Posted on: July 31, 2013 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 3

Mudik Kemana Anda di Lebaran ini?

170691

Semenjak menikah dengan mojang Bandung, saya merasakan asyiknya mudik. Senang benar bisa mudik ke kampung halaman sambil menikmati suasana lebaran, dan liburan sekolah. Tak terasa, hampir setiap tahun semenjak tahun 1998 saya merasakan nikmatnya mudik. Kegiatan mudik pun kini telah menjadi budaya hidup saya dan juga penduduk Indonesia. Pokoknya, kalau tidak mudik, tidak asyik lah! Ada yang terasa hilang dalam diri dan keluarga. Meskipun kita harus mengalami suka dan duka dalam perjalanan menuju kampung halaman. Uangpun melayang cepat dari dompet yang tertutup rapat.

Seorang tetangga saya bercerita tentang pengalaman mudiknya. Sebut saja namanya pak Yono. Setiap lebaran atau menjelang lebaran Beliau pulang ke kampung halamannya di Yogyakarta dengan menumpang kereta api. Kata beliau, meskipun kereta api penuh sesak dengan penumpang, mereka asyik saja. Sebab kelelahan selama dalam perjalanan akan terasa hilang bila sudah sampai kampung halaman. Tak peduli bau Apek dan bau kencing di sekitar kereta. Sudah selamat sampai tujuan, sudah menjadi berkah tersendiri. Baginya, berlebaran di kampung halaman akan menjadi kenangan tersendiri.

Lain lagi cerita teman kerja saya. Sebut saja pak Oteh. Dia naik pesawat terbang untuk pulang ke kampung halamannya di medan. Bandara penuh sesak dengan calon penumpang. Jadwal penerbangan padat sekali. Banyak orang berlalu lalang di sekitar bandara. Ada yang sudah mendapatkan tiket, tetapi ada juga yang belum mendapatkannya. Kalau sudah begitu, harga tiket pesawat melambung tinggi. namun, demi untuk berjumpa dengan sanak saudara di kampung halaman, harga selangit tak apalah. Berkumpul dan berjumpa dengan sanak family jauh lebih tinggi nilainya daripada harga sebuah tiket.

Lain pak Oteh, lain pula pak Gembul. Dia mudik ke kampung halaman menggunakan jasa kapal laut. Jauh-jauh hari sudah pesan tiket kapal laut. Di benaknya, puylang ke makasar dengan biaya murah ya hanya dengan kapal laut. Selain itu, dia ingin menikmati indahnya lautan. Ombak dan badai tak dipedulikannya, kapal-kapal kita sekarang ini, sudah banyak berbadan besar dan mampu mengatasi gelombang lautan yang tinggi. Buat mereka yang tak terbiasa, pasti akan ngeri dibuatnya. Saya menjadi ingat sewaktu ke lampung. kami naik kapal fery untuk menyeberak dari pelabuhan merak menuju pelabuhan Bakauhuni. Wah senang sekali naik kapal laut. baru terasa sekarang kalau negera kita adalah negara kepulauan, dimana luas lautan lebih besar daripada luas daratan.

Di saat mudik seperti sekarang ini, kami tak menggunakan jasa kereta api, kapal laut maupun pesawat terbang. Kami cukup lewat jalan darat saja. Perjalanan ke kota bandung tidaklah lama dengan naik mobil. Dengan adanya tol purbalenyi atau cipularang, saat ini bandung jakarta serasa dekat. malah kalau mau jujur, perjalanan dari bekasi ke bandung lebih cepat daripada dari bekasi ke jakarta mangga dua, hehehe.

Di saat mudik memang terasa asyik. Kami yang biasanya terpisah dari kesibukan sehari-hari, kini menyatu dalam sebuah mobil. Ini baru terasa keluarga namanya. Dimana ayah, ibu, dan anak-anaknya berkumpul dan berangkat bersama. Itulah yang saya alami ketika kami mudik menengok orang tua dari istri di kota bandung.

Kegiatan mudik tak terasa sudah menjadi tradisi kami sekeluarga setiap tahunnya. Kami saling bersilahturahim ke anggota atau sanak family yang lainnya. Mudik di kampung halaman memang asyik, saya melihat banyak sekali mobil berplat jakarta hilir mudik di kota bandung dan sekitarnya. Ketika saya diajak oleh kaka ipar untuk mengunjungi kampungnya di hari lebaran, barulah terlihat dengan jelas, mobil-mobil pribadi berplat jakarta berseliweran dengan gagahnya di jalanan menuju kota garut. Kota dodol yang saya suka dengan air hangatnya. Kolam air hangat di Cipanas garut menjadi tempat kami sekeluarga untuk berlibur menikmati suasana lebaran, dan liburan sekolah.

Liburan menjelang lebaran tahun ini memang asyik. Selain bisa mudik dengan mobil avanza baru dengan fasilitas full AC dan Full musik, membuat mudik terasa semakin asyik. Itulah yang saya alami sendiri. Apalagi bila anda mudik dengan bintang pujaan anda. Tentu akan lebih asyik lagi. Anda bisa saja mudik bareng bersama group band ST12 yang terkenal itu. Di dalam mobil, anda menikmati mereka bernyanyi membawa tembang-tembang emas mereka. Kalau sudah begitu, serasa benar kalau mereka mudik bersama kita sekeluarga.

Pengalaman saya setiap tahun mudik itu ceria sekali. Selama perjalanan mudik dari Bekasi ke Bandung, dari Bandung ke Garut, dan dari Garut ke Tasikmalaya, saya merasakan benar hal-hal yang luar biasa. Apalagi bisa mudik asyik bersama ST12. Menikmati lagu-lagu mereka sepanjang perjalanan dan bermimpi seolah-olah omjay memiliki suara emas seperti Charlie, vokalis ST12  yang memiliki suara emas itu.

Entah kenapa, saya juga tidak tahu. Di dalam mobil saya itu cuma ada kaset ST12 dan tidak ada kaset lainnya. Ketika saya tanya kepada istri kenapa cuma satu kaset yang ada di dalam mobil, istri saya menjawab dengan enteng alias meminjam istilah plesetan mas budiman Hakim, “Khan kita mau mudik asyik bersama ST12″, hehehehe.

Mudik asyik bersama ST 12 membuat kami sangat menikmati perjalan mudik kami. Anak-anak saya dan anak-anak dari kakak ipar saya sangat senang sekali menyanyikan lagu-lagu ST12 yang lagi populer ini. Sayapun yang biasanya suka musik dangdut dan nasyid jadi ikut-ikutan juga menyukai lagu-lagu ini. Indah di telinga, nyaman di hati. Apalagi lagu-lagu cinta dan religinya sangat menyentuh hati yang paling terdalam. Memuji kecantikan seorang wanita dan memuji kebesaran Allah.

Tanpa saya sadari, sepanjang perjalan mudik itu saya merasakan benar keindahan karya-karya group band ST 12 ini. Group band aliran melayu yang berasal dari kota bandung yang sangat terkenal saat ini. Lewat lagu-lagunya yang enak di dengar di telinga dan memiliki gaya khas melayu membuat kami sangat menikmati lagu Isabella, Memujamu, kebesaranmu, cari pacar lagi, dan lain-lain. Lewat tembang emas mereka, grup band ini masuk dalam grup band papan atas negeri ini. Menjadi group band dengan jumlah penggemar cukup banyak. Salah satunya, saya, hehhehe.

Mudik Asyik bersama ST12 menemani hari-hari perjalanan mudik saya bersama keluarga tercinta. Menyusuri panjangnya jalan dan kemacetan lalu lintas yang kami temui. Dengan adanya lagu-lagu dari ST12 itu mudik lebaran serasa asyik. tanpa terasa, budaya mudik di Indonesia, kini juga telah menjadi budaya musik di Indonesia. rasanya tak enak bila dalam perjalanan mudik tak menikmati musik.

Budaya mudik di Indonesia, nampaknya akan terus ada di bumi ibu pertiwi. Roda-roda perekonomian untuk sesat pindah ke desa-desa. Kampung halaman yang tadinya sunyi, kini telah dipenuhi oleh para warganya kembali yang telah merantau cukup lama. bagi saya, mudik memang asyik. Apalagi dengan musik, hehehe.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

https://wijayalabs.com

Categories:

3 People reacted on this

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.