidikan yang baik dan penghargaan pada prinsip-prinsip etika yang baik pula.
    Visi Olympism adalah menempatkan olahraga di mana saja sebagai wahana pembentukan manusia secara utuh yang harmonis dalam usaha membangun suatu masyarakat yang damai dengan saling menghormati.
    • Paradigma Olympism dalam pertandingan Olimpiade
    Prestasi olahraga bukan yang utama bagi atlet dalam suaru kompetisi, melainkan kegiatan olahraga untuk kemuliaan manusia dengan mengkombinasikan dan menseimbangkan antara kualitas fisik, kemauan, dan pikiran sebagai prinsip dasarnya.
    • Pierre De Coubertin => Founder of IOC
    • Lambang dari bendera Oliompiade sekaarang yaitu 5 buah lingkaran yang saling terhubung, menggambarkan lima benua yang ada di dunia dan saling bersatu dalam olimpiade.
    • Motto Olimpiade => Citius, Altius, Fortius (lebih cepat, lebih tinggi, lebih kuat). Om Jay mengajarkan kita motto ini dengan gerakan agar lebih cepat menghafal, dan katanya Om Jay nih.. sekalian buat olahraga.. hehehe 😀
    • Nilai-nilai Excellence : 1) Kerja keras untuk mencapai prestasi terbaik ; 2) Pantang menyerah ; 3) Fokus terhadap pencapaian prestasi ; 4) Terus belajar ; 5) Menjaga keseimbangan antara kebugaran fisik, motivasi dan kekuatan mental.
    • Nilai-nilai Respect : Saling menghargai diri dan orang lain dalam hal =>perbedaan pendapat, keyakinan, keragaman budaya, suku/ras bangsa ; hak-hak sebagai manusia ; pencapaian prestasi/kesuksesan seseorang.
    • Nilai-nilai Friendship : 1) Persahabatan ; 2) Berempati dan bersimpati kepada orang lain ; 3) Kerjasama ; 4) Saling memberi. melayani ; 5) Saling mendukung.
    • 7 Konsep Pembentukan Nilai-nilai Moral dalam Penyelenggaraan Olimpiade : 1) Kesempurnaan dalam kinerja ; 2) Berpartisi dengan kegembiraan dan kesenangan ; 3) Kejujuran dalam berkompetisi ; 4) Rasa hormat terhadap sesama ; 5) Pengembangan kualitas manusia ; 6) Kepemimpinan yang dilandasi oleh kebersamaan berlatih, bekerja dan berkompetisi ; 7) Kedamaian antara bangsa-bangsa di dunia.
    • Penjabaran Nilai-nilai Gerakan Olimpiade & Olympism secara lebih luas dalam kehidupan : Visioner, Peaceful, No discrimination, Mutual Understanding, Friendship, Solidarity, Fair Play, Excellence, Fun, Respect, and Human Development.
    • Sebenarnya nilai-nilai dalam ajaran Olimpisme ini sama dengan nilai-nilai yang telah diajarkan oleh Rasulullah untuk umatnya yaitu siddiq(jujur), tabligh(menyampaikan), amanahdapat dipertanggungjawabkan/dipercaya), dan fathonah(cerdas).
    Di akhir pelajaran, kami mendengarkan lagu Bang Iwan Fals yang berjudul ‘BONGKAR’ . Lagu tersebut menggambarkan bagaimana kondisi negara kita saat ini yang sedang mengalami krisis di bidang ekonomi maupun sosial politik dan kesewenang-wenangan pejabat dan tidak adanya respon dari pemerintah. (Ini opini saya saja yaa om .. hehe :D)
    Ok.. itulah resume saya untuk materi olimpisme hari ini. Sekian dan terima kasih readers untuk perhatiannya 🙂
    Wassalamualaikum ^^

    Endah Fauziyah(3315130936)
    Pendidikan Kimia Billingual 2013

  17. Nama : Dewi Fitriyani
    No Reg : 3315133626
    Kelas : Pendidikan Kimia Bilingual
    Tugas Olimpism III tanggal 14 September 2013

    Filosofi Dan Nilai-Nilai Dalam Olimpisme

    1. Pemahaman Tentang Istilah Olimpism
    Olimpism merupakan sebuah tempat yang terletak di Anthena, yaitu tempat untuk menyelenggarakan aktivitas festival olahraga bangsa Yunani kuno.
    Ism/Isme merupakan ajaran atau paham yang merupakan sestem atau tatanan social yang diyakini memiliki nilai bila diterapkan dalam lingkungan masyarakat.
    2. Olimpisme Sebagai Pokok Pikiran
    Olimpisme adalah dasar fundamental dan filosofi kehidupan yang mencerminkan dan mengkombinasikan keseimbangan antara jasmani dan rohani serta mengharmonisasikan antara kehidupan keolahragaan, kebudayaan dan pendidikan, sehingga dengan demikian dapat diciptakan keselarasan kehidupan yang didasarkan pada kebahagiaan dan usaha yang mulia, nilai-nilai pendidikan yang baik.
    3. Visi Olimpisme
    Olahraga dimana saja sebagai wahan pembentukan manusia secara utuh yang harmonis dalam usaha membangun suatu masyarakat yang damai dengan saling menghormati. Olahraga berusaha secara sendiri-sendiri ataupun bekerjasama dengan organisasi yang terkait menciptakan kegiaatan-kegiatan dalam usaha membangun perdamaian yang abadi.
    4. Paradigm Olimpism dalam pertandingan Olimpiade

    • Prestasi Olahraga bukan yang utama karena bagi atlet dalam suatu kompetisi melainkan kegiatan olahraga untuk kemuliaan manusia dan mengkombinasikan dan keseimbangan antara kualitas fisik, kemauan, dan pikiran sebagai prinsip dasarnya.
    • Karena Olimpisme ditetapkan sebagai filosofi dan prinsip dasarnya, maka diskriminasi atau perbedaan terhadap ras, suku, agama, dan bangsa

    5. Nilai Moto Olimpic Games
    “Citius, Altius, Fortius”
    (Lebih Cepat, Lebih Tinggi, Lebih Kuat)
    6. Living Excellence
    • Kerja keras, kerja ikhlas, kerja cerdas
    • Berjuang hingga akhir
    • Focus terhadap pencapaian prestasi
    • Terus belajar untuk mendapatkan proses tepat untuk pencapaian prestasi terbaik
    • Menjaga keseimbangan antara kebugaran fisik untuk pencapaian prestasi terbaik
    • Menjaga keseimbangan antara kebugaran fisik, motivasi atau keinginan dan kekuatan mental

    7. Living Respect
    Saling menghargai diri dan orang lain dalam hal
    • Perbedaan pendapat
    • Perbedaan keyakinan
    • Perbedaan keragaman budaya
    • Perbedaan suku atau ras dan bangsa
    • Hak-hak sabagai manusia
    • Pencaaian prestasi atau kesuksesan seseorang

    8. Living Friendship
    • Persahabatan
    • Berempaati dan bersimpati kepada orang lain
    • Kerjasama
    • Saling member dan melayani
    • Saling mendukung

    9. 7 konsep pembentukan nilai-nilai moral dalam penyelenggaraan olimpiade
    • Kesempurnaan dalam kinerja
    • Berprestasi dalam kegembiraan dan kesenangan
    • Kejujuran dalam berkompetisi
    • Rasa hormat terhadap sesame tanpa memandang perbedaan bangsa, budaya, suku maupun orang perorang
    • Pengembangan kualitas manusia
    • Kepemimpinan yang dilandasi oleh kebersamaan berlatih, bekerjasama, kompetisi
    • Kedamaian antara bangsa

    10. Penjabaran Nilai Olimpiade dan Olimpism secara luas
    • Visioner
    • Peaceful
    • No Descrimination
    • Mutual understanding
    • Friendship
    • Solidary
    • For Play
    • Excellence
    • Fun
    • Respect
    • Human Development
    • Leadership
    • Motivation
    • Teamwork

  18. Annisa Nurlitiani
    3315130937
    Pendidikan Kimia Bilingual

    Assallamuallaikum wr.wb
    Hay om jay selamat pagi, selamat hariu weekend. Maaf ya saya baru mengirim resumenya hari ini sebenarnya niatnya sih kemarin namun karena saya sedang kurang enak badan baru bisa membuatnya hari ini. mohon dimaklumi ya om hehehe.
    Hari sabtu = kuliah olimphysm. awalnya sih ngerasa males ya hari sabtu dimana hari libur tapi masih aja kuliah cuma satu mata kuliah doang lagi. tapi pada saat pertemuan kemarin saya merasa nyaman dengan apa yang diajarkan oleh om jay, dan semakin kesini saya semakin merindukan mata kuliah di hari sabtu hehe.
    Pada pertemuan ketiga ini om jay menjelaskan tentang Filosofi dan Nilai-nilai dalam Olimphysm,namun sebelum memulai penjelasan tersebut tak lupa om jay mengajak kita beridiri dan bernyanyi bersama dan kami menyanyikan lagu “Bangun Pemuda Pemudi” dan dengan semangat yang masih pagi kami bernyanyi dengan penuh rasa bahagia.
    Dan kemudian jengjengjenggg…Kita memulai kuliah dengan tenang dan bersemangat.
    Pemahaman istilah
    Olimpic/olimpia adalah Nama sebuah temat di Athena yang digunakan sebagai tempat penyelenggaraan aktivis olahraga bangsa Yunani Kuno (Olimpiade Kuno). kemudian Ism/Isme adalah sebuah faham yang merupakan tatanan sosial yang memiliki nila-nilai bila diterapkan dalam lingkungan masyarakat.
    Olympisme sebagai pokok pikiran gerakan olimpiade
    Olympisme adalah dasar fundamental dan filosofi kegiatan yang mencerminkan dan mengkombinasikan keseimbangan antara jasmani dan rohani serta mengharmonikan antara kehidupan keolahragaan, kebudayaan dan pendidikan sehingga tercipta keselarasan kehidupan yang didasarkan pada kebahagiaan dan usaha yang mulia.
    Dan kemudian om jay menjelaskan mengenai visi olimpisme.
    Visi Olympisme adalah menempatkan olahraga dimana saja sebagai wahana pembentukan manusia secara utuh yang harmonis dala usaha membangun suatu masyarakat yang damai dengan saling menghormati. dan menurut saya dengan adanya visi olimpisme ini jadi adanya maksud untuk membuat atau mencipkatan suatu keadaan yang saling menghormati bukan mendeskriminasi.
    Paradigma olimpisme dalam pertandingan olimpiade:
    Prestasi olahraga bukan yang utama melainkan untuk kmuliaan manusia dengan mengkombbinasikan antara kualitas fisik, kemauan dan pikiran sebagai prinsip dasarnya. Karena olimpisme ditetapkan sebagai filosofi dan prinsip dasarnya, maka diskriminasi atau perbedaan terhadap ras, suku atau agama harus dihindarkan dalam olimpisme,
    Dan setelah ini om jay memberitahu motto olimpisme yaitu
    Motto Olimpisme :
    “Citius , Altius, Fortius” (lebih cepat, lebih tinggi, lebih kuat)
    Mungkin karena om jay mengerti bahwa kami mulai lapar maka om jay mengajak kami untuk mengucapkan motto tersebut dengan gerakan citius menaikkan tangan kanan, altius mengangkat tangan kiri dan fortius mengangkat kedua tangan. Dan om jay juga mengatakan jika kita ingin menghafalnya hafalkan saja dengan mengingat gerakan tersebut.
    Setelah itu om jay memberitahu nila-nilai yang terkandung dalam olimpisme. yang pertama itu adalah nilai excellence, kemudian nilai pertemanan atau friendship
    Nilai excellence yang meliputi :
    1. Kerja keras untuk mencapai prestasi terbaik
    2. Berjuang hingga akhir (pantang menyerah)
    3. Focus terhadap pencapaian prestasi
    4. Terus belajar untuk mendapatkan proses yang tepat untuk pencapaian prestasi terbaik.
    5. Menjaga keseimbangan antara kebugaran fisik, motivasi keinginan dan kekuatan mental.
    Nilai pertemanan atau friendship,meliputi :
    1. Persahabatan
    2. Berempati dan bersimpati kepada orang lain
    3. Kerjasama
    4. Saling memberi,melayani
    5. Saling mendukung
    TUJUH KONSEP NILAI OLIMPISME
    1. Kesempurnaan dalam kinerja
    2. Berpartisipasi dengan kegembiraan dan kesenangan
    3. Kejujuran dalam berkompetisi
    4. Rasa hormat terhadap sesama tanpa memandang perbedaan
    5. Pengembangan kualitas manusia
    6. Kepemimpinan yang dilandasi oleh kebersamaan
    7. Kedamaian antara bangsa
    Penjabaran Nilai Nilai Gerakan Olimpiade &Olympism Secara Lebih Luas Dalam Kehidupan
    • Visioner (tujuan jangka panjang)
    • Peaceful (kedamaian)
    • No Discrimination (tidak diskriminatif)
    • Mutual Understanding (saling memahami)
    • Friendship (persahabatan
    Solidarity (solidaritas)
    • Fair Play (kejujuran,adil,wajar)
    • Excellence (keunggulan)
    • Fun (kesenangan)
    • Respect (menghargai)
    • Human Development (pengembangan diri)
    • Leadership (Kepemimpinan)
    • Motivation (semangat,pantang menyerah)
    • Team Work (kerjasama,sinergi)
    Dan setelah om jay menjelaskan kepada kami tentang filosofi dan nilai-nilai dalam olimpisme om jay memutarkan lagu yang diciptakan oleh Iwan Fals. lagu tersebut berjudul “Bongkar” menurut saya lagu tersebut benar-benar mencerminkan bagaimana keadaan negara saat ini, sungguh sangat miris dengan keadaan saat ini. Dengan adanya mata kuliah Olimpisme tentu saja saya berharap semua mahasiswa mampu menerapkan semua nilai-nilai yang terdapat dalam olimpisme ini.
    Dan om jay juga menajak kami untuk memberikan semangat dan mengatakan kepada kami carilah sahabat anda, lalu om jay mengajak kami berpegangan dengan teman sebelah kemudian menatap kedua mata kami lalu mengucapkan “Hai Sahabat, do’akan aku ya agar semua mimpiku terwujud, do’akan agar aku selalu diberi kesehatan dan kekuatan, do’akan aku untuk terus bersyukur, akupun akan mendo’akan mu. Aku yakin kita bisa, kita berdua pasti bisa” Lalu tersenyumlah semanis mungkin, sungguh sangat luar biasa, sangat bermanfaat dan sangat memotivasi.
    Dan setalah kuliah seperti biasa kami makan bersama, saya makan berempat dengan teman saya bekal kami letakkan ke dalam nampan kecil dan disaat itulah terasa sekali rasa kebersamaan itu, kerjasama untuk menghabiskan makanan tersebut dan adanya saling berbagi dan menghargai.
    Terimakasih om jay untuk pertemuan ketiga yang lebih menyenangkan dan menambah motivasi bagi diri saya, bagaimana saya harus melawan rasa malas dan menaklukkan diri saya bahwa saya bisa, saya dapat dan saya mampu untuk berprestasi.
    Semangat para pemuda Indonesia, semangat para mahasiswa untuk membuat negara ini menjadi lebih tertata, lebih baik dan mampu menjadi negara maju dan menjadi negara percontohkan dan selamatkan tanah air kita.
    Terimakasih
    Wassallamuallaikum wr.wb
    Annisa Nurlitiani
    3315130937
    Pendidikan Kimia Bilingual 2013

  19. Iriana Putri Chaidir

    3315133613

    Pendidikan Kimia Bilingual

    Sabtu, 14 September 2013

    Resume Olimpisme

    Hari ini kuliah Olimpisme dimulai seperti biasa jam 10. Materi disampaikan oleh Om Jay

    yaitu tentang Filosofi dan Nilai-Nilai dalam Olimpisme. Kuliah dibuka dengan menyanyikan

    lagu “Bangun Pemudi Pemuda” bersama-sama. Kami menyanyikannya dengan semangat dan

    berjiwa nasionalisme.

    Lalu masuk ke materi pemahaman tentang istilah Olympism (Olimpisme). Olymipic

    atau Olimpia ialah nama sebuah tempat di Athena yang dipergunakan sebagai tempat

    penyelenggaraan aktivitas festival olahraga bangsa Yunani Kuno (Olimpiade kuno). Sedangkan

    Isme adalah sebuah faham yang merupakan tatanan sosial yang memiliki nila-nilai bila

    diterapkan dalam lingkungan masyarakat.

    Olympism sebagai pokok pikiran gerakan olimpiade (tercantum dalam Olympic Charter).

    Olympisme adalah dasar fundamental dan filosofi kegiatan yang mencerminkan dan

    mengkombinasikan keseimbangan antara kehidupan, keolahragaan dan pendidikan sehingga

    tercipta keselarasan kehidupan yang didasarkan pada kebahagiaan dan usaha yang mulia, nilainilai pendidikan yang baik dan penghargaan pada prinsip-prinsip etika yang baik pula.

    Visi Olympism ialah menempatkan olahraga dimana saja sebagai wahana pembentukan

    manusia secara utuh yang harmonis dalam usaha membangun suatu masyarakat yang damai

    dengan saling menghormati.

    Paradigma olympisme dalam pertandingan olimpiade bahwa prestasi olahraga bukan yang

    paling utama bagi atlet dalam suatu kompetisi, melainkan untuk memuliakan manusia dengan

    mengkombinasikan antara fisik, kemauan, dan pikiran sebagai prinsip dasar.

    • Olympic’s Make One World (Olimpiade membuat dunia bersatu).

    • Value of The Olympic Games Motto “Citius, Altius, Fortius” (lebih cepat, lebih tinggi,

    lebih kuat) diusulkan oleh Father Henri Didon seorang guru dari Republika Dominika.

    Living Excellence, Nilai-Nilai :

    1. Kerja keras untuk mencapai prestasi terbaik.

    2. Berjuang hingga akhir (pantang menyerah).

    3. Fokus terhadap pencapaian prestasi.

    4. Terus belajar untuk mendapatkan proses yang tepat untuk pencapaian prestasi terbaik.

    5. Menjaga keseimbangan antara kebugaran fisik, motivasi/keinginan dan kekuatan mental.

    Living Respect, saling menghargai diri dan orang lain dalam hal :

    1. Perbedaan pendapat.

    2. Perbedaan keyakinan.

    3. Perbedaan keragaman budaya.

    4. Perbedaan suku/ras dan bangsa.

    5. Hak-hak sebagai manusia.

    6. Pencapaian prestasi/kesuksesan seseorang.

    Living Friendship, Nilai-Nilai :

    1. Persahabatan.

    2. Berempati dan bersimpati kepada orang lain.

    3. Kerjasama.

    4. Saling member dan melayani.

    5. Saling mendukung.

    7 Konsep Pembentukan Nilai-Nilai Moral dalam Penyelenggaraan Olimpiade (Menurut IOC)

    1. Kesempuranaan dalam kinerja (Excellence in Perfomance).

    2. Berpartisipasi dengan kegembiraan dan kesenangan (Joy and Pleasure in Participation).

    3. Kejujuran dalam berkompetesi (Faimess of Play).

    4. Rasa hormat terhadap sesama tanpa memandang perbedaan bangsa, budaya, suku

    maupun orang per orang (Respect for Other Nations, Cultures, Religions, Races, and

    Individuals).

    5. Pengembangan kualitas manusia (Human Quality Development).

    6. Kepemimpinan yang dilandasi oleh kebersamaan berlatih, bekerja, dan berkompetesi

    (Leadership by Sharing, Training, Working, and Competing Together).

    7. Kedamaian antar bangsa (Peaceful co-Existence between Different Nationality).

    Penjabaran Nilai-Nilai Gerakan Olimpiade & Olympism Secara Lebih Luas Dalam Kehidupan :

    Visioner, kedamaian, tidak diskriminasi, memahami, persahabatan, solidaritas, kejujuran,

    keunggulan, kesenangan, menghargai, pengembangan diri, kepemimpinan, pantang menyerah.

    Kuliah hari ini ditutup oleh kuis yang diberikan Om Jay kepada kami untuk dijawab di kertas

    selembar dan dikumpulkan. Dilanjutkan dengan makan siang bersama. Terimakasih.

  20. Sabtu 14 September 2013, seperti biasanya saya mengikuti matakuliah olimpisme. Sebelum memulai kelas hari ini kami semua menyanyikan lagu bangun pemudi-pemuda agar lebih bersemangat dalam belajar olimpisme. Setelah itu dilanjutkan oleh materi yang sudah saya resume sebagai berikut..
    Filosofi dan Nilai-nilai dalam Olimpisme
    • Pemahaman tentang istilah olympism
    Olympic/olimpia
    Nama sebuah tempat di Athena yang digunakan sebagai tempat penyelenggaraan aktivitas festival olahraga bangsa Yunani kuno (olimpiade kuno)
    Ism/isme
    Merupakan sebuah ajaran/faham yang merupakan sistem/tatanan sosial yang diyakini memiliki nilai bila diterapkan dalam lingkungan masyarakat.
    • Olympism sebagai Pokok Pikiran gerakan olimpisme (tercantum dalam Olympic Charter)
    Olympism adalah dasar fundamental dan filosofi kehidupan (paham/ajaran) yang mencerminkan dan mengkombinasikan keseimbangan antara jasmani (badan yang sehat) dan rohani (kemauan, moral, dan kecerdasan) serta mengharmonikan antara kehidupan keolahragaan, kebudayaan dan pendidikan sehingga tercipta keselarasan.
    Visi olimpisme :
    -Menempatkan olahraga dimana saja sebagai wahana pembentukan manusia secara utuh yang harmonis dalam usaha membangun suatu masyarakat yang damai dengan saling menghormati.
    -Gerakan olahraga juga diusahakan agar kita dapat berusaha sendiri-sendiri/kerja sama dalam organisasi dalam usaha membangun perdamaian abadi.
    • Paradigma Olimpisme dalam Pertandingan Olimpiade
    -Prestasi olahraga bukan yang utama dalam arti kegiatan olahraga yang ada adalah untuk kemuliaan manusia bukan hanya mengejar prestasi semata didalamnya harus terjadi keseimbangan fisik, kemauan, dan pikiran sebagai prinsip dasar dalam kegiatan olahraga.
    -Diskriminasi atau perbedaan SARA, ideologi dan warna kulit harus dihindarkan dalam setiap gerakan olimpisme.
    • All about Olympism
    Lima lingkaran di bendera olimpisme menunjukkan lima benua.
    Nilai dari motto olympic games : Citius (lebih cepat), Altius (lebih tinggi), Fortius (lebih kuat) hal ini diusulkan oleh Father Henri Didon, guru Rep. Dominika.
    Yang harus ada dan terus berkembang dalam hidup kita adalah :
    -Living Excellence
    nilai-nilai :
    1. Kerja keras untuk mencapai prestasi terbaik
    2. Berjuang hingga akhir (pantang menyerah)
    3. Fokus terhadap pencapaian prestasi
    4. Terus belajar untuk mendapat proses yang tepat untuk pencapaian prestasi terbaik
    5. Menjaga keseimbangan antara fisik, motivasi, keinginan dan kekuatan mental.
    -Living Respect
    Saling menghargau diri dan orang lain dalam hal :
    1. Perbedaan pendapat
    2. Perbedaan keyakinan
    3. Perbedaan keragaman budaya
    4. Perbedaan suku/ras dan bangsa
    5. Hak-hak sebagai manusia
    6. Pencapaian prestasi/kesuksesan seseorang
    -Living Friendship
    Nilai-nilai :
    1. Persahabatan
    2. Simpati dan empati kepada orang lain
    3. Kerjasama
    4. Saling memberi, melayani
    5. Saling mendukung
    • 7 konsep pembentukan nilai-nilai moral dalam penyelenggaran olimpiade (menurut IOC)
    1. Kesempurnaan dalam kinerja
    2. Berpartisipasi dengan kegembiraan dan kesedihan
    3. Kejujuran dalam berkompetisi
    4. Rasa hormat terhadap sesama tanpa memandang perbedaan bangsa, budaya, suku maupun orang per orang.
    5. Pengembangan kualitas manusia
    6. Kepemimpinan yang dilandasi oleh kebersamaan berlatih, bekerja, dan kompetisi
    7. Kedamaian antara bangsa
    • Penjabaran nilai-nilai gerakan olimpiade dan olympism secara luas dalam kehidupan
    -Fun
    -Respect
    -Peaceful
    -Visioner (tujuan jangka panjang)
    -No descrimination
    -Motivation
    -Team work
    -Friendship
    -Solidarity
    -Leadership
    Demikianlah resume materi yang saya buat. Semoga bermanfaat dan dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari 🙂

  21. Lecturer : Om Jay
    Name : ChaeriyatunNissaAuliyani
    NIM : 3315133605
    Class : bilingual chemistry education

    Asslamu’alaikum Wr. Wb.
    Sabtu, 14 September 2013 hariinisayamengikutikuliaholimpismpertemuanke 3, materi yang Om Jay sampaikanhariiniyaitutentangpemahamanolimpismedanpokokpikirangerakanolimpiadesertanilai-nilaikehidupan.Olimpiayaitunamasebuahtempat di Athena yang pergunakansebagaitempatpenyelenggaraanaktivitas festival olahragabangsayunanikuno dan Ism yaitupahamajaran yang merupakansystem/ tatanan social yang diyakinimemilikinilai.
    pokokpikirangerakanolimpiade yaitu olimpisme sebagai dasar fundamental dan filosofi kehidupan yang mencerminkan dan mengombinasikan keseimbangan jasmani, rohani serta mengharmonikan olahraga, pendidikan, dan kebudayaan untuk mencapai kebahagiaan dan usaha yang mulia.
    Visi olimpisme yaitu menempatkan olahraga dimana saja sebagai wahana pembentukan manusia secara utuh yang harmonis dalam usaha membangun masyarakat yang damai dengan saling menghormati.Olimpiade membuat dunia bersatu dapat dilihat dari lambang bendera olimpiade yaitu 5 lingkaran yang berarti 5 benua yang ada di dunia. Value of the olimpic games yaitu : citius (lebih cepat), altius(lebih tinggi), fortius (lebih kuat).
    Nilai nilai kehidupan yaitu :
    1. living excellence : kerja keras, pantang menyerah, fokus, terus belajar, keseimbangan antara kebugaran fisik, motivasi dan kekuatan mental.
    2. Living respect : perbedaan pendapat, perbedaan keyakinan, perbedaan keragaman budaya, perbedaan suku/ras, hak-hak sebagai manusia, pencapaian prestasi/kesuksesan.
    3. Living friendship : persahabatan, berempati kepada orang lain, kerjasama, saling memberi, saling mendukung.
    7 pembentukan nilai-nilai moral dalam penyelenggaraan olimpiade :
    1. Kesempurnaan dalam kinerja
    2. Berpartisipasi dalam kegembiraan dan kesenangan
    3. Kejujuran dalam berkompetisi
    4. Rasa hormat terhadap sesama
    5. Pengembangan kualitas manusia
    6. Kepemimpinan yang dilandasi oleh kebersamaan berlatih, bekerja dan berkompetisi
    7. Kedamaian antar bangsa

    Hariinimerupakanhari yang tidak biasabagisayakarenadi akhir perkuliahan olimpismeada makan bersama yaitu makan 1 nampan 4 orang sangatterasakebersamaannyadanmasingmasingdari kami pun harusmenghabiskansemuamakanan yang ada di nampan, betapaserunya. Semoga pertemuan selanjutnya semakin seruuu 
    Wasslamu’alaikum Wr. Wb.

  22. Nama : Mentari Reza A
    No. Reg : 3315133612
    Prodi : Pendidikan Kimia Bilingual

    Resume Materi Olimpisme Pertemuan III
    “Filosofi dan Nilai-Nilai dalam Olimpisme”
    Olimpisme berasa dari kata Olympic dan Ism/Isme. Olympic merupakan sebuah tempat di Athena yang digunakan untuk kegiatan olimpiade kuno. Sedangkan Isme merupakan sebuah faham atau ajaran yang merupakan tatana social yang diyakini memiliki nilai jika diterapkan dalam masyarakat.
    Olimpisme merupakan dasar fundamental dan filosofi kehidupan yang mencerminkan dan mengkombinasikan keseimbangan antara jasmani (badan yang sehat) dan rohani (kemauan, moral, dan kecerdasan) serta mengharmonikan antara kehidupan keolahragaan, kebudayaan, dan pendidikan. Sehingga dapat diciptakan keselarasan kehidupan yang didasarkan kebahagiaan dan usaha yang mulia, nilai-nilai yang bai dan penghargaan pada prinsip-prinsip etika.
    Visi olimpisme yaitu menempatkan olahraga dimana saja sebagai wahana pembentukan manusia secara utuh yang harmonis dalam usaha membangun masyarakat yang damai dan saling menghormati. Untuk itu, olahraga berusaha secara sendiri-sendiri atau bekerjasama dengan organisasi terkait menciptakan kegiatan-kegiatan dalam usaha membangun perdamaian yang abadi.
    Paradigm olimpisme dalam pertandingan olimpiade yaitu bahwa prestasi olahraga bukas yang utama bagi atlet dalam suatu kompetisi, melainkan untuk kemuliaan manusia dalam mengkombinasikan dan mengembangkan kualitas fisik, kemauan, dan pikiran. Karena ilimpisme ditetapkan sebagai filosofi dan prinsip dasarnya, maka diskriminasi terhadap ras, suku, agama, dan warna kulit harus dihindarkan dalam kegiatan olimpisme.
    Olimpiade memiliki motto “Citius, Altius, Fortius”, yaitu lebih cepat, lebih tinggi, lebih kuat. Motto tersebut diusulkan oleh Father Henry Didon, seorang guru Republik Dominika. Sehingga dengan motto tersebut para atlet yang berpartisipasi memiliki motivasi bahwa jika kita bersikap cepat dalam melakukan segala sesuatunya maka akan mendapatkan prestasi tertinggi dan menjadi lebih kuat diantara yang lainnya.
    Nilai-nilai yang terdapat pada olimpisme, yaitu:
    1. Living Excellence
    • Kerja keras dan kerja cerdas untuk mencapai prestasi terbaik
    • Pantang menyerah
    • Fokus terhadap pencapaian prestasi
    • Terus belajar dan tidak cepat puas
    • Menjaga keseimbangan antara fisik, motivasi, dan kekuatan mental

    2. Living Respect
    • Saling menghargai dalam hal:
    o Perbedaan pendapat, perbedaan keyakinan, perbedaan keragaman budaya, dan perbedaan suku/ras dan bangsa
    o Hak-hak sebagai manusia
    o Pencapaian prestasi atau kesuksesan seseorang

    3. Living Friendship
    • Persahabatan
    • Berempati dan bersimpati
    • Kerjasama
    • Saling memberi dan melayani
    • Saling mendukung

    Tujuh konsep pembentukan nilai-nilai moral dalam penyelenggaraan olimpiade
    1. Kesempurnaan dalam kerja
    2. Berpartisipasi dalam kegembiraan dan kesenangan
    3. Kejujuran dalam berkompetisi
    4. Rasa hormat terhadap sesama tanpa memandang perbedaan bangsa, budaya, maupun suku
    5. Pengembangan kualitas manusia
    6. Kepemimpinan yang dilandasi oleh kebersamaan berlatih, kerjasama, dan berkompetisi
    7. Kedamaian antar bangsa, seperti menghormati dan menghargai

  23. Assalamu’alaykum wr.wb
    Tanggal 14 September 2013, seperti biasa setiap hari sabtu saya menghadiri mata kuliah olimpisme.
    Materi olimpisme kemarin membahas tentang Filosofi Nilai-nilai olimpisme. Oiya, sebelumnya kita semua makan bareng Om Jay. Yaitu, nasi dengan telor/ayam yang dibungkus dengan kertas nasi. Eh tapi karena Om Jay udah makan, jadinya bekal yang dibawa diberikan kepada salah satu teman saya yang tidak membawa bekal. Baik yah Om Jay ^^
    Sambil makan, kita menonton cuplikan Om Jay yang sedang diwawancarai oleh DAAI tv mengenai kebiasaannya menulis di blog. Menurutnya, menulis itu hanya terdiri dari 3 bagian, yaitu pembuka, isi, dan penutup. “Menulislah apa aja yang ada di pikiran kita, maka tulisan itu akan mengalir dengan sendirinya”-Om Jay
    Balik lagi ke materi olimpisme sabtu itu. Pemahaman tentang olimpisme yaitu dari kata olympic/olimpia yaitu nama sebuah tempat di Athena yang digunakan untuk menyelenggarakan olahraga oleh bangsa Yunani kuno. Dan isme yang berarti paham atau ajaran yang memiliki nilai bila diterapkan pada kehidupan manusia. Jadi, olimpisme adalah nilai-nilai fundamental, yang mengkombinasikan antara jasmani dan rohani, yang mengharmonikan antara kehidupan keolahragaan,pendidikan, dan kebudayaan sehingga tercipta keselarasan kehidupan bahagia yang didasarkan pada usaha yang mulia.
    Olimpisme mempunyai visi, yaitu menempatkan olahraga sebagai wahana pembentukan manusia secara utuh yang harmonis dalam usaha membentuk masyarakat yang damai dan saling menghormati. Paradigma olimpisme dalam olimpiade yaitu prestasi olahraga bukan tujuan utama namun olahraga untuk kemuliaan manusia, dan diskriminasi harus dihindarkan dalam setiap kegiatan olimpiade.
    Selain visi, olimpisme mempunyai motto. Yaitu Citius, Altius, Fortius yang artinya Lebih cepat, Lebih tinggi, Lebih kuat. Lebih cepat, artinya kita harus selalu bergerak, jangan hanya diam saja. Lebih tinggi, kita harus selalu berusaha yang terbaik, setinggi yang kita mampu. Lebih kuat, kita tidak boleh lemah dan terpuruk, kalau jatuh beristirahatlah sejenak dan langsung bangkit. Dalam kehidupan sekarang ini ketiga motto ini sangat diperlukan karena melihat kondisi zaman yang penuh persaingan seperti sekarang ini. Untuk bertahan hidup, kita dapat menerapkan ketiga motto ini agar tidak tertinggal.
    Nilai-nilai yang dapat kita lakukan untuk mencapai prestasi yang sempurna:
    Kerja keras untuk mencapai prestasi terbaik
    Berjuang hingga akhir (pantang menyerah)
    Fokus terhadap pencapaian prestasi
    Terus belajar untuk mendapatkan proses yang tepat untuk pencapaian prestasi terbaik
    Menjaga keseimbangan antara kebugaran fisik, motivasi /keinginan dan kekuatan mental
    Tapi terkadang manusia melakukan berbagai cra unutk mencapai kesempurnaan itu tanpa memikirkan dampaknya kemudian dan dampak bagi orang lain. Mereka hanya memikirkan cara yang instan untuk mencapai kesempurnaan itu. Mungkin karena mereka belum pernah mendapatkan pelajaran olimpisme ataupun mereka mengetahui hal itu, tapi tidak melakukannya.
    Olimpisme menghadirkan nilai respect, yaitu saling menghargai diri dan orang lain, diantaranya:
    Perbedaan pendapat
    Perbedaan keyakinan
    Perbedaan keragaman budaya
    Perbedaan Suku/ras dan Bangsa
    Hak-hak sebagai manusia
    Pencapaian prestasi/kesuksesan seseorang
    Selain itu olimpisme mengajarkan kita untuk hidup bersahabat, berempati, bersimpati, kerjasama, saling memberi dan melayani, serta saling mendukung terhadap orang lain.
    Namun sangat disayangkan, sekarang ini masih saja terjadi tawuran antar pelajar, bahkan antar tetangga kampung sebelahpun tawuran. Saya bingung, apa ya yang menjadi motivasi mereka untuk melakukan itu? bukannya setiap masalah dapat dibicarakan agar mencapai kesepakatan? Mengapa mereka memilih jalan yang menurut saya dapat membahayakan semua orang, bahkan orang yang tidak tau pun jadi korban?
    Daripada tawuran mendingan kita membina persahabatan. Persahabatan itu indah loh, kan ada lagunya
    “Persahabatan bagai kepompong
    Mengubah ulat menjadi kupu-kupu
    Persahabatan bagai kepompong
    Hal yang tak mudah berubah jadi indah
    Persahabatan bagai kepompong
    Maklumi teman hadapi perbedaan
    Persahabatan bagai kepompong”
    Dari lirik di atas kita bisa simpulkan, persahabatan itu indah, menghargai orang lain tanpa ada diskriminasi, dan juga dengan bersahabat, ketika kita butuh bantuan maka sahabat akan selalu membantu kita. Duh jadi kangen sahabat-sahabat saya nih :’’(
    Udah ah jangan kelamaan sedihnya, kita lanjut ke nilai moral yang ada di olimpiade. Yaitu, kesempurnaan dalam bekerja, kejujuran, menghormati orang lain tanpa diskriminasi, kepemimpinan yang dilandasi kebersamaan berlatih, bekerja, dan berkompetisi, berpartisipasi dalam kegembiraan, serta kedamaian antar bangsa.
    Olimpisme dapat dikatakan sebagai pendidikan karakter. Ini merupakan sifat dari Rasul yaitu Sidiq(benar), Tabligh(menyampaikan), Amanah(dapat dipercaya), Fathonah(cerdas).
    Kesimpulannya nilai-nilai olimpisme sangat diperlukan bagi generasi penerus. Agar mereka menjadi penerus bangsa yang hebat, cerdas, dan berakhlak baik yang dapat bersahabat dengan siapapun tanpa adanya diskriminasi.
    Demikian materi olimpisme yang saya dapatkan kemarin. Semoga bermanfaat J oiya, menulis itu sebenernya asik loh klo dikerjain dengan keadaan senang. Sayangnya blog saya belum diberdayakan, saya belajar dulu bagaimana mengelola blog yang baik supaya tulisan saya bisa bermanfaat bagi orang lain. Hehe…. Last but not least…..Let’s read more books and then write it 😀
    Wassalamu’alaykum wr. Wb

    Iin Khoirunnisa

  24. Utari Dyah Hardiyanti / 3115111175 / PMR 11
    Olimpisme, Pertemuan 3 (14 September 2013)
    Bismillahirrahmanirrahim ..
    Alhamdulillah, masih diberi kesempatan untuk bernafas hingga detik ini sehingga saya bisa membuat resume ini. ^_____^
    Pertemuan ke 3 mata kuliah olimpisme, pagi itu tidak seperti biasanya kuliah dimulai pukul 07.30 WIB. Atau lebih tepatnya pada pertemuan lalu OmJay menugaskan untuk datang kuliah pukul 07.30 untuk sarapan bersama teman sekelas dengan menu yang sama yaitu telur atau ayam. Dan hari itu saya sebelum ke kelas pergi ke warteg membeli sarapan (maklum anak kos ). Setelah itu saya menuju kelas, dan alhamdulillah saat itu perkuliahan diawali dengan tadarus qur’an bersama adik-adik tingkat 2013.  Setelah OmJay datang, kami pun segera sarapan bersama sambil menikmati tayangan tentang OmJay yang sangat menginspirasi ^__^ dan juga menonton film yang dibuat oleh siswa SMP Labschool kelas 7, hebat ya ^^. Materi olimpisme pada pertemuan ke 3, yaitu tentang “Filosofi dan Nilai dalam Olimpisme”. Dan seperti biasa sebelum masuk ke materi, OmJay membuka perkuliahan dengan berdoa.
    Olimpisme sendiri, berasal dari kata Olympism. Olympic, nama sebuah tempat di Athena untuk penyelenggaraan aktivitas festival olahraga yunani kuno. Sedangkan Isme, merupakan sebuah faham atau ajaran yang diyakini dan diterapkan dalam masyarakat. Kalau masih bingung, saya akan beri penjelasan ^__^ kuliah olimpisme tentang ajaran berupa motivasi untuk menanamkan jiwa-jiwa positif (exellence, respect and friendship) untuk akhirnya menjadi jiwa-jiwa pemenang. Olimpisme sebagai dasar fundamental dan filosofi kehidupan untuk saling menyeimbangkan dan menguatkan antar jasmaniah dan rohaniah. Olimpisme sebagai pokok pikiran dalam gerakan olimpiade, mempunya visi untuk menempatkan olahraga dimana saja sebagai wahana pembentukan manusia utuh yang harmonis dalam usaha membangun masyarakat damai dengan saling menghormati.
    Paradigma olimpisme dalam pertandingan olimpiade yang sebenarnya yaitu : prestasi olahraga bukanlah yang utama, untuk kemuliaan manusia dengan mengkombinasikan dan menyeimbangkan antara kualtas fisik, kemauan dan pikiran sebagai prinsip. Selain itu karena olimpisme ditetapkan sebagai filosofi dan prinsip dasarnya maka diskriminasi harus dihindari. Pernyataan dari Pierre De Coubertin (Founder of IOC) “Mendidik pemuda melalui semangat olahraga sehingga dapat memahami satu sama lain dengan persahabatan untuk membangun dunia yang lebih baik dan lebih damai”. Serta pernyataan dari Jocques Rogge (President IOC) “Dunia kita sekarang membutuhkan perdamaian, toleransi dan persaudaraan. Nilai-nilai olimpisme akan memberikan semua nilai-nilai itu pada kita.
    OmJay juga memutar video “Olimpic Value” untuk dapat memahami nilai-nilai olimpisme. Karena Olimpiade membuat dunia bersatu . Dan motto dari Olimpisme yaitu : Citius (lebih cepat), Altius (lebih tinggi) dan Fortius (lebih kuat), yang diusulkan oleh Father Henri Didon (seorang guru) dari Rep. Dominika yang juga salah seorang teman Pierre De Coubertin. Yang artinya dengan olimpisme kita harus semangat dalam berlomba dan berjuang untuk lebih baik. Lebih cepat agar tidak tertinggal dengan bangsa lain, lebih tinggi pengetahuannya agar dihargai oleh bangsa lain, serta lebih kuat karna kita bangsa yang hebat, bangsa yang besar.
    Olimpisme mencakup kepada 3 poin, diantaranya EXCELLENT, RESPECT, and FRIENDSHIP. Exellence mengajarkan nilai-nilai kerja keras, pantang menyerah, fokus pada prestasi, terus belajar serta menjaga keseimbangan antara kebugaran fisik dan rohani (moivasi). Respect mengajarkan nilai-nilai untuk saling menghargai dalam perbedaan berpendapat, berkeyakinan, berbudaya dan bersuku bangsa, menghargai HAM dan kesuksesan. Dan yang terakhir FRIENDSHIP mengajarkan nilai-nilai persahabatan untuk saling berempati, bersimpati, memberi, melayani, mendukung dan kerja sama. Yang selanjutnya membentuk konsep nilai moral : kesempurnaan dalam kinerja, berpartisipasi dengan kegembiraan dan kesenangan, kejujuran dalam berkompetisi, rasa hormat pada sesama, pengembangan kualitas manusia, kepemimpinan yang dilandasi kebersamaan, bekerja dan berkompetisi, serta kedamaian antar bangsa.
    Dan dengan poin-poin diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa olimpisme mengajarkan kepada kita nilai-nilai positif untuk menjadi jiwa-jiwa pemenang yang terus berjuang dan pantang menyerah.  Dan perkuliahan hari itu diakhiri dengan menyanyikan bersama lagu Bangun Pemudi Pemuda serta lagu Iwan Fals “BONGKAR!” (^__^”). Alhamdulillah, terimakasih OmJay ilmunya, semoga bisa bermanfaat untuk saya dan teman-teman lainnya.

    Utari Dyah Hardiyanti

  25. Nama : Dwi Kurnia Sari
    Noreg : 3115110425
    Prodi : Pendidikan Matematika Reguler 2011

    Resume pertemuan ke-3 Olimpisme: “Filosofi dan Nilai-nilai Olimpisme”
    Mata kuliah olimpisme memasuki pertemuan ketiga pada hari Sabtu, 14 September 2013. Sebelum perkuliahan dimulai, seperti yang telah diperintahkan pada pertemuan sebelumnya, setiap mahasiswa diharuskan membawa makanan untuk sarapan bersama. Sarapan dimulai pada pukul 07.45 WIB sampai pukul 08.00 WIB. Sembari sarapan, OmJay memutarkan film pendek hasil karya siswa didiknya di Labschool. Inti dari film pendek tersebut adalah kita sebagai masyarakat perkotaan harus bisa menjaga dan merawat ruang terbuka hijau yang jumlahnya sangat terbatas untuk udara yang lebih bersih.
    Pukul 08.00 WIB perkuliahan dimulai dengan materi baru, yaitu mengenai Filosofi dan Nilai-nilai Olimpisme. Istilah olimpisme (olypism) berasal dari kata olympia atau olympic yang merupakan sebuah tempat penyelenggaraan aktivitas festival olahraga Yunani kuno (olimpiade kuno) dan isme (ism) yang merupakan ajaran atau sistem tatanan sosial yang memilki nilai bila diterapkan di masyarakat. Jadi, olimpisme adalah dasar fundamental dan filosofi kehidupan yang mencerminkan dan mengombinasikan keseimbangan jasmani dan rohani, harmoni antara keolahragaan, budaya, dan pendidikan, sehingga dapat tercipta hidup yang selaras dan mengedepankan etika. Olimpisme juga mampu mengajarkan persahabatan.
    Disela-sela pemberian materi kuliah, OmJay memutarkan sebuah cuplikan iklan dengan judul “A Thief”. Video tersebut berisi dua orang pencuri yang akhirnya memilih mengembalikan barang-barang curian mereka setelah membaca “A real man are not afraid to change. Why wait?”
    Materi berlanjut pada visi olimpiade. Visi olimpiade adalah menempatkan olahraga sebagai wahana pembentukan manusia secara utuh dalam usaha membangun suatu masyarakat yang damai. Jadi, dalam pelaksanaan olimpiade harus tetap menjunjung tinggi persahabatan dan perdamaian karena olahraga bukanlah tujuan utama. Penting untuk menghindari adanya diskriminasi ras dalam pelaksanaan olimpiade.
    Tokoh yang memulai gerakan olimpiade adalah Pierre de Coubertin. Beliau berpendapat,”The Aims of Olympic Movement: to educate young peoples through sport in a spirit of better understanding between each other, and of friendship” (Tujuan dari gerakan olimpiade adalah untuk mengajarkan pemuda melalui olahraga dengan semangat jiwa yang lebih baik satu sama lain dan persahabatan). Jelas dari pernyataan Pierre de Coubertin bahwa olimpiade mengedepankan persahabatan.
    Selanjutnya pendapat mengenai olimpiade dari presiden IOC (Internatinal Olympic Committee) yaitu “Our world today is in need of peace, tolerance, and brotherhood” (Dunia kita saat ini membutuhkan perdamaian, toleransi, dan persaudaraan). Maksudnya adalah IOC berusaha mewujudkan ketiga hal tersebut (perdamaian, toleransi, dan persaudaraan) melalui olimpiade. Persaudaraan tersebut dapat terlihat pada bendera olimpiade berupa lima lingkaran yang saling terkait satu sama lain melambangkan lima benua bersatu dalam kibaran bendera (Olympics make one world flying the flag).
    Tokoh berikutnya yaitu Father Henri Didon, seorang guru dari Republik Dominika yang merupakan teman Pierre de Coubertin. Beliau mengungkapkan nilai dari motto olimpiade (value of the olympic games motto), yaitu Citius (lebih cepat), Altius (lebih tinggi), dan Fortius (lebih kuat). Ketiga motto tersebut ternyata relevan dengan kehidupan sehari-hari, menghadapi persaingan hidup yang semakin ketat tentu kita harus lebih tanggap dan gerak cepat (citius) dalam menghadapi perkembangan dunia yang semakin maju, memilki semangat yang lebih tinggi (altius), dan harus lebih kuat (fortius) agar tidak tersisih.
    Ada tiga semangat hidup berdasarkan olimpiade yang patut untuk dicontoh, diantaranya:
    1. Living Excellence
    – Kerja keras untuk mencapai prestasi terbaik
    – Berjuang hingga akhir (pantang menyerah)
    – Fokus terhadap pencapaian prestasi
    – Terus belajar untuk memperoleh prestasi terbaik
    – Menjaga keseimbangan antara kebugaran fisik, motivasi atau keinginan, dan mental.
    2. Living Respect
    Hidup harus saling menghargai diri sendiri dan orang lain dalam hal: perbedaan pendapat, keyakinan, keragaman budaya, suku, ras, bangsa, hak-hak sebagai manusia, dan pencapaian prestasi atau kesuksesan seseorang.
    3. Living Friendship
    Memelihara persahabatan, berempati kepada orang lain, bekerja sama dalam hal yang positif.
    Selanjutnya dibahas mengenai tujuh konsep pembetukan nilai moral menurut IOC: 1) Excellence in performance (performa terbaik), 2) Joy and pleasure in participation (Ikhlas dalam partisipasi), 3) Fairness of play (jujur), 4) Respect for other nations, cultures, religions, and individuals (menghargai perbedaan bangsa, agama, dan pribadi), 5) Human quality development (Pengembangan kualitas manusia), 6) Leadership by sharing, training, working, and competing together (Memimpin dalam berbagi, berlatih, bekerja, dan berkompetisi), 7) Peaceful co-existence between different rationality (Perdamaian di atas perbedaan).
    Terakhir, dibahas mengenai penjabaran nilai gerakan olimpiade dan olimpisme dalam kehidupan. Nilai-nilai tersebut, diantaranya: visioner, peaceful, no discrimination, mutual understanding, solidarity, friendship, fair play, excellence, fun, respect, human development, leadership, motivation, dan team work.
    Kesimpulan saya pada pertemuan ketiga olimpisme ini adalah olimpiade sangat mengutamakan persahabatan dan perdamaian dalam pelaksanaannya, ada tiga macam semangat hidup olimpiade yang dapat dicontoh yaitu living excellence, living respect, dan living friendship, motto dari olimpiade (citius, altius, fortius) mengajarkan kita untuk terus semangat berkompetisi dalam menghadapi persaingan hidup yang semakin ketat.
    Demikian resume saya pada pertemuan ketiga olimpisme. Semoga bermanfaat. Amin.

  26. Nama : RiaNovidyawati
    NIM : 3115130768
    Resume OlimpismePertemuan Ke-3
    Assalamualaikumwr.wb.
    Padatanggal 14 September 2013 adalahpertemuanketigaperkuliahanolimpisme.Pertemuanpadaharisabtuituada yang berbedadimana kami memulaimatakuliahdiawalidenganmakanbersama di kelas.Setelahitu Om Jay membukaperkuliahandenganmenyanyikanlaguBangunPemudiPemuda.
    Olimpisme kali inimembahasmengenaiFilosofidanNilai-NilaiOlimpisme.Olimpismeberasaldari kata olimpic / olimpiayaitusebuahnamatempat di Athena yang dijadikansebagaitempatpenyelenggaraan festival olaharagapadazamanYunaniKuno.Sedangkanismeberartipaham yang yangmerupakantatanansosial yang memilikinila-nilaibiladiterapkandalamlingkunganmasyarakat.SedangkanOlympismeadalahdasar fundamental danfilosofikegiatan yang mencerminkandanmengkombinasikankeseimbanganantarakehidupan, keolahragaandanpendidikansehinggaterciptakeselarasankehidupan yang didasarkanpadakebahagiaandanusaha yang mulia, nilai-nilaipendidikan yang baikdanpenghargaanpadaprinsip-prinsipetika yang baik pula.Intinyaolympismeitumengajarkankitatentangkesabaran.
    OlympismemempunyaiVisiyaitumenempatkanolahragadimanasajasebagaiwahanapembentukanmanusiasecarautuh yang harmonisdalamusahamembangunsuatumasyarakat yang damaidengansalingmenghormati.Untukkepentinganinidigerakkanolahragauntukberusahasecaramandiriataudenganorganisasi yang terkaitmenciptakankegiatan-kegiatandalamusahamembangunperdamaian yang abadi.Padakenyataannyabanyakajangolahraga yang bukanmendatangkankedamaianmelainkan yang terjadiadalahpermusuhan.Misalnyadalampertandingansepakbola, setiaptim yang sedangbertandingpastimemiliki supporter yang akanmeramaikanjalannyapertandingansekaligusmendukungtimkesayangan yang sedangbertanding. Namunadakalanyaketikasalahsatutimkalah, pendukungdarimasing-masingtimricuh. Padahaljikabangsa Indonesia khususnyapara supporter tersebutmemilikijiwasportifmakahal-halsepertiitutidakseharusnyaterjadi.
    Olimpiadedalamparadigmaolimpismebukanhanyaatletmendapatjuaraketikaiamemperolehkemenangandalamsuatukompetisimelainkanuntukkemuliaanmanusiadenganmengkombinasikandanmenyeimbangkanantarakualitasfisik, kemauan, danpikiransebagiprinsipdasarnya.Karenaolympismeditetapkansebagaifilosofidanprinsipdasarnya, makaperbedaanras, keyakinan, budayadan lain lainharusdihindarkandalamsetiapgerakanolimpiade.Jadisangatlahjelasolimpiadetidakhanyadiperuntukkanuntukmemperolehkemenanganmelainkan di balikituadahal yang paling pentingyaituolimpiademenjadiwadahpersatuanseluruhbangsa di duniatanpamembedakansuatubangsadarihalapapun.
    Motto Olimpismeyaitu“Citius (lebihcepat), Altius (lebihtinggi), Fortius (lebihkuat)”.yangdibuatoleh Father Henry Didon, Seorang guru dariRepublikDominika , dansalahseorangtemanB.Pierre de Coubertin.
    Olimpismememikinilai-nilaidiantaranya :
    Living Excelence
    1. Kerjasamauntukmencapaiprestasiterbaik
    2. Berjuanghinggaakhir (pantangmenyerah)
    3. Fokusterhadappencapaianprestasi
    4. Terusbelajaruntukmendapatkanprestasi yang tepatuntukpencapaianprestasiterbaik
    5. Menjagakeseimbangananatarakebugaranfisik, motivasi / keinginandankekuatan mental
    Living Respect
    Salingmengargaidiridan orang laindalanhal:
    1. PerbedaanPendapat
    2. PerbedaanKeyakinan
    3. PerbedaanKeragamanBudaya
    4. Perbedaansuku/rasdanbangsa
    5. Hak – haksebagaimanusia
    6. Pencapaianprestasi / kesuksesanseseorang

    Living Friendship
    Nilai – nilai
    1. Persahabatan
    2. Berempatidanbersimpatikepada orang lain
    3. Kerjasama
    4. Salingmemberi, melayani
    5. Salingmendukung
    7 komponenpembentukannilai – nilai moral dalampenyelenggaraanolimpiade
    1. Kesempurnaandalamkinerja
    2. Berpartisipasidalamkegembiraan
    3. Kejujurandalamkompetisi
    4. Rasa hormatterhadapsesamatanpamemandangperbedaanbangsa, budaya, sukumaupun orang per orang
    5. Pengembangankualitasmanusia
    6. Kepemimpinan yang dilandasiolehkebersamaanberlatih, bekerjasama, danberkompetisi
    7. Kedamaianantarbangsa
    Inilah resume matakuliahOlimpismepadapertemuanketigaini, kuranglebiihnyasayamohonmaaf. Wassalamualaikumwr.wb.

  27. Olimpisme ketiga
    FILOSOFI DAN NILAI-NILAI DALAM OLIMPISME
    Haaaii kalian apa kabaarr? Baik-baik aja kan? Syukur kalo iya hehee. Tanggal 14 september 2013 kemarin sebenarnya adalah pertemuan ketiga bersama om jay tapi sayangnya pada tanggal 13 September bertepatan dengan masuknya ayah saya ke High Care Unit di RS.Fatmawati Jaksel, sehingga mengharuskan saya untuk berada disana sampai esok harrinya. Oleh sebab itu saya menjadi gak enak badan dan tidak ikut sarapan bersama Pendidikan Matematika Reguler’13 deh . Tetapi karena saya tidak ingin ketinggalan materi saya mempelajari sendiri materi ini sendiri dan membuat tulisan ini hehe… yuk kita baca yuk teman teman
    Teman-teman tau gak kalo Olympic / Olimpia merupakan nama sebuah tempat di Athena yang dipergunakan sebagai tempat penyelenggaraan aktivitas festivalolahraga bangsa yunani kuno (olimpiade kuno) dan ism/isme Sebuah faham/ajaran yang merupakan sistem/ tatanan sosial yang diyakini memiliki nilai bila diterapkan dalam lingkungan masyarakat. Kedua kata itu jika di gabungkan menjadi makna dari Olimpisme.
    Singkatnya dari Olimpisme adalahdasar fundamentaldanfilosofikehidupan yang mencerminkandanmengkombinasikankeseimbanganantarajasmanidanrohanisertamengharmonikanantarakehidupankeolahragaan, kebudayaandanpendidikan, sehinggadapatdiciptakankehidupan yang didasarkanpadakebahagiaandanusaha yang mulia, nilainilaipendidikan yang baikdanpenghargaanpadaprinsip- prinsipetika yang baik pula. Olimpisme juga memeliki visi yaitu menempatkanolahragadimanasajasebagaiwahanapembentukanmanusiasecarautuh yang harmonisdalamusahamembangunsuatumasyarakat yang damaidengansalingmenghormati
    om jay juga memberikan paradigma olympism dalampertandinganolimpiade pada materinya. pertama, prestasiolahragabukan yang utamabagiatletdalamsuatukompetisi,melainkankegiatanolahragauntukkemuliaanmanusia denganmengkobinasikandanmenseimbangkanantara kualitasfisik, kemauan, danpikiransebagaiprinsipdasarnya. kedua, karenaolympismditetapkansebagaifilosofidanprinsipdasarnya , makadiskriminasiatauperbedaanterhadap ras, suku, agama, ideologidanwarnakulitharusdihindarkandalamsetiap gerakanolimpiade.
    Olimpisme itu sendiri memiliki motto. Berikutnih motto nyaa “Citius (lebih cepat), Altius (lebih tinggi), Fortius (lebih kuat)”yang diusulkan oleh Father Henry Didon, Seorang guru dari Republik Dominika , dan salah seorang teman B.Pierre de Coubertin. Motto tersebut di usulkan dengan amanat yang tersirat, seperti Olimpiade membuat dunia bersatu atau Olimpic’s make one world flying the flag .
    Setelah itu sebenarnya ada sebuah film tetapi saya tidak bisa menontonnya. Setelah slide film itu ada beberapa penjelasan lagi tentang Living Excellence yang memuat nilai-nilai bekerja keras, pantang menyerah, lakukan yang terbaik, fokus terhadap pencapaian prestasi, dan menjaga keseimbangan antara kebugaran fisik, motivasi /keinginan dan kekuatan mental. Untuk lebih memahami nilai-nilai tersebut kita juga harus Living Respect and Living Frenship dengan cara saling menghargai diri dan orang lain dalam berbagai perbedaan yang ada, menghargai kesuksesan orang lain, saling mendukung, memberi serta melayani, menjunjung tinggi persahabatan, berempati dan bersimpati kepada orang lain, kerjasama dan yang paling utama adalah menghargai hak-hak sebagai manusia nih guys… gimana nih hahaha seru banget kan materi ini.
    Cukup sekiannya kiranya resume materi ketiga ini. Sampai bertemu di materi-materi seru lainnya dan semoga bermanfaat buat kalian guys . Hidup Mahasiswa!!!

    BRIGITTA PALMARIA H
    3115136323
    PENDIDIKAN MATEMATIKA

  28. Betania Ratna Sari
    3315130924
    Pendidikan Kimia Bilingual
    Resume (Sabtu, 14 September 2013)

    “Filosofi dan Nilai-nilai dalam Olimpisme”
     Pemahaman Tentang Istilah Olympism (Olimpisme)
    Olympic/Olimpia
    Merupakan nama sebuah tempat di Athena yang dipergunakan sebagai tempat penyelenggaraan aktivitas festival olahraga bangsa Yunani kuno (Olimpiade kuno)
    Ism/Isme
    Sebuah faham/ajaran yang merupakan sistem/tatanan sosial yang diyakini memiliki nilai bila diterapkan dalam lingkungan masyarakat.
     Olympism Sebagai Pokok Pikiran Gerakan Masyarakat
    Merupakan dasar fundamental dan filosofi kehidupan (paham/ajaran) yang mencerminkan dan mengkombinasikan keseimbangan antara jasmani (badan yang sehat) dan Rohani (kemauan, moral, kecerdasan), serta mengharmoniskan antara kehidupan keolahragaan, kebudayaan, dan pendidikan sehingga dengan demikian dapat diciptakan keselarasan kehidupan yang didasarkan pada kebahagiaan.

    – Visi Olimpisme : adalah menempatkan olahraga dimana saja sebagai wahana pembentukan manusia secara utuh yang harmonis dalam usaha membangun masyarakat yang damai dengan saling menghormati, untuk kepentingan ini gerakan olahraga berusaha secara sendiri-sendiri ataupun bekerja sama dengan organisasi yang terkait menciptakan kegiatan-kegiatan dalam usaha membangun perdamaian yang abadi.
     Paradigma Olympism dalam Pertandingan Olimpiade
    – Prestasi olahraga bukan yang utama bagi atlet dalam suatu kompetisi, melainkan untuk kemuliaan manusia dengan mengkombinasikan dan menyeimbangkan antara kualitas fisik, kemauan, dan pikiran sebgai prinsip dasarnya.
    – Karena olimpisme ditetapkan sebgai filosofi dan prinsip dasarnya, maka diskriminasi atau perbedaan terhadap ras, suku, agama, ideologi dan warna serta agama harus dihindarkan dalam olimpisme
    # The aims of olympic movement :
    “Our world today is in need of peace, tolerance and brotherhood. The value of olympic games can deliver these to us” (Jacque Rogge,President of IOC)
    # Motto Olimpisme :
    “Citius, Altius, Fortius” (Lebih cepat, lebih tinggi, lebih kuat)  diusulkan oleh Father Henri Didon, seorang guru dari Republik Dominika salah seorang teman B.Pierre de coubertin.
    # Prestasi manusia terus meningkat
    – Nomor lompat tinggi cabang olahraga atletik :
    Tahun 60-an  1,72 m
    Tahun 80-an  2,02 m
    Tahun 2000-an  2,35 m
     Nilai-nilai olimpisme
    Living excellence
    Harus memiliki nilai-nilai:
    1. Kerja keras untuk mencapai terbaik
    2. Berjuang hingga akhir
    3. Fokus terhadap pencapaian prestasi
    4. Terus belajar untuk mendapatkan proses yang tepat untuk pencapaian prestasi terbaik
    5. Menjaga keseimbangan antara kebugaran fisik, motivasi dan kekuatan mental

    Living respect
    Saling mengargai diri dan org lain dlm hal:
    1. Perbedaan pendapat
    2. Perbedaan keyakinan
    3. Perbedaan keragaman budaya
    4. Perbedaan suku/ras dan bangsa
    5. Hak-hak sebagai manusia
    6. Pencapaian prestasi

    Living friendship
    Hrs memiliki nilai-nilai:
    1. Persahabatan
    2. Berempati dan bersimpati kepada orang lain
    3. Kerjasama
    4. Saling memberi dan melayani
    5. Saling mendukung

     7 Konsep pembentukan nilai-nilai moral dalam penyelenggaraan olimpiade:
    1. Kesempurnaan dalam kinerja (exellence in performance)
    2. Berpartisipasi dengan kegembiraan (joy and pleasure in performance)
    3. Kejujuran dalam berkompetisi (fairnrss of play)
    4. Rasa hormat terhadap sesama tanpa memandang perbedaan bangsa, budaya, suku maupun orang perorangan.
    5. Pengembangan kualitas manusia
    6. Kepemimpinan yang dilandasi oleh kebersamaan berlatih, bekerja, dan berkompetisi
    7. Kedamaian antara bangsa (peaceful co-existence between different nationality)

     Penjabaran nilai-nilai gerakan olimpiade dan olimpisme secara lebih luas dlm kehidupan:
    – Visioner ( tujuan jangka panjang)
    – keadamaian
    – tidak diskriminatif
    – saling memahami
    – persahabatan
    – solidaritas
    – kejujuran, adil, wajar
    – keunggulan
    – kesenangan
    – menghargai
    – pengembangan diri
    – kepemimpinan
    – semangat, pantang menyerah
    – kerjasama, sinergi

  29. FILOSOFI DAN NILAI-NILAI DALAM OLIMPISME

    Assalamu’alaikumWr. Wb.
    Sabtu, 14 September 2013 lalupembelajaranolimpismemembahastentang “FilosofidanNilai-NilaidalamOlimpisme”.
    Olympismterdiridari kata Olympia dan ism.OlympiaadalahnamasebuahNamasebuahtempat di Athena yang dipergunakansebagaitempatpenyelenggaraanaktivitasfestival olahragabangsaYunanikuno (olimpiadekuno). SedangkanIsmadalahSebuahfaham/ajaran yang merupakansistem/ tatanansosial yang diyakinimemilikinilaibiladiterapkandalamlingkunganmasyarakat.
    OlympismsebagaiPokokPikiranGerakanOlimpiade.Olympismadalahdasar fundamental danfilosofikehidupan (paham/ajaran) yang mencerminkandanmengkombinasikankeseimbanganantarajasmanidanrohanisertamengharmonikanantarakehidupankeolahragaan, kebudayaandanpendidikan, sehinggadengandemikiandapatdiciptakankeselarasankehidupan yang didasarkanpadakebahagiaandanusaha yang mulia, nilainilaipendidikan yang baikdanpenghargaanpadaprinsip- prinsipetika yang baik pula.
    Visidalamolympismadalahmenempatkanolahragadimanasajasebagaiwahanapembentukanmanusiasecarautuh yang harmonisdalamusahamembangunsuatumasyarakat yang damaidengansalingmenghormati.
    ParadigmaolympismdalampertandinganolimpiadeadalahPrestasiolahragabukan yang utamabagiatletdalamsuatukompetisi,melainkankegiatanolahragauntukkemuliaanmanusiadenganmengkobinasikandanmenseimbangkanantarakualitasfisik, kemauan, danpikiransebagaiprinsipdasarnya. Karenaolympismditetapkansebagaifilosofidanprinsipdasarnya, makadiskriminasiatauperbedaanterhadapras, suku, agama, ideologidanwarnakulitharusdihindarkandalamsetiapgerakanolimpiade.Sehinggaolimpiademembuatduniabersatu.
    Jacques rogge president IOC berkata “ Our world today is in need of peace, tolerance and brotherhood. The values of olympic games can deliver these to us “. Yang artinyaadalah“dunia kami hariinimembutuhkanperdamaian, toleransidanpersaudaraan. Nilaidaripermainanolimpiadedapatmemberikanitukepada kami”.
    Motto dariOlimpismeadalah“ Citius (lebihcepat), Altius (lebihtinggi), danFortius (lebihkuat)”. Diusulkanoleh Father Henri Didon, seorang guru dariRepublikDominika, salahseorangtemanB.Pierre de Coubertin.
    Selainitu, semuasifatdansikaptersebuttelahdiajarkanolehsifat-sifatNabidanharusdijalankan, seperti:
    1. Shidiq (jujurataubenar)
    2. Tabligh (menyampaikan)
    3. Amanah (dapatdipercaya)
    4. Fathonah (cerdas)

    NAMA : KHOLILAH
    No. Reg : 3115130770
    PENDIDIKAN MATEMATIKA REGULER 2013

  30. Assalammuaikum warahmatullah wabarokatu.

    Izin bertanya Prof..
    Di era yang tengah maju dengan teknologi dan informasi sekarang ini, prinsip CITIUS, ALTIUS, FORTIUS yang dianut oleh henri didon di lakukan dalam kehidupan sehari-hari ?

    Mohon paparannya Prof,
    Mudah-mudahan bisa menjadi motivasi dalam kehidupan saya.

    1. Assalammuaikum warahmatullah wabarokatu.

      Izin bertanya Prof..
      Di era yang tengah maju dengan teknologi dan informasi sekarang ini, relevankah prinsip CITIUS, ALTIUS, FORTIUS yang dianut oleh henri didon di lakukan dalam kehidupan sehari-hari ?

      Mohon paparannya Prof,
      Mudah-mudahan bisa menjadi motivasi dalam kehidupan saya.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.