Posted on: August 4, 2013 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 5

Nenek Pengemis Tua ini Urusan Siapa?

Sedang asyik menunggu istri berbelanja, datang seorang peminta-minta di depan mata. Dia seorang nenek tua yang sulit sekali berjalan. Tubuhnya sudah membungkuk dan mengenakan tongkat pula. Nenek tua itu lalu mencoba untuk mencari posisi duduk. Hampir saja tangannya terinjak orang yang sedang berjalan, dan nenek itu pun duduk mengharap belas kasihan.

Saya tak tega melihatnya. Saya biarkan dulu orang yang lewat memberinya sedekah. Lalu saya foto nenek itu dengan ponsel jadul saya.

Foto 1: Nenek pengemis Tua sedang mencari posisi duduk

IMG02496-20130804-1342

Dengan saya foto lewat ponsel jadul, saya ingin mengabadikan adegan unik ini. Saya potret beberapa kali sampai menemukan pose yang pas untuk bahan cerita saya di blog pribadi yang saya postingkan ini. Semoga ada pelajaran penting yang kita dapatkan.

Foto 2: Nenek Pengemis tua sudah duduk menikmati posisinya

IMG02497-20130804-1343

Tak lama kemudian istri saya datang, dan memberinya uang sedekah Rp. 2000,- (dua ribu rupiah). Sungguh jumlah uang yang sangat sedikit sekali, sementara saya melihat barang belanjaannya bernilai ratusan ribu rupiah. Akankah kita bersedekah begitu murah? Sementara kemiskinan itu nyata di depan mata? Rasanya tak tega menyaksikannya. Saya pun langsung bangun dari duduk dan menghampiri wanita tua itu.

Foto 3: Nenek pengemis tua yang sedang menunggu belas kasih orang yang berlalu lalang di dekatnya.

IMG02498-20130804-1345

Tak ada ekspresi gembira di wajahnya. Kelihatan sekali kulitnya yang telah menua dengan uban rata di kepala. Saya keluarkan isi dompet dan mencari duit yang tertinggi di dalamnya. Semoga tidak termasuk riya atau menyombongkan diri. Sebab bedanya sangat tipis sekali. Orang menyumbang karena ingin dilihat dan dikenal dermawan. Keikhlasan hati hanyalah impian.

Saya hanya tak tega saja melihat orang tua renta yang terpaksa meminta-minta. Seharusnya, di usianya yang menua itu dia hidup bahagia dengan anak cucunya. Ingin rasanya melakukan wawancara dengannya. Tapi saya tak bisa. Istri sudah memanggil-manggil untuk segera kembali ke parkiran mobil di bawah masjid Raya Bandung.

Foto 4: Nenek pengemis tua itu Menunggu dermawan yang memberikan sedekahnya.

IMG02500-20130804-1348

Ketika kita melihat kemiskinan di depan mata, seharusnya ada tindakan nyata dari kita semua untuk saling membantunya. Padahal ada dana zakat yang setiap tahun dikumpulkan oleh badan amil zakat. Baik dilakukan resmi oleh pemerintah atau pihak swasta seperti dompet dhuafa. Namun kemiskinan tetap saja selalu ada. Dari zaman nabi adam hingga nabi muhammad kemiskinan tidak pernah bisa dihapuskan. Selalu saja ada gelandangan dan pengemis. Seperti sulit untuk dihilangkan dari muka bumi. Adakah solusi utk mereka agar tak meminta-minta lagi?

Semoga dana zakat dari umat yang terkumpulkan setiap tahun dapat digunakan dengan baik dan tepat sasaran. Orang miskin dan anak terlantar memang harus diurusi oleh negara tetapi tak bisa kita serahkan semuanya pada negara. Penggunaannya harus diawasi agar tepat sasaran dan membuat orang yang miskin hidupnya menjadi tertolong dengan dana zakat ini. Dana zakat tak boleh macet di tangan para pengelolanya, dan harus segera tersalurkan kepada mereka yang berhak menerimanya.

Seorang teman di facebook berkomentar begini:

Baznas di kota pak guru duitnya dipake buat thr pegawai, orang miskin tak punya pekerjaan hanya bisa melongo menjelang pilkada

Foto 5: Kemacetan di Jalan Kepatihan Bandung, dekat masjid Raya.

IMG02502-20130804-1358

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

https://wijayalabs.com

 

 

Categories:

5 People reacted on this

  1. bila menilik pada UUD bahwa orang miskin, telantar dipelihara oleh negara…

    tp bila kita selalu menyerahkan semua pd negara lalu membiarkan kemiskinan di depan mata, lalu kita diam karena dg dalih negara yang berkewajiban memeliharanya, lalu apa peran kita sebagai warga negara?

    paling tidak dengan peduli terhadap mereka dan sedikit dpt meringankan beban hidup mereka, semoga menjadi awal perjalanan utk turut serta dalam memelihara orang miskin dan telantar, bagian dari kita mencintai negara ini…

    semoga amalan kita Allah yang mencatatnya, Amiiin

  2. Jujur,kalau di tanya dgn pengemis tua.mereka juga malu menadah kan tangan.karena masih punya harga diri..namun utk perut yg tak bisa diajak kompromi ,jalan satu2 nya mengemis..benar sabda rasul Muhammad saw:kemiskinan bisa mendekati kekufuran..mari kita bantu ulur kan tangan kepada saudara/I kita,yang memang pantas untuk dibantu..sungguh ironi di negeri kaya dan subur….

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.